[Valid RSS]

KabarIkn.com,Bandung - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) melaksanakan Rapat Koordinasi Bahan Peledak Forum Komunikasi Explosive (Forkomex) ke-1 Tahun 2023 dan Melakukan Kunjungan ke Pabrik dan Gudang Bahan Peledak PT. Dahana Persero (17-18/7) di Bandung. Acara ini digelar sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi antara personil SKK Migas – KKKS serta stakeholder terkait pemanfaatan handak dalam kelancaran kegiatan hulu migas.

Kegiatan dihadiri oleh SKK Migas Perwakilan Kalsul (Azhari Idris, Dedy Hidayat, Wisnu Wardhana, Handel Martua PLN, Aan Kurniawan, Aulia R.F, dan Rafi Rinaldi), Perwakilan Sumbagsel (Hendra Sagita), Pembina Forkomex 2018-2023 (Roy Widiartha), BinYanmas Intelkam Mabes Polri (Wisnu Yudha), Direktorat Pembinaan Program Migas - Ditjen Migas (Arifandy Setiawan) beserta staf, Pokja Perizinan Div. Formalitas SKK Migas (Bontrissa Lesmana), General Manager Div. Tambang Migas PT. Dahana Persero (Aditya Prima), Pengurus Forkomex tahun 2022 - 2025 dan seluruh KKKS Wilayah Kalsul.

Pentingnya handak dalam kegiatan hulu migas menjadi konsentrasi tersendiri bagi setiap personil yang menanganinya. Kepatuhan pada regulasi yang telah ditetapkan diharapkan SKK Migas harus terus dijaga oleh KKKS yang memanfaat handak dalam operasionalnya.. 

“Pentingnya tanggung jawab atas perizinan dan tata kelola bahan peledak serta kepatuhan dalam pengelolaan, pengawasan dan perizinan handak sesuai dengan undang – undang dan standar yang berlaku wajib dilakukan agar dapat memenuhi aspek keamanan dan keselamatan”ujar Kepala Departemen Operasi SKK Migas Kalsul Dedy Hidayat.

Ditambahkanya, sekecil apapun kelalaian akan penggunaan handak ini akan berdampak sangat luas. Sehingga personil harus selalu memperhatikan semua aspek-aspek yang sesuai dengan peraturan dan prosedur yang diterapkan.

“Atas kelalaian dalam pengawasan dan pengelolaan bahan peledak tidak hanya berpotensi merugikan KKKS tetapi juga dapat merugikan Negara” paparnya.

Melalui kelancaran penggunaan penyediaan dan penggunaan handak tersebut, perlu dilakukan koordinasi yang intensif dengan semua pihak. Hal itu dilakukan sebagai upaya pengelolaan dan perizinan handak yang efektif dan efisien untuk kelancaran kegiatan operasi produksi harus dilakukan. Sehingga target produksi minyak 1 juta BOPD & gas 12 BSCFD di tahun 2030 agar dapat tercapai.

Selain itu, seluruh peserta Rakor Forkomex diajak melakukan kunjungan ke Pabrik dan Gudang Bahan Peledak PT. Dahana Persero di Subang. Kunjungan dimaksudkan sebagai knowledge dan tambahan wawasan bagi pengelola bahan peledak terkait proses pembuatan bahan peledak (dayagel seismik) sampai dengan ke uji mutu kualitas bahan peledak. Uji mutu juga dijadikan sarana tambahan pengetahuan bagi semua peserta Rakor terkait potensi resiko dan bahaya bahan peledak komersial.(*)

KabarIkn.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (SKK Migas Kalsul), terus mendukung kinerja Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang berada diwilayah kerjanya. Sebagai wilayah kerja (WK) yang sangat besar, SKK Migas Kalsul tak henti-hentinya melakukan koordinasi keamanan pada KKKS agar operasionalnya terus berjalan lancer dan aman, baik ekplorasi maupun eksploitasi.

Guna mendukung keamanan operasional hulu migas, SKK Migas Perwakilan Kalsul dan Divisi Formalitas SKK Migas serta KKKS Kaltim dan PT Badak NGL melaksanakan Rapat Koordinasi ANEV Implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengamanan Obvitnas Hulu Migas dengan Polda Kalimantan Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada (12/7) di Bandung. Kegiatan ANEV PKS ini dilaksanakan sesuai dengan program kerja dalam klausul PKS guna terlaksananya pengamanan yang lebih baik dan efektif serta bersinergi, sehingga kegiatan operasi berjalan aman dan lancar secara berkelanjutan.

Pertemuan dipimpin oleh Manajer Senior Sekuriti KKKS SKK Migas – Rudy Fajar (mewakili Kadiv Formalitas), dan dihadiri oleh Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Bidang Keamanan – Brigjen Pol Bambang Priyambadha, Kepala Perwakilan Kalsul – Azhari Idris, Kepala Departemen Operasi Kalsul – Dedy Hidayat dan Staf (Handel, Eta dan Adi), Staf Formalitas & Komunikasi Kalsul - Mutiara Dinanti, Pokja Pengembangan Masyarakat - Roy Widiartha, Jajaran Dep. Sekuriti SKK Migas (Nugraha K, Syaiful H.), Pimpinan Sekuriti Pertamina Region 3, Zona 8, Zona 9 & Field (Sangasanga, Sangatta), Zona 10, ENI MB, CRL & CML dan PT Badak NGL, serta dari Polda Kaltim dipimpin oleh AKBP Andrias S. Nugroho, S.I.K., M.Si – KabagKerma RoOps Polda Kaltim dan Jajaran Ditpamobvit.

Disampaikan Kepala SKK Migas Kalsul, pengamanan dalam kegiatan hulu migas sangatlah vital. Selain karena kegiatan hulu migas merupakan proyek strategis negara, juga asset hulu migas merupakan asset negara serta merupakan objek vital nasional (Obvitnas). Oleh karena itu sesuai aturan dan perundangan merupakan kewenangan Kepolisian dalam pengawasan pengelolaan Obvitnas dan penegakan hukum atas gangguan keamanannya.  

Melalui pemetaan isu-isu gangguan yang ada, Azhari berharap sinergitas koordinasi dengan pihak terkait terutama Polda Kaltim untuk bersama - sama ditingkatkan. Begitu pula dengan antisipasi terhadap isu- isu sosial agar tidak berpotensi menjadi kendala pengamanan dan mengganggu kelancaran operasional hulu migas. Tak dapat dipungkiri, saat ini kendala non teknis menjadi bagian penting yang harus pula menjadi perhatian bagi kegiatan hulu migas. 

“Guna menjamin kelancaran operasional hulu migas di khususnya wilayah Kalimantan Timur, SKK Migas Perwakilan Kalsul selalu koordinasi dengan pihak pengamanan dengan Jajaran Polda Kaltim” Terang azhari.

Azhari menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasi kepada Polda Kaltim atas dukungan yang konsisten dalam pengamanan Obvitnas Hulu Migas wilayah Kaltim selama Semester I tahun 2023, Koordinasi dan komunikasi antara SKK Migas – KKKS dengan Polda Kaltim dan jajaran Polres/Polsek di WK KKKS berjalan baik dan bersinergi, karena itu kabar baik bahwa adanya tren penurunan gangguan keamanan operasi dalam semester I tahun 2023 dibanding tahun 2022.

Tantangan keamanan masih cukup kompleks dan dinamis utamanya berkaitan dengan adanya pencurian asset KKKS, penyerobotan lahan, persinggungan aktifitas perusahaan batu bara di WK /Area Fasilitas Hulu Migas. Perlunya dukungan berkelanjutan dari Polda Kaltim dan jajaran hingga Polres serta Polsek dalam pengamanan dan penegakan hukum serta Antisipasi Pengamanan dalam tahun Politik Pemilu tahun 2024.

Dengan terlaksanannya Anev PKS ini maka dapat dimitigasi rencana tindak lanjut ke depan antara lain melalui peningkatan koordinasi informal dengan satuan TNI/Polri di area operasi, sosialisasi keamanan dan keselamatan fasilitas migas, kunjungan lapangan lintas fungsi/instansi, koordinasi lintas fungsi sekuriti dengan relation dan aspek lain, dukungan prasarana keamanan.

“ Harapannya kami aspek sekuriti optimis dapat mendukung kelancaran dan keamanan operasi dalam rangka mencapai target yang ditentukan oleh Pemerintah pada tahun 2023 dan target tahun 2030 yaitu 1 Juta Barrel Minyak dan 12 BSCFD Gas Bumi” tandas Azhari

Akhir pertemuan Polda Kaltim menyampaikan dukungan kelancaran dan keamanan kegiatan Hulu Migas Kaltim, siap dalam menindak lanjuti penyelesaian outstanding isu gangguan keamanan dengan melibatkan fungsi-fungsi terkait Polda Kaltim, serta mendukung Revisi dalam Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengamanan yang akan berakhir pada tanggal 31 Januari 2024.(*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Kegiatan Forum Kapasitas Nasional yang digelar oleh SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi pada tanggal 4 - 5 Juli 2023 berjalan dengan sukses. Selain menggelar Focus Group Discussion ( FGD ) acara ini juga diisi dengan berbagai event seperti menampilkan keunggulan UMKM yang di bina oleh SKK Migas dan KKKS di Wilayah masing - masing.

Adapun salah satu yang ditampilkan dalam event ini adalah UMKM "Rempah Handil" milik Ernawati yang merupakan binaan dari Eni Muara Bakau. Produk yang dijual ini berupa minuman - minuman herbal seperti teh rempah dan jamu tradisional.

Owner UMKM Rempah Handil, Ernawati menyampaikan berkat mengikuti event - event seperti yang digelar oleh SKK Migas ini produknya sudah mulai dikenal oleh banyak orang dan profitnya juga sudah mulai naik daripada sebelumnya.

" alhamdulillah untuk profitnya setiap tahun bisa naik sekitar 50% dari tahun lalu dan bisa dibilang lumayan signifikan," ujar Ernawati kepada awak media, Rabu (05/07/2023).

Untuk pekerja di UMKM ini sendiri Ernawati biasanya meminta bantuan tetangga untuk meracik bahan - bahan produk minuman herbal ini dan Tempat produksi sendiri masih dilakukan dirumah Ernawati.

Produk Rempah Handil ini selain dijual online juga sudah memiliki banyak reseller untuk membantu memperjual belikan dan memperluas produk ini agar semakin dikenal oleh banyak masyarakat. (tri)

KabarIkn.com,Balikpapan - Kemeriahan Forum Kapasitas Nasional yang digelar selama dua hari (4-5/7) lalu di Balikpapan mendapat aprresiasai tersendiri dari peserta dan pemerintah daerah di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Mengusung tema : “Peran Strategis Industri Hulu Migas dalam Menunjang Ibu Kota Nusantara” menjadikan magnet ratusan peserta memenuhi tempat acara serta kehadiran narasumber yang kompeten dalam acara tersebut.

Disampaikan oleh Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Achmad Jaka Santos Adiwijaya pada Forum Kapasitas Nasional (Forkapnas) III 2023 bahwa Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) siap bersinergi bersama SKK Migas untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, pabrikan, dan vendor, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penunjang industri hulu migas dalam membidik potensi pemenuhan gas, baik untuk industri maupun rumah tangga di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Forum Kapnas ini dirancang menjadi komunikasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha hulu migas dan perusahaan jasa pendukung baik perusahaan nasional maupun lokal. Sehingga semua pihak dapat melihat ini menjadi forum komunikasi untuk menciptakan dan atau meningkatkan multiplier effect dari aktifitas yang tercipta dalam forum ini.

Kepala SKK Migas Kalsul, Azhari Idris mengatakan Forum Kapnas ini merupakan kolaborasi antara stakeholder dengan para pengusaha penyedia barang dan jasa serta industri binaan KKKS. Dengan harapan menjadikan efek berganda perekonomian skala nasional dan daerah. 

“Kami berharap forum ini mengintegrasikan kemampuan para produsen lokal, sehingga menghasilkan produk baru yang mampu menjawab kebutuhan industri hulu migas nasional.”terang Azhari.

Dengan meningkatnya kemampuan bersaing pengusaha lokal di industri hulu Migas, tentunya akan sangat kompetitif. Hal ini memberikan pilihan – pilihan yang dibutuhkan bagi pelaku usaha hulu migas.

Azhari juga memberikan apresiasi kepada pemerintah dearah yang telah hadir dan mendukung Forum Kapnas ini. Bahkan beberapa Pemda yang menjadi narasumber menyampaikan akan memberikan ruang dan kesempatan pada pelaku hulu migas untuk berinvestasi di daerahnya. 

Tercatat dalam Forum Kapnas di Balikpaan hadir Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara; Achmad Jaka Santos Adiwijaya, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur; Ujang Rachmad, Asisten II Provinsi Kalimantan Utara; Bustan, Bupati Kutai Kartanegara; Edy Damansyah dan Bupati Banggai ; Amirudin Tamoreka.

Bahkan dalam forum tersebut telah dilaksanakan penandatangan MoU antara Industri Hulu Migas dengan Pemerintah Daerah yaitu dengan Pemkab Kukar dan Banggai. Yang pertama; Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah Balai Pengembangan Produktifitas Tenaga Kerja (BP2TK) Kabupaten Kutai Kartanegara antara SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Dilanjutkan dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi dan Pemerintah Kabupaten Banggai Tentang Kerjasama Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Banggai Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan/Perusahaan. 

Tidak hanya itu saja, MoU juga dilaksanakan business to business antara KKKS dengan vendor local terkaitannya dengan kesepakatan strategis guna mendukung kelancaran kegiatan hulu migas dalam mencapai target produksi.

Perhelatan Pra Forum Kapnas Kalsul turut menghadirkan booth UMKM binaan dari KKKS. Dimana para UMKM tersebut memamerkan dan menjual berbagai produksi dan hasil kreasinya. Berbagai macam produk yang sudah di packing dengan kekinian menjadi daya tarik dan menunjukan bahwa produk UMKM siap dipasarkan di chain retail / supermarket yang ada.(*)

 

KabarIkn.com,Balikpapan - 4 Juli 2023 , Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kembali menggelar Forum Kapasitas Nasional III 2023 Area Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), di Balikpapan, Kalimantan Timur. Selama dua hari, (4 dan 5 Juli 2023), para pemangku kepentingan industri hulu migas nasional akan fokus membahas peran strategis industri hulu migas dalam menunjang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf mengatakan, SKK Migas ambil bagian dalam pemenuhan kebutuhan energi gas di IKN. Kebijakan energi IKN mengacu pada konsep energi hijau. Artinya, sumber energi yang digunakan di IKN adalah energi terbarukan yang diselaraskan dengan keberlanjutan lingkungan. 

“Meski demikian, gas bumi sebagai energi transisi masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga di sekitar IKN,” katanya, saat memberikan sambutan pada pembukaan Forum Kapasitas Nasional III 2023 Area Kalsul, Selasa (4/6). Pada kesempatan itu, turut hadir Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara, Achmad Jaka Santos Adiwijaya. Asisten II Provinsi Kalimantan Timur, Ujang Rachmad, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin; Direktur Utama PT Pertamina Hulu Pertamina Indonesia - Regional 3 Kalimantan, John Anis, serta beberapa kepala daerah setingkat bupati dan walikota di Kalimantan dan Sulawesi.

Nanang menambahkan, produksi gas semakin dominan ke depannya, karena gas adalah energi transisi menuju penggunaan EBT. “Konsumsi gas diperkirakan akan meningkat, dimana konsumsi gas saat ini yang sekitar 6,000 MMSCFD diperkirakan naik jadi 26,112 MMSCFD di tahun 2050. Akan naik sebesar 298 persen. 

“Untuk mengatasi tantangan di masa depan tersebut, dan sebagai upaya jangka panjang mencapai pemenuhan energi, pada akhir 2019 lalu industri hulu migas mencanangkan transformasi melalui 5 strategi yaitu Clear Vision; Organization as Center of Excellent, ODSP, komersialisasi, dan digitalisasi,” terangnya.

Ditegaskan, SKK Migas mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu migas berdasarkan kontrak kerja sama, agar pengambilan sumber daya migas milik negara memberi manfaat maksimal bagi rakyat Indonesia. Dalam konteks ini, SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berkontribusi mengembangkan pemanfaatan gas bumi agar dapat menjangkau IKN. 

“Sejak awal SKK Migas siap bekerja sama dengan Otorita IKN serta para pemangku kepentingan untuk mengembangkan infrastruktur dasar seperti pipanisasi gas yang disesuaikan dengan desain tata ruang dan wilayah IKN. Melalui Forum Kapasitas Nasional, pihaknya juga terus mengintegrasikan kemampuan produsen lokal untuk menjawab kebutuhan energi di IKN,” paparnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Area Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris berharap Forum Kapasitas Nasional III 2023 Area Kalsul dapat menjadi sarana komunikasi antara pemerintah yang diwakili SKK Migas, KKKS, pemerintah daerah, serta pelaku usaha penunjang hulu migas dalam mendukung pembangunan IKN. 

“Upaya peningkatan kapasitas nasional juga telah menjadi bagian dalam upaya transformasi industri hulu migas, khususnya pada pilar 5a yaitu melaksanakan peningkatan daya saing pemasok nasional. Sehingga kedepan kapasitas nasional bisa berkembang, tidak hanya sekadar membuat produk made in Indonesia, tetapi juga made by Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President SKK Migas, Erwin Suryadi yang juga merupakan Ketua Umum Forum Kapnas III 2023 mengatakan, melalui Forum Kapasitas Nasional, SKK Migas dan KKKS akan terus memperkuat peran para pelaku usaha lokal dalam aktivitas hulu migas. 

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro mengatakan SKK Migas berkepentingan mengembangkan industri hulu migas di tanah air untuk mendukung visi produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari di tahun 2030. 

“Pada tahun 2022, komitmen TKDN Industri Hulu Migas mencapai 64%, disini kita kembali merasakan multiplier effect industri hulu migas di berbagai sektor,” ungkapnya.

Forum Kapasitas Nasional Area Kalsul di Balikpapan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Forum Kapasitas Nasional III 2023, yang puncaknya akan diadakan di Jakarta. Sebelumnya, forum serupa telah dilaksanakan di Area Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabanusa) pada bulan Mei, serta Area Papua dan Maluku (Pamalu) pada Juni kemarin. Dalam waktu dekat, Forum Kapasitas Nasional juga akan digelar di Area Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) serta Area Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Semua event tersebut menampilkan keunggulan UMKM binaan SKK Migas dan KKKS di wilayah operasi masing-masing.(*)