[Valid RSS]

KabarIkn.com, Balikpapan - 3 Juli 2023, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Industri hulu migas siap bersinergi dengan semua pemangku kepentingan dalam pengembangan infrastruktur dasar untuk memenuhi kebutuhan energi Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran dan sinergisitas industri hulu migas menjadi sangat penting, karena pemenuhan gas bumi di IKN mengacu pada Kebijakan Energi IKN berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 yang berkonsep energi hijau. Gas bumi sebagai energi transisi akan berperan dalam pemenuhan energi di IKN menuju target Net Zero Emission.

Hal ini disampaikan Vice President Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Erwin Suryadi, saat melakukan kunjungan ke IKN, di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (3/7). Dalam kesempatan tersebut, hadir Koordinator Tim Kerja Pelaksana Forum Kapnas III Tahun 2023, Fery Sarjana yang juga mewakili Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta beberapa pelaku usaha penunjang industri hulu migas nasional. Kunjungan ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian Forum Kapasitas Nasional III 2023 Area Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), yang dipusatkan di Balikpapan.

“Di ibu kota baru itu kelak ada kebutuhan energi yang cukup masif, seperti gas, untuk industri dan rumah tangga. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur pipa gas sejak awal dirancang dengan menyesuaikan kebijakan energi IKN yang ramah lingkungan, serta mengikuti desain tata ruang dan wilayah IKN,” katanya.

Erwin yang juga merupakan Ketua Umum Forum Kapnas III 2023 menjelaskan, sinkronisasi antara SKK Migas, KKKS dan pemangku kepentingan lainnya menjadi salah satu kunci keberhasilan. Forum Kapasitas Nasional Area Kalsul ini juga akan menjadi wadah untuk memperkuat sinergitas tersebut, mengingat forum ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gubernur Kalimantan Timur dan Gubernur Kalimantan Utara, serta beberapa perwakilan kepala daerah tingkat kabupaten/kota di Kalimantan dan Sulawesi.

“Forum Kapasitas Nasional III 2023 Area Kalsul kali ini mengusung tema ‘Peran Strategis Hulu Migas dalam Menunjang IKN’. Selain melibatkan unsur pemerintahan, forum ini juga menyertakan para pelaku usaha penunjang industri hulu migas untuk ikut ambil bagian dalam pengembangan IKN,” ujarnya.

Kepala Perwaklian SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris mengatakan bahwa pihaknya juga aktif dalam memberikan coaching CIVD (Centralized Integrated Vendor Database) kepada pengusaha lokal agar pengusaha lokal dapat mempersiapkan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi dalam mengikuti pengadaan di hulu migas.

Setelah dua kali diselenggarakan sejak tahun 2021, Forum Kapasitas Nasional telah membuka kesempatan para pelaku usaha untuk mengembangkan kemampuan dan teknologi serta memperluas pasar. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan industri hulu migas tidak saja memberikan hasil energinya, tapi juga berhasil menunjukkan multiplier effect bagi perekonomian daerah, dan nasional.

“Banyak sekali UMKM potensial yang berprestasi hasil dari binaan KKKS Kalsul. Hal ini menunjukkan bahwa KKKS sangat serius dalam melakukan empowerment terhadap UMKM. Sehigga keberhasilan UMKM tidak hanya menciptkan kemandirian ekonomi bagi pelakunya, tetapi juga dapat berpeluang membuka lapangan pekerjaan baru,” ujar Azhari.

Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, dampak positif Forum Kapnas bisa dilihat dari sejumlah capaian, antara lain masuknya 64 pabrikan lokal yang diakui sebagai pabrikan berstandar nasional dan internasional. Pengakuan tersebut didasarkan pada Program Penilaian & Pembinaan Bersama Hulu Migas Tahun 2021 dan 2022.

SKK Migas mencatat, sepanjang tahun 2022, nilai pengadaan barang dan jasa industri hulu migas nasional mencapai US$6,1 miliar, dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai US$3,7 miliar atau 64,75 persen. Capaian ini berada di atas target TKDN yang ditetapkan yakni 57 persen. 

“Forum Kapnas tahun 2023 di Kalsul ini akan menjadi kesempatan untuk mendorong pelaku usaha penunjang industri hulu migas agar bisa berkontribusi dalam pengembangan IKN. Kami yakin, dengan kemampuannya yang terus meningkat, mereka bisa menjadi bagian dari sinergitas tersebut,” ujarnya.(*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Panitia Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) Industri Hulu Migas menyumbang 3 ekor kambing Qurban ke Panti Asuhan Nurjannah di Balikpapan. Hewan Qurban tersebut langsung diserahkan oleh perwakilan panitia Forum Pra Kapnas pada (28/6) lalu agar dapat di potong pada Idul Adha 1444 H dan dibagikan pada pihak yang memang memerlukan. 

Diungkapkan salah satu panitia Forum Pra Kapnas, bahwa sumbangan hewan qurban tersebut merupakan kepedulian industri hulu migas pada masyarakat Balikpapan dalam hal ini pihak nya menyerahkan ke Panti Asuhan Nurjannah.

" Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi penghuni panti dan juga masyarakat sekitar yang membutuhkan" ujar Perwakilan Forum yang hadir dalam penyerahan bantuan. 

Lanjutnya sebelum pelaksanaan puncak Forum Kapnas 2023, akan didahului kegiatan Pra Forum Kapnas akan digelar di Balikpapan pada 4 - 5 Juli 2023 mendatang. Kegiatan ini sebagai kolaborasi antara stakeholder dengan para pengusaha penyedia barang dan jasa serta industri binaan KKKS. Dengan harapan menjadikan efek berganda perekonomian skala nasional dan daerah.

Salah satu pengasuh panti Asuhan Nurjanah , Abah Ismail yang menerima sumbangan hewan Qurban tersebut menyampaikan rasa terimakasihnya pada Forum Kapnas. Pihaknya akan menyembelih hewan Qurban tersebut yang nantinya akan membagikan pada penghuni panti dan masyarakat sekitar panti yang membutuhkan. 

Ditambahkan Abah Ismail, Panti Asuhan Nurjannah berdiri sudah 25 tahun dan terdaftar di Disnakersos Kota Balikpapan. Anak-anak panti berasal dari keluarga tak mampu serta anak yatim. "Kami menyekolahkan mereka agar mendapat pendidikan yang layak sebagai bekal masa depan mereka. " Ujar Ismail

" Terimakasih atas dukungan hewan Qurban yang dipercayakan kepada kami. Semoga berkah dan kegiatan Forum Pra Kapnas di Balikpapan berjalan dengan baik untuk kepentingan negara dan membawa manfaat bagi kita semua" tutup Abah Ismail.(*)

KabarIkn.com,Jakarta – 17 Mei 2023. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mendorong peningkatan investasi di sektor hulu migas. Langkah ini dilakukan dalam rangka mendukung program Pemerintah di bidang ketahanan energi. Oleh karena itu SKK Migas menargetkan peningkatan investasi eksplorasi hingga US$ 3 miliar atau sekitar Rp 45 triliun untuk dapat mengoptimalkan potensi hulu migas yang masih menjanjikan dan peranannya semakin dibutuhkan karena tidak hanya sebagai sumber penerimaan negara tetapi juga modal pembangunan. 

Di tengah proses transisi yang tengah berlangsung kebutuhan energi minyak dan gas terus meningkat. Menurut Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), kebutuhan minyak dan gas hingga 2050 akan terus meningkat, kebutuhan minyak meningkat 139% dan kebutuhan gas meningkat 298%. “Meskipun secara prosentase bauran energi minyak dan gas menurun, namun dari volume mengalami peningkatan. Untuk itu, peningkatan produksi migas menjadi sebuah kebutuhan dan harus didukung penemuan cadangan migas yang baru agar produksi bisa berkelanjutan. Berdasarkan tren transisi energi maka pertumbuhan penggunaan gas akan lebih tinggi dibandingkan minyak, karena gas relatif bersih dan diterima dalam era energi transisi.”, kata Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara dalam diskusi media yang diselenggarakan SKK Migas, Rabu (17/5).

“Berbicara target peningkatan produksi migas nasional di tahun 2030 yaitu minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD), tulang punggungnya tentu adalah eksplorasi karena cadangan yang telah diproduksi harus digantikan dengan penemuan yang baru. Oleh karenanya investasi eksplorasi menjadi sangat penting”, imbuh Benny.

Benny menyampaikan bahwa dalam upaya meningkatkan investasi eksplorasi, salah satu yang menjadi acuan dari investor adalah bagaimana daya saing antar negara terkait investasi hulu migas. Berdasarkan data dari Wood Mackenzie, prospectivity dan attractiveness Indonesia berada tingkat menengah. Di tataran negara sekitar kawasan, posisi Indonesia lebih baik dibandingkan Thailand dan Brunei, namun masih lebih rendah jika dibandingkan Vietnam, Malaysia dan Australia.

Penemuan besar 15 tahun terakhir banyak terjadi di negara-negara yang menawarkan rezim fiskal hulu migas yang sederhana dan menarik investor, antara lain Brazil, Guyana, Suriname, Mozambik. “Saat ini Pemerintah terus meningkatkan daya saing investasi hulu migas, upaya ini terlihat dengan semakin meningkatnya minat investasi di sektor eksplorasi. Untuk tahun 2023, rencana investasi hulu migas mencapai US$ 1,7 miliar atau meningkat sekitar 112% dan tercatat adalah investasi eksplorasi tertinggi sejak tahun 2015”, ujar Benny.”

Lebih lanjut Benny menyampaikan jika tahun 2023 jumlah pengeboran sumur eksplorasi ditargetkan sebanyak 57 sumur, maka tahun 2024 diperkirakan akan meningkat hingga 97 sumur dan tahun 2025 serta seterusnya ditargetkan bisa diatas 100 sumur. “Untuk merealisasikan target tersebut dibutuhkan investasi eksplorasi yang besar hingga sekitar US$ 3 miliar atau setara dengan Rp 45 triliun. Sebagai industri yang memiliki resiko tinggi dan butuh waktu yang lama sejak eksplorasi hingga bisa diproduksi, maka iklim investasi hulu migas harus dijaga betul, tidak cukup hanya menarik tetapi juga memberikan kepastian secara hukum”, ujar Benny.

Pada kesempatan yang sama Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Penguriseng menyampaikan bahwa kebutuhan energi migas tidak turun tapi justru meningkat. Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional, pada tahun 2050 kebutuhan energi secara nasional mencapai sekitar 1.000 MTOE dengan prosentase 44% berasal dari minyak dan gas, sehingga ada sekitar 440 MTOE yang harus dipenuhi. 

Pertamina Hulu Energi memiliki 3 (tiga) strategi utama, yang pertama adalah sustain, yaitu untuk area yang sudah mature (existing asset) akan terus dilakukan eksplorasi dengan konsep eksplorasi yang baru dan teknologi baru. Kedua adalah kategori growth, di mana Pertamina aktif di open area karena memiliki peluang mendapatkan big fish, tentunya dengan risiko yang besar dan biaya yang besar. Ketiga adalah melakukan kemitraan (partnership) yang dalam pelaksanannya tidak hanya sharing investasi tetapi juga sharing knowledge untuk menghasilkan hasil terbaik. 

Potensi migas di Indonesia masih menjanjikan, saat ini cekungan migas yang sudah disentuh 20% yaitu sudah punya license (Wilayah Kerja) yang sudah dibor lebih kecil lagi prosentasenya. Yang belum disentuh ada 80% sehingga secara peluang masih menarik. Muharram menyampaikan bahwa tahun 2021 success ratio (SR) pengeboran oleh Pertamina sebesar 36%, tahun 2022 SR meningkat menjadi 64,7% dan hingga Mei 2023 berhasil mencapai SR 100%. Temuan sumber daya pun berhasil ditemukan dalam beberapa pengeboran antara lain sumur GQX, Manpatu 1-X, dan WLL-001.

Upaya agresif Pertamina Hulu Energi dalam melakukan aktivitas eksplorasi tidak terlepas dari tantangan yang harus dihadapi, diantaranya adalah perijinan dan pengadaan lahan, pengadaan, ketersediaan dan kesiapan rig, serta hal-hal yang terkait dengan teknis operasional dan subsurface. “Hambatan tentu selalu ada dan itu menjadi dinamika yang mesti dihadapi. Untuk menyelesaikan tantangan tersebut, kami melakukan akselerasi perijinan dan pembebasan lahan, farm in dan kontrak bersama, prioritisasi rig untuk sumur eksplorasi, penambahan data & quality assurance," kata Muharram.

TENTANG SKK MIGAS

SATUAN KERJA KHUSUS PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (selanjutnya disebut “SKK MIGAS”), suatu satuan kerja khusus yang diberikan tugas oleh Pemerintah RI c.q. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menyelenggarakan pengelolaan kegiatan usaha hulu Minyak dan Gas Bumi berdasarkan Peraturan Presiden No. 95/2012 jo. Peraturan Presiden No. 9/2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden No. 36/2018 jo. Peraturan MESDM No. 2/2022.

SKK Migas bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. Pembentukan lembaga ini dimaksudkan supaya pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.(*)

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi : 

Hudi D Suryodipuro

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Telp : 08118889348

 

foto : Kepala SKK Migas Kalsul Azhari Idris bersama Gubernur Kaltim Isran Noor

KabarIkn.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan kembali mengadakan kegiatan Forum Kapasitas Nasional pada tahun 2023, dengan mengusung tema “Pengembangan Integrasi Kapabilitas Dalam Negeri dalam rangka Peningkatan Kapasitas Nasional”. 

Sebelum acara puncak Kapnas yang akan dilaksanakan di Jakarta, forum ini akan didahului dengan serangkaian event Pra Forum Kapnas yang salah satunya akan dilaksanakan di Wilayah Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi tepatnya di Kota Balikpapan pada tanggal 4 – 5 Juli 2023. Forum Pra Kapnas di Balikpapan akan mengusung tema strategis yakni “Peran Strategis Industri Hulu Migas dalam Menunjang Ibu Kota Nusantara”.

Dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara di Pulau Kalimantan tentunya menjadi magnet para investor untuk datang dan berinvestasi didalamnya. Industri Hulu Migas yang sudah beroperasi di sekitar wilayah IKN tentunya akan diproyeksikan menjadi Industri yang menopang terkait kebutuhan energi IKN nantinya. Tentunya hal ini diperlukan koordinasi dan saling bersinergi guna mengoptimalkan potensi sumber energi yang dapat digunakan kedepannya.

Forum akan menjadi komunikasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha hulu migas dan perusahaan jasa pendukung baik perusahaan nasional maupun lokal sehingga dapat melihat ini menjadi forum komunikasi untuk menciptakan dan atau meningkatkan multiplier effect dari aktifitas yang tercipta dalam forum ini.

Melalui Forum ini, SKK Migas mengintegrasikan kemampuan para produsen lokal, sehingga menghasilkan produk baru yang mampu menjawab kebutuhan industri hulu migas nasional. Dengan kata lain memberikan stimulan agar produsen lokal dapat terlibat didalam industri hulu migas.

“Jika kapasitas pengusaha lokal diintegrasikan, maka produk-produk penunjang hulu migas buatan dalam negeri yang memenuhi standar internasional akan lebih banyak lagi. Hal ini tentunya akan mendukung pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan produksi gas 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030,” kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, di Jakarta (22/1).  

Selain untuk mendongkrak kinerja hulu migas dalam memenuhi target produksi, pengembangan lokal kontent di industri hulu migas akan menimbulkan dampak berganda bagi perekonomian nasional. Di sana ada perluasan kesempatan berusaha dan penyerapan tenaga kerja lokal. 

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko mengatakan tahun lalu SKK Migas melakukan bussiness match making (menjodohkan) para pabrikan atau penyedia jasa lokal, dan memfasilitasi mereka agar kualitas produk atau jasanya bisa naik kelas. "Tahun ini SKK Migas menindaklanjutinya dengan mengintegrasikan kapasitas pabrikan dan penyedia jasa lokal supaya menghasilkan produk/jasa baru yang memenuhi kebutuhan standar industri migas,” ujarnya. 

Kepala SKK Migas Kalsul, Azhari Idris mengatakan bahwa SKK Migas terus mendorong KKKS meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di kegiatan hulu migas. KKKS juga diminta untuk turut melakukan pembinaan dan pendampingan kepada UMKM khususnya yang berada disekitar wilayah operasi KKKS. Tidak hanya itu, Perwakilan SKK Migas Kalsul juga aktif dalam memberikan coaching CIVD (Centralized Integrated Vendor Database) kepada pengusaha lokal. Harapannya pengusaha lokal dapat mempersiapkan kriteria kriteria yang harus dipenuhi dalam mengikuti pengadaan di hulu migas.

“Banyak sekali UMKM potensial yang berpreastasi hasil dari binaan KKKS Kalsul. Hal ini menunjukkan bahwa KKKS sangat serius dalam melakukan empowerment terhadap UMKM. Keberhasilan UMKM tidak hanya menciptakan kemandirian ekonomi bagi pelakunya, tetapi juga dapat berpeluang membuka lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.

Nantinya pada Forum Pra Kapnas di Balikpapan juga dilaksanakan berbagi macam penandatangan MoU antara Industri Hulu Migas dengan Pemerintah Daerah, MoU business to business antar pelaku usaha terkaitannya dengan kesepakatan strategis guna mendukung kelancaran kegiatan hulu migas dalam mencapai target produksi.

Peserta dari kegiatan ini adalah dari instansi SKK Migas (baik pusat maupun perwakilan),Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Badan Otoritas IKN, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kalsul, Kementerian ATR, Bappenas, Pabrikan, Vendor Daerah/Binaan, UMKM Binaan, Bank Daerah, Pemda dan Akademisi.

Kegiatan ini sebagai kolaborasi antara stakeholder dengan para pengusaha penyedia barang dan jasa serta industri binaan KKKS. Dengan harapan menjadikan efek berganda perekonomian skala nasional dan daerah. Tutup Azhari.(*)

KabarIkn.com - Puluhan pemuda Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti Pelatihan Teknis Kewirausahaan Pemuda (Pealtihan Barista) dan Sertifikasi oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kukar 2023. Barista adalah keterampilan meracik Kopi. Saat ini tumbuh berkembang kafe atau kedai sebagai sarana tempat berkumpul para milenial di Kukar. Selain sebagai penggerak ekonomi masyarakat, hadirnya kafe-kafe tersebut menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi kalangan muda yang ingin mengembangkan jiwa wirausahanya.

Hal inilah yang mendorong SKK Migas Kalsul – KKKS Eni Muara Bakau mewujudkan keinginan pemerintah daerah Kukar, agar hulu migas dapat memberdayakan para pemuda Kukar. Pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari ini dimentori oleh Barista yang sangat berpengalaman. Pelatihan Barista pemuda Kukar menghadirkan pelatih dari Lembaga Pelatihan Kerja Kompetensi Indonesia (LPKKI) yaitu Febri Nur Ahmad dan Yoris Sumartin

Pada pembukaan pelatihan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kukar dKamis (11/5) hadir Bupati Kukar Edi Damansyah berserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terekait, Kepala SKK Migas Kalsul Azhari Idris dan Management Eni Muara Bakau B.V., Nina Soraya selaku Sustainability Manager. 

Kepala SKK Migas Kalsul Azhari Idris menyampaikan agar peserta mengambil kesempatan baik ini untuk belajar dan menjadi lebih terampil. Saat ini banyak pemuda milenial ingin menjadi entrepreneur atau wirausahawan. Profesi sebagai Barista kini sudah bukan asing lagi, selain tren juga memberikan pendapatan yang lumayan tinggi.

“Barista yang handal akan memiliki nilai lebih, sehingga tak heran jika penghasilan mereka cukup menjanjikan dan banyak pemuda menekuni bidang ini” terang Azhari. 

Ditambahkannya, dengan hadirnya Barista – Barista yang handal diharapkan kota Tenggarong memiliki kafe atau kedai kopi yang enak dengan Barista yang terampil. Sehingga banyak pihak atau masyarakat yang datang ke Tenggarong tidak mencari alternatif ke kota lain sekitarnya jika hanya ingin menikmati kopi.

Pelatihan Barista yang diinisiasi oleh KKKS Eni Muara Bakau ini sangat mendapat apresiasi dari Pemkab Kukar dan SKK Migas Kalsul. Hal ini menurut Bupati Kukar , yang hadir pada acara tersebut menunjukan komitmen hulu migas pada pemberdayaan masyarakat khususnya pemuda di Kukar.  

“Apresiasi buat ENI yang sudah memfasilitasi pelatihan Barista ini. Semoga bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan bagi pemuda Kukar” pungkas Azhari.

Pada acara tersebut Edi Damansyah menegaskan pelatihan – pelatihan yang akan dilakukan oleh Pemkab Kukar kedepan harus berbasis pasar atau apa yg dibutuhkan masyarakat saat ini. Hal ini akan mendukung sumber daya masunsia Kukar siap kerja. Salah satunya adalah pelatihan Barista.

“Peserta yang ikut bisa menjadi agen perubahan, role model bagi lainnya. Barista bisa menjadi contoh pemuda lainnya untuk kreatif dan mendorong dunia usaha di Kukar”ajak Edi Damansyah.

Saat ini lanjut Edi, peserta yang telah dilatih bukan hanya mendapatkan aspek legalitas kompetensi sertifikasi namun keterampilan yang telah diberikan harus dimiliki dan diimplementasikan.

Selain itu Edi mengharapkan kerja kolaborasi dengan dunia usaha termasuk KKKS dan SKK MIgas Kalsul kedepan harus tetap di lanjutkan.Pemkab Kukar tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan dukungan serta partisipasi luas dari masyarakat dan dunia usaha lainnya.

“Terimakasih untuk SKK Migas Kalsul dan Eni Muara bakau, kedepan kita akan terus berkolaborasi mendukung program-program pembangunan di Kukar sebagai kota Idaman”tutup Edi.(*)