[Valid RSS]

KabarIkn.com,Nusa Dua – 30 November 2025. Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report SKK Migas kembali mendapatkan peringkat Gold Rank pada the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Penghargaan ini memperkuat komitmen SKK Migas dan industri hulu migas untuk tetap memperjuangkan isu-isu keberlanjutan di tengah upaya untuk meningkatkan produksi dan lifting minyak dan gas bumi.

“SKK Migas dan Kontraktor KKS sedang berjuang keras untuk meningkatkan produksi dan lifting migas nasional. Namun upaya-upaya keberlanjutan tetap kita jadikan prioritas karena Rencana Strategis kita tidak hanya memuat peningkatan produksi, tetapi juga mendukung komitmen Indonesia mencapat target net zero emission,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto setelah menerima ASRRAT 2025, Jumat (28/11). Ditambahkannya, penghargaan ini diharapkan akan memicu semangat SKK Migas dan Kontraktor KKS untuk terus melakukan terobosan-terobosan baru untuk memperjuangkan isu-isu keberlanjutan di dalam kerangka operasi hulu migas.

Sustainability Report merupakan sebuah laporan yang merangkum kiprah dan kebijakan sebuah organisasi yang sejalan dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau the Sustainable Development Goals (SDGs). Laporan ini dibuat dengan mengacu kepada standar yang dikembangkan lembaga internasional General Reporting Initiative (GRI). ASRRAT sendiri merupakan penilaian tahunan terhadap laporan keberlanjutan yang dipublikasikan oleh berbagai instansi. Ajang ini digelar oleh lembaga independen National Center for Corporate Reporting (NCCR) dengan tujuan untuk ntuk memotivasi dan mempercepat pelaporan keberlanjutan perusahaan atau lembaga dengan memberikan apresiasi kepada upaya terbaik dalam mengkomunikasikan kinerja pada aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola.

Di tahun 2025 ini jumlah peserta mencapai 82 perusahaan dan organisasi, yang berasal dari Indonesia (78), Bangladesh (1), dan Filipina (3). Para juri berasal dari kalangan akademisi yang sudah memiliki sertifikasi dalam hal sustainability reporting. SKK Migas secara rutin mengikuti ajang ini dan sudah mendapatkan Gold Rank sebanyak tujuh kali.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan penanganan isu keberlanjutan, seperti pengurangan emisi, merupakan pekerjaan jangka panjang namun harus dimulai dengan kerja-kerja nyata dan realistis dalam jangka pendek. Saat ini industri hulu migas sudah melakukan sejumlah inisiatif untuk mengurangi emisi karbon, misalnya meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi metana, meminimalkan flare gas hingga zero flaring dan pekerjaan untuk implementasi carbon capture, utilization, and storage (CCUS). Beberapa inisiatif untuk CCUS sudah berprogres, misalnya Ubadari di Tangguh dan next Abadi Masela. Di industri hulu migas sebenarnya CCUS sudah lama diterapkan di lapangan minyak Indonesia untuk EOR CO2 flooding seperti di lapangan Sukowati dan untuk pressure maintenance di lapangan Banyu Urip Exxon Mobil Cepu. 

Ditambahkannya, Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon yang sangat besar. Secara regulasi pun sudah sangat mendukung, termasuk di industri hulu migas. “SKK Migas sudah menerbitkan Pedoman Tata Kerja (PTK) memberikan panduan yang jelas bagi proyek CCS dan CCUS di sektor hulu minyak dan gas Indonesia. Dokumen ini menjadi acuan bagi Kontraktor KKS dalam perencanaan, evaluasi, pelaksanaan, pemantauan, dan pelaporan, sekaligus memberikan kewenangan kepada SKK Migas untuk mengevaluasi dan mengawasi proyek agar berjalan secara efisien, aman, dan akuntabel.”ujar Djoko. 

Industri hulu migas tidak bisa berjalan sendiri dalam memaksimalkan potensi yang ada. “Dan meskipun iklim regulasi sudah sangat mendukung, untuk mewujudkan proyek CCS/CCUS yang nyata masih diperlukan kolaborasi yang kuat antar semua pemangku kepentingan,” pungkas Djoko.(*)

 

 

KabarIkn.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Pertamina Hulu Kalimantan Timur, Eni dan JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi menggelar Kegiatan Olimpiade Hulu Migas Tahun 2025 di Balikpapan Soccer Field.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (6/11) ini menjadi wadah bagi insan media, SKK Migas dan KKKS untuk bertemu dalam suasana berbeda diluar rutinitas kerja sehari-hari. Sekitar 118 peserta yang terdiri dari Perwakilan SKK Migas, KKKS, serta insan media dari Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Penajam Paser Utara, hingga Luwuk Banggai turut berpartisipasi.

Tahun ini, dua cabang olahraga dipertandingkan yaitu Mini Soccer dan Badminton. Selain menjadi ajang olahraga, kedua cabang ini juga dipilih karena mampu mempererat kebersamaan dan kerja sama antar peserta melalui semangat sportivitas.

Kegiatan dibuka secara resmi dengan tendangan pertama oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Azhari Idris yang menandai dimulainya Olimpiade Hulu Migas Tahun 2025. Dalam sambutannya, Azhari mengapresiasi antusiasme peserta dan peran media yang selama ini menjadi mitra SKK Migas dan KKKS.

Selama kegiatan berlangsung, suasana keakraban sangat terasa. Para peserta saling menyapa, bercanda dan mendukung satu sama lain di tengah cuaca cerah Balikpapan. Pertandingan berjalan seru, namun tetap dalam nuansa kekeluargaan yang hangat mencerminkan semangat sportivitas yang menjadi tujuan utama kegiatan ini.

 

Dari kalangan media kegiatan ini mendapat apresiasi positif. “Semoga Olimpiade Hulu Migas ini bisa menjadi kegiatan rutin setiap tahun dan melibatkan lebih banyak peserta, dengan begitu, kami bisa saling mengenal lebih dekat dan memperkuat kerja sama yang sudah terjalin selama ini,” ujar salah satu perwakilan media peserta kegiatan.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah simbolis dan apresiasi kepada para pemenang. Berikut daftar juara Olimpiade Hulu Migas Tahun 2025 :

Cabang Mini Soccer:

 Juara 1 : Tim Bengkirai

Juara 2 : Tim Senoro

Juara 3 : Tim Nilam

Juara 4 : Tim Jangkrik

Juara 5 : Tim Attaka

Cabang Badminton:

Juara 1 : Tim Badak

Juara 2 : Tim Toili

Juara 3 : Tim Santan

Juara 4 : Tim Peciko

Juara 5 : Tim Senipah

Melalui kegiatan ini, harapannya semangat kebersaamaan yang tercipta tidak terhenti di lapangan olahraga saja, tetapi juga terjalin dalam komunikasi dan kerja sama sehari-hari. Olimpiade Hulu Migas Tahun 2025 menjadi bukti bahwa sinergi antara SKK Migas – KKKS dan Media dapat tumbuh dalam suasana yang menyenangkan, penuh energi dan tetap membawa pesan positif bagi industri hulu migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.(*)

 

 

KabarIkn.com,Yogyakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Wilayah Kalimantan dan Sulawesi melaksanakan Kegiatan Upstream Oil and Gas Executive Meeting Tahun 2025 dengan tema “Kolaborasi Hulu Migas dan Daerah Penghasil Migas Untuk Peningkatan Lifting dan Pembangunan Daerah” yang diselenggarakan pada 29-30 Oktober 2025 di Yogyakarta.

Upstream Oil and Gas Executive Meeting merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku industri hulu migas, sehingga percepatan kegiatan eksplorasi dan produksi dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan. Kegiatan dibuka oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta didampingi oleh Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudi Mas'ud, S.E., M.E.; Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum; Kepala Perwakilan Kalsul, Azhari idris; serta Ketua Panitia, Elis Fauziyah. 

Executive meeting ini turut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara, Bupati Penajam Paser Utara, Bupati Tana Tidung, Bupati Tabalong, Bupati Paser, Wali kota Balikpapan, Wali kota Tarakan, Bupati Bulungan, Bupati Nunukan, Bupati Banggai dan Wakil Bupati Kota Baru, Direktur Utama BUMD Kaltim, Direktur Utama BUMD Kalteng dan Jabar serta BUMD Kabupaten Kota Penghasil.

Dalam sambutannya, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kehadiran para Gubernur, Bupati, Wali kota dari wilayah Kalsul. Menurutnya, kehadiran tersebut mencerminkan adanya sinergi yang kuat serta adanya dukungan dari pemerintah pusat, khususnya pemerintah daerah, dan pelaku industri hulu migas dalam mencapai target produksi migas nasional.

Disampaikan dalam keynote speech, Nanang Abdul Manaf selaku Staf Khusus Menteri ESDM dan Ketua Satgas Percepatan Peningkatan Lifting Migas Nasional, bahwa diperlukan kolaborasi bersama dalam upaya peningkatan lifting migas untuk menuju Swasembada Energi yang telah dicanangkan oleh Presiden RI. Pemerataan ketersediaan energi diseluruh negeri menjadi tantangan dalam mencapai ketahanan energi. Perlunya upaya dalam peningkatan ketahanan energi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak terhadap pembangunan. Peningkatan produksi dan infrastruktur energi baik itu untuk migas, EBT dan ketenagalistrikan menjadi tantangan kita saat ini. Tidak hanya itu, juga perlu memperhatikan komitmen dalam pencapaian nett zero emission. Ditegaskan ditahun 2025 ini Indonesia menargetkan bauran EBT mencapai 23% dan mencapai Net Zerro Emission pada 2060. Lain hal Nanang juga menyampaikan upaya Pemerintah dalam mereaktivasi ribuan sumur idle, yang tentunya dalam upaya untuk meningkat produksi Nasional.

Ditambahkan Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Azhari Idris mengungkapkan Executive meeting ini dapat menjadi forum komunikasi dengan stakeholder daerah. Update informasi kepada Kepala Daerah dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah mengenai kondisi aktual industri hulu migas, potensi cadangan, dan peluang investasi di Wilayah Kalsul. Yang menarik, kegiatan ini menjadi ajang sharing / tukar pikiran untuk mendapatkan solusi / problem solving terhadap segala macam kendala ataupun tantangan yang kaitannya dalam mendukung kelancaran kegiatan operasi hulu migas ataupun faktor pendukung lainya seperti perizinan, kepastian hukum dan fiskal yang belum seragam, safety, lingkungan, sumber daya manusia ataupun tantangan lainnya. Azhari mengungkapkan dengan terbangunnya komunikasi yang baik ini dapat menjadi momentum baik dalam mendukung kelancaran kegiatan operasi hulu migas.

Azhari mengungkapkan, saat ini SKK Migas Perwakilan Kalsul menjalankan tupoksi dalam melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan hulu migas yang saat ini berjumlah 46 wilayah kerja (WK) eksplorasi dan produksi yang dikelola oleh KKKS. Kalsul berkontribusi 30% lifting gas dan 12% lifting oil terhadap capaian lifting nasional. 

Industri hulu migas sangat berkomitmen dalam pemenuhan target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Upaya peningkatan lifting, ekslorasi masif, optimalisasi lapangan produksi dan reaktivasi lapangan dan sumur idle dilakukan guna menambah produksi demi menjaga ketahanan energi Nasional dan memberikan manfaat sebesar besarnya kepada negara dan masyarakat. Masa depan industri hulu migas Indonesia bergantung pada kemampuan kita membangun kemitraan yang inklusif, transparan, dan berkeadilan. 

Executive meeting turut menghadirkan narasumber dari Kementerian ESDM, Pimpinan Daerah, Kemenkeu, BUMD, ADPMET dan Praktisi energi untuk memberikan insight dan informasi

Dengan semangat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, SKK Migas, KKKS, dan masyarakat, kita dapat mewujudkan kemandirian energi nasional,, kesejahteraan daerah penghasil dan keberlanjutan industri migas Indonesia. Tidak hanya berfokus dalam pencapain target lifting, tapi kami juga berkomitmen dalam memberikan multiplier positif dan manfaat dari keberadaan hulu migas untuk daerah. “Kami berterima kasih sekali terhadap dukungan yang telah diberikan Pemerintah Daerah dan masyarakat selama ini sehingga tercipta kelancaran operasi hulu migas.” Tutup Azhari. (*)

 

KabarIkn.com, Tabalong - Kota Tanjung, diKabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, merupakan daerah penghasil minyak mentah yang awal pengeborannya dilakukan perusahaan Belanda, tahun 1898. Sebagai daerah penghasil minyak, tak heran jika kabupaten dengan julukan Bumi Sarabakawa ini memiliki ratusan sumur yang tersebar di sejumlah wilayah. Diantaranya wilayah Tanjung Raya, Warukin Tengah, Warukin Selatan, Dahor, Tepian Timur hingga Kambitin.

Data di PT Pertamina EP Tanjung, untuk kecamatan Murung Pudak saja jumlah sumur mencapai 164 buah, ditambah 100 sumur di Tanjung Raya, 11 sumur Warukin Selatan, 6 sumur Warukin Tengah, 8 sumur di Tepian Timur dan 2 sumur di Kambitin.

Struktur minyak Tanjung, Warukin, Dahor dan Kambitin sendiri baru ditemukan sekitar tahun 1939 dan sempat diambil alih Jepang sejak 1942 hingga 1945.

Walau struktur minyak telah ditemukan era 1930-an namun pemasangan pipa penyalur minyak mentah dari Tanjung ke Balikpapan (Kalimantan Timur) baru rampung akhir 1961, itu pun setelah diambil alih Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) dari tangan Jepang saat itu.

Yang menariknya adalah, jarak antara Kota Tanjung dan Balikpapan itu lebih dari ratusan kilo meter. Menembus bukit, kebun, jalan umum dan pemukiman masyarakat, melewati 12 Kecamatan , 3 Kabupaten dan 2 Provinsi yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan selatan. Pipa 20 inci yang membentang sepanjang 236 Km tersebut hingga kini masih beroperasi dengan berbagai dinamikanya dilapangan.

Setiap bulannya PEP Tanjung melifting minyaknya melalui jalur pipa yang saat ini sudah 64 tahun usianya. Guna mendistribusikan minyak tersebut, PEP Tanjung membangun stasiun booster I Batu Butok dan stasiun booster II Long Ikis. Dua stasiun tersebut berfungsi mendorong minyak dengan kekuatan tinggi agar minyak dapat terdistribusi dengan baik. Lantaran pipa dibentangkan sejauh 236 Km tersebut melewati beberapa perbukitan. 

Dalam proses lifting ini diharapkan kendala-kendala teknis dan non teknis tidak terjadi. Sehingga pendistribusian minyak mentah yang memakan waktu hingga 10 harian ini bisa berjalan normal.

Sehingga keberadaan pipa minyak sepanjang 236 Km tersebut, menjadi sangat vital bagi Pertamina Tanjung untuk di jaga keberadaannya. Jangan sampai ada gangguan baik dari luar ataupun dari internal. 

Namun dengan keberadaan peningkatan populasi dan pertumbuhan pembangunan wilayah, pipa minyak distribusi tersebut menjadi semakin rawan. Dimana kegiatan ekonomi masyarakat saat ini semakin mendekati dan berdampingan dengan obyek vital nasional tersebut. 

Hal inilah yang membuat PEP Tanjung tiada henti melakukan sosialisasi terus – menerus kemasyarakat akan bahaya pipa minyak yang melintas di wilayahnya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sehingga masyarakat sekitar juga menyadari dan sebagai penyampai informasi jika ada gangguan pada pipa minyak tersebut.

Selaku tim HSE – ERT Pertamina EP Tanjung, Mulyono Hadi menyampaikan, beberapa bahaya dari kebocoran pipa minyak yang dapat terjadi. Diantaranya bahaya akan kebocoran akibat dari tekanan internal system pemompaan. Kebocoran tekanan eksternal pada pipa menyebabkan collaps pipa seperti gesekan batu, terkena alat berat. Faktor alam pun bisa menjadi penyebab kerusakan pipa yakni longsor, pergeseran secara tiba-tiba pada pipa dalam tanah menyebabkan deformasi pipa.

“ Kami berusaha menyampaikan kondisi keberadaan pipa minyak yang melintas dari Tanjung ke Balikpapan ke semua pihak terutama masyarakat luas. Saat ini sepanjang jalur pipa tersebut semakin banyak aktivitas masyarakat”terang pria penyuka olah raga beladiri ini.

Dibeberapa kesempatan sosialisasi ditingkat Kecamatan, Polsek , Koramil lurah-desa , ketua rukun tetangga (RT), dirinya kerapkali menegaskan, larangan agar tidak menggunakan jalur pipa minyak menjadi lokasi aktivitas warga dalam bentuk apapun.

Jarak aman yang ditekankan oleh pihak PEP disepanjang jalur pipa minya tersebut adalah 25 meter kiri dan kanan dari titik pipa berada. Jarak tersebut diharapkan bisa menjadi area aman bagi semua pihak.    

Senada dengan tim HSE-ERT Pep Tanjung, selaku Head Communication dan Relation Pertamina Zona 9, Elis Fauziah menegaskan, jarak 25 meter dari titik pipa tersebut berada layaknya sebuah helm pengaman bagi pengemudi kendaraan. Dimana bagi siapapun diharapkan tetap menerapkan prinsip kewaspadaan agar jarak tersebut bisa terus ditaati.  

“Jarak aman 25 meter tersebut seperti helm pengaman, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dia bisa menjadi penolong “papar Elis.

Selaku Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Kuaro, Madiansyah menyadari penting pemahaman masyarakat akan keberadaan pipa minyak milik PEP Pertamina Tanjung ini. Dimana saat ini aktivitas masyarakat didaerahnya kina marak. Dirinya bahkan sulit untuk menyampaikan letak secara tepat pipa minyak tersebut berada.

“Melalui sosialisasi yang berkesinambungan dan ada nomor kontak yang diberikan kemana harus melapor jika ada gangguan pipa minyak terjadi akan memudahkan semua pihak untuk melaporkan”kata Madiansyah.

Bahkan saat ini dalam proses jula beli lahan diwilayahnya, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak akan mengeluarkan sertifikat jika lahan tersebut beririsan dengan jalur pipa Pertamina tersebut. Hal inilah yang membuat masyarakt semakin paham, bahwa disekitar mereka ada lahan milik negara yang digunakan sebagai pipa penyalur minyak. 

Apa yang dilakukan oleh PEP Tanjung, mendapat apresiasi dari Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) Azhari Idris, menurutnya Tanjung sebagai kota sejarah penghasil minyak masih memberi kontribusi hingga kini. Jalur pipa sebagai sarana pendistribusian minyak perlu dijaga dan diamankan. 

“ Keberadaan Minyak dari Tanjung merupakan bagian terpenting untuk memberikan efek perekonomian bagi masyarakat sekitar. Sehingga jalur pipa minyak yang mengalir ke Balikpapan harus dijaga pula keberlangsungannya”tutur Azhari.

Sesuai dengan amanah Presiden Prabowo, bahwa Indonesia membutuhkan ketahaan pangan dan energi sebagai perwujudan kedaulatan bangsa. Upaya menjaga produksi minyak sebagai salah satu sumber energi nasional, harus tetap terjaga dengan aman. Melalui kepedulian keamanan terhadap jalur pipa minyak Tabalong ke Balikpapan oleh semua pihak, hal tersebut menunjukan dukungan kita pada program ketahanan energi yang dimaksud. 

Sehingga masyarakat luas memahami keberadaan jalur pipa minyak yang melintas sepanjang 236 Km dari Tabalong menuju Balikpapan adalah tanggung jawab bersama.(tri)

 

 

KabarIkn.com,Samarinda - 24 September 2025, SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta BUMD PT Migas Mandiri Pratama menggelar sosialisasi Pedoman Tata Kerja (PTK) 007 Revisi 05, digitalisasi Supply Chain Management (SCM), Contractor Safety Management System (CSMS), serta registrasi vendor melalui Centralized Integrated Vendor Database (CIVD).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Samarinda, pada 24–25 September 2025 ini diikuti 120 perusahaan barang dan jasa lokal. Tujuannya, memberikan pemahaman kepada pemerintah daerah, KKKS, dan pelaku usaha mengenai kebijakan pengadaan terbaru di hulu migas sekaligus memperluas peluang keterlibatan pengusaha lokal.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta, menegaskan bahwa PTK 007 Revisi 05 hadir untuk memperkuat tata kelola pengadaan yang transparan dan berdampak ganda bagi perekonomian daerah maupun nasional. “Semakin sehat tata kelola pengadaan, semakin besar manfaatnya bagi masyarakat melalui peluang usaha, peningkatan kapasitas lokal, hingga penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Eka juga menyampaikan bahwa SKK Migas terus mendorong transformasi digital melalui CIVD dan IOG E-Commerce. Digitalisasi ini diyakini memperkuat transparansi, mempermudah akses informasi, meningkatkan efektivitas proses pengadaan, sekaligus memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal. Selain itu, SKK Migas telah mengembangkan aplikasi Electronic Contractor Health Safety Environment Management System (e-CHSEMS) guna memastikan mitra kerja yang dipilih kompeten sesuai risiko pekerjaan.

Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud, SE, ME, yang membuka acara, menekankan pentingnya keterlibatan nyata pengusaha lokal. “Ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan best practice bagaimana pemerintah daerah, BUMD, dan SKK Migas membuka ruang kolaborasi bersama pengusaha lokal. Kita ingin kontraktor daerah mendapat ruang, tenaga kerja diberdayakan, dan alih teknologi berjalan sehingga daya saing meningkat,” tegasnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris, menambahkan bahwa melalui sosialisasi ini, pengusaha lokal diharapkan segera mendaftar ke CIVD hingga memperoleh Sertifikat Pengganti Dokumen Administrasi (SPDA). Sertifikat ini menjadi pengakuan resmi bahwa penyedia barang dan jasa telah memenuhi persyaratan administrasi, legalitas, dan keuangan.

Kegiatan dua hari ini juga menyediakan sesi konsultasi serta layanan pendaftaran vendor langsung dengan pendampingan tim SCM dari KKKS wilayah Kaltim. “Momentum ini harus menjadi langkah nyata memperluas kesempatan bagi pengusaha lokal dan mempertegas komitmen terhadap tata kelola migas yang transparan. Dengan sinergi, manfaat industri hulu migas akan semakin dirasakan masyarakat,” tutup Azhari.(*)