[Valid RSS]

KabarIkn.com, Balikpapan - (17/12), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) melaksanakan kegiatan jumpa pers akhir tahun 2024 yang dilaksanakan di Kantor Utama Pasir Ridge Balikpapan. Kegiatan jumpa pers ini bertujuan untuk memberikan update kegiatan hulu migas yang telah terlaksana di tahun 2024 serta beberapa informasi mengenai rencana kerja yang akan dilaksanakan tahun 2025.

Dalam penyampaiannya Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi menyampaikan bahwa industri hulu migas sangat mendukung visi dan misi Pemerintahan dalam hal peningkatan swasembada pangan dan swasembada energi. “Dengan sinergi yang baik antar pihak terkait, kita dukung program pemerintahan yang baru tanpa mengorbankan sektor lain” Ujar Azhari.

Azhari menambahkan, Kalsul masih menyumbang 12% lifting minyak dan 29% lifting gas secara nasional. Besarnya kontribusi ini tentunya akan meningkat dimasa datang terlebih pasca ditemukannya cadangan baru di Geng North dan pengembangan lapangan IDD oleh Eni yang merupakan PSN. Tambahan cadangan ini proyeksinya dapat mengaktivasi kembali beberapa train yang ada di Badak LNG Bontang. 

Wilayah Operasi Kalimantan dan Sulawesi memiliki banyak sekali kegiatan usaha hulu migas ditahun 2024. Hal ini dapat diliat dari upaya dan geliat kegiatan operasi yang sedang dilakukan oleh para KKKS, dari pulau Kalimantan ada KKKS Kalisat Energi Nasional yang akan melaksanakan pengeboran di Mahakam Ulu diakhir tahun ini, Grup Pertamina Hulu Indonesia yang saat ini sedang giat melaksanakan Optimalisasi Pengembangan Lapangan Lapangan (OPLL) dan pengeboran. Di Sulawesi terdapat JOB Tomori yang saat ini sedang mengembangkan Senoro Selatan dan terdapat KKKS EEES yang akan melaksanakan pengeboran ditahun 2025. 

Di tahun ini juga terdapat proyek hulu migas yang telah berhasil onstream diantaranya yang dilaksanakan JOB Simenggaris dalam proyek penambahan fasilitas kompresor South Sembakung, kemudian proyek yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam seperti Proyek Bekapai Artificial Lift, SWPG Debottlenecking hingga Peciko 8B. Kemudian terdapat proyek operasi pengembangan lapangan lapangan (OPLL) yang dilaksanakan oleh Pertamina Hulu Kalimantan Timur, dan proyek strategis lainnya. “Semua proyek yang dilaksanakan di wilayah Kalsul ini terlaksana berkat upaya sinergi dan kolaborasi yang dilaksanakan SKK Migas bersama KKKS untuk mempertahankan dan menambah laju produksi baik itu gas ataupun minyak mentah dan kondensat (MMK) di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.” Ungkap Azhari.

Koordinator Operasi SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Damar Setyawan menyampaikan capaian lifting minyak mentah dan kondensat dari Januari-November 2024 sebesar 68,5 ribu BOPD terhadap target APBN Wilayah Kalsul sebesar 71,1 ribu BOPD atau sebesar 96,41%. Sedangkan capaian lifting / salur gas sebesar 1.596 MMSCFD terhadap target APBN Wilayah Kalsul sebesar 1.611 MMSCFD atau secara persentase sebesar 99.07%.  

Harapannya target capaian lifting hingga akhir tahun ini bisa tercapai sehingga setidaknya Wilayah Kalsul masih memberikan kontribusi terbaiknya dalam capaian lifting nasional. Dengan semakin besarnya capaian lifting tentunya semakin besar juga Dana Bagi Hasil (DBH) yang tersalurkan ke daerah. Oleh karenanya SKK Migas selalu mengupayakan kegiatan lifting dapat berjalan dengan lancar. Kami berterima sekali terhadap KKKS, Kilang Pertamina International, Pertamina International Shipping, Surveyor dan pihak terkait lainnya yang mendukung kelancaran proses lifting ini. Sehingga target nominasi lifting dapat tercapai setiap bulannya. Sejak Januari – November secara kumulatif lifting melalui tanker sebanyak 119 kali, lifting melalui barge sebanyak 43 kali, lifting melalui pipa sebanyak 43 kali dan melalui trucking sebanyak 1547 kali. 

Kepala Departemen Operasi SKK Migas Kalsul, Dedy Hidayat menyampaikan capaian pengeboran dan sumuran ditahun 2024 sangat baik. dijabarkan capaian hingga November ini, pengeboran eksplorasi telah terlaksana 4 pengeboran dari outlook 5 pengeboran atau sebesar 80%, pengeboran eksploitasi tercapai 166 pengeboran dari outlook sebanyak 188 pengeboran atau sebesar 88%, kegiatan workover telah terlaksana 481 kegiatan dari outlook sebanyak 489 kegiatan atau sebesar 98% dan kegiatan well service telah terealisasi sebanyak 8.942 kegiatan dari outlook 8.149 kegiatan atau sebesar 110%.

Ditambahkan Dedy, ditahun 2025 KKKS di wilayah Kalsul akan melaksanakan 9 kali kegiatan seismik, rencana pengeboran eksploitasi sebanyak 195 sumur dan rencana pengeboran eksplorasi sebanyak 12 sumur. Masifnya pengeboran yang dilakukan ini menunjukkan komitmen kuat industry hulu migas dalam mendukung program pemerintah dalam program swasembada energi. 

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi (Forkom) SKK Migas Kalsul menyampaikan dalam menjalankan kegiatan operasinya banyak sekali tantangan yang kami hadapi. Dari tantangan yang bersifat teknis ataupun tantangan yang bersifat non teknis. Tantangan non teknis ini yang biasanya memerlukan perhatian khusus dalam penanganannya. Misal blokade akses mob/demob rig, pemenuhan syarat Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), PPLB, perambahan lahan (kependudukan lahan), pengamanan wilayah kerja, isu sosial, isu security dan berbagai tantangan lainnya. “Hal ini tentunya perlu mendapat perhatian dan dukungan dari para stakeholder untuk meminimalisir tantangan yang timbul untuk memastikan kelancaran kegiatan hulu migas” Terang Wisnu.

Capaian kegiatan formalitas dan komunikasi cukup baik di tahun 2024, hal ini dilihat dari milestone pencapaian, dari terlaksananya kerja sama pelatihan tenaga kerja dengan Pemkab Kukar, tercapainya target penghijauan yang hingga bulan November sebanyak 121.058 bibit pohon dari target 100.000 bibit pohon atau capaian sebesar 121%, terlaksananya Executive Meeting yang menjadi momment koordinasi antar Kepala Pejabat Daerah dan Kementerian terkait dalam mendukung kelancaran kegiatan hulu migas, hingga terlaksananya Lokakarya Program Pengembangan Masyarakat yang menjadi moment penyampaian PPM yang telah dilaksanakan KKKS kepada Pemerintah Daerah dan tentunya sebagai benchmarking program unggulan hulu migas.

Dalam moment ini SKK Migas juga menyampaikan apresiasinya terhadap media yang hingga saat ini telah memberikan dukungan melalui penyebaran informasi yang faktual dan berimbang kepada masyarakat mengenai kegiatan hulu migas. Dengan dukungan media ini tentunya informasi baik dari hulu migas mengenai kegiatan operasi dan manfaat dari keberadaan industry hulu migas dapat tersiarkan dengan baik kepada masyarakat luas.

Penyelarasan kegiatan eksplorasi - eksploitasi dan produksi migas dengan program swasembada pangan khususnya di kawasan yang ditetapkan untuk pertanian perlu dibahas secara komprehensif agar pengembangan sektor migas tidak mengganggu program ketahanan pangan (swasembada pangan), melainkan mendukung integrasi keduanya. “Industri hulu migas sangat berkomitmen dalam pemenuhan target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Upaya peningkatan lifting, ekslorasi masif, optimalisasi lapangan produksi dan reaktivasi lapangan dan sumur idle dilakukan guna menambah produksi demi menjaga ketahanan energi Nasional dan mewujudkan swasembada energi.” Pungkas Azhari.(*)

 

KabarIkn.com,SURABAYA – Antusias masyarakat terkait pelaksanaan Pre IOG SCM SUMMIT 2024 di Surabaya, Tanggal 10-11 Juni 2024 sangat tinggi. Lebih dari 1500 peserta hadir pada kegiatan ini, yang terdiri atas insan SCM maupun non SCM dari KKKS, penyedia barang/jasa, Pemerintah, Asosiasi dan Universitas. Jumlah ini lebih besar dari target 1000 peserta mengingat baru digelar tahun ini, setelah 9 tahun vakum.

Selain acara diskusi, Acara pre IOG SCM SUMMIT 2024 yang diadakan untuk meningkatkan efisiensi melalui keterbukaan dan sinergi, diisi berbagai macam kegiatan antara lain, Launching IT Inovation, Focus Group Discussion (FGD), kernowledge sharing , coaching clinic, dan exhibition baik yang dilaksanakan di utama maupun panggung tambahan.   

Deputi dukungan bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko mengatakan Tahun 2024 ini merupakan tahun yang akan sangat dinamis dan penuh tantangan, dengan kerja keras dan semangat yang tinggi, fungsi SCM menjadi ujung tombak dalam mendukung target produksi migas tanah air.

“Target produksi dan lifting merupakan tanggung jawab kita bersama, karena fungsi SCM diharapkan menjadi fungsi yang dapat memberikan peran strategis bagi industri hulu migas,” ujar Rudi Satwiko. 

Menurut Rudi, dalam upaya mendukung percepatan target produksi minyak dan gas bumi yang telah ditetapkan Pemerintah, SKK Migas secara berkesinambungan melakukan terobosan dan upaya-upaya perbaikan tata kelola birokrasi yaitu melakukan revisi kelima Pedoman Tata Kelola (PTK 007).

Selain itu, pada pengadaan barang dan jasa disesuaikan dengan kondisi pasar terkini dan perubahan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku, serta sebagai penyederhanaan proses pengadaan. 

“Langkah-langkah strategis berbasis lean SCM dan Digitalisasi diharapkan memperkuat pertumbuhan industri hulu migas,” kata Rudi Satwiko.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum IOG SCM SUMMIT 2024, Bayu Kusuma mengatakan peserta tahun ini mengalami peningkatan cukup signikatan meski baru pre event, ini menunjukan antusias yang tinggi dari peserta, mitra dan pemangku kepentingan di Industri Hulu Migas khususnya yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang supply chain.

“Dari target 1000 peserta, yang datang dan menghadiri kegiatan ini melonjak menjadi 1500 peserta,” kata Bayu.

Bayu menambahkan, pelaksanaan Pre IOG SCM SUMMIT 2024 di Batam pada Juli mendatang akan lebih meningkat lagi, baik dari kuantitas peserta maupun kualitas dari kegiatan dan menarik investasi hulu migas. (*)

KabarIkn.com,Yogyakarta - Dalam rangka memberikan update informasi kepada Kepala Daerah mengenai pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi serta memberikan gambaran umum kepada Pemerintah Daerah terkait Pembangunan Industri Hulu Migas dan peluang-peluang kedepan pada Industri Hulu Migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. SKK Migas Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi melaksanakan Upstream Oil and Gas Executive Meeting wilayah Kalimantan dan Sulawesi Tahun 2023 yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 Oktober 2023 di Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri Kepala Daerah (Gubernur, Bupati/Walikota), dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dari wilayah Kalimantan dan Sulawesi. 

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyelaraskan visi dan misi dari SKK Migas dengan Pemerintah Daerah penghasil migas untuk targert Pemerintah RI dalam memproduksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 BSCFD gas pe hari di tahun 2023. “Industri hulu migas tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari Pemerintah Daerah. Keberadaan industry hulu migas turut berperan dalam mendukung pembangunan daerah berkelanjutan. Artinya sinergi haruslah berjalan dengan harmonis”. Ujar Azhari Idris selaku Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi.

Dalam kegiatan bertema Sinergi Industri Hulu Migas bersama Pemerintah Daerah dalam Mendukung Pembangunan Daerah Berkelanjutan itu juga dihadiri Kepala daerah dan pimpinan OPD daerah penghasil migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Masifnya pembangunan didaerah tentunya membuka peluang untuk pemanfaatan energi khususnya gas dalam menunjang kelangsungan industry. Pembangunan beberapa smelter di wilayah Kalimantan dan Sulawesi tentunya memberikan peluang terhadap penyerapan gas yang dimiliki hulu migas dalam mendukung kelangsungan industri tersebut.

Pemerintah daerah tentunya berperan dalam mengundang ataupun menghadirkan investor di daerah. Dengan terjaminnya keberadaan pasokan energy tentunya membawa daya tarik terhadap investor dalam membuka lahan industry di wilayah penghasil migas tersebut. Tidak hanya secara otomatis mendatangkan DBH bagi daerah penghasil namun juga memberikan multiflier efek positif lainnya. Misal PI 10%, pajak daerah, peyerapan tenaga kerja, pelibatan vendor lokal serta manfaat lainnya.

Tantangan Isu global serta tren pembahasan transisi energy menjadi tantangan dan peluang bagi industry hulu migas. Industri hulu migas sampai saat ini masih turut andil dalam memberikan kontribusi terhadap negara. Tentunya dengan kontribusi tersebut industi hulu migas masih harus didukung keberadaannya. Industri hulu migas masih berperan dalam proses transisi energi. Bahkan Gas digadang gadang menjadi produk unggulan Industri Hulu Migas kedepannya dalam mendukung proses transisi energi. Hingga tahun 2050 nantinya proyeksi Dewan Energi Nasional (DEN), penggunaan migas secara volume masih terus meningkat hingga 139% untuk minyak dan naik 298% untuk konsumsi gas. Energi gas meningkat sebagai agen transisi energi.

SKK Migas bersama KKKS Kalsul terus berupaya dalam mempertahankan laju produksi. Masifnya target tahun 2023 untuk pengeboran eksploitasi sebanyak 262 pengeboran dan pengeboran Eksplorasi sebanyak 14 pengeboran di wilayah Kalsul menunjukan komitmen SKK Migas bersama KKKS Kalsul untuk menemukan cadangan cadangan baru dan pengembangannya. paling tidak upaya pengeboran ini mampu mengurangi natural decline yang pasti terjadi.

Saat ini pemanfaatan Gas di Wilayah Kalsul didominasi pada pemenuhan kebutuhan domestic dalam hal Pemenuhan kebutuhan pabrik pupuk, petrokimia, kelistrikan serta jaringan gas rumah tangga. Termasuk kedepannya proyek RDMP Kilang Pertamina Balikpapan yang turut menyerap produksi Gas dari wilayah Kalsul. Ditambahlagi peluang gas sebagai energi dalam pembangunan dan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Disampaikan Rayendra Sidik, Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi, “Gas Bumi sebagai komoditi memiliki nilai sangat strategis, Gas bumi mendukung ketahanan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi dan penguatan industry dalam negeri mendukung pengembangan energi terbarukan dan transisi energi serta sebagai sumber penerimaan negara”. Potensi gas di wilayah Kalsul masih sangat berpotensial, hal ini dilihat dari potensi WK Eksplorasi yang berasal WK East Ganal yang memiliki pasokan 152 MMSCFD yang targetnya akan onstream pada 2028 serta WK Nort Ganal dengan pasokan 363 MMSCFD yang ditargetkan akan onstream pada 2029. Belum lagi pengembangan proyek laut dalam IDD yang diharapkan memiliki potensi cadangan yang cukup baik kedepannya.

Kegiatan juga menghadirkan Perwakilan dari Pemkab Kukar dan Pemkab Wajo yang memberikan pengalaman sharing bagaimana bersinergi dengan industri hulu migas. Pengalaman sinergi yang sudah terjalin dengan baik di Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Wajo dapat menjadi referensi dan inpirasi dalam mengimplementasikan sinergi antara Pemerintah Daerah dengan Industri Hulu Migas.

Kegiatan Executive Meeting ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan SKK Migas bersama KKKS Kalsul. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memecahkan berbagai permasalahan yang ada kaitannya dengan hulu migas serta mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah terhadap kelancaran Industri hulu migas serta menjadi triger untuk sinergi yang lebih baik lagi. Keberhasilan Industri Hulu Migas, Keberhasilan Kita Bersama.(*)

KabarIkn.com,Kutai Kartanegara - Masih dalam rangkaian Kegiatan Kunjungan Wakil Kepala SKK Migas dalam kegiatan Pemantauan Lifting akhir tahun, Wakil Kepala SKK Migas mengunjungi Joglo Tani Kolong Langit yang merupakan Binaan KKKS Eni Muara Bakau. Joglo Tani Kolong Langit terbukti berhasil dalam pemanfaatan lahan tidur hingga produktif menjadi kawasan Pertanian Terpadu. 

Keberhasilan pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif tersebut tidak hanya berkontribusi dalam mendukung program lumbung pangan di Kutai Negara, program ini juga memberikan dampak positif bagi program ketahanan pangan secara nasional. Joglo Tani Kolong Langit yang berada di kawasan Handil Baru, Kecamatan Samboja, saat ini sudah menjadi salah satu Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). 

Melalui berbagai program yang kreatif dan inovasinya, Joglo Tani Kolong Langit telah membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian di Joglo Tani dan saat ini kerap menjadi tujuan kunjungan belajar berbagai kalangan pertanian. Tidak hanya datang dari Kutai Negara namun datang pula dari luar wilayah Kalimantan. 

Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf melakukan penanaman pohon yang dilanjutkan dengan berkeliling ke areal pertanian dan turut mencicipi hasil panen pertanian dan perkebunan yang disajikan dalam pertemuan tersebut. Dalam arahannya, Nanang menyampaikan agar dampak positif industri hulu migas terhadap masyarakat sekitar terus ditingkatkan melalui sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat dimasa yang akan datang.

Dia menyampaikan kegiatan pemberdayaan dan pengembangan masyarakat (PPPM), termasuk apa yang dilakukan oleh Eni Muara Bakau dalam membina dan mengembangkan kawasan Joglo Tani Kolong Langit adalah bagian tidak terpisahkan dari rencana dan strategi (Renstra) Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0. “Pemanfaatan lahan tidur dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Joglo Tani Kolong Langit adalah wujud pelaksanaan 2 (dua) target dalam Renstra IOG yaitu meningkatkan multiplier effect bagi masyarakat sekitar industri hulu migas dan menjaga lingkungan berkelanjutan”, ujarnya 

Keberadaan Joglo Tani merupakan salah satu wujud nyata manfaat dari keberadaan Industri Hulu Migas. Pemberdayaan masyarakat tani untuk menjadi lebih produktif tentunya tidak hanya menjadikan pertanian konvensional menjadi lebih produktif namun secara langsung turut meningkatkan ekonomi masyarakat disekitar Joglo Tani. 

Untuk diketahui, pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Joglo Tani Kolong Langit juga berhasil meraih Top 45 Lomba Inovasi Tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian PAN-RB. 

Hal senada juga disampaikan, oleh ketua P4S Joglo Tani Kolong Langit Handil Baru, Achmad Muchtadin. Ia mengatakan bahwa dibentuknya Joglo Tani Kolong Langit ini adalah sebagai pusat edukasi dan lumbung bibit. Joglo Tani turut andil dalam meningkatkan produktifitas para petani. Saat ini Joglo Tani juga mengembangkan buah durian. Yang proyeksinya akan menjadi tempat wisata unggulan kuliner santap durian. 

“Jadi rencananya buah durian yang akan dijadikan sebagai ikon Joglo Tani Kolong Langit kedepannya”, pungkas Muhtadin.(*)

KabarIkn.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus memegang teguh tentang penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dalam menjalankan pengawasan dan pengendalian industri Hulu Migas. Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SMAP merupakan salah satu upaya SKK Migas untuk meningkatkan tata kelola Hulu Migas yang baik dan bersih dari praktik penyuapan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul Azhari Idris kepada seluruh jajarannya serta stakeholder dalam setiap kesempatan. SMAP merupakan sebuah instrumen yang dirancang untuk membantu sebuah organisasi mengembangkan, mengimplementasikan, dan memperbaiki program anti suap. Instrumen ini berisi serangkaian tindakan, kontrol atau prosedur yang harus dilakukan untuk mencegah, mendeteksi, dan mengatasi suap.

Penerapan SMAP ini juga telah sesuai dengan Sertifikat SNI ISO 37001:2016. Hal ini ditunjukan dengan diraihnya sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan untuk SKK Migas diterbitkan tanggal 18 Oktober 2018, yang selanjutnya telah di-resertifikasi pada tanggal 15 Desember 2021 dan berlaku sampai 18 Oktober 2024

“Dengan penerapan SMAP, SKK Migas lebih fokus menjalankan tugas pokok dan fungsinya di industri Hulu Migas. Dengan menghindari dan menghilangkan gangguan dari praktik-praktik upaya penyuapan dan turunannya. Penerapan sistem ini juga dapat menjaga reputasi SKK Migas sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik atau good governance.”terang Azhari.

Masih lanjut Azhari, SKK Migas menerapkan Prinsip 4 No’s didalam SMAP yakni No Bribery – tidak boleh ada praktik suap, sogok dan pemerasan; No Gift - tidak boleh menerima dan memberikan hadiah; No Kickback – tidak boleh ada memberikan atau menerima komisi/upah terima kasih; No Luxurious Hospitality – tidak boleh ada pelayanan dan jamuan berlebihan, dan secara tegas melarang segala bentuk praktik penyuapan dan benturan kepentingan atau zero tolerance.

Dalam fase implementasi program ini, SKK Migas telah melakukan beberapa langkah, di antaranya menerbitkan aturan yang mempertegas larangan menerima dan memberikan suap yang berlaku untuk manajemen, pegawai, tenaga alih daya dan vendor yang bekerja di SKK Migas.

“Termasuk suami-isteri dan keluarganya, serta diterapkan di kantor pusat dan seluruh kantor perwakilan SKK Migas”terangnya.

Sehingga untuk terus menjaga integritas institusi, SKK Migas tak henti-hentinya melakukan sosialisasi penerapan SMAP kepada seluruh pekerja dilingkungannya. Upaya ini untuk terus mengingatkan pentingnya pemahaman pekerja dilingkungan hulu migas terhadap SMAP tersebut. Sehingga bagi seluruh pekerja, SMAP menjadi budaya yang terus dipegang dalam bekerja.

“ Dalam berbagai kesempatan kami kerap kali menyampaikan SMAP untuk tetap dan terus SKK Migas implementasikan tidak hanya dilingkungan internal, namun juga ketika berinteraksi dengan Stakeholder, kami selalu memberikan sosialisasi mengenai SMAP” tegas Azhari.(*)