[Valid RSS]

KabarIkn.com,NUSANTARA — Jajaki peluang kolaborasi berbagai sektor strategis di Kawasan Nusantara, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyambut hadirnya perwakilan Kedutaan Besar Austria yang dihadiri oleh Chargé d’Affaires ad interim Austria, Michael Wislocki, bersama Commercial Counselor Austria, Sigmund Nemeti di Kantor Balai Kota Otorita IKN, pada Rabu (4/3/2026).

Melihat langsung perkembangan kawasan Nusantara, Kepala Otorita IKN beserta jajaran dan delegasi Austria melakukan diskusi langsung mengenai berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan seiring dengan pembangunan Nusantara. Basuki menjelaskan bahwa pembangunan Nusantara membuka ruang kolaborasi secara luas dari berbagai mitra, mulai dari lokal, nasional, hingga internasional.

“Pembangunan Nusantara tidak hanya menghadirkan pusat pemerintahan baru, tetapi juga membangun ekosistem kota yang lengkap, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan. Oleh karena itu, kami terbuka terhadap berbagai kolaborasi internasional yang dapat memperkaya pengembangan Nusantara,” ujar Basuki.

Senada dengan hal tersebut, Michael Wislocki, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Austria untuk melihat langsung progres pembangunan Nusantara sekaligus memastikan berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan antara kedua negara.

“Kedutaan Besar Austria terakhir kali kesini (Ibu Kota Nusantara) pada tahun 2023 untuk menjajaki berbagai peluang bisnis. Saat ini, kami juga mengikuti perkembangan terkait dengan IKN. Kami tertarik, terutama sebagai perwakilan kedutaan untuk ikut menciptakan kota hutan yang modern dan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Michael.

Ia turut menyampaikan Austria sebagai negara teknologi memiliki berbagai penawaran yang untuk proyek kerja sama ke depan. Pembahasan tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain pengembangan kota cerdas (smart city) melalui inovasi teknologi, transportasi perkotaan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekosistem pendidikan dan pelatihan bagi pengembangan sumber daya manusia di Kawasan Nusantara.

Melalui kunjungan ini, Otorita IKN dan perwakilan Kedutaan Austria berharap dapat memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara Indonesia dan Austria, khususnya dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA— Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa (3/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari peninjauan langsung perkembangan pembangunan Kawasan Nusantara sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia.

Kegiatan yang diawali dengan penanaman pohon Nyatoh di Plaza Bhinneka Tunggal Ika ini merupakan simbol komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Ibu Kota Nusantara. Menkopolkam RI menyampaikan apresiasi atas progres pembangunan IKN yang dinilai telah menunjukkan perkembangan signifikan.

“Saya merasa beruntung dan bangga kemari melihat Kota Nusantara dikawal dan didampingi oleh Bapak Gubernur serta Bapak Kepala Otorita IKN. Dan, saya mendapat informasi banyak bangunan dan kelanjutan dari pembangunan Kota Nusantara ini. Ini merupakan satu tempat yang akan menjadi kebanggan kita semua,” sambutnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, turut mendampingi peninjauan sejumlah infrastruktur strategis di kawasan Nusantara. Selanjutnya, Menkopolkam RI beserta rombongan turut meninjau kawasan Istana Negara dan Istana Garuda. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas pemerintahan di Nusantara yang terus dikembangkan secara bertahap.

Rombongan Menkopolkam RI menutup rangkaian kunjungan kerja dengan melaksanakan salat zuhur berjamaah di Masjid Negara IKN yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Djamari menilai ketersediaan infrastruktur di Nusantara telah siap mendukung percepatan pemindahan kementerian ke IKN.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, mungkin dari kementerian-kementerian yang sudah siap. Personelnya sebagian sudah bisa masuk dan hadir disini. Karena fasilitasnya sudah ada, mulai dari tempat tinggal, rumah sakit, sekolah, bahkan pasar hingga lapangan terbang juga sudah ada di sini. Jadi, sangat mudah untuk dijangkau,” pungkasnya.

Kunjungan ini menegaskan kesiapan pemindahan pusat pemerintahan secara bertahap ke Ibu Kota Nusantara. Ketersediaan ekosistem kehidupan yang semakin lengkap menjadi fondasi penting dalam mendukung pusat pemerintahan yang modern dan berkelanjutan.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Masyarakat lokal terus didorong agar tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku utama dalam pengembangan ekonomi kreatif di Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui program KUMPUL (Kreatif Usaha Marketing Packaging Untung Laris) Lagi, Otorita IKN menghadirkan workshop peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha lokal yang berlangsung di Multifunction Hall Kantor Bersama 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, pada Kamis (26/02/2026).

Program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Nusantara. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 29 peserta terpilih dari 64 pelaku usaha yang mendaftar, berasal dari Sepaku, Samboja, Samboja Barat, Loa Janan, Loa Kulu, hingga Muara Jawa.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas dan berkembang secara berkelanjutan.

“Saya ingin melihat ibu-ibu di tempat yang lebih tinggi lagi, ibu-ibu di sini kelasnya akan naik. Mudah-mudahan kita akan bertemu di acara tahun depan, di acara yang lebih tinggi lagi,” ujar Alimuddin.

Sejalan dengan hal tersebut, terselenggaranya workshop ini menjadi penguatan kapasitas sekaligus ruang pembelajaran bagi para pelaku usaha, termasuk dalam aspek pemasaran dan pengembangan produk. Peserta dibekali berbagai materi, mulai dari penguatan brand dan branding, manajemen pasar, pengelolaan kemasan produk, hingga teknik penjualan (marketing)  yang kekinian sekaligus menarik. 

Otorita IKN turut memberikan fasilitasi lanjutan berupa desain kemasan produk, pencetakan kemasan, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sesuai dengan pedoman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI. Kegiatan ini juga menghadirkan praktisi usaha sebagai narasumber, salah satunya Akbar Moujahid, yang membagikan pengalaman langsung dalam membangun usaha dari nol hingga berkembang.

“Saya ingin memulai cerita bagaimana memulai bisnis dari seorang perintis. Berwirausaha karena tuntutan hidup. Di tahun 2012, saya menjadi seorang pengamen di terminal, karena kemampuan saya ada di dunia musik. Dulunya si anak pengamen ini, sekarang bisa menjadi nomor satu di Jakarta, bukan sebuah kebetulan, tapi saya menolak untuk miskin,” ungkap Akbar dalam memotivasi peserta.

Akbar turut menekankan pentingnya membangun identitas usaha melalui _brand_ serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperluas jaringan dan pasar.

“Saya mendalami satu hal yang sangat menarik, namanya _brand_. Karena dengan _brand_, kita jadi lebih punya karakter. Gapapa kita bikin sendiri, tapi tau potensi desa nya apa, tau potensi dirinya apa. Dan, kalau kita ingin menembus batas, komunikasilah dengan dunia luar. Kita sekarang punya teknologinya, kita punya smartphone, manfaatkan itu untuk membuka akses dan kenal lebih banyak orang disana,” tambahnya. 

Selain itu, para peserta turut mendengarkan paparan dari narasumber kedua, Meika Hazim sebagai _owner_ Coklat Ndalem, yang menekankan pentingnya kemasan sebagai strategi pemasaran, termasuk menghadirkan cerita di balik logo dan desain produk. Ia juga menekankan bahwa setiap informasi pada kemasan harus dapat dipertanggungjawabkan guna membangun kepercayaan konsumen.

Program ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha lokal untuk naik kelas dan memperluas akses pasar secara berkelanjutan. Pada saat yang sama, masyarakat di sekitar Nusantara semakin berperan sebagai pelaku utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang hidup dan produktif.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kian menunjukkan percepatan sekaligus mendapatkan dukungan dari berbagai investor dunia usaha. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menandatangani tiga Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama sejumlah investor di Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, pada Rabu (25/02/2026).

Penandatanganan ini menjadi langkah untuk mendorong berbagai proyek investasi ke depan sekaligus menghadirkan fasilitas penunjang bagi masyarakat di kawasan Nusantara. Sejumlah investor yang menandatangani PKS tersebut, di antaranya PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, serta PT Borneo Berkah Abadi.

Tiga kerja sama ini mencakup pembangunan fasilitas komersial dan layanan publik, mulai dari pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga yang tersebar di wilayah pengembangan 1A dan 1C. Seluruh proyek ini dirancang untuk mendukung kebutuhan sehari-hari penghuni kawasan, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang berada di Kawasan Nusantara.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa perkembangan investasi di Nusantara terus menunjukkan tren positif. Hingga awal 2026, tercatat sebanyak 57 perusahaan telah berkomitmen berinvestasi dengan nilai mencapai sekitar Rp72 triliun.

“Saat ini, sampai dengan awal 2026 sudah ada komitmen dari 57 perusahaan dengan total investasi swasta murni sebesar Rp72 triliun. Pembangunan IKN ini juga semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakatnya termasuk dalam bidang usaha, apalagi dengan adanya Perpres No.79 serta kehadiran Bapak Presiden dan Wakil Presiden,” tegas Basuki.

Selain itu, Otorita IKN turut memastikan kemudahan dalam proses perizinan dan pendampingan bagi investor, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih cepat dan tepat. Komitmen kuat juga ditunjukkan oleh para pelaku usaha yang terlibat. Salah satu investor dari PT Maxi Nusantara Raya, Suni Yuwono Kusbandi, menyampaikan bahwa kehadiran mereka di IKN tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan sebagai kontributor dalam pembangunan kawasa Nusantara.

“Kami diberi kesempatan untuk berinvestasi di sektor 1A dan memang lokasinya juga bagus. Kami berkomitmen bahwa ini IKN, kita harus jadi. Maka saya sudah tidak menghitung cuan lagi, Pak. Untung rugi nomor sekian, kita harus bikin ekosistemnya,” ujarnya.

Ke depan, pembangunan fasilitas komersial, sosial, serta pendukung lainnya akan terus didorong guna mendukung tumbuhnya ekosistem kawasan perkotaan. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan berbagai aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik Ibu Kota Nusantara sebagai pusat peradaban baru di Indonesia.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kembali melaksanakan aksi bersih sampah sebagai bagian dari upaya pengendalian pencemaran lingkungan kawasan IKN. Pada Rabu (11/2/2026), kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar koridor jalan utama dari simpang km 38 hingga gerbang perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berhasil mengumpulkan dan mengangkut sampah hingga sebanyak 3,5 ton yang didominasi oleh sampah domestik campuran. Aksi bersih ini sekaligus bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, yang hadir mewakili Otorita IKN menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, sekaligus mendukung program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Hal ini sejalan dengan program penanganan sampah terpadu sebagai arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto.

"Di hari pertama, kami telah melakukan sosialisasi kepada Bank Sampah di delineasi IKN mengenai program Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) Pegadaian dengan tema 'Memilah Sampah Menabung Emas'. Di hari yang sama, kami juga menyosialisasikan kewajiban memilah sampah kepada Insan Otorita serta meresmikan kerja sama operasional _Reverse Vending Machine_ (RVM) dengan PT Mayora Group," ujar Lazuardi.

Dalam sambutannya tersebut, ‘Memilah Sampah Menabung Emas’ merupakan semangat yang digalakkan oleh Pegadaian dan Otorita IKN dalam mengendalikan pencemaran lingkungan, khususnya sampah plastik. Salah satunya, sampah plastik berupa botol-botol plastik dapat memiliki nilai rupiah melalui mesin RVM yang telah tersedia di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Lazuardi turut menambahkan bahwa aksi bersih ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah lokasi wisata alam Ibu Kota Nusantara, antara lain Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, dan Batu Dinding. Kegiatan ini melibatkan personel Grup 4 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Balai Perhutanan Sosial Kutai Kartanegara, serta aparat kewilayahan dari Kecamatan Samboja Barat dan Kelurahan Sungai Merdeka. 

Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di kawasan Nusantara. Senada dengan hal tersebut, Kapten Lefitar dari Grup 4 Kopassus menegaskan kesiapan satuannya dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan.

"Dalam menjalankan program pemerintah, kolaborasi antar instansi sangat perlu dan Kopassus siap untuk hadir dalam membantu program pemerintah," tegas Kapten Lefitar.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN bersama para pemangku kepentingan terus mendorong penguatan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan kawasan Ibu Kota Nusantara.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Pagi hari di Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali diwarnai semangat 1000 peserta yang berlari menyusuri Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Para _finisher_ berhasil menuntaskan rute lari sejauh 5 kilometer yang menyajikan lansekap Nusantara yang asri.

Pada Minggu (8/2/2026), Bank Indonesia IKN menggandeng Otorita Ibu Kota Nusantara dan berbagai pemangku kepentingan berkolaborasi menyelenggarakan Nusantara QRIS Run 5K. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS sebagai bentuk percepatan digitalisasi transaksi keuangan bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) Bank Indonesia (BI) di IKN, Syachman Perdymer, saat membuka kegiatan Nusantara QRIS Run 5K. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan QRIS sebagai sistem pembayaran digital dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat di sekitar IKN untuk berolahraga agar kita semua bisa lebih sehat sekaligus kita menikmati kota IKN ini dengan bangunan-bangunannya yang ikonik. Termasuk, kami ingin bapak, ibu, teman-teman semuanya lebih akrab dengan QRIS, digitalisasi yang terus didorong oleh Bank Indonesia,” ujar Syachman.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menyampaikan bahwa kolaborasi antara olahraga dan digitalisasi menjadi pendekatan yang menarik dalam memperkenalkan literasi ekonomi kepada masyarakat.

“Kami ingin menyampaikan bahwa olahraga dengan digitalisasi merupakan tema yang menarik. Ke depan, BPS, Bank Indonesia, dan Otorita IKN juga akan berkolaborasi untuk melakukan pengembangan pasar secara berbeda daripada yang ada di Jakarta. Dengan running text harga pasar, harga inflasi, dan literasi ekonomi bagi para pedagang kita di pasar,” ujarnya.

Melalui Nusantara QRIS Run, Otorita IKN bersama Bank Indonesia menunjukkan bahwa transformasi digital dapat hadir secara dekat dan inklusif bagi masyarakat. Perpaduan gaya hidup sehat dan literasi ekonomi digital menjadi bagian dari ekosistem kota masa depan yang tengah tumbuh di Nusantara.(*)

 

 

KabarIkn.com,NUSANTARA — Seiring meningkatnya antusiasme dan kunjungan masyarakat ke kawasan Nusantara, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyelenggarakan kegiatan sertifikasi pemandu ekowisata sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat lokal. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari masyarakat setempat dan dilaksanakan di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Selasa (3/2/2026).

Dalam penyelenggaraannya, Otorita IKN berkolaborasi dengan Sekretariat Kantor Bersama Bank Indonesia (SKB BI) serta Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Februari 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan sertifikasi resmi pemandu ekowisata sekaligus mendorong pengembangan ekowisata di kawasan Nusantara melalui pelibatan aktif masyarakat lokal.

Sebanyak sepuluh peserta dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Hutan Adat Balik Sepaku serta sepuluh pemandu wisata binaan Otorita IKN menjadi penerima manfaat program sertifikasi ini. Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, yang hadir mewakili Otorita IKN, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berupa penyerahan sertifikat, tetapi juga pembekalan materi dan praktik langsung sebagai pemandu wisata.

“Tentu kegiatan sertifikasi ini sangat penting, bukan hanya sekadar materi, tetapi kita juga melakukan praktik langsung bersama para pengunjung sebagai pemandu wisata, termasuk di wilayah KIPP. Saya berharap peserta workshop sertifikasi mengikuti kegiatan ini dengan sungguh- sungguh sehingga nantinya dapat menjadi pemandu ekowisata yang profesional dan dapat mengambil peran dalam pembangunan IKN di sektor pariwisata.” sambut Muhsin.

Direktur Lembaga Sertifikasi Pariwisata Jana Dharma Indonesia, Hairullah Gazali, menegaskan bahwa sertifikasi merupakan elemen penting dalam meningkatkan profesionalisme pemandu ekowisata, khususnya dalam sektor pariwisata berbasis alam dan lingkungan.

"Ending kegiatan ini adalah kompeten, karena kompeten itu merupakan bekal. Sesuai dengan perundang-undangan bahwa pemandu wisata itu harus memiliki sertifikasi. Sertifikasi ini akan berlaku sampai dengan tiga tahun, yang berarti kompetensi itu harus selalu diasah, jangan sampai tumpul, apalagi dalam sektor eco-tourism,” ujarnya.

Sebagai langkah awal peningkatan kualitas layanan pariwisata, Otorita IKN turut mendukung pengembangan berbagai destinasi di kawasan Nusantara, seperti Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, wilayah KIPP Nusantara, serta sejumlah lokasi potensial lainnya melalui program sertifikasi ini. Wakil Kepala SKB BI, Dhony Iwan Kristanto, menyambut positif langkah yang dilakukan Otorita IKN dalam menyiapkan sumber daya manusia pariwisata yang profesional.

Dalam sambutannya, Iwan menyampaikan pandangannya terhadap tata kota Nusantara serta tingginya lonjakan pengunjung pada periode Natal dan Tahun Baru lalu. “Ketika saya pertama kali ke Ibu Kota Nusantara, begitu saya masuk, saya amazed, ini benar-benar kota yang dibangun oleh orang Indonesia sendiri, dengan karakter Indonesia. Kemarin Nataru itu ada 270 ribu masyarakat yang datang ke IKN, ke depan pasti akan lebih banyak lagi masyarakat yang berkunjung ke sini (Ibu Kota Nusantara),” ulasnya.

Melalui kegiatan sertifikasi pemandu wisata ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pariwisata yang profesional dan berkelanjutan, sekaligus memastikan masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam pengembangan pariwisata Nusantara. Masyarakat lokal bukan menjadi penonton, melainkan menjadi salah satu aktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.(*)

 

KabarIkn.com,NUSANTARA — Peran masyarakat adat dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dimantapkan. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) yang digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Sabtu (24/1/2026).

Musyawarah besar ini menjadi momentum konsolidasi masyarakat Dayak Kalimantan Timur dalam menyongsong Nusantara sebagai Ibu Kota Politik tahun 2028. Dalam sambutannya, Basuki menegaskan bahwa PDKT merupakan bagian dalam menjaga keberlanjutan sosial dan budaya pembangunan IKN.

“Saya berharap degan adanya Musyawarah Besar ke-7 ini, PDKT selalu menjadi bagian dalam langkah strategis untuk membangun IKN. Untuk saya pribadi, saya merasakan dukungan yang diberikan oleh PDKT terhadap keberlanjutan dan pembangunan IKN,” ujar Basuki.

Pada kesempatan tersebut, Basuki mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen pegawai Otorita IKN berasal dari masyarakat Kalimantan Timur, sebagai bagian dari komitmen Otorita IKN dalam menjaga keterlibatan masyarakat lokal. 

Selain itu, Otorita IKN tengah mengembangkan kawasan pusat kebudayaan (cultural center) yang dirancang sebagai ruang publik bagi masyarakat ke depan.

Ketua Umum PDKT, Syaharie Jaang, menilai kehadiran IKN sebagai momentum strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Dayak agar dapat berperan aktif dalam pembangunan.

“Dengan berpindahnya ibu kota ke Nusantara di Kalimantan ini, kami berharap sesuai dengan tema pada hari ini, mewujudkan dayak berkualitas menuju Indonesia emas. Kita harus menyiapkan diri. Tanpa pendidikan, kita akan terpinggirkan. Tanpa kualitas, kita tidak ada apa-apanya di daerah kita sendiri,” ulas Jaang.

Agenda ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap penyelenggaraan Mubes PDKT sebagai ruang penguatan peran masyarakat adat.

“Kami ingin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengapresiasi setinggi-tingginya untuk PDKT yang sudah menjalankan musyawarah besar ini. Kita ketahui bahwa, Dayak adalah salah satu etnis yang menjadi bagian dari sejak yang ada di Kalimantan Timur ini,” pungkasnya.

Musyawarah Besar PDKT ke-VII ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri atas tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas Dayak dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur.

Melalui forum ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk membangun Nusantara secara inklusif dan berkeadilan, dengan masyarakat adat sebagai aktor, bukan hanya sekadar penonton atau penerima manfaat pembangunan . Penguatan kualitas sumber daya manusia serta pelibatan aktif masyarakat lokal fondasi sosial dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara yang berkelanjutan menuju 2028.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Ibu Kota Nusantara (IKN) kian memantapkan kesiapan sebagai kawasan perkantoran bagi kementerian dan lembaga negara. Otorita IKN menerima kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (20/1/2026), sebagai bagian dari agenda peninjauan kesiapan kawasan.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam mendorong percepatan persiapan pemindahan aparatur sipil negara (ASN) agar segera berkantor di IKN. Tina menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan bentuk dukungan langsung yang diberikan oleh Wakil Presiden RI.

“Bapak Wakil Presiden sangat memberikan dukungan. Bahkan Beliau sangat mendorong agar kami dari Sekretariat Wakil Presiden secara bertahap berkantor di IKN,” ujar Tina.

Agenda ini turut memastikan pembangunan kawasan Nusantara, termasuk pengembangan ekowisata dan pemanfaatan energi bersih ke depan. 

“Selain berdiskusi dengan Kepala Otorita IKN, kita melihat bagaimana potensi pengembangan ekowisata ke depannya. Tentu ke depan masih ada yang harus sama-sama kita kawal, termasuk bagaimana pelaksanaan energi bersih di sini,” ulasnya.

Dalam kunjungannya, rombongan Staf Khusus Wakil Presiden meninjau berbagai titik strategis, mulai dari tempat wisata Glamping, Rumah Jabatan Menteri (RJM), Istana Wakil Presiden, hingga Kantor Balai Kota Otorita IKN. Agenda tersebut pun ditutup dengan kunjungan ke Istana Presiden.

Sebagai tindak lanjut arahan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, Otorita IKN terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan ekosistem kerja ASN di Nusantara. Langkah ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA- Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melakukan tindakan tegas berupa penertiban dan pembongkaran terhadap 39 lokasi jual beli besi tua dan 18 warung lapo tuak ilegal di wilayah IKN, pada Kamis (15/01/2026). Langkah ini diambil sebagai komitmen Otorita IKN dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum di wilayah IKN.

Operasi gabungan ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan, Thomas Umbu Pati, didampingi Staf Khusus Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Irjen Pol Edgar Diponegoro, serta Direktur Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Brigjen Pol Fransiscus Barung Mangera, dengan melibatkan unsur Polsek Sepaku, Koramil dan Satgas Mahakam Nusantara.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati, menegaskan bahwa tindakan penertiban ini merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat. "Otorita Ibu Kota Nusantara mengambil langkah antisipatif dan preventif sebagai respon cepat atas pengaduan masyarakat terkait gangguan ketenteraman dan keterriban umum yang kian meresahkan. Selain itu, tindakan ini juga didasari oleh aksi pencurian besi konstruksi bangunan yang telah ditangani sebelumnya di wilayah IKN," tegas Thomas.

Thomas menambahkan bahwa pengawasan ketat harus dilakukan untuk mencegah dampak negatif yang lebih luas. "Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan sosial, gangguan ketentranan dan ketertiban umum, serta risiko keamanan dan kentamanan hidup yang mengganggu kehidupan masyarakat ibu kota nusantara," lanjutnya di sela-sela kegiatan penertiban.

Penertiban ini dilakukan secara terukur dan prosedural. Seluruh bangunan liar tersebut terbukti melanggar ketentuan perijinan dan tata ruang yang sudah berlaku di wilayah Ibu Kota Nusantara. 

Sebelum tindakan pembongkaran dilakukan pada hari ini, Otorita IKN telah menempuh prosedur persuasif melalui penyampaian surat teguran pada 8 Januari 2026. Rangkaian proses tersebut meliputi penutupan dan penyegelan tempat usaha, yang disertai dengan langkah pembinaan serta pengarahan kepada para pemilik usaha agar mematuhi regulasi yang berlaku di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Otorita IKN terus berupaya menjaga prinsip pembangunan kota yang hijau, indah, dan rapi sesuai dengan visi besar Nusantara. Seluruh pelaku usaha diimbau untuk proaktif melakukan konsultasi dan mematuhi aturan perizinan dan ketentuan tata ruang yang berlaku. Guna mendukung hal tersebut, OIKN telah menyediakan kemudahan layanan perizinan melalui kantor resmi maupun layanan hotline di nomor 081150005555.

Melalui sinergi, kolaborasi, dan dukungan dari seluruh pihak termasuk masyarakat, diharapkan pembangunan Ibu Kota Nusantara dapat berjalan secara tertib, aman, dan nyaman. Untuk itu dibutuhkan Kesadaran kolektif seluruh warganya untuk terus mensuport pembangunan IKN karena IKN milik kita semua. Mari maju dan melangkah bersama menyambut masa depan Nusantara.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuntaskan kunjungan kerja dua hari di Ibu Kota Nusantara (IKN), pada 12-13 Januari 2026. Kunjungan ini menegaskan sinyal kuat keberlanjutan pembangunan IKN, terutama dalam mengejar target transformasi menjadi Ibu Kota Politik pada tahun 2028.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026), menyampaikan bahwa kehadiran Presiden merupakan jawaban atas keraguan publik mengenai arah pembangunan ibu kota baru di masa pemerintahan saat ini.

"Kami sangat bersyukur atas perkenaan Bapak Presiden melakukan kunjungan kerja ke IKN. Kehadiran beliau memberikan semangat tambahan bagi kami untuk melaksanakan amanah pembangunan ini," ujar Basuki di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Basuki menekankan, kehadiran Kepala Negara adalah pesan eksplisit mengenai stabilitas proyek nasional ini. Hal tersebut sekaligus menjadi jaminan bagi dunia usaha untuk mulai merealisasikan investasi mereka di Nusantara tanpa perlu lagi mengambil sikap menunggu atau wait and see.. 

"Kami mengajak masyarakat dan investor untuk tidak ragu lagi atas kelanjutan dan percepatan pembangunan IKN. Komitmen pemerintah sangat jelas, yakni menuju Ibu Kota Politik pada 2028," tambah Basuki.

Komitmen tersebut kini diperkuat dengan landasan hukum terbaru, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025. Basuki menegaskan, Otorita IKN bertekad memenuhi setiap tenggat waktu yang telah diamanatkan dalam beleid tersebut.

"Kami bertekad melaksanakan tugas dan amanah ini sebaik-baiknya, tepat waktu seperti yang diperintahkan oleh Bapak Presiden di dalam Perpres 79 Tahun 2025," tegasnya.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan sesuai tahapan. Penegasan tersebut disampaikan saat Menteri PU mengakhiri kunjungan kerja di IKN dengan penanaman pohon Bungur di Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Selasa (13/01/2026), sebagai bagian dari penerapan konsep forest city dalam pembangunan kawasan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PU juga menyampaikan dukungan Kementerian PU terhadap pembangunan IKN sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.

Dalam keterangannya, Menteri PU menyampaikan pesan kepada masyarakat dan investor terkait perkembangan pembangunan IKN.

“Kepada para investor, saya sampaikan agar tidak ragu lagi. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh agar IKN benar-benar siap dan berfungsi sebagai ibu kota politik. Seluruh proses pembangunan akan dikerjakan dengan tepat waktu, tepat kualitas, serta secara efektif dan efisien,” tegasnya.

Penanaman pohon ini menutup rangkaian kunjungan kerja Menteri PU di IKN sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan IKN yang berkelanjutan, dengan mengintegrasikan pengembangan infrastruktur dan pelestarian lingkungan.(*)