[Valid RSS]

KabarIkn.com,NUSANTARA – Plaza Seremoni Ibu Kota Nusantara (IKN) berhasil meraih penghargaan internasional Honour Award pada ajang Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 untuk kategori Landscape Design Award (Professional Category). Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas desain lanskap Plaza Seremoni yang memadukan aspek estetika, fungsi ruang publik, serta prinsip pembangunan berkelanjutan.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Nusantara sebagai kota yang mengedepankan kualitas, estetika, dan keberlanjutan, sekaligus mendukung pengembangan IKN sebagai liveable and loveable city atau kota yang nyaman dan layak huni. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 dalam mempersiapkan IKN sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028.

Terletak di depan Istana Negara dan Istana Garuda, Plaza Seremoni merupakan bagian dari kawasan Sumbu Kebangsaan yang menjadi pusat aktivitas kenegaraan sekaligus ruang interaksi masyarakat di Nusantara. Kawasan ini dikembangkan sebagai reinterpretasi modern dari konsep alun-alun Indonesia yang selama ini menjadi ruang berkumpul, berinteraksi, dan membangun konektivitas sosial.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa pembangunan Nusantara sejak awal dirancang dengan keseimbangan antara kualitas pembangunan, estetika, dan keberlanjutan.

"Kami memiliki 3 pilar dalam pembangunan Nusantara yaitu kualitas, estetika dan keberlanjutan," ujar Basuki pada agenda groundbreaking Smart City Corporation Center Kamis (18/06/2026).

Lebih dari sekadar kawasan untuk kegiatan kenegaraan, Plaza Seremoni dirancang sebagai ruang publik inklusif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi. Berbagai fasilitas seperti amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki, jalur pesepeda, area hijau, galeri UMKM, hingga ruang komunal menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang nyaman dan hidup.

Keunggulan Plaza Seremoni juga terlihat dari penerapan prinsip ekologis dalam desain kawasan. Pemanfaatan kontur alami lahan dan sistem tata air eksisting menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat identitas Nusantara sebagai kota yang tumbuh selaras dengan alam.

Penghargaan MLAA 2026 ini menegaskan bahwa pembangunan IKN mendapat perhatian dan apresiasi di tingkat internasional. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa karya pembangunan Indonesia mampu menghadirkan standar baru dalam pengembangan kota modern yang mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, dan kualitas hidup masyarakat.

Plaza Seremoni bersama kawasan Sumbu Kebangsaan sebelumnya telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo pada 14 Agustus 2024. Kawasan ini menjadi salah satu simbol penting transformasi Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia sekaligus representasi kota masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA – Di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), upaya menghadirkan identitas kota masa depan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur modern, tetapi juga melalui pelestarian budaya dan kreativitas masyarakat. Salah satunya melalui Workshop Pengembangan Motif Batik bagi Pengrajin Wastra di Ibu Kota Nusantara yang diselenggarakan Otorita IKN bersama Bank Indonesia pada 17–19 Juni 2026 di Kantor Kemenko 1 IKN.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pengrajin wastra di sekitar kawasan IKN untuk menuangkan ide, imajinasi, dan cerita tentang Nusantara ke dalam sebuah karya batik. Sebanyak sembilan kelompok batik dan wastra dengan total 50 peserta mengikuti rangkaian pelatihan, termasuk 30 pengrajin batik yang mendapatkan pendampingan pengembangan desain.

Selama tiga hari, para peserta tidak hanya belajar membuat motif, tetapi juga menggali bagaimana sebuah karya dapat memiliki makna dan karakter. Proses kreatif dimulai dari pencarian ide melalui mind mapping, penyusunan moodboard, pengembangan elemen visual, penyusunan komposisi motif, hingga penyempurnaan desain.

Pendampingan diberikan oleh Tepa Selira, pelaku usaha dan pengembang batik, yang mengajak para pengrajin untuk melihat batik sebagai karya yang terus berkembang mengikuti zaman.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menyampaikan bahwa wastra memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari wajah Nusantara.

“Wastra di sekitar IKN sudah tumbuh dan berkembang. Namun, tentu masih perlu penguatan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan mampu bersanding dengan batik-batik yang sudah dikenal luas,” ujar Muhsin.

Menurutnya, pengembangan motif batik tidak hanya berbicara mengenai estetika, tetapi juga bagaimana karya tersebut mampu membawa cerita dan identitas dari sebuah wilayah.

Hal senada disampaikan Kepala SKB Bank Indonesia IKN, Aura Pandu Wirawan. Ia menilai bahwa identitas IKN perlu hadir melalui berbagai karya masyarakat, termasuk produk kreatif.

“Semakin hari IKN semakin ramai. Identitasnya perlu kita tonjolkan. Harapannya, desain yang lahir dari kegiatan ini memiliki unsur modern, karena IKN juga membawa semangat transformasi dan digitalisasi. Kita ingin menghasilkan karya yang sederhana, anggun, tetapi tetap memiliki karakter,” kata Aura.

Bagi para pengrajin, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat batik dari sudut pandang yang lebih luas. Rusmayawati, salah satu peserta dari Kecamatan Samboja, mengatakan pelatihan tersebut memberikan inspirasi baru dalam mengembangkan karya.

“Pelatihan ini menambah wawasan kami agar tidak menghasilkan karya yang monoton. Kami belajar bagaimana mengubah imajinasi visual tentang IKN menjadi sebuah karya nyata yang bisa dikembangkan,” ujar Rusmayawati.

Ke depan, karya para peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan IKN sebagai kota yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga memiliki kekuatan budaya. Melalui wastra, cerita tentang Nusantara dapat terus hidup dan berkembang bersama masyarakatnya.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Bank Indonesia dan mitra IKN lainnya menyelenggarakan kegiatan Enviwalk sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Nusantara Park, Selasa (16/06/2026). Kegiatan ini menjadi ajang jalan sehat bersama masyarakat IKN untuk membangun budaya berjalan kaki serta mendorong perubahan perilaku menuju pola mobilitas yang lebih ramah lingkungan di Nusantara.

Kegiatan ini mengusung semangat tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, sebagai dorongan untuk melakukan aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, menyampaikan bahwa Enviwalk menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam menghadirkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat.

“Semua dirancang agar Enviwalk menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi kita semua, sekaligus menjadi langkah nyata untuk mewujudkan Nusantara sebagai kota hijau dan rendah emisi,” ujar Lazuardi.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Otorita IKN dalam mengintegrasikan aksi lingkungan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan IKN. Ratusan peserta turut hadir, mulai dari insan Otorita IKN, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga masyarakat sekitar kawasan IKN.

Tidak hanya berjalan bersama, Enviwalk juga menghadirkan pesan lingkungan melalui partisipasi masyarakat yang mengenakan busana berbahan daur ulang sampah. Busana tersebut dilengkapi dengan berbagai pesan edukasi mengenai pentingnya pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai guna.

Salah seorang warga Sepaku, Suwati Ninggisih, yang turut berpartisipasi dengan mengenakan busana daur ulang, menyampaikan bahwa pakaian yang digunakan dibuat dari material bekas sebagai bentuk kampanye menjaga lingkungan.

“Kita memakai baju dari bahan daur ulang plastik yang dibuat sekitar satu minggu. Bando yang saya kenakan juga berasal dari kardus bekas dan plastik bekas. Pesan yang ingin disampaikan melalui pakaian ini adalah agar masyarakat dapat menjaga lingkungan dan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih bisa didaur ulang,” ujar Suwati.

Selain Enviwalk, Otorita IKN juga menghadirkan Pameran Daur Ulang di Sentra Massa IKN yang berlangsung pada 14–16 Juni 2026. Pameran ini menjadi wadah edukasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pengelolaan sampah berkelanjutan, penerapan ekonomi sirkular, serta berbagai inovasi pemanfaatan kembali material bekas menjadi produk bernilai guna.

Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai praktik pengelolaan lingkungan, mulai dari budidaya Black Soldier Fly (BSF), pengelolaan bank sampah, hingga beragam produk kreatif hasil daur ulang yang tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomi bagi masyarakat.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA – Di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kehidupan alam mulai kembali tumbuh dan berkembang. Beruang madu, lutung merah, rusa sambar serta berbagai jenis burung hutan kini semakin sering terpantau di kawasan Nusantara. Kehadiran satwa liar tersebut menjadi salah satu tanda bahwa ekosistem yang sehat mulai terbentuk seiring upaya mengembalikan fungsi alami kawasan melalui konsep smart-forest city .

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan Otorita IKN bersama PT Pamapersada Nusantara dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di kawasan Wanagama IKN, Jumat (5/6/2026). Mengusung tema “Rooting for Future”, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Rektor UGM Prof. Ova Emilia, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan Muhammad Zainal Arifin. 

Wanagama IKN merupakan kawasan hutan seluas 621 hektare yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan restorasi ekosistem hutan hujan tropis yang mendukung visi IKN sebagai kota yang selaras dengan alam.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya mengembalikan kehidupan alam agar dapat tumbuh berdampingan dengan aktivitas manusia.

"Hari Lingkungan Hidup tidak hanya kita peringati setahun sekali, tetapi kita jalankan setiap hari. Yang kita lakukan di IKN bukan sekadar menanam pohon, tetapi mengembalikan kehidupan alamnya. Karena itu, kita mulai melihat berbagai satwa seperti beruang madu dan lutung merah kembali terpantau di kawasan IKN. Ini menunjukkan bahwa ekosistem yang kita bangun mulai hidup dan memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang," ujar Basuki.

Menurut Basuki, menanam pohon dan menjaga lingkungan terus didorong menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat serta aparatur sipil negara yang tinggal dan bekerja di Nusantara. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan IKN sebagai _smart-forest city_ yang tidak hanya modern dan cerdas, tetapi juga berkelanjutan.

Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyampaikan bahwa menjaga kesehatan lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan.

"Kesehatan bumi pada akhirnya akan menentukan kesehatan manusia. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan investasi untuk masa depan. Kami berharap pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang. UGM siap mendukung pengembangan IKN sebagai smart-forest city yang menjadi contoh pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan PT Pamapersada Nusantara, Gunawan Setiadi, mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung konservasi lingkungan sekaligus pengembangan ruang pembelajaran berbasis alam.

"Komitmen ini merupakan pengembangan dari konsep Eco Edu Forest yang mengintegrasikan konservasi, pendidikan, dan penelitian dalam satu kawasan. Kami berharap kawasan ini dapat menjadi laboratorium alam sekaligus pusat edukasi lingkungan yang memberikan manfaat bagi generasi masa depan," ucap Gunawan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, IKN terus memperkuat transformasi sebagai kota masa depan yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi masa depan. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) yang berlangsung di Multifunction Hall, Kantor Bersama, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (21/5/2026).

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru TK atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendidik anak-anak usia dini.

“Anak usia dini adalah fondasi dasar pembentukan karakter bangsa. Oleh sebab itu, pendidikan usia dini memiliki peranan yang sangat penting,” ujar Alimuddin.

Alimuddin menambahkan, guru TK memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Karena itu, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru PAUD dan TK perlu terus didorong melalui peningkatan kompetensi akademik maupun dukungan pendidikan lanjutan.

“Kami berharap seluruh guru TK terus meningkatkan kompetensi, disiplin, dan profesionalisme dalam mendidik generasi penerus bangsa. Mari kita terus bersinergi dan berkolaborasi membangun pendidikan anak usia dini yang sehat, aman, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan anak,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara, Maya Murtiasih menyampaikan bahwa selama 76 tahun IGTKI-PGRI telah menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan Indonesia, khususnya dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini melalui layanan pendidikan yang berkualitas.

Menurut Maya, guru taman kanak-kanak merupakan peletak dasar pembentukan karakter, nilai moral, kemandirian, dan kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

“Pendidikan TK bukan sekadar tahap awal, tetapi merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pendidikan selanjutnya,” ujarnya.

Pada peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 tahun ini, organisasi mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun.” Tema tersebut dinilai mencerminkan pentingnya penguatan peran pendidik TK sebagai bagian dari fondasi pendidikan nasional.

Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara juga menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan guru. Guru yang sejahtera diyakini akan lebih fokus, kreatif, dan optimal dalam mendidik generasi bangsa.

Peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian, profesionalisme, dan kebersamaan dalam memajukan pendidikan anak usia dini di Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia di masa depan.(*)

kabarIkn.com,BALIKPAPAN — Keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali dijawab langsung dalam forum media strategis di Kalimantan Timur. Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa pembangunan Nusantara terus berjalan termasuk melalui tiga skema pendanaan, yakni APBN, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta investasi swasta.

“Semuanya bergulir pada saat ini, artinya proses pembangunan terus bergerak. Tidak ada kata berhenti, stagnan, atau mangkrak. Inilah diksi-diksi yang harus dikoreksi oleh siapa pun,” sambut Troy dalam agenda Pengukuhan Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kalimantan Timur Periode 2025–2029 dan Dialog Media Strategis di Grand Tjokro Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Rabu (20/05/2026).

Dalam paparannya, Troy mengingatkan kembali arah besar pembangunan Nusantara melalui gagasan Superhub Ekonomi Nusantara. Troy menekankan bahwa Ibu Kota Nusantara tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan baru yang terhubung dengan wilayah-wilayah sekitar Kalimantan Timur.

“Superhub Ekonomi Nusantara adalah arah pengembangan ekonomi IKN yang menghubungkan klaster-klaster strategis untuk menciptakan pertumbuhan baru yang inovatif. Tujuan daripada Ibu Kota Nusantara adalah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang baru di Indonesia,” ujarnya.

Pembangunan Nusantara saat ini tidak hanya berlangsung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) saja, tetapi juga diarahkan melalui sembilan wilayah perencanaan. Di dalamnya mencakup pusat pemerintahan, pusat ekonomi, bisnis dan kesehatan, energi baru terbarukan, kawasan hiburan, pusat pendidikan, riset dan inovasi, hingga industri pangan. Arah ini sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan berbagai wilayah lainnya di Kalimantan Timur.

Dalam forum tersebut, Troy turut menyampaikan sejumlah perkembangan yang telah berjalan di kawasan Nusantara, mulai dari pembangunan akses jalan, fasilitas kesehatan, klaster perbankan, institusi pendidikan, fasilitas ibadah, hingga penataan kawasan Sepaku. Ia menegaskan bahwa Otorita IKN berkomitmen untuk terus mendorong penguatan pada aspek sosial, budaya, UMKM, pengelolaan lingkungan, serta berbagai layanan pendukung bagi masyarakat.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung pada acara tersebut, Troy menanggapi berbagai pertanyaan peserta, termasuk mengenai Putusan Mahkamah Konstitusi terbaru, terkait dengan Undang-Undang IKN dan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Menurutnya, keputusan tersebut sama sekali tidak membatalkan Ibu Kota Nusantara sebagai ibu kota negara, melainkan justru menguatkan koridor hukum perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara. Ia menjelaskan bahwa sesuai ketentuan undang-undang, penetapan resmi perpindahan ibu kota dilakukan melalui Keputusan Presiden yang menjadi kewenangan Presiden Republik Indonesia.

Dengan adanya forum SPS ini, media memiliki peran penting untuk memastikan informasi disampaikan secara utuh, jernih, dan berdasarkan fakta. Sejalan dengan hal tersebut, Troy mendorong peran media dalam menjaga ruang informasi publik, termasuk dengan menyampaikan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara secara benar.

“Melalui forum ini, kami sangat membutuhkan narasi _tell the truth, the whole truth, and nothing but the truth_. Artinya, yang disampaikan adalah fakta yang benar. Fakta hari ini adalah IKN terus berproses dan terus dibangun,” pungkasnya.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kian ditopang oleh kepercayaan investor melalui nilai investasi yang telah mencapai Rp72,39 triliun. Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti pembangunan Nusantara tidak berhenti seiring dengan menuju hidupnya ekosistem perkotaan. 

“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 Triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, pada Kamis (14/5/2026).

Saat ini, total estimasi investasi di Ibu Kota Nusantara terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun, serta fasilitas publik dan penugasan Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp12,10 triliun. Secara keseluruhan, telah terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha yang masuk dalam investasi swasta murni, serta 15 penugasan kepada K/L.

Komposisi investasi tersebut juga menunjukkan keterlibatan pelaku usaha nasional dan internasional. Dari total 75 PKS, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing dengan 8 perusahaan dari 6 negara, yaitu Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura, sedangkan 64 PKS lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri. Kehadiran investasi ini terlihat pada berbagai sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial.

Di sisi lain, aktivitas perekonomian juga mulai tumbuh di kawasan Nusantara, termasuk melalui bisnis makanan, minuman, dan usaha penunjang kebutuhan masyarakat lainnya, baik bagi pekerja maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan Nusantara. Salah satu contoh perkembangan ekosistem bisnis di IKN terlihat dari masuknya pelaku usaha merek ternama, yaitu Roti’O. Hadirnya entitas bisnis ini menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku usaha melihat peluang jangka panjang di Nusantara.

“Semenjak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Khusus untuk grand opening, itu ada lebih dari seratus orang (yang datang). Kalau disini (IKN), mungkin akan ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan segala macem mungkin bakal disini, bakal ramai untuk kedepannya,” ujar Harfi, sebagai Leader/Kepala Toko Roti O’ tersebut.

Merespon hal tersebut, Troy menambahkan bahwa investasi yang masuk memberikan sinyal bahwa para investor mulai membaca IKN sebagai pasar masa depan. 

“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tutupnya.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA – Suasana libur Hari Kenaikan Yesus Kristus di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terasa berbeda akhir pekan ini. Di tengah ramainya kunjungan masyarakat ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Nusantara Park berkolaborasi dengan Komunitas Balikpapan Reptil Eksotik (Barekso) menghadirkan pameran reptil dan mamalia eksotis yang menyita perhatian pengunjung pada Sabtu–Minggu (16–17/05/2026).

Pameran ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga ruang edukasi mengenai keberagaman satwa reptil serta pentingnya tanggung jawab dalam merawat hewan peliharaan. Berbagai jenis reptil dan mamalia diperkenalkan kepada pengunjung, termasuk beberapa spesies eksotis dari luar negeri.

Lebih dari 20 jenis satwa dipamerkan, mulai dari kura-kura, iguana, ular sanca bola (ball python), ular sawah atau sanca batik (reticulated python), kura-kura daun, hingga African Fat-Tailed Gecko (AFT) dan leopard gecko. Kehadiran satwa-satwa tersebut menarik antusiasme pengunjung dari berbagai usia yang tampak aktif bertanya, berfoto, bahkan berinteraksi langsung dengan beberapa hewan di bawah pengawasan animal handler.

Salah satu anggota komunitas Barekso, Bayu, menjelaskan bahwa sebagian besar pengunjung tertarik untuk berinteraksi dengan satwa yang aman untuk dipegang.

“Biasanya pengunjung tertarik dengan hewan yang bisa di-handle seperti ball python, iguana, dan ular sawah. Mereka bisa mendapatkan pengalaman memegang dan berfoto langsung dengan satwa tersebut,” jelas Bayu.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki pandangan bahwa seluruh reptil adalah hewan berbahaya. Padahal, melalui pengenalan dan penanganan yang tepat, reptil juga dapat dipelihara dengan aman dan bertanggung jawab.

“Harapannya masyarakat bisa lebih memahami bahwa tidak semua reptil berbahaya. Reptil juga makhluk hidup yang perlu  dirawat dengan baik ketika dipelihara,” tambahnya.

Salah satu pengunjung asal Sepaku, Ubay, mengaku sengaja mengajak anak-anaknya datang ke pameran tersebut untuk mengenalkan berbagai jenis satwa secara langsung.

“Saya ajak anak-anak ke Nusantara Park supaya mereka tahu jenis-jenis reptil. Mereka senang sekali. Harapannya ke depan pameran seperti ini bisa lebih besar dan lebih banyak jenis hewan yang ditampilkan di IKN, seperti burung dan satwa lainnya,” ujar Ubay.

Pameran ini menjadi salah satu contoh bagaimana ruang publik di IKN tidak hanya menghadirkan destinasi rekreasi, tetapi juga pengalaman belajar yang dekat dengan alam dan satwa bagi masyarakat.

Selama libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus, mulai Kamis hingga Minggu (14/05/2026–17/05/2026), pengunjung juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi area Istana Negara dan kawasan glamping di IKN. Kedua lokasi tersebut dibuka untuk umum hingga pukul 17.00 WITA setiap harinya.

Sejak hari pertama libur panjang, antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke IKN terpantau sangat tinggi. Pengunjung tidak hanya menikmati fasilitas dan berfoto di kawasan IKN, tetapi juga melihat secara langsung pembangunan berbagai sektor yang terus berjalan. Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa aktivitas pembangunan di Nusantara tetap berlangsung aktif dan progresif di berbagai bidang.

“Masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak menikmati suasana di IKN, mulai dari pemandangan kawasan, sajian kuliner, hiburan, hingga berbagai aktivitas edukatif dan lingkungan yang diselenggarakan selama masa libur,” ujar Troy, Minggu (17/05/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan IKN terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Menurutnya, pada tahap kedua pembangunan, fokus pemerintah diarahkan pada penyelesaian sarana dan prasarana kawasan legislatif dan yudikatif yang saat ini telah mulai dikerjakan. Dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan Nusantara.

Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban bersama, pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian rapi dan sopan, seperti celana panjang, baju berkerah, serta sepatu. Pengunjung juga tidak diperkenankan menerbangkan drone, membawa hewan peliharaan, merokok, membawa senjata tajam, maupun melakukan tindakan yang melanggar norma dan ketertiban umum.(*)

KabarIkn.com,Nganjuk — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan pekerja Indonesia sekaligus pengingat pentingnya perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja. Peresmian dilakukan di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan museum tersebut didedikasikan untuk mengenang perjuangan kaum buruh di Indonesia. Menurutnya, keberadaan museum buruh merupakan peristiwa yang langka dan memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

"Museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang, pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh," ucap Presiden Prabowo.

Presiden lebih lanjut mengatakan, perjuangan Marsinah merupakan simbol perjuangan masyarakat kecil dan mereka yang berada dalam posisi lemah, baik secara ekonomi maupun kekuasaan.

Presiden mengatakan, peristiwa yang menimpa Marsinah seharusnya tidak perlu terjadi karena Indonesia dibangun di atas falsafah Pancasila yang menjunjung nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung nilai kekeluargaan dalam Pancasila yang mengajarkan bahwa pihak yang kuat harus membantu yang lemah, serta seluruh elemen masyarakat memiliki kedudukan yang sama sebagai anak bangsa.

“Buruh adalah anak-anak bangsa, petani adalah anak-anak bangsa, nelayan adalah anak-anak bangsa. Semuanya,” katanya.

Presiden pun berharap peristiwa yang dialami Marsinah tidak terulang kembali di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan bahwa gagasan pendirian Museum Marsinah berawal dari aspirasi kalangan buruh yang mengusulkan agar Marsinah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Menurut Presiden, para pimpinan serikat pekerja sepakat mengusulkan nama Marsinah sebagai tokoh perjuangan buruh yang layak mendapatkan penghormatan dari negara.

Usai peresmian, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa Museum Marsinah berfungsi sebagai ruang edukasi yang mendokumentasikan arsip sejarah ketenagakerjaan, termasuk perjuangan penetapan upah minimum, hak cuti hamil, serta hak berserikat. Museum ini juga diharapkan menjadi pusat studi hukum ketenagakerjaan bagi generasi pekerja baru.

Ia menambahkan, keberadaan museum tersebut juga menjadi pengingat penting mengenai perlindungan hak asasi pekerja, baik bagi penegak hukum maupun dunia usaha agar tragedi kekerasan terhadap pekerja yang sedang memperjuangkan hak-haknya tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, serta pimpinan Konfederasi/Federasi Serikat Pekerja (SP), International Labour Organization (ILO), ATUC, dan ITUC.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan manusia di IKN. Pendidikan yang berkualitas diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan target besar IKN, termasuk menghapus kemiskinan di kawasan ini pada tahun 2035.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Troy Pantouw, Staff Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bidang Komunikasi Publik dan Juru Bicara OIKN pada paparan di acara IKN Youth Forum, 1 Mei 2026 menyampaikan bahwa peta jalan pendidikan IKN dirancang sebagai bagian dari infrastruktur sosial primer yang berorientasi pada masa depan. "Melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berkarakter, IKN diarahkan untuk menjadi kota dunia yang inklusif dan berkelanjutan," tegas Troy.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa konsep pendidikan di IKN disusun secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan fase perkembangan peserta didik. Pada jenjang PAUD, pendidikan difokuskan pada pembentukan manajemen diri dan dasar penalaran. Jenjang SD menekankan eksplorasi lingkungan serta penguatan literasi dan numerasi. Di tingkat SMP, peserta didik didorong untuk membangun kesadaran diri dan kepemimpinan. Sementara itu, SMA/SMK dan pendidikan vokasi diarahkan untuk membantu peserta didik merancang masa depan dan siap memasuki dunia kerja. Pendidikan tinggi akan didukung oleh pusat riset kelas dunia sebagai motor inovasi dan penguatan ekonomi nasional.

Filosofi pendidikan di IKN mengedepankan pendekatan humanisasi dan pembelajaran yang memerdekakan, di mana setiap anak difasilitasi untuk mengembangkan potensi terbaiknya. Kurikulum dirancang secara fleksibel dan personal, dengan penekanan tidak hanya pada aspek akademis, tetapi juga pada penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21.

Selain itu, sistem pendidikan di IKN didukung oleh konsep sekolah cerdas berbasis digital. Proses pembelajaran memanfaatkan teknologi untuk mendorong kemampuan analisis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Sistem Informasi Manajemen Sekolah (SIMS) juga diterapkan untuk mendukung tata kelola pendidikan yang efektif dan modern.

IKN juga mengembangkan konsep sekolah hijau sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan. Lingkungan belajar dirancang ramah lingkungan dengan pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya, pengelolaan air hujan, serta penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dalam pengelolaan sumber daya.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pengembangan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa pendidikan akan menjadi faktor penentu wajah IKN di masa depan.

“Pembangunan pendidikan adalah inti dari pembangunan infrastruktur sosial Ibu Kota Nusantara yang akan membentuk wajah kota ini dalam 20 hingga 30 tahun ke depan,” ujarnya.

Ke depan, pembangunan pendidikan di IKN akan difokuskan pada peningkatan mutu pembelajaran berbasis kurikulum internasional, penguatan literasi dan numerasi sejak dini, serta pengembangan kurikulum yang personal dan lintas jenjang. Selain itu, IKN juga menargetkan kehadiran tenaga pendidik berstandar nasional dan internasional, serta kepemimpinan satuan pendidikan yang transformatif.

Penguatan identitas lokal, budaya, keberlanjutan lingkungan, dan penguasaan teknologi juga menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan di IKN. Dengan pendekatan ini, IKN diharapkan dapat menjadi model nasional sekaligus rujukan dalam pengembangan sistem pendidikan di Indonesia.

Dengan hadirnya berbagai lembaga pendidikan berstandar nasional dan internasional, seperti Taruna Nusantara, SMA Garuda, pesantren Al Ikhlas terintegrasi seperti MAN Insan Cendekia, serta Australian Independent School dan sekolah nasional terintegrasi di kawasan KIPP, masa depan IKN diarahkan menjadi kota pendidikan. Ekosistem ini juga akan diperkuat dengan kehadiran perguruan tinggi ternama yang mendukung pengembangan riset, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional, Otorita IKN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global demi masa depan generasi Indonesia yang lebih unggul.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangka audiensi dan dukungan terhadap pembangunan IKN pada Jumat (24/04/2026). Kunjungan ini dihadiri oleh Anggota KPU Republik Indonesia serta Ketua Divisi SDM dan Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan IKN yang saat ini telah memasuki Tahap II dengan fokus pada pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif. Pemaparan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman lintas lembaga terhadap arah pembangunan ibu kota baru.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menekankan pentingnya peran bersama dalam menyampaikan informasi yang akurat mengenai IKN kepada publik.

“Pembangunan IKN adalah komitmen bersama bangsa Indonesia. Kami berharap dukungan untuk turut menyebarkan informasi yang benar dan konstruktif mengenai IKN,” ujar Bimo.

Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Iffa Rosita, menyatakan bahwa nantinya akan ada dapil khusus IKN memasuki Pemilu 2029.

“Kedatangan kami disini adalah mendukung pembangunan IKN. Di tahun 2027 memasuki tahapan pemilu 2029, interaksi antara Otorita IKN dengan KPU akan sering terbangun karena nanti akan ada penataan dapil khusus di IKN. Nanti akan ada pemilihan untuk DPD dan DPR. Kita akan juga akan sering berinteraksi untuk memutakhirkan data pemilih khusus IKN. Jika sudah siap juga akan dibangunkan Gedung KPU disini,” ucap Iffa.

Selain audiensi, rombongan KPU juga meninjau langsung sejumlah lokasi pembangunan di IKN, antara lain Taman Kusuma Bangsa, kawasan glamping, kawasan PSSI, Rusun ASN, serta melakukan kegiatan penanaman pohon bersama sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan kawasan IKN.(*)

KabarIkn.com,NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan ruang bagi kolaborasi industri konstruksi melalui kegiatan _Building and Construction Business Matching_ yang diselenggarakan bersama Indonesia Construction Architecture Network (ICAN).

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/04/2026) di Kantor Bersama 3 ini diikuti oleh sekitar 22 perusahaan di bidang konstruksi dan material bangunan. Forum ini menjadi wadah bertemunya sejumlah pelaku usaha dengan kebutuhan pembangunan di kawasan Nusantara, sekaligus membuka ruang bagi penyampaian inovasi dan teknologi konstruksi yang dapat diterapkan secara langsung nantinya.

Dalam sambutannya, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan IKN harus dilaksanakan dengan komitmen dan standar kualitas yang tinggi.

“Mari kita saling mendukung, betul-betul kita harus menjiwai untuk bekerja di IKN. Kenapa kita harus bekerja di sini, atas dasar tugas dan hati serta tanggung jawab kita membangun kota ini, jangan main-main, saya ingin kualitas, estetik, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Basuki.

Ia juga berharap bahwa pembangunan di Nusantara dapat menjadi contoh dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga dalam kualitas layanan.

“Saya ingin IKN ini menjadi contoh membangun infrastruktur yang lebih baik, saya berterima kasih atas kehadiran bapak, ibu semuanya. Di sini anda tidak hanya menjual produk berkualitas tinggi tetapi menjual pelayanan yang lebih baik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Basuki turut mendorong agar kehadiran para pelaku usaha dan perusahaan yang terlibat dapat memberikan dampak nyata, termasuk dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat di kawasan sekitar Nusantara.

Dalam kesempatan terpisah Deputi Sarana Prasarana OIKN, Aswin G. Sukahar menjelaskan, “Jadi teknologi tidak berhenti dari produk kemarin, tetapi anda memiliki tantangan untuk menghadirkan produk yang lebih baik dari kemarin. IKN ini sebenarnya etalase yang luar biasa. Ini Ibu Kota kita bersama yang kita bisa kembangkan dengan layanan yang lebih baik."

Aswin turut menambahkan bahwa pembangunan di IKN tidak hanya mengandalkan produk yang tersedia di pasar, tetapi mendorong pengembangan solusi yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan desain serta standar kualitas kawasan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan di kawasan Nusantara tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada transformasi cara kerja industri konstruksi, termasuk dalam memastikan kualitas produk, inovasi teknologi, serta layanan yang terbaik.(*)