[Valid RSS]

Foto : Kodim 013/PPU berbagi bingkisan lebaran kepada para awak media yang bertugas di wilayah Kabupaten PPU 

Kabarikn.com,Penajam-Salah satu wujud kedekatan antara institusi TNI khususnya Kodim 0913/PPU dengan para awak media baik cetak maupun online terbukti saat Kasdim 0913/PPU Mayor Czi Jumani menyerahkan secara simbolis bingkisan lebaran kepada perwakilan awak media se Kabupaten PPU yang berlangsung di Aula Makodim 0913/PPU, Jum’at (7/5/21)

Saat dikonfirmasi via telpon Dandim 0913/PPU Letkol Inf Dharmawan mengatakan, pihaknya menyampaikan  banyak terima kasih kepada semua awak media yang telah bermitra dengan Kodim 0913/PPU.

"Bingkisan ini tak lain wujud kepedulian kita kepada rekan-rekan media yang selama ini, telah menjadi mitra kerja Kodim tentu tanpa rekan-rekan media informasi Kodim 0913/PPU tak bisa diketahui oleh masyarakat luas,”katanya.

Pihaknya mengatakan, bingkisan ini memang harganya tidak seberapa, serta jangan dilihat isinya akan tetapi inilah bentuk perhatian Kodim 0913/PPU ke para wartawan yang selama ini sudah menjadi mitra Kodim 0913/PPU.

Dandim juga berharap di masa pandemi Covid-19, wartawan tetap menjaga kesehatan dan tetap mengikuti imbauan pemerintah. Media juga menjadi garda terdepan dalam menyampaikan semua informasi pencegahan Covid-19.

Wartawan dengan fungsionalnya selaku kontrol sosial memiliki peran dan tanggung jawab besar diberbagai sektor pembangunan, selain memberikan informasi ke ruang publik juga berperan aktif mengawasi kinerja pemerintah agar program yang dilaksanakan berjalan sebagaimana mestinya.

“Atas nama pribadi dan Kodim 0913/PPU terima kasih banyak kepada semua wartawan di PPU yang telah menjadi mitra yang baik, semoga kedepan kita terus bersinergi dalam hal informasi kepada masyarakat,” tutupnya. Hadir dalam acara ini, di antaranya para perwira yang bertugas di masing-masing bagian, danramil dan bintara. (aji/*)

KabarIkn.com,PENAJAM –Perihal tentang pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) semakin jelas. Terkait ini  disampaikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa saat melakukan kunjungan kerja (Kunker)  untuk meninjau langsung titik nol lokasi pembangunan Istana Negara dan titik Pembangunan Tugu Budaya yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, Senin, (12/4) siang.

Dalam kunjungannya Menteri Bappenas juga didampingi oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor, Staf khusus Presiden Bidang Komunikasi, Muchammad Fadjroel Rachman, Bupati PPU, Abdul Gafur Mas'ud (AGM), dan sejumlah rombongan dari Kementerian terkait, rombongan dari Pemprov Kaltim maupun Kabupaten PPU.

" Berharap pemindahan IKN itu dapat dilakukan tahun ini. Karena lebih cepat lebih baik, " kata Suharso.

Dia menambahkan jika dihitung-hitung 17 Agustus 1945 itu jatuh pada bulan Ramadhan dan pada waktu itu proklamasi diucapkan di Jakarta pada bulan Ramadhan. Oleh karenanya Ramadhan yang sebentar lagi ini, jika segala sesuatunya telah terpenuhi, semua kondisi-kondisi persyaratan yang diharapkan baik secara teknopatik dan akuntabel dapat dipertanggung jawabkan, maka  diharapkan bulan Ramadhan ini sudah dapat dilakukan peletakkan batu pertama IKN di Kabupaten PPU.

" Kami berharap semua ketentuan itu dapat terpenuhi secepatnya, sehingga pemindahan IKN  itu sudah dapat dilakukan pada tahun ini, " tambah dia.

Lebih jauh kata Suharso IKN ini nantinya tidak akan memberatkan APBN dalam bentuk cash flow up nya. Memang tetap dibiayai APBN tetapi tidak memberatkan APBN karena pada kesempatan yang sama pemerintah akan memberikan kesempatan kepada pihak swasta.

" Caranya seperti kita kalau beli mobil tidak mampu. Kita menyicil tetapi suatu ketika mobil akan menjadi milik anda, begitu juga cara pembangunan yang akan kita laksanakan nantinya, "jelas dia.

Dalam membangun IKN lanjutnya, Menteri Suharso memastikan aspek lingkungan adalah salah satu elemen penting yang akan terus menjadi perhatian utama pemerintah. Berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian PPN/Bappenas memastikan pembangunan akan memperhatikan pelestarian lingkungan. 

“Pembangunan ini sangat amat memperhatikan lingkungan hidup, bahkan kita menghutankan kembali hutan yang sudah rusak. Semua hitungan dalam proses perencanaan dan rancangan Ibukota Negara sudah kita perhitungkan, prosesnya sudah mengikuti kaidah yang bisa diterima dan paling penting tidak melanggar undang-undang, " tegas Menteri Suharso.

 Tidak hanya lingkungan, Menteri Suharso juga mengingatkan tentang aspek masyarakat lokal disekitar IKN mereka perlu dilibatkan dan diberi pemahaman bahwa adanya IKN akan berdampak positif bagi kehidupan mereka.

Turut hadir Pandam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, Danlanud Dhomber Kolonel Pnb Dedu Susanto, Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Siswo Widodo dan Karo Rena Polda Kaltim Kombes Pol Sambas Kurniawan. (Humas6)

Catatan : Subur Priono (Staf Humas Setkab PPU)

KabarIkn.com,PENAJAM - Taman  milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang berada tepat di depan Kantor pemerintahan, kilometer, 09 Nipah-nipah ini selain sebagai tujuan berlibur, ternyata mampu menggerakkan Usaha Kecil Menengah (UKM) di tanah Benuo Taka.

Hal ini terlihat ketika hari libur seperti Sabtu dan Minggu sore. Puluhan pedagang asongan di daerah itu tampak berjejer di sepanjang tepi jalan ini untuk berjualan. Berbagai aneka kulinerpun tampaknya tersedia di lokasi depan taman yang baru rampung pengerjaannya tersebut. Karena banyaknya pengunjung yang datang, dagangan merekapun laris manis terjual. Secara nyata taman ini terbukti  mampu menjadi penggerak baru bagi UKM di Kabupaten PPU.

Konsep pembangunan taman yang sekaligus  akan menjadi Ikon baru bagi Kabupaten PPU ini memang patut diperhitungkan. Karena selain tepat berada di sisi jalan yang merupakan trans Kalimantan itu, kabupaten yang telah ditetapkan sebagai lokasi Ibu Kota Negara  (IKN) ini memang belum memiliki kawasan atau wilayah untuk dikunjungi yang berkonsep modern namun tidak meninggalkan ciri khas kedaerahannya.

Taman yang merupakan ide Bupati PPU, H. Abdul Gafur Mas'ud (AGM) ini memang menyajikan suasana yang sejuk dan indah, karena banyaknya pepohonan dan aneka bunga yang tertata rapi, tetapi tetap menyajikan ciri khas kedaerahan. Selain itu konsep yang disajikan juga tetap bergaya modern. Di taman ini juga dilengkapi berbagai fasilitas bermain anak dan tempat bersantai bagi pengunjung.

Ketika pengunjung datang ke lokasi ini, ciri khas daerah itu sudah terlihat jelas. Tampak berdiri kokoh beberapa patung rusa sambar yang merupakan Ikon Kabupaten PPU. Bangunan lainnya yang menjadi ciri khas daerah dalam area ini seperti Tugu Penyembolum berbentuk tempayan telah berdiri kokoh di lokasi tersebut. Selain itu sejumlah ukiran bergaya kalimantan juga terpampang jelas di setiap sudut bangunan yang merupakan kebanggaan masyarakat PPU ini. (**)

Kabarikn.com,PENAJAM,-  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar beserta jajarannya melakukan peninjauan langsung ke lokasi titik nol kilometer , tentunya yang dinanti-nanti warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan dibangun menjadi lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru Republik Indonesia RI di Kecamatan Sepaku, Sabtu, (3/3/2021).

Kunjungan rombongan Menteri LHK didampingi langsung Gubernur Kalimantan Timur ( Kaltim) Isran Noor dan jajarannya. Sementara itu tampak Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PPU Muliadi turut hadir mendampingi rombongan ini bersama Kapolres PPU AKBP Hendrik Hermawan,  Dandim 0913 PPU  Letkol Inf Dharmawan Setyo Nugroho dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab PPU. Rombongan  diterima di Guest House Bupati PPU, Trunen Kecamatan Sepaku.

Dalam penjelasannya Menteri LHK yang disampaikan melalui Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam  Bappenas  Arifin Rudiyanto mengatakan,  kunjungan kerja yang dilaksanakan ini dalam rangka pemindahan Ibu Kota Negara di Kabupaten PPU khususnya terkait penghijauan yang akan dibangun di wilayah IKN nantinya. Tentu pemerintah nantinya memang benar-benar akan membangun ibukota yang baru dengan konsep  hijau. 

Kemudian lanjut Arifin, konsep pembangunan ini tentunya tidak mengganggu satwa-satwa yang ada di seputar kawasan hutan yang akan dibangun IKN, bahkan akan mempertahankan kehijauan yang ada. Karena cita-cita pemerintah memang akan membangun  IKN yang baru dengan konsep kota hijau atau grand smart city.

"Itulah makanya hari ini rombongan kami kesini, kami akan siapkan betul-betul sesuai kondisi geografis yang ada dan kita manfaatkan semua yang ada di sini tanpa merusak lingkungan sekitar. " jelas Arifin.

Arifin juga menjelaskan, pihak kementerian juga berharap jika nantinya ditemukan masih ada kawasan hutan yang rusak atau bolong-bolong, pihaknya akan melakukan penanaman kembali dengan baik sehingga kembali hijau. 

"Makanya perkembangan ini akan kami pantau terus seiring berjalannya pemindahan ibu kota negara di Kabupaten PPU ini, "tegasnya.

Sementara itu Plt. Sekda Kabupaten PPU Muliadi saat ditemui menerangkan,  kunjungan Menteri LHK ini ingin melihat langsung bagaimana perkembangan lokasi ibukota negara di Kabupaten PPU, Kalimantan Timur, khususnya terkait penataan penghijauan yang ada di seputar IKN.

"Terkait lokasi atau titik pembangunan IKN memang masih dirahasiakan. Tetapi sebagai keseriusan pemerintah, tahapan demi tahapan pembangunan pemindahan ibukota negara itu terus dilakukan oleh pemerintah pusat  sampai saat ini. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan kerja hari ini, " ujar Muliadi.

Sedangkan tambah Muliadi, untuk penataan IKN di Kabupaten PPU ini benar-benar sesuai konsep yang di rencanakan yaitu mengutamakan penghijauan lingkungan yang ada. Oleh karenanya Kementerian LHK terus berupaya melakukan pemantauan terkait penghijauan yang ada di PPU.

" Pemerintah Daerah Kabupaten PPU sejauh ini  selalu siap dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah pusat khususnya terkait penataan konsep  IKN yang baru ini di wilayahnya, " pungkasnya. (DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,SAMARINDA - Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Ir. H. Hamdam menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pengawasan intern keuangan dan pembangunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kaltim, Rabu, (31/3) pagi.  Acara ini diselenggarakan di Gedung Lamin Etam Provinsi Kaltim.

Kegiatan ini dibuka  oleh Gubernur Kaltim, H. Isran Noor, dihadiri oleh Wakil Gubernur Kaltim,  Hadi Mulyadi, wakil BPK RI, serta bupati/walikota se Kaltim. Selain itu masing-masing perwakilan Inspektorat kabupaten/kota juga ikut dalam kegiatan yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut.

Dalam sambutannya Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan bahwa dirinya sangat memberikan apresiasi kepada jajaran BPKP maupun KPK. Karena telah mampu  melaksanakan kegiatan rapat tentang pengawasan keuangan dan pembangunan ini yang diikuti oleh seluruh perwakilan daerah di Kaltim.

" Kalau dulu KPK bisanya kan cuma nangkapi  orang  tanpa ada peringatan lagi. Jadi diharapkan melalui kegiatan ini, ada kesadaran yang terbangun dalam diri kita semua agar tidak melakukan pelanggaran.  Sekali lagi melalui kegiatan ini kami  memberikan apresiasi kepada jajaran BPKP maupun KPK atas terselenggaranya kegiatan hari ini, "kata Isran Noor.

Selain perihal ini, orang nomor satu di Kaltim itu juga mengungkapkan saat ini dirinya merasa bahagia, karena penyebaran virus corona di Kaltim telah mengalami penurunan yang signifikan. Namun demikian Isran Noor berharap, seluruh daerah di Kaltim agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan sebaik- baiknya.

" Saya minta kepada seluruh bupati/walikota bersama jajaran dibawahnya serta unsur-unsur yang terlibat seperti TNI/Polri, Satpol-PP, organisasi maupun masyarakat untuk selalu aktif serta ikut melakukan pencegahan dan penanganan covid 19 di daerah masing-masing, " harapnya.

Sementara itu Wakil Bupati PPU, Hamdam saat ditemui usai kegiatan mengatakan bahwa Pemda PPU siap mendukung dan mensukseskan program-program BPKP  dalam rangka  melaksanakan pengawasan di bidang keuangan daerah dan pembangunan nasional di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

"Kegiatan Ini adalah salah satu langkah positif yang dilakukan oleh BPKP Kaltim dalam rangka memberikan pemahaman sekaligus bimbingan terkait tindakan pelanggaran korupsi. Semoga kedepan langkah positif ini memberikan dampak positif bagi daerah termasuk kabupaten PPU, sehingga daerah kita bersih dari korupsi, " harapnya.

Sementara itu pada sesi diskusi Plt Sekretaris Kabupaten PPU, Muliadi mengatakan  bahwa melihat banyaknya hal yang perlu pengawasan di daerah, dirinya berharap fungsi pengawasan BPKP yang ada  dapat ditingkatkan. Namun Muliadi juga berharap agar fungsi operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan BPKP di daerah dapat dikurangi karena hal itu juga dapat mengganggu konsentrasi kerja pejabat daerah.

" Jika ini terus dilakukan, pada akhirnya pejabat kita akan takut dalam mengambil keputusan. Karenanya jika melihat tugas dan fungsi pengawasan yang dilaksanakan BPKP, diharapkan  BPKP betul-betul harus bisa melakukan pembinaan kedalam sehingga langkah-langkah tersebut mampu menciptakan kesadaran bagi seluruh pejabat yang ada di daerah di Kaltim, " harapnya. (hms6/*)

INDAHNYA : Area taman yang dibangun Pemkab di depan Kantor Bupati menjadi pusat perhatian pengunjung yang melintas dan istirahat sejenak

KabarIkn.com,PENAJAM - Meskipun belum ada peresmian langsung dari Pemda Penajam Paser Utara (PPU), taman yang berada tepat di depan Kantor bupati PPU ini telah mampu mencuri perhatian pengunjung. Taman ini juga terlihat selalu ramai, salah satunya tampak pada taman bermain anak yang memang menyediakan sejumlah fasilitas bermain di lokasi ini. Seperti terlihat pada, Minggu, (14/3) sore belum lama ini.

Taman yang sekaligus akan menjadi Ikon baru bagi Tanah Benuo Taka sebutan Kabupaten PPU ini memang dirancang salah satunya untuk tujuan bagi pengunjung. Hal ini terlihat dari sejumlah fasilitas yang tersedia di dalamnya seperti bangku-bangku bagi pengunjung, fasilitas bermain anak, taman bunga, median untuk berfhoto dan sebagainya.

Ornamen-ornamen di lokasi taman yang merupakan  gagasan Bupati PPU, Abdul Gafur Mas'ud ini juga tampak terpampang rapih disetiap sudut bangunan yang ada. Termasuk patung-patung rusa yang memang menjadi ciri khas daerah Kabupaten PPU sekaligus merupakan ikon daerah ini.

Selain itu ada juga sejumlah bangunan yang merupakan ciri khas daerah Kabupaten PPU tampak terlihat di taman ini. Salah satunya seperti Tugu Penyembolum berbentuk tempayan berdiri kokoh di sana.

Saat ditemui di lokasi ini sejumlah pengunjung mengungkapkan sangat senang dengan adanya taman baru tersebut. Bahkan beberapa pengunjung rela datang dari jauh hanya ingin melihat langsung keindahan taman yang selama ini mereka ketahui hanya melalui media sosial.

" Ini merupakan taman terbaik pertama yang ada di PPU. Konsepnya juga menyajikan ornamen-ornamen yang bagus jadi seperti suasana di pulau jawa, " ungkap Hana salah satu pengunjung asal Kelurahan Sotek ini.

Dirinya berharap keindahan taman tersebut dapat dipertahankan sampai kapanpun. Untuk mendukung itu semua, ia berharap taman ini nantinya harus memiliki pengawasan tersendiri sehingga kondisi taman selalu terjaga.

" Jika tanpa pengawasan bisa saja fasilitas yang ada di sini diambil oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Apalagi letaknya sangat dekat dengan jalan umum, "pintanya.

Terpisah pengunjung lainnya, Anwar yang merupakan warga kabupaten Paser ini mengungkapkan bahwa pembangunan taman tersebut merupakan sebuah ide yang cemerlang. Apalagi posisi taman tersebut berada tepat di pinggir jalan provinsi Kaltim yang merupakan trans Kalimantan tersebut. Sehingga bukan warga PPU saja yang bisa menikmati keindahan itu nantinya.

" Salut saya dengan PPU. Trimakasih kami sampaikan kepada bapak bupati PPU karena telah menyediakan fasilitas berupa taman ini, "ungkapnya. (hms6/*)

KHIDMAT : Upacara Hari Jadi ke-19 Kabupaten Penajam Paser Utara digelar secara sederhana, meski tidak mengurangi suasana khidmat.

KabarIkn.com,PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM ) pimpin langsung upacara peringatan HUT Ke-19  Kabupaten yang digelar di halaman depan Kantor Bupati PPU, Kilometer 09  Nipahnipah, Kamis, (11/3) pagi. Pelaksanaan upacara tahun ini ada yang berbeda, karena dilaksanakan ditengah pandemi covid 19 dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Sejumlah tamu undangan pada upacara tahun ini juga terlihat terbatas. Beberapa undangan kepala daerah di Kalimantan Timur juga terlihat diwakilkan oleh pejabat dibawahnya. Seperti tampak gubernur Kaltim diwakilkan oleh Kepala Biro Hukum Prov Kaltim, kemudian Pangdam Mulawarman di wakilkan oleh Dandim 0913 PPU. Sementara Kapolda Kaltim juga diwakilkan oleh Kapolres PPU. Begitu juga sejumlah undangan penting lainnya.

Dalam kesempatan ini tampak hadir juga Wakil Bupati PPU, Hamdam, Bupati PPU, 2008-2013, Andi Harahap yang saat ini merupakan Anggota DPR Kaltim, Wakil Bupati PPU, Periode 2008-2013, Mustaqim MZ, Sultan Paser, YM Aji Muhammad, Ketua DPRD Kabupaten PPU, Jhon Kenedy, Ketua Tim Sukses Pemekaran PPU, Harimuddin Rasyid dan sejumlah pimpinan pejabat Forkopinda, tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkungan PPU.

Dalam sambutan tertulisnya AGM mengatakan bahwa disadari bersama, semangat pembentukan Kabupaten PPU pada hakekatnya didasari oleh cita-cita luhur untuk mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Cita-cita luhur ini kata dia, harus senantiasa ditanamkan dalam diri sehingga menjadi spirit dan motivasi bagi seluruh komponen masyarakat Kabupaten PPU.

“ Oleh karena itulah, tema peringatan hari jadi ke-19 yang kita laksanakan pada hari ini, yaitu Bangkit Membangun Peradaban baru di Ibukota Negara yang Maju, Modern dan Religius menuju Indonesia Maju, dengan IKN di Kabupaten PPU, kita ingin menciptakan pembagunan yang dapat dinikmati untuk seluruh lapisan masyarakat, “ kata AGM.

Kehadiran dirinya saat ini sambung AGM, adalah menginjak tahun ke-tiga sebagai Bupati PPU. Oleh karena itu, HUT ke-19 Kabupaten PPU ini terasa sangat istimewa, dan dirinya berharap momentum ini menjadi titik balik untuk evaluasi terhadap waktu yang telah lewat dan menjadi titik tolak untuk bermimpi tinggi akan cita-cita yang luhur ke depan.

Dalam kesempatan ini orang nomor satu di PPU itu juga menyampaikan berbagai program daerah yang telah digagas dan membawa kemajuan bagi daerah,  diantaranya pencanangan program BPJS PBI APBD yang semua warganya dijamin kesehatannya melalui BPJS dengan status tingkatan kelas 3 oleh Pemerintah Kabupaten PPU.

Pelaksanaan program pelayanan pendidikan kepada masyarakat melalui pendidikan dan seragam sekolah gratis pada seluruh siswa baru dari tingkat PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan SLB baik sekolah Negeri maupun swasta, dengan total siswa dan siswi tahun ini berjumlah 13.222 orang dengan Jenis bantuan berupa, seragam nasional, seragam pramuka, seragam batik, seragam olahraga, sepatu dan kaos kaki, tas sekolah dan jilbab, serta masih banyak program-program lainnya yang ada di PPU untuk kemajuan daerah. 

“Kita juga patut berbangga karena diawal tahun 2021 PPU telah berhasil menorehkan prestasi dengan mendapatkan dua panji keberhasilan pembangunan yaitu terbaik I dalam bidang pembangunan hukum dan HAM dan terbaik I dalam bidang pembangunan keluarga kependudukan dan Keluarga Berencana kategori Kabupaten. 

" Saya ucapkan selamat dan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi kepada SKPD yang menjadi leading sektor atas kerja keras, pengabdian dan pengorbanannya, juga para tokoh dan seluruh warga masyarakat yang memberikan dukungan penuh bagi kemajuan PPU, ” tutup AGM. 

Usai pelaksanaan upacara, dalam rangka HUT ke-19 Kabupaten PPU, Pemerintah daerah juga menggelar Sidang Paripurna DPRD, dilanjutkan kegiatan pengajian dalam rangka peringatan Isra Mi’rad. Diakhir pelaksanaan upacara, sejumlah penghargaan juga diserahkan oleh bupati PPU kepada SKPD, ormas maupun masyarakat umum. (hms6/*)

PISAH SAMBUT :  Bupati AGM memberikan sambutan dalam pisah sambut pergantian kajari lama ke kajari yang baru di Aula Lantai Satu, Kantor Sekretariat Kabupaten PPU.

KabarIkn.com,PENAJAM- Pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) digelar secara sederhana. Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) hadir dalam pergantian  pucuk pimpinan dari I Ketut Kasna Dedi, SH kepada Chandra Eka Yustisia, SH, MH ini, Rabu (10/3) di Aula Lantai I Kantor Bupati PPU.

Dalam kegiatan ini juga tampak Dandim 0913 PPU, Leltkol. Inf Dharmawan, Kapolres PPU, AKBP Hendrik Darmawan dan sejumlah pejabat Forkopinda di lingkungan PPU. Namun dalam pisah sambut tersebut Kepala Kajari PPU yang lama, I Ketut Kasna Dedi, SH tidak hadir dikarenakan sakit.

Dalam sambutannya AGM mengungkapkan, bahwa pisah sambut hanyalah suatu istilah,  yang lazim dipakai ketika ada seseorang pejabat atau siapa saja yang pergi karena pindah tugas dan kedatangan seseorang pejabat sebagai penggantinya.

Namun jika dilihat dari esensinya, acara pisah sambut pada dasarnya adalah suatu forum silaturahim di antara sesama, untuk saling memperkenalkan diri atau saling memperkuat ikatan persaudaraan dan kekeluargaan yang telah terjalin selama ini walau pada saat ini sedang berada dalam situasi New Normal.

“ Dengan pisah sambut, berarti ada dua peristiwa yang tejadi pada waktu yang bersamaan, yaitu perpisahan dan pertemuan. Selepas acara ini, kita akan berpisah dengan Bapak I Ketut Kasna Dedi, SH, yang akan segera bertugas di tempat pengabdiannya yang baru.

Kemudian pada hari ini juga, kita bertemu dan menyambut kedatangan Bapak Chandra Eka Yustisia, SH, MH yang akan mengawali tugasnya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri PPU yang baru, “kata AGM. 

AGM mengatakan Bapak I Ketut Kasna Dedi, SH merupakan pribadi yang baik, ramah dan menarik. Walaupun hubungan pertemanan dirinya dapat dikatakan kurang lebih hampir satu tahun, namun AGM merasa hubungan pertemanan ini seolah sudah bertahun-tahun. 

Demikian pula hubungan pekerjaan dan tugas di dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, koordinasi dan komunikasi diantara dirinya telah berjalan dengan baik. Bahkan banyak pula menyumbangkan pikiran dan ide segar, baik untuk kemajuan menyelesaikan permasalah-permasalahan yang ditemui di daerah ini.

“ Untuk itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankanlah saya selaku pribadi maupun atas nama Pemerintah Kabupaten PPU mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya dan menyampaikan penghargaan yang tulus kepada Bapak I Ketut Kasna Dedi, SH atas pengabdiannya selama ini di Kabupaten PPU. 

Sedangkan kepada Bapak Chandra Eka Yustisia, SH, MH, saya ucapkan selamat datang dan selamat mengemban kepercayaan yang diberikan Pemerintah sebagai Kepala Kajari PPU.Kami berharap, keberhasilan yang telah dicapai pejabat terdahulu dapat dilanjutkan dan lebih ditingkatkan menuju masa depan PPU yang lebih baik lagi, “tutup AGM. 

Sementara itu dalam sambutannya Kepala Kajari PPU yang baru, Chandra Eka Yustisia, SH, MH mengatakan bahwa dirinya siap mengemban tugas baru yang diberikan sebagai Kepala Kajari Kabupaten PPU.

“ Kami sampaikan ucapan trimakasih kepada bupati PPU dan seluruh pimpinan Forkopinda Kabupaten PPU. Semoga ini menjadi awal yang baik dalam mewujudkan kabupaten PPU yang lebih maju lagi, “ ungkapnya.(hms6/*)

Foto : Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PPU, Sayyid Hasan

KabarIkn.com,PENAJAM-Kondisi Pandemi Covid 19 yang saat ini menimbulkan permasalahan ekonomi di kalangan masyarakat secara menyeluruh. Hal ini juga terjadi di Penajam Paser Utara (PPU), selain banyak prusahaan-perusahaan melakukan pengurangan karyawan dan semangkin banyaknya pengangguran. 

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PPU, Sayyid Hasan saat di minta tanggapanya menjelaskan bahwa peningkatan ekonomi dapat dilakukan melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu solusi di tengah pandemi saat ini.

“Butuh kreatifitas dan pembacaan peluang dalam kondisi saat ini. Dan saat ini UMKM salah satu solusinya agar perputaran ekonomi di daerah kita tetap berputar normal,” ucapnya. 

Dirinya juga berharap, peran serta semua elemen masyarakat untuk bahu membahu dalam menghidupkan UMKM yanga ada di PPU. 

“Ini butuh peran semua elemen masyarakat, terkhusus kepada pengusaha-pengusaha warung moderen (swalayan) dalam memfasilitasi pelaku-pelaku UMKM yang ada di daerah terlebih lagi kondisi pandemi untuk dapat di pertimbangakan sehingga masyarakat yang bergerak di UMKM dapat terfasilitasi,” ucapnya. 

Menurutnya, bahwa banyak produk-produk rumahan yang dapat berkebang di PPU namun saat ini belum terfasilitasi dengan sempurna.

“Dari hasil kita di lapangan, banyak orang tua - orang tua kita yang menciptakan produk rumahan namun kebanyakan  dari mereka terkendala dari lebel dan kelengkapan serta akses atau fasilitas pemasaran dari hasil yang di olah mereka,” tutur pria yang juga beraktifitas sebagai jurnalis di Kabupaten PPU.

Tidak hanya itu, Pria yang akrab dipanggil bang said ini juga menyampikan bahwa pandemi memang cukup berpengaruh namun untuk membangkitkan kembali gairah ekonomi butuh peran semua baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat secara umum. 

“Semangat untuk terus bergerak dan bertahan dalam kondisi pandemi saat ini harus kita pertahankan. Dan ini butuh peran kita semua, yang terpenting kita mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan aktifitas ekonomi,” tutupnya.(aji)

PANEN PERDANA : Wabup Hamdam bersama sejumlah pejabat teknis terkait menghadiri panen perdana padi di Desa Bangun Mulya. Hamdam memberikan apresiasi yang tinggi kepada petani atas keberhasilannya menggunakan pupuk organik berupa paket biota.

KabarIkn.com,PENAJAM- Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H. Hamdam menghadiri syukuran petani sekaligus panen perdana padi dengan penerapan Paket Biota yang digelar di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Senin (1/3) siang. 

Dalam kesempatan ini juga hadir langsung Direktur Utama PT Biota Sejahtera Indonesia  dari Makassar, H. Ali, perwakilan Dinas Pertanian PPU, awak media dan sejumlah petani di wilayah ini. 

Di sela-sela ini Hamdam mengatakan,  penerapan paket biota bagi petani di Kabupaten PPU diharapkan akan membantu sekaligus memberikan solusi terkait seringnya terjadi kelangkaan  pupuk bagi petani yang ada di daerah. 

Selama ini, kata Hamdam, sebagian besar petani memang masih tergantung dan menggunakan pupuk-pupuk kimia dengan harga cukup tinggi. Bahkan terkadang persediaan juga terbatas. Dari data yang ada, dalam setiap hektare petani diperkirakan membutuhkan dana Rp 2 - 3 juta dengan hasil rata-rata 2-3 ton/hektare. Diharapkan dengan hadirnya paket biota akan membantu seluruh petani yang ada di PPU. 

" Penggunaan paket biota ini telah teruji dan ramah lingkungan. Bahkan hanya dengan modal Rp 1,3 juta/hektar sudah satu paket sampai panen. Kemudian  jika tidak berhasil perusahaan juga siap mengembalikan modal mereka. Produk pupuk mana yang berani begini, " jelas Hamdam. 

Ditambahkan hamdam,  produk ini juga telah melalui berbagai uji coba khususnya di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Bahkan dari hasil uji coba tersebut terbukti bahwa paket biota ini mampu memberikan hasil yang sangat memuaskan hingga dua kali lipat dari hasil pertanian yang ada. 

Untuk membuktikan itu dirinya juga mengatakan melakukan kunjungan langsung ke beberapa daerah pengguna produk ini di Sulawesi Selatan. Termasuk berkunjung langsung ke perusahaan produk organik ini. 

" Produk ini juga telah melalui berbagai uji coba dan telah mendapat legalitas dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, jadi tidak perlu kita ragukan lagi. Mudah-mudahan ini menjadi solusi bagi petani kita di daerah sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian kita di PPU, " harapnya. 

Sementara itu Direktur Utama PT. Biota Sejahtera Indonesia, H. Ali dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan sudah bisa tembus angka 13 ton per hektar dengan paket biota. Yang sebelumnya hanya 5 sampai 6 ton kini petani mampu menghasilkan 10 sampai 13 ton per hektar. 

" Alhamdulillah paket biota ini ramah lingkungan bisa memberikan solusi dan meningkatkan produksi bagi petani. Mudah-mudahan  pertanian di PPU yang saat ini hanya mampu menghasilkan 3 sampai 4 ton per hektar dengan paket biota bisa meningkat menjadi 8-10 ton per hektar, "jelasnya. 

Dipaparkan H. Ali, paket biota ini juga merupakan pupuk organik dengan berbagai keunggulan di antaranya ramah lingkungan karena berasal dari bahan-bahan yang sehat sehingga akan menghasilkan produk yang sehat. Kemudian paket teknologi ini lebih murah, hanya 1,3 juta per hektar mulai benih sampai panen. 

Keunggulan lainnya , tambah H Ali, produk ini juga mudah dilaksanakan, karena bisa disemprotkan sekaligus melalui pupuk dan pestisida sehingga tidak perlu dua kali kerja. Selain itu produk ini juga memiliki jaminan bagi petani, karena jika tidak berhasil dalam peningkatan produksi petani maka uang akan dikembalikan. 

Memang produk ini baru dua bulan terakhir masuk ke Kabupaten PPU sehingga belum ada hasil nyata secara keseluruhan. Namun lahan pertanian dalam kegiatan ini merupakan salah satu bukti nyata dengan produk biota, " jelas dia. (hms6/*)

JUARA MTQ : MTQ tingkat kabupaten XIV resmi ditutup. Peserta dari Penajam lolos juara umum. 

KabarIkn.com,PENAJAM -  Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XIV Tahun 2021 tingkat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)  resmi ditutup  oleh Plt Sekretaris Kabupaten PPU, DR. Muliadi, Rabu, (24/2) di Masjid Agung Al-Ikhlas, Nipahnipah. Dalam ajang tahunan ini,  Kecamatan  Penajam berhasil menjadi juara umum dengan perolehan juara terbanyak.

Membacakan sambutan tertulis bupati PPU, Muliadi mengatakan  bahwa MTQ merupakan sarana untuk menumbuhkan semangat membaca dan  mempelajari Alqur’an agar benar-benar  dijadikan pedoman hidup dalam menghadapi derasnya pengaruh globalisasi dewasa ini bagi umat islam.  Terutama bagi anak- anak dan generasi muda. Karena generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. 

" Orang tua harus mampu memberikan pendidikan yang baik kepada anak anak terutama pendidikan budi pekerti dan akhlak serta pendidikan agama, sehingga mereka tumbuh dan berkembang sebagai generasi yang tangguh dan teguh imannya, " kata Muliadi.

Perjuangan ke arah itu, kata Muliadi, cukup berat, mengingat setiap saat anak-anak dan generasi muda bahkan  semua telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi terutama gadget yang sudah mengambil alih banyak waktu dan perhatian mereka. 

" Inilah tantangan kita sekarang untuk mengarahkan generasi muda agar memupuk kebiasaan gemar membaca dan belajar Alqur’an sehingga nilai-nilai moral dan budi pekerti yang diajarkan Alqur’an dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari, " ungkapnya.  

Sesuai dengan tema MTQ tahun ini, Muliadi juga mengajak untuk menumbuhkan benih-benih generasi Qur’ani, yaitu generasi muda Kabupaten PPU yang Maju, Modern dan Religius. Memiliki sikap toleransi untuk menjaga harmonisasi dalam bingkai ke Bhinekaan dan selalu menjadi pelopor terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. 

" Inilah bentuk reformasi mental agar generasi muda, " ujar dia. 

Kepada para pemenang Muliadi juga menyampaikan ucapan selamat. Diharapkan prestasi dan kemampuan terbaik yang dimiliki tetap bisa dijaga dan dipertahankan, karena  kedepan akan menjadi perwakilan Kabupaten PPU pada MTQ ke-42 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Sementara bagi anggota kafilah yang belum berhasil menunjukkan prestasi terbaiknya kata mantan dosen Unmul ini agar jangan berkecil hati karena masih banyak kesempatan dilain waktu.  Terpenting jadikan moment ini sebagai cambuk pemicu semangat untuk terus berlatih dan berlatih demi meraih prestasi terbaik dimasa mendatang.

" Sekali lagi selamat kepada para pemenang dalam MTQ kali ini. Namun sekali lagi ingat, perjuangan saudara belum selesai karena masih harus bertanding ketingkat yang lebih tinggi, " pinta dia. (hms6/*)

PENGETATAN : Pemkab PPU mendukung penuh kebijakan yang diambil gubernur Kaltim terkait pengetatan keluar masuk pengujung ke Kabupaten PPU untuk memutus penyebaran mata rantai virus Corona.

KabarIkn.com,PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberlakukan kebijakan untuk memperketat bagi semua pendatang yang masuk maupun keluar wilayahnya. Hal ini dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid 19 di daerah. 

Selain kebijakan tersebut, PPU juga memberlakukan instruksi gubernur Kaltim,  tentang Pengendalian, Pencegahan dan Penanganan Wabah Pandemi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) di Provinsi Kaltim, dengan melaksanakan langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, yang salah satu poinnya berisi tentang pembatasan aktivitas hari Sabtu dan Minggu di daerah.

Perihal ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten PPU, H Sodikin dalam rapat Satgas Penanganan Covid 19 Provinsi Kaltim yang digelar secara virtual, Rabu (17/2) di Aula lantai Satu Kantor Bupati PPU.

" Pemberlakuan kebijakan ini terbukti sangat efektif sekali dalam rangka menekan penyebaran angka Covid 19 khususnya di Kabupaten PPU hingga saat ini, " kata Sodikin.

Dijelaskan Sodikin, bahwa perkembangan Covid 19 di Kabupaten PPU saat ini mengalami perbaikan secara signifikan. Disebutkan bahwa saat ini Kecamatan Penajam berada pada zona oren, Kecamatan Babulu zona hijau. Sementara Sepaku dan Waru  berada pada zona kuning.

" Ini merupakan hasil positif dari pelaksanaan berbagai kebijakkan yang dilakukan. Walaupun secara global kita memang masih berada pada zona merah, karena jumlah pasien yang ada secara keseluruhan masih berkisar pada angka 70 an orang, "jelasnya.

" Dalam pelaksanaannya kami juga bersinergi antara TNI/Polri, BPBD, Pol-PP dan Dishub Kabupaten PPU, " jelas dia.

Sementara itu dalam tanggapannya Sekretaris Penanganan Covid 19 Kaltim yang juga Kepala BPBD Kaltim, Yudha Pranoto memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah konkrit yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten PPU dalam rangka menekan angka Covid 19 di daerah.

" langkah-langkah cepat dan terukur yang dilakukan oleh Kabupaten PPU dalam rangka menekan angka penyebaran Covid 19 di daerahnya ini patut menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya di Kaltim, " ucapnya. (hms6/*)