[Valid RSS]

Foto : Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung , Haidir Effendi

Kabarikn.com,Balikpapan -Pemerintah Kota Balikpapan tengah mencari solusi terkait defisit air minum yang menjadi kebutuhan masyarakat. 

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengungkapkan pihaknya menunggu laporan dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan yang sedang mempersiapkan kembali dokumen dan persyaratan lelang desalinasi air laut di tahun 2021.

“Kalau sudah ada laporannya nanti bisa dicermati,” ujarnya, Kamis (17/6/2021).

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Haidir Effendi menyatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan dokumen terkait desalinasi air laut untuk air bersih.

“Sekarang siapkan dokumen lelang dulu baru kita tawarkan,” ujarnya

Menurutnya bahwa nilai investasi desalinasi air laut menjadi air minum mencapai sebesar Rp 150 miliar,

“Angka tersebut masih dihitung kembali, bisa saja ada kenaikan," jelasnya

Sebagai informasi, desalinasi merupakan proses mengubah air laut menjadi air yang siap dikonsumsi sebagai solusi dalam menangani persoalan defisit air bagi kota Balikpapan," tutup Haidir.(ina)

Foto : Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung , Haidir Effendi

Kabarikn.com,Balikpapan -Meteran air bersih dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan yang dimiliki warga di daerah Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara,

Program sambungan air bersih khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus digenjot.

Perumda Tirta Manuntung menargetkan penyelesaian pemasangan 1.200 sambungan Rumah MBR hingga akhir tahun," kata Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Haidir Effendi Rabu(16/06/2021)

“Program MBR ini disampaikan dalam visi misi wali kota. Jadi kita usulkan,” ujarnya, 

Adapun, terdapat dua kawasan yang menjadi prioritas dan paling memungkinkan untuk menjalankan program tersebut.

Yakni berada di wilayah Kecamatan Balikpapan Timur dan daerah Kecamatan Balikpapan Utara.

Kedua wilayah tersebut dianggap paling memadai. Sebab, ketersediaan stok cakupan air masih mencukupi.

Terlebih, Perumda Tirta Manuntung juga sudah mulai mengoperasikan Waduk Teritip, yang mampu memasok sekitar 160 liter per detik.," jelas Haidir .(Ina)

KabarIkn.com,Balikpapan - Terjadi kerusakan Jalur Pipa Air Baku/ Transmisi yang menuju ke Inlet Bak repartizion dan penggantian Valve pada pompa distribusi air baku menuju ke Instalasi Pengolahan Air Minum Kampung Damai, yaitu jalur yang mengirimkan air baku waduk manggar menuju ke Instalasi Pengolahan Air Minum Kampung Damai, mengakibatkan IPAM Kampung Damai harus STOP Produksi, 45% pelayanan distribusi akan terganggu.

Foto : Direktur Teknik Perumda Tirta Manuntung Kota Balikpapan , Arief Purnawarman

Pekerjaan akan dilaksanakan pada hari Selasa, 08 Juni 2021, pada Jam 19.00 Wita s.d Selesai (Target Pekerjaan 1 x 24 Jam, lebih cepat lebih baik), dilokasi Pump House Waduk Manggar KM.12.

Memang tidak bisa dipungkiri, dengan Kondisi 80% Kota Balikpapan dengan kontur tanahnya perbukitan, Perumda Tirta Manuntung mengakui masih adanya pelayanan Distribusi Air yang belum bisa terlayani selama 24 Jam penuh, Tirta Manuntung selalu menghimbau kepada pelanggan ketika air mengalir, upayakan untuk selalu menampung cadangan air sebagai persiapan penggunaan kebutuhan dirumah dan bijaksanalah dalam menggunakannya.

Direktur Teknik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Arief Purnawarman Menghimbau kepada pelanggan untuk mempersiapkan penampungan dirumah, selama air mengalir mohon untuk disimpan atau ditampung dirumah semaksimal mungkin dan juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas ketidak nyamanan ini, terutama kepada pelanggan yang daerahnya lebih dahulu mengalami tekanan distribusi yang kecil bahkan Tidak mengalir lebih dahulu. 

Produksi IPAM KAMP. DAMAI : Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Sebagian Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat : Simp.Tiga Kp.Damai, Komp.Bank Duta, Perum Pos & Giro, Komp.BDS, Komp.BDI, Komp.PLN Pikitring Ring-Road, Gg.Mex, Gg.Teratai, Gg.PLN, Gg.Sampurna, Gg.Orienz, Simpang Tiga Jl.Mt.Haryono, Stalkuda, Gn.Bakaran, Sepinggan s/d Mulawarman (PJHI) Batakan, Bpp.Permai, Ps.Baru, Markoni, Klandasan, Pelayaran, Prapatan, Jl.Melati, Telogorejo, Bhayangkara, Cendrawasih, Dondang, Gn.Malang, Belakang Toko Utama, Gn.Malang Radar, Auri, Marbo, Siaga, Markoni Auto 2000, Gn.Guntur, Gn.Rambutan, Gn.Kawi, Kr.Rejo, Kp.Damai (Al’Makmur), Komp.Telkom, Terminal Tangki PDAM, Gg.Agung Tunggal, Komp.Bpp.Baru, Sebagian Daun Village, Muara Rapak, Kr.Anyar, Pdn.Sari, Pdn.Wangi, Kebun Sayur, Semoi, Kp.Baru Tengah, 21 Januari, Sepaku dan sekitarya, seluruh aliran Distribusi air dari IPAM KP.Damai.

Kabarikn.com,Balikpapan-Perusahaan pengolah dan penyalur air bersih yang kini menjadi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (Perumda TMB) berasal dari PDAM Balikpapan berdiri berdasarkan peraturan daerah No 1 tahun 1976 setelah itu diperbarui dengan Peraturan Daerah No 3 Tahun 2008. Dan masuk ke program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan tahun 2016-2021

Dalam pelayanannya, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan mewujudkan visinya sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan memperhatikan keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan.

Yang dibarengi misi, membangun komunikasi yang kuat dengan stakeholder termasuk pelanggan. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia secara terus menerus. Meningkatkan produktifitas dengan penerapan teknologi terkini. Mengelola perusahaan secara transparan, efesien dan efektif. Serta memperhatikan kesejahteraan karyawan.

Untuk strategi, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan berupaya meningkatkan pelayan untuk mewujudkan pelayan prima. Meningkatkan profesionalisme pegawai. Tentunya dibawah naungan Walikota Balikpapan, dengan dibantu dewan pengawas, yakni Ketua Sayid MN Fadli, anggota Daud Pirade dan Handika. Dan 4 direksi, Direktur Utama Haidir Effendi, Direktur Umum Nour Hidayah, Direktur Teknik Arief Purnawarman, dan  Direktur Air Limbah Anang Fadliansyah.

Kini telah menerapkan standar menajemen mutu dalam menjalankan roda perusahaan.  Diantara ISO 17025 : 2017, ISO 9001 : 2015, ISO 9001 : 2015 (Sasnitasi). Sertifikat halal (LPPOM MUI), ISO 14001: 2015 (Manajemen Mutu Lingkungan), Ombudsman RI (predikat Standar Pelayan Publik), Sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja/SMK3 (kategori Gold).

Demi menunjang pelayanan selain menerapkan sistem menajemen terpadu (SMT) juga melakukan inovasi dengan penerapan teknologi berupa Pemetaan Jaringan Perpipaan Digital (GIS), Billing System (aplikasi rekening air) pembayaran melalui Mitra Counter Payment Point Online Bank yang tersebar di beberapa titik daerah pelanggan. Simpeg (sistem Informasi Kepegawaian). Epanet (Aplikasi Perhitungan Hidrolika Jaringan Perpipaan. Alat baca meter berbasis android).

Dalam perkembangan Perumda TMB  terus berupaya mengejar pertumbuhan pelanggan demi memenuhi cakupan pelayanan 100 persen. Dan terus berupaya menambah kapasitas produksi seiring lajunya pertumbuhan jumlah penduduk, seperti membangun instalasi pengelolaan air minum dan memperluas jaringan pipa distribusi.

Kendala yang dihadapi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan saat ini kekurangan air baku dan sumber air baku. Kapasitas air baku yang tidak stabil. Kondisi topografi 80 persen berbukit. Keterbatasan pasokan energi listrik yang alhamdulillah 2 tahun ini sudah teratasi. Keterbatasan utilitas umum perencanaan kota dan perizinan. Juga penyertaan modal menjadi kendala.

Untuk tarif, dimana salah satu prinsip penerapan tarif dasar berdasarkan Permendagri No 71 tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum PDAM . Tentunya salah satu prinsip penetapan tarif didasarkan pada prinsip keterjangkauan dan keadilan untuk memenuhi kebutuhan pokok air minum.

Saat ini Perumda TMB dalam pengelolan memiliki 9 instalasi  pengelolaan air minum.  Ada, IPAM Batu ampar kapasitas produksi 486 liter perdetik, yang tahun pembuatan 1994-2002.  IPAM Manggar kapasitas produksi 40 liter perdetik tahun pembuatan 1981. IPAM Kampung Damai kapasitas produksi 427 liter perdetik tahun pembuatan 1992. 

IPAM Gunung Sari Kapasitas produksi 135 liter perdetk tahun pembuatan 1994-2002. IPAM Teritip kapasitas produksi 50 liter perdetik tahun pembuatan 2017 dengan pengembanghan akan menjadi 200 liter perdetik. IPAM Prapatan kapasitas produksi  36 liter perdetik tahun pembuatan 2010. IPAM Gunung Tembak kapasitas produksi 9 liter perdetik.I PAM Kampung Baru kapasitas produksi 25 liter perdetik. Dan IPAM ZAMP Korpri kapasitas produksi 11 liter perdetik tahun pembuatan 2013.

Adapun sumber air baku Perumda TMB, 75 persen dari Waduk Manggar, 15 persen sumur dalam dan 10 persen Waduk Teritip.

Dalam penyesuain tarif, saat ini turut berpengaruh terhadap kinerja keuangan Perumda TMB. Dimana produksi air yang dijual ke pelanggan  sudah full coast recorvery dan dapat menghasilkan laba sehingga kinerja Perumda TMB menunjukkan penilaian terbaik atau WTP Wajar Tanpa Pengecualian.

Perumda TMB turut berperan dalam peningkatan kesejahateraan masyarakat dalam menjalin hubungan dengan pelanggan dan masyarakat, diantarannya berkontribusi terhadap pelayanan IPAL (Instalasi Pengelohan Air Limbah), Program MBR sambungan rumah, pelestarian lingkungan Waduk Manggar dan penghijauan. 

Ada juga reward pelanggan bagi yang bayar air tepat waktu. Temu komunitas PDAM atau Grup Sahabat Air. Bantuan tandon terhadap rumah ibadah didaerah atas. Bantuan pembuatan sumur di pemukiman pedalaman. Tirta Manuntung Go To School.  Tirta Manuntung senam keliling kampung. Reward satgas air. Spesial first day berupa costumer service setiap bulan. 

Pelatihan dasar kepramukaan untuk generasi muda dibawah naungan Gugus Depan Tirta.

Dalam mewujudkan pelayanan ramah, cepat  dan berkualiatas Perumda Tirta Manuntung melaksanakan program tahunan yaitu survei kepuasan pelanggan sebagai acuan atau tolak ukur kinerja Tirta Manuntung dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Perumda Tirta Manuntung Balikpapan juga mengembangkan koor bisnis dibidang sanitasi berupa Instalasi pengelohan air limbah (IPAL) Marga Sari dan Instalasi Pengelolaan Lumpu Tinja (IPLT) Manggar. Dilakukan untuk mewujudkan lingkungan sehat dan masyarakat yang sejahtera. Sesuai visi yang telah ditetapkan. (*) 

Sumber : Kasubag CS Perumda Tirta Manuntung , Suryo Hadi Prabowo

Foto : Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan , Haidir Effendi

Kabarikn.com,Balikpapan-Berdasarkan data cakupan pelayanan dan pertumbuhan pelanggan diakhir tahun 2020, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan sudah mencapai 78,75 persen.

Jumlah ini naik dari tahun 2019 lalu yang mencapai 78,22 persen. Apalagi kondisi pandemi Covid-19 membuat seluruh sektor ekonomi turut terdampak krisis ini.

Menurut Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Haidir Effendi, cakupan layanan secara administrasi sudah 79 persen tapi belum 24 jam ngalirnya, yang bisa  mengalir 24 jam itu baru  40 persen, sisanya 60 persen ngalirnya 12 jam bahkan ada yang 2-3 jam sehari. 

Apalagi rencana ditahun 2024, perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke PPU Kaltim menjadikan kota Balikpapan sebagai penyangga IKN benar-benar harus siap, terutama suplai kebutuhan air bersih.

Alasannya, sebagai IKN tentunya harus disertai dengan fasilitas yang lengkap. 

Yang sangat dasar tentu kebutuhan air bagi warga pendatang kedepannya. Balikpapan sebagai penyangga ibukota harus menyiapkan itu semua sejak dini.

Perpindahan IKN itu jadi ngeri-ngeri sedap. Karena akan ada perpindahan penduduk hampir 1,5 juta orang ke IKN. Dan tentunya akan melalui Balikpapan dulu, kata Haidir.

Nah untuk memenuhi kebutuhan air baku tersebut, lanjut Haidir, Bendungan Sepaku Semoi dan Embun AJi Raden bisa menjadi solusi ketersedian air di Balikpapan Memang sih pemerintah pusat sangat care dengan Balikpapan untuk ketersedian air, dimana ada rencana pembangunan Bendungan Embun Aji Raden dan Sepaku Semoi, katanya.

Untuk Embun Aji Raden, katanya jika terealisasi pengelolaannya menurut dirinya idealnya akan di gabung melalui Waduk Teritip. Aliran air bisa sampai daerah Sepinggan dan beban yang ada di Batu Ampar bisa digeser ke bagian Barat, harapnya.

Kenapa barat, karena Barat saat ini terkendala karena masih keroyokan, dimana  separuh dari IPAM Kampung Damai, separuhnya lagi  dari IPAM KM.8 Batu Ampar, karena 2 IPAM  ini yang masih  bisa menyuplai, meski ada instalasi di Kampung Baru  tapi terbatas kapasitasnya dan airnya tidak ada.

Dijelaskan Haidir, rencana Sepaku-Semoi itu fokus di Barat melalui jalur kanan yang mana keluarnya dari Km 23, namun dirinya tidak tahu nanti konsep masuknya air itu, air baku atau air  sudah jadi. Karena pemerintah yang punya program. Nah kalau yang yang kelola Sepaku, berarti yang masuk di ke Balikpapan tinggal bangun bak penampungan di Km 23. Bendungan dengan kapasitas volume sekitar 11 juta meter kubik ini sudah cukup lama direncanakan, utamanya untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Balikpapan dengan kapasitas 2.500 liter/detik, paparnya.

Sementara untuk wilayah tengah masih cukup, hanya  yang agak sulit daerah Kampung Timur dan Sumber Rejo, karena airnya susah dan kurang, selain itu daerah bukitnya ekstrim. Selanjutnya  Gunung Guntur sudah aman, Sungai ampal yang masih sulit dimana airnya kurang yang pakai banyak. Kuncinya air baku, kalau infrastuktur bisa menyesuaikan. Yang jelas kami masih cari pola yang pas buat daerah yang jangkauannya aliran airnya kurang, ungkapnya. (*) 

Sumber : CS Perumda Tirta Manuntung Suryo Hadi Prabowo

Foto : Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan , Haidir Effendi

Kabarikn.com,Balikpapan-PDAM Balikpapan telah berganti Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (TMB). Aset perusahaan  daerah Balikpapan ini telah tumbuh dengan pesat sejak didirikan sejak 1970 yang pada saat itu dikelola Dinas PU. 

Perumda TMB terus  gencar melakukan upaya maksimal suplai air kepada pelanggan sebagai langkah nyata meski keterbatasan air baku.

Direktur Utama Haidir Effendi bersama jajaran direksi mewujudkan keinginan masyarakat agar air bersih, yang meskipun karena kondisi tertentu juga masih banyak kendala, namun tetap mendistribusikan air kepada seluruh pelanggan. 

Idealnya Perumda Tirta Manuntung Balikpapan itu terus berbenah dimana idealnya tahun 2021 Balikpapan menyiapkan minimal 2 ribu liter air perdetik, kata Haidir Effendi kepada Balikpapan Pos, Jumat (21/5). 

Haidir mengakui bahwa mengolah air baku Waduk Manggar memang dibatasi oleh pihak pengelola (BWS,red) dan juga wajib membayar retribusi air permukaan.

Sehingga Perumda Tirta Manuntung sebelumnya hanya diberi jatah mengolah air Waduk Manggar yang dulunya hanya diberi 900 liter perdetik, kini setelah menyurati Kementerian mendapat tambahan 100 liter perdetik menjadi 1.000 liter perdetik.  Dan waduk IPAM Teritip yang  kapasitas 250 liter perdetik, hanya diberi 200 liter karena alasan teknis. Gambarannya Tirta Manuntung sebagai pengolah, pendistribusi, hingga menjaga keamanan jalur distribusi termasuk kerusakan dan perbaikan jaringan pipa, sehingga berupaya maksimal namun juga diharapkan dapat memberikan profit untuk kas daerah,ungkapnya.

Menurut Haidir, pemecahan masalah terkait air tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, tapi perlu kerjasama semua stakeholder. Apalagi Balikpapan airnya terbatas, tidak punya sumber air handal, topografiknya wilayahnya berbukit, keterbatasan selalu menjadi tantangan, katanya.

Belum lagi lanjut Haidir, tingkat pertambahan penduduk yang tinggi yang bukan berasal dari angka kelahiran tapi imigrasi. Dengan begitu menjadi tingkat pemakaian  air yang sangat tinggi.  Dengan tantangan itu kita akan mencoba terus melakukan inovasi pelayanan baik dari segi penyediaan air hingga pelayanan kepada pelanggan setia, ucapnya.

Karena dirinya tidak yakin jika tidak ada penambahan sumber air baku kedepan akan seperti krisis tahun 2015 yang dimana tahun itu musim tidak menentu hingga terjadi kemarau berkepanjangan, dari biasanya 6 bulan kemarau, 6 bulan hujan. Belum lagi masalah jaringan pipa saat  itu. Memang sih ada wacana dari provinsi dan dari pusat, kedepan Balikpapan akan dapat  bagian dari Sepaku Semoi, 1.000 sampai 5.000,” ungkapnya. (*) 

Sumber : CS Perumda Tirta Manuntung Suryo Hadi Prabowo

KabarIkn.com,Balikpapan - Kedatangan Wawali H Rahmad Mas’ud yang juga Wali Kota terpilih disambut sholawat oleh anak-anak binaan LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) Al Firdaus Km 9. 

Wakil Wali Kota Balikpapan yang akrab disapa RM itu membuka pelaksanaan kegiatan Paket Ceria Ramadan (PCR) tahun 1442 Hijriah.

Perwakilan Direksi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Kabag Hubungan Pelanggan Abdul Ramli dan Kasubag Customer Service Suryo Hadi Prabowo selaku sponsor hadir Sebelum penyerahan paket.

Seorang anak binaan melantunkan ayat suci Alquran surah Al Qadr. Perwakilan LKSA, Ummi menitikkan air mata karena tak menyangka pemimpin Kota Beriman mau menyambangi anak-anak binaannya di tengah tempat tinggal mereka yang begitu sederhana. (*)

Kabarikn.com, Balikpapan- Akan dilaksanakan pembongkaran jalan di Jl. Mt. Haryono, 30 meter sebelum Tugu Beruang Simpang Tiga Lampu Merah Dam, depan Gang Kuningan atau sebrang Toko buah pada hari Kamis, 29 April 2021, Jam 22.00 Wita s.d Selesai (Estimasi Pekerjaan sekitar 7 Jam).

Pembongkaran jalan dilakukan untuk melakukan perbaikan indikasi pipa bocor yang dilokasi ada 2 jalur jenis pipa yaitu Diameter 250 mm pvc dan 150 mm acp.

Kegiatan perbaikan akan mengganggu aliran Distribusi air untuk Wilayah Sepanjang Jalan MT. Haryono, Jl. Jend. Sudirman menuju arah Stal Kuda, Iswahyudi Sepinggan, Perum. Papan Lestari, Pasar Sepinggan dan Jalan Pupuk.

Dari kegiatan ini akan dilaksanakan perbaikan dengan cepat, sebelum memasuki subuh hari, mengingat keesokan hari nya arus lalu lintas akan padat dan sibuk kembali.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, terutama pengguna jalan raya yang akan mengganggu arus lintas dan serta kami ingin memohon maaf langsung kepada pelanggan Perumda Tirta Manuntung yang sebesar besarnya atas ketidaknyamanannya terkait terganggunya aliran distribusi.

Sumber:Perumda Tirta Manuntung Balikpapan

KabarIkn.Com,Balikpapan - Terkait himbauan dari Pemerintah Kota Balikpapan, PDAM Kota Balikpapan dalam pelayanan nya menerapkan protokol untuk penanganan Covid 19 tersebut.

Kasubag Customer Service PDAM Balikpapan , Suryo Hadi Prabowo S.kom menjelaskan bahwa PDAM tetap menerima kunjungan tatap muka dari orang yang mempunyai keluhan ke PDAM. Hanya saja dalam pola penerimaannya dibatasi dan penerapan duduk di dalam ruangan juga diberi batasan, yang boleh masuk di pelayanan tersebut ada sekitar 20 orang saja,” kata Suryo diruang kerjanya Selasa 20/04/21  

" kalau misalnya pada saat pelanggan datang dalam keadaan antri maka harus secara bergantian dan sebelum masuk juga ada tempat untuk cuci tangan beserta sabun, setelah itu juga ada pemeriksaan suhu tubuh," Kata Suryo.

Jadi, memang penerapan Physical Distancing ini adalah salah satu upaya untuk menjaga jarak agar bisa mengurangi dampak wabah atau memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Suryo berharap semoga penyebaran wabah covid 19 ini segera berakhir, dan masyarakat bisa melakukan kegiatan dengan normal kembali.(tri)

kabarikn.com,Balikpapan - Demi pelayanan yang baik, PDAM Kota Balikpapan (Tirta Manuntung) Lakukan diskusi Workshop Pelayanan Air Bersih . 

Menjalankan tugas sebagai Kepala pelayanan Adalah amanah yang cukup berat, memastikan bahwa Jual beli yang dilakukan antara PDAM (Tirta Manuntung) dengan Pelanggan harus betul betul sesuai hukum dagang, kelebihan Takaran, kekurangan Takaran harus di komunikasikan dengan pelanggan atau pembeli yang merasa komplen dengan keadaan yang terjadi, tugas kita bertabayun kepada pelanggan dalam situasi ini agar terjadi keadilan dalam berdagang. Kata Kasubag CS PDAM Tirta Manuntung Diruang kerjanya. Selasa (20/04/21) 

" Saya selalu mewanti wanti kepada Teman teman Customer Service bahwa pahami dasar kita adalah meteran air dan batasan tanggung jawab. Agar menjadi Tanggung jawab antara kedua belah pihak," jelas bang uyo. (tri)

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Selama bulan Ramadhan terdapat perubahan pemakaian air , pelanggan lebih awal menggunakan air karena untuk mempersiapkan sahur dan pemakaian puncak saat mempersiapkan buka puasa.

Kasubag Customer Service Perumda Tirta Manuntung Kota Balikpapan , Suryo Hadi Prabowo menyampaikan bahwa situasi yang cukup riskan ketika bulan Ramadhan terjadinya perubahan pola. Dihimbau kepada masyarakat , selama air PDAM mengalir harus segera ditampung.

Perubahan pola penggunaan air ini tidak dapat di prediksi secara pasti karena masyarakat menggunakan air secara bersamaan. 

" Terdapat beberapa komplain juga yang masuk ke kami , yaitu pelanggan - pelanggan yang kondisinya memang di daerah puncak seperti air yang belum maksimal mengalir," Kata Kasubag Customer Service Perumda Tirta Manuntung , Suryo Hadi Prabowo saat ditemui di ruang kerjanya. Senin ( 19/04/2021 )

Mengenai permintaan air tangki , PDAM tetap melayani kepada masyarakat agar dapat dilayani dengan distribusi melalui tangki , pelanggan yang tinggal di daerah gunung bisa langsung memesan di posko tangki yang berada di depan Kantor Catatan Sipil.

Suryo berharap dengan masyarakat menampung air dapat memberikan kesempatan di situasi ketika pemakaian puncak dapat di minimalisir , agar dapat membangun budaya  kepada masyarakat untuk bisa menggunakan air dari penampungan.

" Saat ini kami tetap berupaya untuk mensituasikan keadaan baik dari sisi tekhnis , kemudian jangka pendek dengan menggunakan air tangki kami upayakan untuk sebisanya maksimal memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat," pungkasnya. ( tri )

KabarIkn.com,Balikpapan - Menjelang Idul Fitri PDAM Balikpapan tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan PDAM Balikpapan.

Kasubag Customer Service Perumda Tirta Manuntung Kota Balikpapan , Suryo Hadi Prabowo menyampaikan bahwa nanti akan ada petugas shift yang akan bertugas di Liburan Idul Fitri dengan pola 3 shift  yaitu Shift Pagi , Shift Sore dan Shift Malam. Mereka akan tetap bekerja sesuai dengan shift nya terutam untuk keluhan keluhan pelanggan di sisi pelayanan tekhnis.

Untuk sisi administrasi PDAM Balikpapan libur dan akan buka kembali setelah jadwal libur bersama Idul Fitri 1442 H , juga pelanggan bisa melakukan permintaan keluhan disisi administrasi. ( tri )