Nelly Turuallo Dorong Perbaikan Pelayanan BPJS, Soroti Masalah Sosialisasi dan Koordinasi
-
kabarikn.com

KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Anggota DPRD Balikpapan, Nelly Turuallo, kembali menyoroti persoalan pelayanan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menanggapi aspirasi warga dalam kegiatan reses di wilayah Karangjati dan Panorama, Jumat (24/10).
Menurut Nelly, dibandingkan periode sebelumnya, keluhan masyarakat kini sudah mulai berkurang dalam hal infrastruktur seperti jalan, drainase, sekolah, dan tempat ibadah. Ia menilai peningkatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan DPRD, serta perhatian khusus dari Ketua DPRD Balikpapan yang dulu, Abdullah, terhadap wilayah Karanganyar.
“Dulu Karanganyar itu gelap, tapi sekarang sudah terang. Itu berkat perhatian dan kerja keras bersama. Kalau masyarakat senang dan sejahtera, kami pun ikut bahagia, karena pada dasarnya kami adalah pelayan masyarakat,” ujarnya.
Namun, kata Nelly, pelayanan BPJS Kesehatan masih menjadi persoalan utama yang banyak dikeluhkan warga. Ia menuturkan, Komisi IV DPRD Balikpapan sudah berulang kali memberikan masukan kepada BPJS untuk melakukan perbaikan sistem dan pelayanan. Bahkan, pada awal September lalu, pihaknya turun langsung ke sejumlah rumah sakit swasta di Balikpapan bersama BPJS untuk mendengarkan keluhan dari kedua pihak.
“Kami tidak hanya mendengar dari masyarakat, tapi juga dari pihak rumah sakit. Ternyata banyak masalah yang muncul karena miskomunikasi antara BPJS dan rumah sakit,” jelasnya.
Nelly menjelaskan, kerap kali aturan baru BPJS diberlakukan tanpa sosialisasi yang matang, sehingga menyebabkan kebingungan di lapangan. Ia menilai, penyampaian informasi dari manajemen pusat ke petugas rumah sakit sering tidak tersampaikan secara utuh.
“Kadang BPJS sudah keluarkan aturan, tapi belum disosialisasikan dengan baik. Begitu dijalankan, masyarakat dan rumah sakit sama-sama bingung. Ini soal komunikasi yang belum nyambung,” tegasnya.
Ia menambahkan, banyak tenaga pelayanan di garda depan rumah sakit merupakan generasi muda yang masih membutuhkan pembinaan dan pendampingan berulang dalam memahami aturan baru.
“Sekarang banyak petugas muda di rumah sakit. Jadi perlu diulang-ulang sosialisasinya supaya benar-benar paham. Komunikasi tidak boleh hanya sekali,” tambahnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Nelly berencana mengusulkan rapat dengar pendapat (hearing) antara DPRD, BPJS, dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dengan melibatkan enam camat di wilayah kota.
“Saya akan sampaikan ke Ketua Komisi IV agar segera dilakukan hearing bersama BPJS dan DKK. Enam camat juga akan diikutkan supaya bisa memberi arahan langsung kepada masyarakat di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Nelly berharap langkah ini dapat memperkuat koordinasi antarinstansi dan memastikan setiap kebijakan BPJS benar-benar bisa dijalankan dengan baik di tingkat daerah.
“Yang penting pelayanan BPJS bisa semakin baik dan dirasakan masyarakat tanpa harus kebingungan dengan aturan yang berubah-ubah,” pungkasnya. (t/adv)
