Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan Taufik Qul Rahman Soroti Krisis Air dan Perlunya Pembenahan Infrastruktur
-
kabarikn.com

KabarIkn.com,Balikpapan – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menyoroti kondisi ketersediaan air bersih di Kota Balikpapan yang dinilai semakin memprihatinkan. Hal tersebut disampaikannya pada Senin (13/04/2026).
Taufik menjelaskan, salah satu permasalahan utama terletak pada kondisi jaringan perpipaan yang sudah tua dan tidak lagi mampu menahan tekanan air. Akibatnya, ketika tekanan dinaikkan, banyak pipa yang justru mengalami kebocoran bahkan pecah.
“Memang harus banyak dilakukan pergantian pipanisasi. Karena begitu tekanannya dinaikkan, pipa-pipa yang lama langsung jebol. Ini jadi masalah utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembenahan infrastruktur air membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, bahkan mencapai miliaran rupiah. Oleh karena itu, diperlukan dukungan anggaran tidak hanya dari APBD Kota Balikpapan, tetapi juga dari pemerintah provinsi.
“Anggarannya besar, miliaran, sehingga perlu dukungan dari provinsi juga. Ini butuh kerja keras dan penanganan serius,” katanya.
Selain pembenahan pipa, Taufik juga mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk mencari solusi alternatif dalam penyediaan air bersih. Salah satunya dengan memanfaatkan aset-aset milik pemerintah yang belum digunakan untuk pembangunan sumber air baru.
Ia mengusulkan pembangunan waduk atau penampungan air hujan dengan kedalaman tertentu, sebagai langkah antisipasi terhadap krisis air.
“Pemerintah kota harus turun tangan langsung. Aset yang belum dimanfaatkan bisa dijadikan sumber air, seperti membuat waduk penampungan air hujan dengan kedalaman 10 hingga 15 meter,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung pentingnya pengamanan aset pemerintah dari potensi penyalahgunaan, seperti pencurian lahan maupun pemalsuan sertifikat oleh oknum mafia tanah. Menurutnya, pemanfaatan aset secara optimal dapat sekaligus mencegah praktik tersebut.
“Daripada aset tidak terkelola dan rawan disalahgunakan, lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, termasuk penyediaan air bersih,” tegasnya.
Taufik turut menyoroti kondisi sejumlah instalasi pengolahan air (IPA) di Balikpapan, seperti IPA Manggar, IPA Gunung Sari, IPA Damai, hingga Waduk Kilometer 12 yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Bahkan, beberapa sumber air disebut telah digunakan sejak zaman kolonial dan kini memerlukan kajian mendalam untuk optimalisasi.
“Ada sumber air yang sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu. Ini bukan sekadar peremajaan pipa, tapi perlu kajian menyeluruh agar benar-benar bisa dimanfaatkan maksimal untuk pelayanan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan permasalahan ketersediaan air bersih di Kota Balikpapan dapat segera teratasi dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. (t/adv)