[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan — Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming, mengucapkan selamat ulang tahun ke-45 kepada seluruh jajaran pengurus Dekranasda di seluruh Indonesia. Dalam sambutannya pada Puncak Peringatan HUT Dekranas ke-45 di BSCC Dome Balikpapan, Selasa (9/7/2025), ia menekankan pentingnya peran aktif pengurus daerah dalam membina para perajin, terutama yang belum dikenal atau belum memiliki pasar.

"Perayaan ulang tahun ini bukan hanya milik pengurus pusat, tetapi juga milik seluruh provinsi, kota, dan kabupaten. Maka koordinasinya harus menyeluruh," ujar Selvi Gibran.

Ia berpesan agar ketua Dekranasda di seluruh tingkatan lebih aktif mendampingi para perajin kecil yang belum tersentuh program pembinaan. Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada perajin yang belum memiliki akses pasar.

“Biasanya kalau ada pameran, yang diikutsertakan hanya UMKM yang sudah sering tampil. Ini perlu diubah. Justru mereka yang masih kecil dan belum punya pasar itulah yang harus kita bina dan beri kesempatan. Harus ada pergiliran agar semua perajin merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Selvi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial dan teknologi digital dalam memasarkan produk kerajinan. Ia menilai pelatihan bagi perajin, khususnya yang berada di daerah terpencil, menjadi langkah krusial agar mereka mampu bersaing secara offline dan online.

“Era sekarang adalah era digitalisasi. Perajin pun harus bisa mengikuti perkembangan ini. Selain pelatihan, pendampingan perizinan dan akses permodalan juga sangat penting, terutama bagi perajin pemula yang masih menjual dari mulut ke mulut,” tambahnya.

Tak lupa, Selvi mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan yang dinilai telah turut mendorong pengembangan UMKM lokal. Ia mengajak seluruh pengurus Dekranasda di Indonesia untuk terus bahu-membahu membina dan mengangkat potensi perajin daerah.

“Selama 45 tahun Dekranas berdiri, sudah banyak capaian luar biasa. Banyak perajin kita yang kini berhasil ekspor ke luar negeri. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang tepat bisa mendorong UMKM naik kelas dan menembus pasar global,” tutupnya. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

KabarIkn.com,Balikpapan – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Selasa (9/7/2025), berlangsung sukses dan meriah.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Harian Dekranas Tito Karnavian, Ketua Dekranasda Kalimantan Timur Hj. Syarifah Suraidah didampingi Gubernur Kalimantan Timut H. Rudy Mas’ud, Turut hadir pula Ketua Dekranasda Kota Balikpapan Hj. Nurlina Rahmad Mas’ud beserta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Dalam sambutannya, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengungkapkan rasa bangga atas terpilihnya Kota Balikpapan sebagai tuan rumah perhelatan akbar ini. Ia menyampaikan bahwa selama lebih dari empat dekade, Dekranas telah menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan kerajinan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

"Momentum HUT ke-45 ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi peristiwa bersejarah dalam perjalanan panjang Dekranas dan Dekranasda dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif dan UMKM di Indonesia," ujarnya.

Rahmad Mas’ud menambahkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Balikpapan menjadi kebanggaan tersendiri. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan kota menuju Balikpapan sebagai kota global. Ia meyakini, sinergi antara pembangunan kota dengan pengembangan industri kreatif dan UMKM akan membentuk hubungan simbiosis mutualisme yang kuat.

Menurut data, jumlah UMKM di Kota Balikpapan hingga tahun 2024 mencapai 87.397 unit, mengalami peningkatan sebesar 19,23 persen. UMKM di kota ini didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa, diikuti oleh sektor industri.

Faktor pendorong pertumbuhan UMKM di Balikpapan antara lain pemanfaatan media sosial dan e-commerce, kemudahan perizinan usaha baik daring maupun luring, serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, lembaga keuangan, dan swasta melalui pelatihan, fasilitasi, dan pendampingan.

Ia berharap ke depan, Dekranas semakin mapan dan terus memainkan peran strategis sebagai rumah besar bagi para perajin di Indonesia. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

KabarIkn.com,Samarinda – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, tiba di Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (7/7/2025), untuk menghadiri rangkaian kegiatan nasional PKK.

Kehadiran Arumi disambut langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, H. Muhammad Faisal, di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto. Kunjungan ini dalam rangka mengikuti Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK yang digelar pada 8 Juli 2025 di Samarinda. Selain itu, ia juga dijadwalkan menghadiri HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung 8–11 Juli di Balikpapan.

“Selamat datang Bu Arumi di Bumi Etam. Kami bangga menjadi tuan rumah kegiatan nasional ini. Semoga seluruh rangkaian berjalan sukses dan memberi manfaat besar bagi gerakan PKK di seluruh Indonesia,” ujar Faisal.

Arumi tampil anggun dan bersahaja, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari tuan rumah.

“Saya sangat senang bisa berada di Samarinda. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Orang-orangnya ramah, semoga kegiatan ini membawa semangat baru bagi kita semua,” tuturnya.

Kehadiran Arumi Bachsin bersama rombongan menjadi bagian dari dimulainya perhelatan nasional yang mempertemukan kader PKK se-Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan silaturahmi serta penyusunan program kerja yang lebih strategis dan berdampak. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

 

KabarIkn.com,Samarinda — Gelora semangat Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025 di Kalimantan Timur semakin terasa dengan dibukanya UMKM Festival 2025, Senin (7/7/2025).

Berlokasi di Halaman Parkir Gelora Kadrie Oening Samarinda, festival ini menjadi etalase baru kemajuan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya di Bumi Etam. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai wadah promosi produk-produk unggulan lokal, mulai dari kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga fesyen khas daerah.

Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini yang dinilainya sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi keluarga di daerah.

"UMKM menyumbang lebih dari 61 persen terhadap pendapatan nasional dan menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar. Maka sudah sepatutnya kita semua mendukung pemberdayaan UMKM demi kesejahteraan keluarga dan bangsa," ujar Tri Tito.

Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha rumahan yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Peran PKK disebutnya sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjangkau dan membina UMKM secara langsung.

 "Banyak pelaku UMKM berasal dari keluarga yang harus terus didampingi. PKK bisa menjadi jembatan untuk memastikan dukungan pemerintah benar-benar sampai ke pelaku usaha," tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua TP PKK Provinsi Kaltim, Sarifah Suraidah Harum atau akrab disapa Bunda Harum, menyoroti pentingnya sinergi antara gerakan PKK dan pelaku UMKM dalam memperkuat ekonomi keluarga.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam. UMKM harus menjadi pilar utama dalam membangun ekonomi lokal yang tangguh dan mandiri," ujarnya.

UMKM Festival 2025 digadang sebagai ajang penguatan inovasi dan daya saing UMKM di era digital. Festival ini menghadirkan lebih dari 70 pelaku UMKM, 10 stan TP PKK kabupaten/kota, 6 booth Badan Gizi Nasional, dan berbagai instansi seperti Gerakan Pangan Murah, Stop Boros Pangan, hingga Disdukcapil Kaltim.

Rangkaian kegiatan juga mencakup layanan cek kesehatan gratis, pembagian kacamata, pentas seni, talkshow inspiratif, serta berbagai kompetisi menarik yang menambah semarak acara.

Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas'ud (Harum) turut hadir dalam pembukaan, bersama para pimpinan TP PKK dari seluruh Indonesia dan perwakilan perangkat daerah Kaltim.

UMKM Festival 2025 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dari 7 hingga 9 Juli 2025, dan terbuka untuk seluruh masyarakat umum. Festival ini diharapkan tak hanya menjadi ajang promosi, tapi juga momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekonomi keluarga dan melestarikan budaya lokal. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

KabarIkn.com,Balikpapan – Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, tiba di Kalimantan Timur, Sabtu (5/7/2025) dini hari, dalam rangkaian kunjungan kerja menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK dan HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Kehadiran beliau disambut langsung oleh Ketua TP PKK Kaltim sekaligus Ketua Dekranasda Kaltim, Hj. Sarifah Suraidah Harum, di Ruang VVIP Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, pada pukul 00.40 Wita.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kaltim, Heny Purwaningsih.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan Provinsi Kalimantan Timur sebagai tuan rumah Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan Rakernas X PKK di Kota Samarinda pada 8 Juli 2025, serta Rakernas Dekranas yang dijadwalkan berlangsung di Kota Balikpapan pada 9–10 Juli 2025.

Kehadiran Ketua Umum TP PKK Pusat ini diharapkan dapat memberikan dukungan dan motivasi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. Sejumlah persiapan teknis telah dilakukan oleh Pemprov Kaltim, termasuk penyambutan tamu daerah dan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

KabarIkn.com,Samarinda – Gaung Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025 mulai menggema di Kota Samarinda. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk media, untuk bersama-sama menyukseskan momen besar tersebut.

Dengan mengangkat tema "Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas", perhelatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi panggung kebangkitan ekonomi, budaya, serta promosi citra positif Kaltim di level nasional.

“Kami berharap peran media bisa lebih aktif dalam menyemarakkan kegiatan ini, terutama pada pre-event seperti Pameran UMKM yang akan dibuka oleh Ibu Ketua TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, Senin 7 Juli 2025. Ayo datang, ramaikan!” ajak Faisal dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Jumat (4/7/2025).

Tak hanya pameran, rangkaian side event juga telah disiapkan untuk memeriahkan acara, mulai dari parade budaya, fashion show, hingga pertunjukan tari kolosal yang akan menjadi suguhan utama pada puncak HKG di Convention Hall Samarinda, Selasa 8 Juli 2025.

Faisal menegaskan, kegiatan ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Selain mendorong geliat UMKM lokal, acara ini juga membuka peluang besar bagi para pelaku usaha khas Kaltim seperti produsen amplang.

“Perputaran ekonomi dipastikan meningkat. Amplang pasti diburu pengunjung. Tapi tolong, jangan langsung dinaikkan harganya hanya karena banyak tamu,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia juga mengimbau masyarakat Kaltim untuk menjaga nama baik daerah dan memberikan kesan positif bagi para tamu dari seluruh Indonesia agar membawa pulang kenangan manis dari Bumi Etam.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, HKG dan Rakernas PKK 2025 di Samarinda diyakini akan menjadi salah satu event nasional terbesar tahun ini. Kalimantan Timur siap menjadi tuan rumah yang berkesan, membanggakan, dan memperkuat semangat kebersamaan dari tingkat keluarga hingga ke panggung nasional. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

 

 

KabarIkn.com,Samarinda – Kalimantan Timur bersiap menjadi pusat perhatian nasional dengan ditunjuknya sebagai tuan rumah peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025. Kegiatan akbar ini akan digelar di Kota Samarinda pada 7–8 Juli 2025.

Persiapan terus dimatangkan, menunjukkan keseriusan Bumi Etam dalam menyambut ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Bagi Kaltim, kesempatan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga momen penting untuk menampilkan kekuatan lokal—tidak hanya kekayaan sumber daya alam, tetapi juga ketangguhan keluarga dan masyarakatnya.

“Menjadi tuan rumah HKG PKK adalah bentuk kepercayaan nasional. Kami ingin memberikan yang terbaik, baik dari segi teknis maupun suasana hangat dan penuh kesan bagi seluruh peserta,” ujar Roslindawaty, Kepala Bidang Kelembagaan Sosial dan Budaya Masyarakat DPMPD Kaltim, dalam konferensi pers yang digelar Diskominfo Kaltim, Jumat (4/7/2025).

Tak hanya TP PKK, jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim juga turut ambil bagian dalam menyukseskan agenda nasional ini. “Kami ingin menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni, tapi juga sarana memperkuat gotong royong, pemberdayaan perempuan, dan peran strategis keluarga dalam pembangunan,” tambah Roslindawaty.

Rangkaian acara akan tersebar di berbagai titik strategis di Samarinda, termasuk Samarinda Convention Hall yang menjadi pusat pameran produk unggulan dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Selain Rakernas, akan ada Gala Dinner, Festival UMKM, Gerakan Pangan Murah, layanan cek kesehatan gratis, dan pembagian kacamata gratis.

Dengan semangat kolektif, HKG PKK Nasional ke-53 yang pertama kalinya digelar di Kalimantan Timur ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam pergerakan PKK di Indonesia.

Kehadiran kader dari Sabang hingga Merauke menjadi ajang silaturahmi, berbagi inspirasi, serta memperkuat komitmen membangun bangsa dimulai dari unit terkecil: keluarga. Sebagai provinsi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan kesiapan daerah dari segala sisi serta mempromosikan potensi unggulan yang dimiliki.

Melalui tema "Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas", Kalimantan Timur siap memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang gemilang. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

 

KabarIkn.com,Balikpapan — Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur (KIP Kaltim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Penguatan Keterbukaan Informasi Publik pada Badan Publik BUMD dan Instansi Vertikal di Provinsi Kalimantan Timur, yang berlangsung di Hotel Horison Ultimate Bandara, Balikpapan, Jumat (4/7/2025).

Ketua KIP Kaltim, Imran Duse, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin tahunan untuk mendorong pemahaman dan penguatan implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“FGD ini penting karena rotasi dan mutasi di lingkungan badan publik terus terjadi, sehingga perlu penyegaran pemahaman terkait tugas dan fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Ini FGD kedua yang kita laksanakan tahun ini,” ujar Imran.

Ia menambahkan, kegiatan FGD kali ini diikuti oleh perwakilan dari BUMD serta instansi vertikal, seperti kepolisian, yang juga wajib menunjuk PPID sesuai ketentuan perundang-undangan.

Lebih lanjut, Imran mengungkapkan bahwa Kaltim merupakan salah satu provinsi terdepan dalam keterbukaan informasi. “Kita termasuk provinsi pertama yang membentuk Komisi Informasi. Sejak berdiri pada 2012, indeks keterbukaan informasi publik Kaltim secara nasional berada di peringkat kedua setelah Nusa Tenggara Barat,” paparnya.

Selain itu, pencapaian Kaltim dalam penanganan sengketa informasi juga menunjukkan tren positif. Jumlah sengketa menurun dari 64 kasus pada 2020 menjadi hanya sekitar 10 kasus pada pertengahan 2025.

Imran juga menginformasikan bahwa pihaknya akan melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) keterbukaan informasi publik pada 16 Juli 2025 secara daring. Monev tersebut akan melibatkan sekitar 400 badan publik dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

“Ini bagian dari upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas. Kita ingin memastikan masyarakat bisa mengakses informasi publik secara mudah dan cepat,” pungkas Imran. (bs/adv/diskominfo prov kaltim)

 

KabarIkn.com,Balikapapan – Kamis (03/07/2025),Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur mendorong transformasi layanan perpustakaan dan kearsipan sebagai langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, penguatan jejaring kerja, dan kolaborasi lintas sektor. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala DPK Kaltim, Anita Natalia Krisnawati dalam rangkaian pelaksanaan Raperda Tahun 2025.

Anita menjelaskan, terdapat lima output strategis yang ingin dicapai melalui Raperda tersebut. Pertama, tersusunnya rekomendasi kebijakan untuk pengembangan program perpustakaan dan kearsipan yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Kedua, terbentuknya komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi layanan perpustakaan dan kearsipan di Kaltim.

"Ketiga, meningkatnya pemahaman dan kapasitas peserta terhadap pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Keempat, terjalinnya jejaring kerja yang lebih kuat antara perangkat daerah, akademisi, komunitas, serta mitra pembangunan di bidang literasi dan kearsipan. Dan kelima, tersusunnya rencana tindak lanjut hasil rapat koordinasi yang dapat diimplementasikan secara konkret dan terukur di tingkat daerah," paparnya.

Rangkaian kegiatan ini juga melibatkan narasumber kompeten, termasuk Kepala Perpustakaan Nasional, untuk memberikan pandangan strategis dan teknis guna memperkuat pengelolaan perpustakaan dan kearsipan di Kalimantan Timur. Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan publik melalui berbagai program literasi dan pengelolaan arsip secara profesional dan inovatif.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltim, Dra. H. Ismiati, menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap perpustakaan dan arsip.

“Perpustakaan harus dipandang sebagai ruang terbuka, bukan hanya tempat meminjam buku, melainkan juga ruang bertukar ide, berdiskusi, belajar, dan berkembang. Demikian pula arsip, bukan sekadar dokumen, tapi memori institusi dan aset informasi yang harus dikelola secara profesional dan transparan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Nusantara harus menjadi contoh dalam pengelolaan literasi dan kearsipan. Oleh karena itu, seluruh pemangku kebijakan di provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan sistem perpustakaan dan kearsipan yang unggul.

“Jika kita serius menjalankan agenda transformasi ini secara inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, maka kita bukan hanya mempersiapkan Kalimantan Timur menuju generasi emas 2045, tetapi juga mewariskan ekosistem pengetahuan yang tangguh dan cerdas bagi anak cucu kita,” pungkas Ismiati. (bs/adv/diskominfo prov kaltim)

 

KabarIkn.com,Balikpapan – PT Telkom Indonesia menegaskan peran strategisnya sebagai katalisator transformasi digital di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Dian Siswarini, dalam perhelatan Borneo Digital Summit yang digelar di Hotel Platinum Balikpapan, Kamis (03/07/2025).

Dalam sambutannya, Dian menekankan bahwa Telkom bukan hanya perusahaan yang fokus pada digitalisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekosistem digital nasional.

"PT Telkom bukan sekadar menjalankan transformasi digital internal, tetapi juga memiliki kewajiban untuk menjadi katalisator perkembangan digital di Indonesia. Tugas ini harus dijalankan secara optimal dan penuh komitmen," tegas Dian.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun kemitraan digital yang inklusif dan merata di seluruh wilayah, termasuk Kalimantan. "Saya sangat bergembira bisa bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan hari ini, termasuk dari unsur pemerintah daerah, untuk bersama-sama mendiskusikan bagaimana kita bisa menerjemahkan visi dan misi menjadikan Indonesia semakin digital," ujarnya.

Melalui Borneo Digital Summit, PT Telkom menunjukkan keseriusannya mendukung pembangunan digital di Kalimantan. Dian menjelaskan bahwa Telkom Group memiliki tiga peran utama dalam mendukung transformasi ini antara lain Pembangunan Infrastruktur Digital Menyediakan jaringan dan konektivitas yang andal sebagai fondasi utama digitalisasi. Hal ini juga harus diselaraskan dengan infrastruktur dasar lainnya seperti listrik dan transportasi.

Penyediaan Platform Digital yang tidak cukup hanya membangun infrastruktur, PT Telkom juga menyediakan berbagai platform digital yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan sektor pemerintahan. Pengembangan Layanan Digital, Layanan digital menjadi kunci untuk menghadirkan solusi nyata dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dian juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta, termasuk pihak kementerian, pemerintah daerah, serta para investor dan mitra yang hadir. "Tanpa dukungan dan masukan dari seluruh pihak, tugas besar ini tidak akan bisa terlaksana secara optimal. Oleh karena itu, kami sangat menghargai kolaborasi yang terjalin melalui forum ini," tutupnya.

Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat digitalisasi di Kalimantan dan wilayah lainnya di Indonesia.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, menegaskan pentingnya penguatan otonomi daerah melalui penerapan digitalisasi dalam pelayanan publik serta implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Hal tersebut disampaikan dalam forum diskusi bersama para pemangku kepentingan di Kalimantan.

Akmal menyampaikan bahwa tantangan dalam memperkuat otonomi daerah tidaklah mudah, terlebih ketika pusat dan daerah belum memiliki kesamaan cara pandang. "Langkah-langkah yang diambil oleh eksekutor di daerah seharusnya bisa lebih fleksibel dan tepat sasaran, karena merekalah yang paling memahami kebutuhan dan kondisi di wilayah masing-masing," ujarnya.

Namun, ia juga mengakui bahwa seringkali kebijakan dari pemerintah pusat tidak sepenuhnya bisa dijalankan secara efektif di daerah, karena masih adanya keterbatasan dalam kewenangan maupun anggaran. "Pemerintah pusat kadang meminta daerah untuk menjalankan program tertentu, tetapi tidak selalu dibarengi dengan dukungan anggaran yang memadai. Ini menciptakan ketimpangan," lanjut Akmal.

Ia menekankan pentingnya keselarasan antara pusat dan daerah agar hasil pembangunan bisa lebih optimal dan merata. Menurutnya, masalah-masalah seperti kemiskinan dan keterbatasan sumber daya tidak bisa diselesaikan jika pusat dan daerah berjalan sendiri-sendiri. “Perlu sinergi yang kuat agar kebijakan yang diambil betul-betul bisa diterapkan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Akmal. (bs/adv/diskominfo prov kaltim)

 

KabarIkn.com,Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Rapat Kerja SP4N-LAPOR! Tahun 2025, yang diikuti seluruh perangkat daerah dan BUMD se-Kaltim. Kegiatan ini digelar sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sistem pengelolaan pengaduan masyarakat yang terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Platform nasional SP4N-LAPOR! (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) menjadi wadah utama untuk menampung dan menindaklanjuti berbagai aspirasi serta aduan dari masyarakat.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ajang evaluasi dan sinergi dalam pengelolaan pengaduan selama lima tahun terakhir.

“Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik, tantangan, dan pengalaman. Kita ingin pastikan tidak ada kanal aduan yang berjalan sendiri-sendiri. Prinsipnya: apa pun kanalnya, tetap bermuara di SP4N-LAPOR!” ujar Faisal saat membuka kegiatan di Ruang WIEK, Kantor Diskominfo Kaltim, Rabu (2/7/2025).

Faisal juga menyoroti pentingnya pelaporan rutin dari seluruh OPD. Meski sebagian sudah menyerahkan laporan tahunan 2024, masih ada perangkat daerah yang belum menyampaikan datanya. Diskominfo Kaltim, lanjutnya, akan terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) atas kinerja pengelolaan pengaduan tiap OPD.

Rapat kerja ini juga menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Dalam Negeri. Rega Tadeak Hakim memaparkan kebijakan serta mekanisme pemantauan pengelolaan pengaduan. Sementara Rasyid Al Kindy memberikan bimbingan teknis pengisian form manual SP4N-LAPOR!, yang penting untuk menangani aduan secara langsung maupun dari kanal resmi milik OPD.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi di antara para pengelola SP4N-LAPOR!, sekaligus meningkatkan kapasitas SDM dalam menangani aduan publik secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab. Faisal mengingatkan bahwa keberhasilan sistem pengaduan tak semata-mata bergantung pada teknologi, namun juga pada komitmen seluruh pihak dalam merespons aduan masyarakat dengan serius.

Adapun OPD yang telah menyerahkan laporan pengelolaan pengaduan hingga saat ini antara lain: Bapenda, Bappeda, BRIDA, RSJD Atma Husada, RSUD AWS, RSUD Kanujoso, Dispora, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kehutanan, Dinas Sosial, Disperindag, dan DPMPTSP.

Melalui rapat kerja ini, diharapkan koordinasi dan sinergi antar instansi di lingkungan Pemprov dan BUMD Kaltim semakin solid, dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

 

KabarIkn.com,Samarinda - 2 Juli 2025,Untuk memperkuat koordinasi pengelolaan pengaduan masyarakat dan keterbukaan informasi publik di Kalimantan Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim menggelar Rapat Kerja SP4N-LAPOR! sekaligus Forum Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten/Kota se-Kaltim, bertempat di Ruang WIEK, Samarinda.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang evaluasi dan refleksi terhadap implementasi sistem pengaduan nasional SP4N-LAPOR! yang telah dijalankan sejak 2021 melalui kesepakatan bersama seluruh pemerintah daerah.

“Saya mengapresiasi komitmen kabupaten dan kota yang terus mengoptimalkan penggunaan SP4N-LAPOR!. Forum ini menjadi kesempatan strategis untuk berbagi praktik terbaik, menghadapi tantangan, serta memperkuat sinergi layanan publik yang responsif,” ujar Faisal.

Faisal juga menekankan bahwa sistem SP4N-LAPOR! harus terus dijalankan secara terintegrasi, selaras dengan regulasi nasional, dan didukung penuh oleh semua lapisan pemerintahan. Ia optimistis kegiatan ini juga akan meningkatkan kapasitas SDM dalam menangani pengaduan masyarakat secara profesional dan tepat sasaran.

Beberapa daerah yang telah menyampaikan laporan pengelolaan pengaduan antara lain Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Kota Bontang.

Kegiatan ini turut menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, yakni Rega Tadeak Hakim dan Rasyid Al Kindy, yang memberikan materi terkait penguatan sistem pengelolaan pengaduan secara nasional.

Melalui forum ini, Diskominfo Kaltim berharap terwujudnya kolaborasi yang lebih erat antar daerah, sehingga pengelolaan pengaduan masyarakat di Kaltim semakin transparan, cepat tanggap, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)