[Valid RSS]

Foto : Kepala Diskominfo Prov Kaltim,Muhammad Faisal

KabarIkn.com,Balikpapan – Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur periode 2025–2028 memasuki tahap wawancara. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Selasa (30/9/2025).

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa rangkaian seleksi calon komisioner KPID terdiri dari tiga tahapan, yakni tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk pengetahuan umum, psikotes, dan wawancara. “Tiga nilai ini nantinya digabung, lalu menghasilkan 21 nama yang akan kami serahkan ke DPRD Kaltim untuk menjalani fit and proper test,” ujarnya.

Dari 21 nama tersebut, lanjut Faisal, tujuh orang akan ditetapkan sebagai komisioner KPID Kaltim dan tujuh lainnya menjadi cadangan. Saat ini terdapat 43 peserta yang mengikuti tahapan seleksi, setelah sebelumnya jumlah pendaftar mencapai 50 orang. Dari hasil seleksi administrasi, jumlah tersebut menyusut menjadi 47 orang. “Empat di antaranya merupakan incumbent yang langsung masuk ke DPRD tanpa mengikuti tahapan seleksi ini, sehingga tersisa 43 peserta,” jelasnya.

l

Menurut Faisal, wawancara akan berlangsung selama dua hari dan ditargetkan selesai besok. Setelah itu, tim seleksi akan melakukan rapat final sebelum menetapkan 21 nama. “Rencananya hasil seleksi akan kami serahkan ke DPRD pada 15 Oktober mendatang,” katanya.

Ia menambahkan, proses seleksi telah berlangsung sekitar empat bulan, sejak tahap pendaftaran hingga pelaksanaan wawancara. Faisal juga menekankan pentingnya komisioner KPID yang terpilih memiliki pengetahuan tentang regulasi penyiaran, kelembagaan KPID, serta kondisi daerah. “Yang paling penting adalah kemampuan bekerja sama dalam tim. KPID adalah lembaga kolektif kolegial, sehingga kerja sama menjadi kunci untuk mewujudkan lembaga yang profesional dan menghasilkan siaran berkualitas bagi masyarakat Kaltim,” tandasnya. (bs)

 

 

KabarIkn.com,Tenggarong — Ruang Serba Guna SMA Negeri 2 Tenggarong di Jalan Pesut No.112, Kamis (25/9/2025), tampak lebih semarak dari biasanya. Puluhan siswa duduk rapi, menyimak materi literasi digital yang dibawakan Penelaah Teknis Kebijakan Diskominfo Kaltim, Dafa Ezra.

Dalam kegiatan Sosialisasi Anti-Hoaks dan Konten Pornografi di Media Sosial tersebut, Dafa menekankan pesan penting: “Saring sebelum sharing.” Ia menegaskan, di tengah derasnya arus informasi digital, pelajar memiliki peran besar sebagai agen perubahan di dunia maya.

“Hoaks bukan hal baru. Sejak 1800-an sudah ada dalam bentuk rumor hingga legenda. Bedanya, sekarang dengan internet, penyebarannya bisa masif dalam hitungan detik,” ujarnya.

Menurut Dafa, hoaks umumnya mudah dikenali dari judul sensasional penuh tanda seru, kalimat yang memaksa pembaca percaya, hingga narasi menakut-nakuti tanpa dasar fakta. Meski demikian, banyak masyarakat masih terjebak karena informasi tersebut disebarkan secara luas dan berulang.

Ia juga menyampaikan sejumlah fakta, antara lain: 77 persen pengguna internet Indonesia aktif di media sosial, lebih dari 10 ribu laporan hoaks masuk ke Kominfo setiap tahun sepanjang 2020–2023, serta jumlah pengguna internet yang mencapai 215 juta orang pada 2023.

“Ruang digital kita sangat luas, tapi juga rawan disusupi konten negatif. Karena itu, pelajar harus dibekali literasi digital agar mampu menghadapi tantangan ini,” tegasnya.

Selain memberi pemahaman, Dafa juga membekali siswa dengan langkah praktis, seperti menggunakan pencarian gambar terbalik (Google Lens) untuk memverifikasi foto, mengakses situs TurnBackHoax.id, serta melaporkan konten hoaks melalui This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau akun resmi Diskominfo Kaltim.

Ia juga mengingatkan siswa untuk selalu:

Memeriksa ulang judul provokatif.

Meneliti alamat situs web.

Membedakan opini dan fakta.

Mencermati kesesuaian foto dan keterangan.

Aktif dalam komunitas daring yang melawan hoaks.

Kegiatan ini disambut antusias para siswa. Beberapa di antaranya mengaku baru mengetahui cara melaporkan hoaks secara langsung.

“Teknologi tidak bisa dihentikan, tetapi kita bisa memilih cara bijak menggunakannya. Generasi muda harus menjadi teladan dengan menyebarkan konten positif dan melawan informasi palsu,” tutup Dafa.

Sosialisasi ini menghadirkan pengalaman baru bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapat teori, tetapi juga diajak memahami tanggung jawab moral dalam bermedia digital. Harapannya, semangat literasi digital ini dapat ditularkan ke keluarga dan masyarakat.(tt)

KabarIkn.com,Samarinda – Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur periode 2025–2028 memasuki tahap penting. Setelah menyelesaikan tes tertulis berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan psikotes, peserta kini bersiap menghadapi tahapan wawancara.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) Muhammad Faisal menjelaskan, hasil CAT dan psikotes yang diikuti 43 peserta pada 16 September 2025 telah dievaluasi dalam rapat Timsel. “Tahap wawancara akan menjadi penentu, untuk menilai integritas, pemahaman tentang penyiaran, dan gagasan strategis yang mereka tawarkan,” ujarnya dalam rapat pelaksanaan seleksi lanjutan, Selasa (23/9/2025) di Samarinda.

Wawancara dijadwalkan berlangsung pada 30 September hingga 1 Oktober 2025 di Balikpapan. Setiap peserta mendapat waktu 25 menit untuk menyampaikan visi-misi serta menjawab pertanyaan Timsel sebagai bentuk pendalaman.

KPID Kaltim, lanjut Faisal, memiliki peran strategis sebagai lembaga independen yang tidak hanya mengawasi, tetapi juga mendorong perkembangan penyiaran di daerah. “Harapannya, proses seleksi ini melahirkan komisioner berkualitas, berintegritas, dan mampu menghadirkan siaran yang sehat bagi masyarakat Kaltim,” tegasnya.(tt)

 

KabarIkn.com,Balikpapan – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar Sosialisasi Anti Hoaks dan Konten Pornografi di Media Sosial. Setelah sebelumnya dilaksanakan di SMA Negeri 5 Balikpapan, kali ini kegiatan serupa digelar di SMP Negeri 12 Balikpapan, bertempat di Aula Multi, Jumat (19/9/2025).

Sebanyak 50 pelajar dari berbagai kelas mengikuti kegiatan ini. Hadir sebagai narasumber Kepala Sub Bidang Multimedia Bidang Humas Polda Kaltim, AKBP Qori Kurniawati, serta Penelaah Teknis Kebijakan Diskominfo Kaltim, Dafa Ezra.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Kehumasan Diskominfo Kaltim, Irene Yuriantini, menyampaikan apresiasi atas kerja sama SMPN 12 Balikpapan dalam pelaksanaan sosialisasi. Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital menuntut pelajar memiliki pemahaman tentang bahaya hoaks dan konten negatif.

“Adik-adik harus dibekali pengetahuan agar bisa membedakan informasi benar dan menyesatkan, sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Ketua Panitia, Arminiwati, menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun literasi digital di kalangan pelajar. “Kami berharap remaja tidak hanya mampu melindungi diri dari hoaks, tetapi juga menjadi agen penyebar informasi yang benar di sekolah maupun keluarga,” ujarnya.

Wakil Kepala SMPN 12 Balikpapan, Nur Wahyudi, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap peserta sosialisasi dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-temannya sehingga literasi digital semakin meluas.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari pelajar seputar berita hoaks yang sedang viral. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap dampak informasi digital.

Melalui program ini, Diskominfo Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi digital di sekolah-sekolah, dengan harapan lahirnya generasi pelajar yang kritis, cerdas, dan berakhlak baik dalam memanfaatkan media digital.(tt)

 

 

KabarIkn.com,Samarinda – Kabar duka datang dari keluarga besar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur. Ibunda Kepala Diskominfo Kaltim, H.M. Faisal, yakni Hj. Djamanah binti H. Salman Said, wafat pada Jumat (19/9/2025) pukul 06.15 WITA.

Almarhumah disemayamkan di kediaman keluarga di Perum Graha Indah Blok AH No. 3, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu. Rencananya, jenazah akan dimakamkan usai pelaksanaan Salat Jumat.

Keluarga besar Diskominfo Kaltim menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhumah. “Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilaf, dan menempatkannya di surga firdaus. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” demikian pernyataan resmi Diskominfo Kaltim.(*)

 

 

KabarIkn.com,Balikpapan – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Anti Hoaks dan Konten Pornografi di SMA Negeri 5 Balikpapan, Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar sebagai upaya membentengi generasi muda dari ancaman informasi palsu dan konten negatif di dunia digital.

Mewakili Kepala Diskominfo Kaltim, Kabid Informasi Komunikasi Publik dan Kehumasan Irene Yuriantini menekankan pentingnya literasi digital bagi remaja. “Kami ingin pelajar lebih bijak menggunakan media sosial, mampu memilah informasi sebelum menyebarkannya, serta menjauhi konten pornografi yang merusak moral dan masa depan. Media sosial sebaiknya menjadi ruang untuk kreativitas, prestasi, dan hal positif,” ujarnya.

Ketua panitia yang diwakili Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Arminiwati, menambahkan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk membangun ruang digital yang sehat. “Sasaran utama kegiatan adalah remaja agar mampu bersikap mandiri, terhindar dari hoaks, sekaligus menjadi agen penyebar informasi yang benar,” jelasnya.

Dua narasumber turut hadir, yakni Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda Kaltim AKBP Qori Kurniawati, S.E., dan relawan Mafindo Johantan Alfando, M.I.Kom. Mereka menyampaikan materi mengenai bahaya hoaks serta dampak negatif konten pornografi, lengkap dengan contoh kasus viral di media sosial.

Acara berlangsung interaktif. Para pelajar antusias bertanya seputar berita bohong yang kerap muncul, mulai dari isu kesehatan, politik, hingga informasi palsu di grup pertemanan. Diskusi ini menunjukkan kesadaran generasi muda untuk tidak mudah percaya tanpa verifikasi.

Selain menambah wawasan, para peserta juga dibekali keterampilan praktis mengenali ciri hoaks, cara melaporkan konten negatif, dan memanfaatkan media sosial secara positif. Antusiasme tinggi dari pelajar menjadi bukti bahwa sosialisasi semacam ini sangat relevan dan dibutuhkan.(tt)

 

KabarIkn.com,Balikpapan – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Timur tahun ini berhasil menembus Rp10 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor pajak menyumbang Rp8,4 triliun dan menjadi penopang utama pembangunan di Benua Etam.

Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud (Harum) saat meluncurkan inovasi terbaru Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim, yakni Sistem Informasi Monitoring Pajak Kendaraan Bermotor (SIMPATOR) GEMAS, di Dome Balikpapan, Rabu (17/9/2025).

“Pajak adalah darah pembangunan. Dari pajaklah program prioritas bisa berjalan, mulai dari pendidikan gratis, layanan kesehatan, insentif guru, hingga umroh gratis. Pajak kembali lagi untuk masyarakat,” ujar Gubernur Harum.

SIMPATOR GEMAS merupakan versi terbaru dari aplikasi SIMPATOR yang sebelumnya hanya bersifat informatif. Kini, aplikasi tersebut bertransformasi menjadi portal pembayaran digital yang lebih praktis, transparan, dan terhubung dengan berbagai kanal pembayaran.

“Dengan adanya SIMPATOR GEMAS, masyarakat Kaltim bisa membayar pajak kendaraan bermotor langsung melalui ponsel. Ini wujud komitmen kami dalam meningkatkan pelayanan publik,” jelasnya.

Gubernur Harum menambahkan, meski PAD terus meningkat, Pemprov Kaltim tetap memperhatikan kondisi masyarakat dalam penetapan tarif pajak. Saat ini, tarif pajak kendaraan bermotor di Kaltim tercatat paling rendah di Indonesia, yakni 0,8%. Sedangkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ditetapkan 8%, dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5% untuk BBM umum/subsidi serta 7,5% untuk BBM industri.

“Berkat partisipasi masyarakat, Kaltim bisa membangun di segala bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pelayanan publik lainnya. Setiap rupiah pajak tidak pernah sia-sia, karena kembali dalam bentuk pembangunan dan program nyata untuk kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.(*)

 

 

 

KabarIkn.com,Samarinda – Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital menjadi kunci penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan era digital. Menyadari hal itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim bersama Relawan TIK Kaltim menggelar Sosialisasi Literasi Digital di SMAN 3 Samarinda, Selasa (16/9/2025).

Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA ini disambut antusias ratusan siswa. Kepala SMAN 3 Samarinda, Muji Raharjo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya literasi digital sebagai bekal masa depan siswa.

“Literasi digital adalah kebutuhan. Ada empat kemampuan utama yang harus dipahami: etika digital, budaya digital, keterampilan digital, dan keamanan digital. Harapan kami, anak-anak bisa memanfaatkannya bukan hanya untuk belajar, tapi juga untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Kepala Diskominfo Kaltim, H.M. Faisal, yang membuka kegiatan tersebut, mengajak siswa lebih kritis dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, hampir semua generasi muda memiliki akun media sosial, namun tidak semuanya paham cara menggunakan secara aman dan bijak.

“Punya medsos bukan sekadar eksis. Kita harus bisa menjadikannya ruang yang sehat, produktif, dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Faisal juga menyinggung perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. AI, katanya, bisa menjadi ancaman sekaligus peluang, tergantung bagaimana generasi muda menyikapinya.

“Kalau dulu teknologi hanya alat bantu, sekarang AI sudah bisa menulis, membuat desain, bahkan mengambil keputusan. Ini bisa jadi peluang besar jika kita mau belajar dan beradaptasi,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Sumaryawan dari Relawan TIK Kaltim, Surya Fajar Saputra dari Green Nusa Computindo, serta Yenni Israwati selaku Direktur Operasional dan Manajemen Risiko Bankaltimtara. Sesi tanya jawab interaktif membuat acara semakin hidup, dengan siswa berbagi pengalaman seputar media sosial, kebiasaan digital, hingga keresahan mereka menghadapi hoaks dan penyalahgunaan data pribadi.

Diskominfo Kaltim berharap literasi digital dapat menjadi keterampilan nyata yang melekat pada generasi muda, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi positif di era digital.(tt)

 

Kabarikn.com,Samarinda - 4 September 2025, Asosiasi Diskominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) menggelar sosialisasi ASKOMPSI Digital Leadership Government Awards (ADLGA) 2025 yang dirangkaikan dengan webinar bertema “Sekda Kunci Keberhasilan Pemerintah Digital” untuk wilayah Regional 3, Kamis (4/9/2025) secara daring.

Ketua ASKOMPSI, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) memiliki peran sentral dalam mendorong transformasi digital pemerintahan.

“Sekda adalah dirigen yang mengharmonisasi seluruh OPD. Tanpa peran mereka, mustahil SPBE berjalan maksimal,” ujarnya.

ADLGA merupakan agenda tahunan yang sudah memasuki tahun keempat, dengan fokus menilai kepemimpinan Sekda dalam mendorong digitalisasi pemerintahan. Penilaian tidak hanya berpatokan pada anggaran atau infrastruktur, melainkan pada visi, pola pikir, serta komitmen berkolaborasi lintas perangkat daerah.

“Kominfo tidak bisa sendirian. ADLGA ini jadi pemicu bagi Sekda untuk berani tampil sebagai motor penggerak digital di daerah. Dalam tiga tahun terakhir, sembilan Sekda tiap tahunnya dinilai berhasil membawa perubahan nyata,” tambah Faisal.

Tahun ini, ASKOMPSI menggandeng konsorsium digital asal Korea Selatan. Pemenang ADLGA 2025 berkesempatan melihat langsung penerapan smart government di Negeri Ginseng. Menariknya, kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD.

Penyerahan penghargaan dijadwalkan pada November 2025 di Surabaya dan akan diserahkan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri. Sosialisasi ditutup dengan paparan Mustofa, Tenaga Ahli Konsultan SPBE Inixindo Jogja, mengenai strategi transisi menuju pemerintahan digital yang lebih matang. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

 

 

 

KabarIkn.com,Samarinda – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Security Awareness Keamanan Siber di Aula Inspektorat Daerah Kaltim, Rabu (3/9/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pertahanan digital sekaligus meningkatkan kewaspadaan aparatur sipil negara (ASN) terhadap potensi ancaman di ruang siber.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut pemerintah daerah untuk cepat beradaptasi dalam berbagai lini, mulai dari pelayanan publik berbasis elektronik, pengelolaan data, hingga komunikasi antarinstansi.

“Keamanan informasi adalah bagian penting dari transformasi digital. Kita tidak boleh lengah, harus tetap waspada dan terus melakukan peningkatan,” ujarnya.

Faisal menambahkan, sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan informasi. Selain kegiatan sosialisasi, pihaknya juga tengah mengembangkan program edukasi seperti Go to School dan Go to Campus untuk menumbuhkan kesadaran keamanan digital di kalangan masyarakat.

“Percuma saja jika layanan digital sudah maju, tetapi keamanannya bocor. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membangun budaya sadar keamanan informasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tegasnya.

Senada dengan itu, Plt Kepala Bidang Teknologi Komunikasi dan Informatika Diskominfo Kaltim, Bambang Kukilo Argo Suryo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong ASN lebih bijak dan waspada dalam penggunaan perangkat digital, aplikasi, maupun jaringan kerja sehari-hari.

“Kami ingin menumbuhkan budaya security awareness yang berkelanjutan di lingkungan perangkat daerah serta pemerintah kabupaten/kota,” ungkapnya.

Peserta sosialisasi berasal dari pengelola TIK seluruh perangkat daerah di lingkup Pemprov Kaltim serta perwakilan Diskominfo kabupaten/kota se-Kaltim. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yakni Manggala Informatika Ahli Pertama Fauzan Budi Setiawan dan Analis Kebijakan Ahli Pertama Siti Rahmawati. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

 

KabarIkn.com,Samarinda – Minat masyarakat Kalimantan Timur untuk menjadi komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) periode 2025–2028 terbilang tinggi. Sebanyak 55 orang resmi mendaftar sejak pendaftaran dibuka pada 21 Juli hingga 20 Agustus 2025.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) KPID Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan verifikasi administrasi guna memastikan keaslian dan kelengkapan dokumen pendaftar.

“Hasil verifikasi administrasi akan diumumkan pada 3 September 2025. Peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap tes berikutnya,” ujar Faisal usai rapat Timsel di Samarinda, Jumat (29/8/2025).

Seleksi akan berlangsung bertahap, mulai dari tes tertulis, psikologi, hingga wawancara pada 11–30 September 2025. Dari hasil tersebut, Timsel akan menyetorkan maksimal 21 nama ke Komisi I DPRD Kaltim untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Selanjutnya, DPRD akan menetapkan 7 komisioner definitif dan 7 cadangan.

Pendaftar datang dari berbagai daerah di Kaltim, mulai Samarinda, Balikpapan, hingga Kutai Kartanegara, dengan rentang usia beragam dari lulusan baru hingga kalangan senior.

“Minimal pendidikan S1. Jadi, ada juga fresh graduate yang ikut mendaftar. Kami tidak membatasi profesi, semua punya kesempatan asal memenuhi syarat,” jelas Faisal.

Timsel menargetkan seluruh proses seleksi selesai pada Oktober 2025 sehingga nama-nama calon bisa segera diserahkan ke DPRD Kaltim.

“Pesan kami sederhana, ikuti semua tahapan sesuai jadwal. Jika tidak hadir, otomatis gugur, karena tidak mungkin ada pengulangan tes,” tegas Faisal.

Dengan 55 pendaftar bersaing memperebutkan 7 kursi utama, perebutan posisi komisioner KPID Kaltim dipastikan berlangsung ketat. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)

 

KabarIkn.com,Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali meluncurkan inovasi digital. Aplikasi SAKTI GEMAS (Satu Akses Kalimantan Timur Menuju Generasi Emas) resmi diperkenalkan kepada publik dalam jumpa pers di Ruang WIEK Diskominfo, Jumat (29/8/2025).

Diluncurkan pada 17 Agustus 2025, SAKTI GEMAS dirancang sebagai aplikasi super yang menghimpun berbagai layanan publik hanya dalam satu genggaman. Hingga saat ini, aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 1.500 pengguna.

“Untuk sementara sudah ada 15 layanan yang terintegrasi, dan akan terus kami kembangkan,” ujar Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal.

Salah satu fitur andalannya adalah “Lapor Wal”, kanal pengaduan masyarakat yang memungkinkan warga menyampaikan masalah langsung kepada pemerintah. Selain itu, aplikasi ini memuat beragam informasi penting, mulai dari pembayaran pajak kendaraan bermotor, lowongan kerja, prakiraan cuaca, peringatan dini bencana, pantauan CCTV, transportasi, pariwisata, harga komoditas, hingga berita terkini.

Tak hanya itu, pembaruan program Gratispol di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan, dan internet desa juga tersedia di platform ini.

“Semua kebutuhan masyarakat kita satukan dalam satu aplikasi, jadi tidak perlu lagi membuka banyak platform berbeda,” jelas Faisal.

Meski masih dalam tahap uji coba, respons masyarakat dinilai cukup positif. Faisal juga membuka ruang bagi warga untuk memberi masukan. “Kalau ada kendala atau ide, silakan disampaikan. Kami ingin aplikasi ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah menargetkan SAKTI GEMAS menjadi fondasi digitalisasi pelayanan publik menuju Generasi Emas 2045, dengan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.

“Ini langkah nyata kita menuju Kaltim yang lebih modern, transparan, dan dekat dengan rakyat,” tutup Faisal. (tt/adv/diskominfo prov kaltim)