[Valid RSS]

KabarIkn.com,Penajam- Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan, Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) PPU serta Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) PPU secara langsung menyerahkan kunci rumah serta SK penerima manfaat pembangunan rumah relokasi pasca bencana tanah longsor tahun 2018 Desa Telemow. Sabtu (20/07/2024).

Diketehui pada tanggal 11 April 2018 lalu, terjadi musibah bencana tanah longsor di wilayah RT.06 dan RT.07 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, yang mengakibatkan 23 unit rumah rusak berat, dan 1 unit sarana Ibadah dan 30 unit rumah berada dalam Zona Merah yang rawan terhadap bencana tanah longsor.

Makmur Marbun saat penyerahan SK penerima manfaat korban longsong Desa Telemow mengatakan pasca bencana longsor yang terjadi tahun 2018 yang mengakibatkan pemukiman warga sarana lainnya, kini Pemerintah daerah memberikan secara langsung SK penerima manfaat sekaligus kunci rumah relokasi kepada para korban longsor Desa Telemow. 

“ Kepada para korban longsong, hari ini secara resmi kunci rumah serta SK penerima manfaat korban longsor Desa Telemow menerima relokasi pembangunan rumah yang telah selesai dibangunkan oleh Pemerintah daerah sebanyak 27 unit,” ucapnya.

Dikatakan Marbun, peristiwa ini memang sudah terbilang lama, namun Pemerintah daerah tidak tinggal diam, berbagai upaya dan dinamika memang luar biasa prosesnya baik dalam proses penunjukan kawasan relokasi hingga pembangunannya namun semua sudah selesai. 

“ Atas nama pemerintah daerah mohon maaf apabila menunggu terlalu lama, tetapi hari ini SK penerima manfaat pembangunan rumah dan relokasi bagi korban longsor sepenuhnya bisa diterima kepada para korban untuk tempati,” kata Marbun.

Lanjutnya, Dia juga menyampaikan teriamakasih kepada Dinas Perkimtan yang telah melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan rumah relokasi korban bencana tanah longsor di Desa Telemow pada lahan seluas + 9.200 m2, dengan jumlah rumah sebanyak 21 unit bangun baru dan 6 unit lanjutan dengan tipe bangunan 36 m2 dan luas tanah + 100 m2, beserta pembangunan Prasarana, Sarana dan Utilitas umun (PSU).

Kepada para penerima manfaat, Marbun berharap rumah yang dibangunkan oleh pemerintah daerah ini dapat menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk memulai kehidupan yang baru. 

“Semoga rumah yang baru ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk memulai kehidupan yang baru. Membangun kembali harapan, semangat, dan masa depan yang lebih baik, serta dapat merawat rumah dan pemukiman sekitar agar tetap bersih dan tidak kumuh karena tempatnya sudah layak huni," harapnya.

Untuk itu, selaku Pemerintah daerah terus berkomiten untuk hadir terhadap setiap persoalan di masyarakat maupun melaksanakan tugas-tugas sebagai pelayan masyarakat, utamanya yang berkaitan dengan pelayanan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait. Pungkasnya 

Selain penyerahan kunci kepada penerima manfaat rumah relokasi, kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung daerah relokasi korban longsor yang telah selesai dibangun. (hms13*/DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,Penajam- Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan, Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) PPU serta Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) PPU secara langsung menyerahkan kunci rumah serta SK penerima manfaat pembangunan rumah relokasi pasca bencana tanah longsor tahun 2018 Desa Telemow. Sabtu (20/07/2024).

Diketehui pada tanggal 11 April 2018 lalu, terjadi musibah bencana tanah longsor di wilayah RT.06 dan RT.07 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, yang mengakibatkan 23 unit rumah rusak berat, dan 1 unit sarana Ibadah dan 30 unit rumah berada dalam Zona Merah yang rawan terhadap bencana tanah longsor.

Makmur Marbun saat penyerahan SK penerima manfaat korban longsong Desa Telemow mengatakan pasca bencana longsor yang terjadi tahun 2018 yang mengakibatkan pemukiman warga sarana lainnya, kini Pemerintah daerah memberikan secara langsung SK penerima manfaat sekaligus kunci rumah relokasi kepada para korban longsor Desa Telemow. 

“ Kepada para korban longsong, hari ini secara resmi kunci rumah serta SK penerima manfaat korban longsor Desa Telemow menerima relokasi pembangunan rumah yang telah selesai dibangunkan oleh Pemerintah daerah sebanyak 27 unit,” ucapnya.

Dikatakan Marbun, peristiwa ini memang sudah terbilang lama, namun Pemerintah daerah tidak tinggal diam, berbagai upaya dan dinamika memang luar biasa prosesnya baik dalam proses penunjukan kawasan relokasi hingga pembangunannya namun semua sudah selesai. 

“ Atas nama pemerintah daerah mohon maaf apabila menunggu terlalu lama, tetapi hari ini SK penerima manfaat pembangunan rumah dan relokasi bagi korban longsor sepenuhnya bisa diterima kepada para korban untuk tempati,” kata Marbun.

Lanjutnya, Dia juga menyampaikan teriamakasih kepada Dinas Perkimtan yang telah melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan rumah relokasi korban bencana tanah longsor di Desa Telemow pada lahan seluas + 9.200 m2, dengan jumlah rumah sebanyak 21 unit bangun baru dan 6 unit lanjutan dengan tipe bangunan 36 m2 dan luas tanah + 100 m2, beserta pembangunan Prasarana, Sarana dan Utilitas umun (PSU).

Kepada para penerima manfaat, Marbun berharap rumah yang dibangunkan oleh pemerintah daerah ini dapat menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk memulai kehidupan yang baru. 

“Semoga rumah yang baru ini menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk memulai kehidupan yang baru. Membangun kembali harapan, semangat, dan masa depan yang lebih baik, serta dapat merawat rumah dan pemukiman sekitar agar tetap bersih dan tidak kumuh karena tempatnya sudah layak huni," harapnya.

Untuk itu, selaku Pemerintah daerah terus berkomiten untuk hadir terhadap setiap persoalan di masyarakat maupun melaksanakan tugas-tugas sebagai pelayan masyarakat, utamanya yang berkaitan dengan pelayanan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait. Pungkasnya 

Selain penyerahan kunci kepada penerima manfaat rumah relokasi, kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung daerah relokasi korban longsor yang telah selesai dibangun. (hms13*/DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,Balikpapan- Penjabat (Pj) Bupati Penajam Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun menyambut kedatangan jamaah haji Kabupaten PPU yang berangkat pada 4 Juni 2024 lalu dan diterima di Kantor Embarkasi Balikpapan.

Makmur Marbun saat menyambut 141 jamaah haji PPU mengucapkan rasa syukur dan selamat datang di tanah air dengan keadaan sehat tanpa kekurangan satu apapun. 

Ia mengatakan, seluruh jamaah patut bersyukur telah melaksanakan rangakaian ibadah haji dengan lancar hingga proses pulang ke Kabupaten PPU. 

"Alhmdulilah semua jamaah PPU kembali dengan sehat tanpa satu kekurangan apupun. Terlebih lagi yang paling utama para jamaah haji Kabupaten PPU, telah menjalankan rukun islam yang menjadi cita-cita seluruh umat muslim di tanah air" Ucap Marbun. Rabu (17/07/2024)

Lebih lanjut, Marbun mengatakan rasa haru dan bahagia hari ini selaku pemerintah daerah dapat memfasilitasi seluruh jamaah baik dari keberangkatan hingga pemulangan dengan lancar dan sesuai harapan kita bersama.

" Rasa rindu dengan keluarga, dan sanak familiy sudah tidak terbendung lagi, keluarga di rumah juga sudah banyak yang menunggu, semoga ibadah yang telah dilakukan dapat memberikan tauladan kepada keluarga dan masyarakat Kabupaten PPU yang telah menanti kedatangan para jamaah ". Ujar Marbun

Pada psoses pelaksanaan haji tahun 2024 ini, Dia juga memberikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama PPU, para pendamping dam para tenaga medis yang telah menemani dan memfasilitasi dari sebelum pemberangkatan hingaa pelaksaan sampai pemulangan jamaah haji.

“ Semoga para jamaah haji ppu yang datang hari ini dan telah melewati perjalanan spiritual selama di tanah suci menjadi haji yang mabrur dan berkomitmen dengan ibadahnya yang selama ini dilakukan di tanah suci" Imbuhnya

Terlebih lagi, Marbun berharap keberadaan para jamaah haji yang kini kembali ke bumi benuo taka Kabupaten PPU, mudah-mudahan dapat menjadi contoh dan teladan yang baik bagi keluarga dan masyarakat.

Terkait pelaksaan haji yang setiap tahun dilaksanakan, Marbun menyatakan selaku pemerintah daerah, tahun depan pihaknya berupaya mengupayakan agar bisa melakukan hal yang sama serta meningkatkan pelayanan agar lebih maksimal lagi.

“ Minat jamaah haji setiap tahunnya terus bertambah, semoga kedepan Pemerintah daerah bisa mendorong jumlah jamaah yang diberangkatkan jumlahnya bisa bertambah setiap tahunnya" harapnyaa

Terimakasih juga kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu dan mendampingi proses pelaksanaan haji tahun 2024, ini adalah wujud tanggung jawab kita dalam setiap peran dan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten PPU. Pungkasnya (Hms13/*DiskkominfoPPU).

 

KabarIkn.com,Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun, pimpin apel penyerahan enam unit mobil pemadam kebakaran guna meningkatkan kinerja pelayanan masyarakat, dihalaman Kantor Bupati PPU. Rabu (10/07/2024). Apel tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan beserta jajaran.

Dalam Arahannya Pj. Bupati PPU, Makmur Marbun mengatakan untuk memenuhi kekurangan armada pemadam kebakaran di Kabupaten Penajam Paser Utara, karena melihat banyaknya kejadian kebakaran lahan dan hutan pada saat musim el Nino beberapa bulan lalu. 

Untuk itu, Pemkab PPU menambah enam unit mobil pemadam kebakaran melalui dinas penanggulangan kebakaran dan penyelamatan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

Melihat luas daerah dan kepadatan penduduk, Kedepannya pemerintah kabupaten penajam paser akan menambah kembali armada mobil pemadam kebakaran ditahun 2025 untuk memudahkan penanggulangan jika ada terjadi kebakaran.

Makmur Marbun menekankan mobil pemadam kebakaran ini diharapkan stanby 24 jam bersama dengan orangnya (operator) bukan hanya untuk memadamkan api saja, namun bila terjadi bencana seperti kebanjiran masyarakat otomatis akan memerlukan air bersih. 

"Terima kasih kepada teman-teman rekan pemadam kebakaran dan penyelamatan selamat bekerja kalian adalah garda terdepan penyelamatan yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di kabupaten penajam paser utara, "Pungkasnya.(man/*DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM- Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun, melakukan kunjungan ke Kelurahan Sepaku, untuk meninjau langsung kondisi terkini area yang berdampak banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi ditambah pasang besar air laut.Kelurahan sepaku, yang terletak jauh dari Ibu Kota Nusantara (IKN), mengalami luapan air yang merendam sejumlah pemukiman yang ada.

Dalam kunjungannya, Pj.Bupati melihat secara langsung dampak yang dialami oleh masyarakat setempat akibat banjir yang melanda.Ia juga turut memberikan bantuan langsung berupa sembako kepada masyarakat yang berdampak, sebagai langkah awal untuk meringankan beban mereka di tengah situasi darurat ini.

“ Dalam situasi darurat seperti ini, pemerintah berkomitmen untuk hadir dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang berdampak.Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Makmur Marbun dalam kesempatan tersebut. Kamis (27/06/2024).

Pj.Bupati juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menghadapi potensi banjir yang masih dapat terjadi.Di lihat dari geografisnya dan struktur posisi tanahnya memang berada dibawah dan diapit oleh tiga sungai yang ada di lokasi tersebut.

“ Disini persoalannya begitu air pasang besar dilaut, dengan curah hujan yang tinggi maka air tiga sungai ini akan tertahan dan meluap,” terangnya.

Ia juga mengintruksikan satuan kerja yang terkait untuk terus memantau perkembangan situasi dilapangan untuk siap memberikan bantuan lebih lanjut yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Juga meminta pelayanan air bersih dan layanan Kesehatan tidak boleh terhambat.

“ Mobil tangka air bersih, PDAM, Damkar, BPBD, dinas kesehatan, dan dinas sosial harus tetap stanby karena ini wajib sebagai pelayanan dasar,” tegasnya.

Dari hasil pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, selain Kelurahan Sepaku ada tiga desa di kecamatan Sepaku yang juga terdampak banjir yakni, desa Karang Jinawi, desa Suka Raja, dan desa Bukit Raya.(Wan*/DiskominfoPPU)

Asisten I Pemkab PPU, Nicko Herlambang: Pemkab PPU Siap Penuhi Sarana Fasilitas Penunjang Pemenuhan Air Baku Bersih

KabarIkn.com,Penajam- Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik bersama Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nicko Herlambang, serta Kazidam VI Mulawarman Kol Yudho W, Dandim 0913 PPU Arfan Afandi, serta Kepala Dinas PUPR Provinsi Kaltim secara langsung meresmikan bangunan penyediaan dan pengolahan air bersih di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU. Selasa (11/6/2024).

Pj. Gubernur Kaltim, Akmal Malik saat peresmian bangunan penyediaan air bersih baku menyampaikan Penyediaan air baku dan air bersih untuk masyarakat ini merupakan ikhtiar pemerintah menekan angka kemiskinan. Sebab salah satu parameter penilaian kemiskinan adalah akses pemenuhan kebutuhan air. Dengan tersedianya air bersih ini, maka tingkat kemiskinan secara otomatis juga akan menurun.

“Tahun ini Pemprov Kaltim membangun sumur dalam untuk penyediaan air bersih di empat desa di PPU yakni, Desa Sumber Sari, Rawa Mulya, Rintik dan Babulu Laut”. Ucapnya.

Lanjut, Akmal menerangkan untuk tahun depan, Pemprov Kaltim mengalokasikan pembangunan sumur dalam untuk delapan lokasi desa Iainnya di PPU. Namun, Ia mengingatkan agar Dinas PUPR Kaltim juga segera menyiapkan lokasi pembangunan sumur dalam air bersih di kabupaten dan kota Iainnya di Kaltim.

“Kemiskinan salah satu barometernya adalah akses pemenuhan kebutuhan air. Dengan tersedianya air bersih ini, maka tingkat kemiskinan secara otomatis juga akan menurun”. Terang Akmal.

Selanjutnya, Dia juga berpesan agar bantuan provinsi ini bisa dimanfaatkan dan dijaga bersama. Provinsi punya anggaran, kabupaten punya anggaran, desa juga punya anggaran. Jangan merengek-rengek terus. Jangan semua minta provinsi. Kita harus berkolaborasi,

"Jangan sampai sudah dikasih, tapi tidak bisa menyiapkan listrik, jangan sampai alat-alat di sini karatan tidak bermanfaat, ini harus dijaga dan dirawat termasuk juga kases jalan untuk masyarkat dan sarana penghubung lainnya terhadap keberadaan sumur bor ini” Pungkasnya.

Sementara Asisten I Bidang Perekonomian dan Kesra Setkab PPU, Nicko Herlambang saat ditemu usai peresmian sumur bor menyampaikan terimaksih atas bantuan yang diberikan oleh Pemrov kaltim serta dengan unsur vertikal lainnya yang terlibat langsung. 

“ Alhamdulilah Pemkab PPU sangat berterimakasih tahun ini ada 4 desa yang dibangun sumur bor dan termasuk juga di tahun 2025 ada 8 desa. Memang kegiatan ini tidak bisa semertamerta bergantung pada pemprov saja, tetapi harus didukung dengan sinergi dan kolaborasi baik Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa”. Ucap Nicko.

Nicko juga menjelasnkan sesuai dengan arahan Pj. Gubernur, bahwa sumur bor ini harus ditunjang dengan aliran listrik sehingga untuk mendukung keberlangsungan sumur bor ini pemerintah desa segera berkordinasi dengan PLN agar aliran listrik di area sumur segera terealisasi dengan diselaraskan dengan program desa yang bersumber dari dana desanya.

“ Pemkab PPU segera mengintruksikan Pemeritah Desa terkait untuk langsung menselaraskan pemenuhan fasilitas penunjang seperti Listrik, dan bisa berkordinasi langsung dengan PLN serta dapat di alokasikan melalui program annggaran desa setempat” Jelasnya 

Dikatakan Nicko, kedepan guna mendukung program pemenuhan air bersih ini bagi masyarakat, pemerintah daerah akan mencoba menganggarkan terkait bagaimana pipanisasi sehingga air sumur bor ini dapat dialirkan kerumah-rumah warga. 

“ Keberlanjutan program ini jadi perhatian kita kedepannya, karena harapannya bisa terkoneksi ke wilayah-wilayah terdekat yang ada di desa Sumber Sari apalagi kapasitas air yang dihasilkan sangat besar dan cukup untuk wilayah Desa Sumber Sari”. 

Terlebih lagi, Dia menerangkan dari penjelsan yang ada, dari satu sumur bor ini bisa memenuhi sampai 1200 warga, artinya kalau nanti yang tebangun mencapai 12 sumur bor sangat menjadi solusi dalam penyelesaian terkait air baku bersih di Kecamatan Babulu. 

Termasuk juga pada akses jalan di wilayah sumur bor, saat ini sudah dalam eksisting dan yang awal sudah di rijid. Sarana ini akan kita tingkatkan di wilayah-wilayah sumur bor sehingga semakin memudahkan akses bagi masyarakat termasuk membuka peluang investasi dibidang pertanian yang potensimya sangat besar.” Tutupnya. (hms13/*DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,Penajam- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mengadakan sosialisasi mengenai dampak sosial kemasyarakatan dari penambahan luasan area Bandara VVIP IKN yang terletak di wilayah Kabupaten PPU. "Sabtu (8/06/2024)

Pada sosialisasi yang berlangsung dihadapkan masyarakat terdampak di wilayah Kelurahan Gresik, Pantai Lango, Makmur Marbun menyampaikan bahwa pembangunan bandara VVIP IKN akan menambah perluasan sekitar 73 hektar, yang melibatkan sekitar 40 subjek yang bersingungan. 

"Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa masyarakat memahami secara lengkap mengenai perubahan yang akan terjadi akibat penambahan luasan bandara. Termasuk dampak sosial kemasyarakatan dalam pergantian tanam terhadap objek yang ada baik dalam tanam tumbuh ataupun reforma agraria" Ucap Marbun

Untuk mendukung proses percepatan perluasan bandara VVIP di sisi PPU, Ia mengatakan Pemerintah daerah terus melakukan komunikasi langsung dengan Tim Terpadu (TimDu) untuk memperhitungkan aspek sosial kemasyarakatan dalam proses perluasan utamanya terhadap hak-hak masyarakat.

Dari hasil pendataan, Marbun menjelaskan bahwa terdapat penambahan data dari wilayah yang sebelumnya tidak termasuk dalam rencana perluasan. Sosialisasi inilah yang menjadi dasar utama untuk dilakukan komunikasi langsung untuk mencegah munculnya miskomunikasi dan memudahkan verifikasi di lapangan.

" Adapun penyelesaian dalam perluasan pembangunan bandara ini dilakukan oleh tim terpadu, dengan beberapa opsi pendekatan yang dilakukan yaitu pendekatan terhadap tanam tumbuh di luasan 73 hektar yang direncanakan untuk diperluas, serta pendekatan relokasi dengan reforma agraria." Terangnya.

Lebih lanjut, Dia juga meyakini menjelaskan terkait penyelesaian dampak sosial kemasyarakatan ini telah dipahami dan diterima oleh masyarakat seperti sebelum-sebelumnya karena ini sudah dilakukan jauh sebelum ada peluasan lahan yang ada saat ini, termasuk setelah dilakukannya penyelesaian dampak sosial kemasyarakatan yang sudah selesai di tahap 4 beberapa waktu yang lalu.

"Selaku Pemerintah daerah kita menekankan kepada para tim terpadu penyelesaian dampak sosial, bahwa proses identifikasi dan verifikasi harus sesuai dengan yang ada dilapangan karena ini berkaitan dengan hak masyarakat seperti tanaman buah dan pohon produksi yang sesuai jumlahnya sehingga tidak ada persoalan dikemudian hari" Tegas Marbun

Untuk itu, sembari proses verifikasi dilapangan berjalan, kepada masyarakat kiranya terus mendukung proses perluasan bandara yang ada saat ini serta dalam waktu yang bersamaaan dilakukannya verifikasi terhadap tanaman yang sudah tumbuh di lapangan.

Sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan langkah-langkah clearing sambil menandatangani perjanjian dan persyaratan pembayaran terkait tanaman yang dimiliki masyarakat, sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Sambungnya.

Marbun juga mengungkapkan hasil dari sosialisasi hari ini menunjukkan bahwa tidak ada masalah yang signifikan, dan selaku Pemerintah Kabupaten PPU mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, serta berbagai pihak yang telah turut serta dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Tidak hanya soal penyelesaian dampak sosial terkait lahan, Marbun juga menyampaikan sejumlah upaya pemerintah daerah dalam pengembangan sumber daya manusia yang ada, salah satunya yaitu Pemkab PPU akan memberikan pengembangan keterampilan kepada anak-anak sekitar bandara VVIP, dengan memberikan pelatihan kepada 100 anak-anak untuk menjadi petugas bandara, termasuk dalam berbagai bidang seperti operator parkir pesawat, tiketing, customer service, operator bagasi, dan pengembangan fasilitas bandara lainnya.

Program ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif anak-anak dalam membangun dan mengelola bandara, serta meningkatkan keterlibatan UMKM lokal di bandara tersebut. 

" Pada prinsipnya pemerintah daerah akan terus mendorong agar masyarakat dapat terlibat dan dilibatkan, sehingga potensi dan kemampuan lokal dapat terus ditingkatkan baik dari pengembangan SDM ataupun melalui UMKM". Pungkasnya (hms13/DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM – Dalam rangka menggugah rasa cinta tanah air dan meningkatkan semangat nasionalisme seluruh masyarakat Indonesia, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) siap mensukseskan gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih tahun 2024, yang akan dilaksanakan mulai 1 Juni sampai dengan 17 Agustus 2024, kegiatan pencanangan awal yang mengambil tempat di Kab.PPU yang rencana akan dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI). 

Pj.Bupati PPU Makmur Marbun mengatakan, hal yang melatar belakangi adanya gerakan pembagian bendera merah putih ini, karena kesadaran masyarakat dalam memasang bendera merah putih pada hari-hari besar nasional sudah mulai berkurang, dikarenakan kurangnya pemahaman dan kesadaran dalam mengenal sejarah Indonesia dalam memperebutkan kemerdekaan, dan semakin memudarnya semangat nasionalisme di jiwa masyarakat Indonesia.

Ia juga menjelaskan kondisi tersebut semakin diperparah dengan maraknya muncul paham-paham yang bertentangan dengan ideologi pancasila, yang memberikan pengajaran kepada msyarakat, salah satunya yaitu untuk tidak perlu mengibarkan bendera merah putih.

"Karena itu harus ada upaya saling menyadarkan atau mengingatkan agar masyarakat memiliki kesadaran tinggi bahwa pengibaran bendera putih sudah menjadi keharusan dan bahkan kebutuhan sebagai salah satu wujud rasa cinta tanah air," ungkapnya.

Makmur Marbun juga menambahkan rencana aksi nantinya akan dilaksanakan dengan durasi waktu yang lebih lama dibandikan tahun sebelumnya agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah serentak Tahun 2024, Masyarakat mendapatkan semangat baru untuk memberikan diri bagi bangsa dan negara guna Indonesia yang lebih baik.

"Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih akan dilaksanakan dengan menggalang partisipasi dan swadaya masyarakat, baik secara pribadi, kelompok, organisasi kemasyarakatan, unsur pemerintahan, maupun swasta, dengan Kesbangpol sebagai leading sektornya,"tutupnya.

Hasil rapat koordinasi antara pemerintah Kab.PPU dengan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum ((Ditjen Politik dan PUM) Kementerian dalam negeri (Mendagri), yang rencana akan menggelar kirab bendera merah putih dan pembagian bendera kepada masyarakat yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 08/06/2024 yang star awal di depan Masjid agung Al-Ikhlas yang finish di halaman kantor Bupati.

Kirab bendera ini melibatkan drum band dari sekolah, dan tim paskibraka, pelajar SD, SMP, SMA, ormas, dan semua OPD. (Wan/*DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM - Penjabat Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun Groundbreaking proyek Indosino Oil & Gas yang berlokasi di Kelurahan Buluminung, Selasa (21/05/2024).

Koordinator Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Kasul, Damar Setyawan memberikan apresiasinya kepada Pemkab PPU yang mendukung penuh KKKS Indosino Oil & Gas dalam melakukan proses pengembangan lapangan gas karamba di wilayah Buluminung Kab.PPU.Project pengembangan lapangan PT.Indosino berharap dapat memberikan manfaat baik bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam hal ini Kab.PPU, yang artinya akan ada satu lagi kontribusi dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kepada pemerintah kabupaten dalam penerimaan bagi hasil migas dari gas yang akan dialirkan pada PT Pertamina Persero atau Kilang Pertamina Persero di Balikpapan melalui pipa PHKT yang menuju melalui pipa bawa laut kilang balikpapan.

“Kegiatan project ini sesuai perencanaan mudah-mudahan bisa terkejar di oktober dan di tahun 2024 berharap PT Indosino bisa memulai gasnya sehingga akan ada lagi satu tambahan kontribusi dari Indosino kepada pemerintah daerah terkait dengan komersialisasi gas ini nantinya,” terang Damar Setyawan.

Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun dalam keterangannya, bahwa Keberadaan industri hulu migas di Kab.PPU akan berdampak besar bagi ketahanan dan keberlangsungan perekonomian regional. Dengan adanya PT Indosino juga diharapkan membawa dampak yang positif terkait investasi industri berbasis potensi sumber daya daerah, meningkatkan kesempatan dan penyerapan tenaga kerja, meningkatkan sumber pendapatan daerah.

“Semoga Kegiatan Hulu Migas PT. Indosino Oil dan Gas ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat di PPU,”pungkasnya.

Sementara di kesempatan yang sama Project Manager PT Indosino Oil & Gas, Setyadi menyampaikan bahwa PT. Indosino adalah salah satu perusahaan nasional yang beroperasi di wilayah Penajam Paser Utara (PPU), tepatnya di kelurahan buluminung, kemudian jalur pipanya berada di kelurahan nenang dan nanti prodaksi lainya akan dialirkan ke Refinery Unit (RU) V di Balikpapan. Berharap dengan adanya kegiatan produksi gas yang di lakukan Indosino, bisa menambah pencapaian target pemerintah untuk meningkatkan produksi gas di wilayah indonesia bagian timur, juga akan bisa berkontribusi penerimaan pajak daerah, kontribusi terhadap pembangunan pemerintah daerah dan khususnya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat PPU.

“Rencana kita mulai produksi di tanggal 15 Oktober 2024 dengan support dari pemerintah daerah dan jajarannya, kami sangat optimis tanggal dan bulan tersebut ini kita akan bisa online,”ungkap Setyadi.(Wan/*DiskominfoPPU)

Oleh: Makmur Marbun

KabarIkn.com - Dalam setiap kesempatan jumpa dengan warga Penajam, saya selalu menyebut kadang dengan cara canda bahwa pintu gerbang Negeri Serambi Nusantara ini ada tiga. Pertama dari arah utara dan berbatasan dengan Kabupaten Pasir, kedua pintu gerbang IKN dan yang paling strategis, karena pintu gerbang ini berada di kawasan pantai Penajam, yakni dermaga kelotok.

Pantai ini merupakan tempat yang paling tepat untuk menikmati pemandangan pantai, menyaksikan mata hari terbenam menjelang magrib dan kota Balikpapan yang gemerlap pada malam hari. Sayangnya kawasan ini kumuh. Coba bayangkan sebentar jika pelabuhan kelotok dan speedboat ini didesain indah dengan ketinggian ternetu maka akan jadi view yang luar biasa indahnya pada malam hari.

Di dermaga Penajam inilah armada kelotok dan speedboat digunakan masyarakat untuk menyeberang dari Balikpapan ke Penajam atau sebaliknya. Walau pun kondisinya tidak manusiawi karena tidak memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan, masyarakat tidak punya pilihan jika ingin ke Balikpapan pasti menggunakan kapal kelotok atau speedboat.

Menurut saya fasilitas pelabuhan ini tidak manusiawi. Tingkat keselamatan dan kenyamanan rendah sekali. Itu sebabnya saya bangga Pemerintah Kabupaten PPU bertekad merevitalisasi. Saya rasa sangat tepat kalau sebagai Serambi Ibu Kota Nusantara, pelabuhan itu memperoleh perhatian dari pemerintah.

 Data Dinas Perhubungan, jumlah armada klotok dan speedboat yang beroperasi adalah 40 kapal kelotok dan 56 unit speedboat dengan jumlah penumpang lebih dari 36 ribu perbulan. Sedangkan penumpang speedboat bisa mencapai 100 ribuan karena beriperasi dalam 24 jam. Sedangkan klotok hanya sampai jam 6 sore.

Kedatangan dan keberangkatan setiap bulan lebih dari 36 ribu penumpang dengan keberangkatan dan kedatangan kelotok dan speedboat 6.000 kali. Bahkan dalam satu tahun terakhir mengalami peningkatan hingga 42 persen. Saya belum bisa memastikan apakah peningkatannya akibat pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku atau karena sebab lain.

Ketika melakukan ground breaking bersama, Sabtu 9 Maret 2024 lalu di pelabuhan itu yang ada di fikiran dan hati saya, pelabuhan ini harus berubah jadi ikon Penajam.

 

Saat ini kondisinya memang kurang memenuhi syarat dari aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Padahal Kabupaten Penajam Paser Utara adalah pintu gerbang utama atau Serambi Nusantara dari timur ke Ibu Kota Nusantara, tapi nanti akan jadi tempat baru yang akan digemari masyarakat.

Saya yaqin seluruh masyarakat Penajam Paser Utara atau bahkan Kalimantan Timur atau masyarakat Kalimantan seluruhnya mendukung dan setuju dengan adanya pemindahan Ibu Kota Nusantara. Persepsi ini yang harus kita manfaatkan untuk meningkatkan sumberdaya manusia dan fasilitas sebagai sarana pendukung.

Saya juga mengerti saat ini masyarakat sedang mempersiapkan diri menyongsong IKN sesuai pemahaman dan kewenangannya masing masing. Saya juga yaqin ada sebagaian masyarakat yang merasa akan tertinggal. Mereka menyadari jika harus berubah dengan adanya IKN, tapi justru tidak mengerti bagaimana caranya.

Yuk, masyarakat Penajam, awali tekad mengubah diri menyambut IKN dengan cara tersenyum. Tersenyum ini adalah moda keramahan menyambut siapapun yang dating ke Penajam. Jakarta jadi maju akibat pesatnya pertumbuhan penduduk urban. Amerika jadi negara besar dan kuat karena pendatang.

Mari kita sambut siapa pun yang datang ke Penajam, ke IKN, karena mereka adalah pendorong berdirinya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya dan politik. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh: Makmur Marbun

KabarIkn.com,PPU - KABUPATEN Penajam Paser Utara adalah kawasan alam terlengkap di Kalimantan Timur. Kabupaten yang resmi mekar dari Kabupaten Pasir pada10 April 2002 melalui UU Nomor 7 dengan bentang alam luas dan lengkap karena memiliki laut, hutan, sungai bahkan gunung.

Di Kecamatan Sepaku yang saat ini dibangun berbagai fasilitas Ibu Kota Nusantara (IKN) terdapat Gunung Parung sebagai destinasi wisata alam. Di Penajam juga memiliki laut dengan garis pantai sepanjang 372 kilometer. Luas daratan 3.060,82 kilometer persegi atau 91,83 persen dari wilayah keseluruhan.

Luas lautan 272,24 kilometer persegi atau sekitar 8,17 persen dari keseluruhan wilayah PPU dengan 22 pulau terdiri dari empat kecamatan dan 54 kelurahan dan desa. Saya membayangkan Kabupaten PPU adalah surga kecil di Kalimantan Timur dengan segala aktifitas sosial, budaya dan ekonomi yang sangat prospektif.

Selain Goa Tapak Raja, Gunung Parung dan Air Terjun Tembinus dan masuk ke kawasan IKN. PPu juga memiliki wisata bawah air di Gunung Api Api dan Tanjung Jumlai. Kawasan ini merupakan kawasan potensial. Apalagi lima hingga sepuluh tahun ke depan, PPU akan menjadi sentra perhatian dunia dengan IKN.

Pulau Gusung ini terdiri dari hamparan pasir putih luas serta perairan jernih berwarna hijau tosca. Begitu bersihnya kita dapat melihat ekosistem terumbu karang dan berbagai jenis ikan di dasar lautnya.

Saya ingin lebih fokus ke Goa Tapak Raja di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, IKN. Dari Titik Nol, Goa Tapak Raja ditempuh sekitar 27 menit dengan jarak sekitar 31 kilometer. Maksut saya ketika pembangunan IKN selesai. Saat ini dari Titik Nol IKN Goa Tapak Raja masih ditempuh dengan waktu lebih dari 60 menit, karena tingkat kemacetan akibat proyek IKN yang begitu tinggi.

Ketika berbincang dengan Kepala Desa Wonosari, saat di Goa beberapa waktu lalu, saya sempat bertanya bebrapa hal. Misalnya konsep pengembangan wisata ini. Katanya Goa Tapak Raja ini diyakini sebagai ranah ritual pertapaan pada zaman kerajaan. 

Cerita cerita ini ternyata yang mengilhami konsep pengembangan goa itu. Saya sangat mengormati kearifan lokal yang terus berkembang, karena ini melandasi konsep perawatan goa yang tida boleh dirusak karena akan mempengaruhi siklus alam.

Jika melihat sepintas bebatuan di goa itu saya membayangkan kawasan itu adalah kawasan gunung kapur atau karst. Karst merupakan bentang alam yang terbentuk akibat erosi batu kapur. Karst merupakan suatu kawasan daratan yang tersusun dari batu kapur . Batu gamping, juga dikenal sebagai kapur atau kalsium karbonat , adalah batuan lunak yang larut dalam air.

Kasiyono sangat Arif dalam menyikapi potensi ekonomi dari destinasi wisata, akan tetapi juga tetap memelihara khasanah masyarakat yang harus merawat goa kapur itu agar tidak tercemar dan mematikan fungsi sebagai kawasan penyimpan air.

Penamaan Tapak Raja sebagai nama goa dikarenakan di dalam goa terdapat stalaktit yang bentuknya menyerupai telapak kaki manusia. Apa pun nama destinasi wisata yang sangat mendukung pembangunan IKN itu perlu dijaga dan dilestarikan.

Menurut saya warga baru IKN yang jumlahnya ratusan ribu hingga jutaan orang nantinya sangat memerlukan destinasi wisata ini sebagai ajang pelapas lelah dan rekreasi yang ideal. Yang paling penting adalah pertumbuhan ekonomi desa bisa terpacu.

Aktifitas kreatif masyarakat perlu dipacu. Misalnya makanan khas Penajam Paser Utara, kerajinan tangan, aktifitas seni budaya sangat bagus jika dikembangkan untuk mendukung kegiatan Goa Tapak Raja ini. Acara tahunan berupa festifal 1.000 ketupat itu saya yaqin lambat laun akan menasional.

Katanya November dua tahun silam kades diundang rapat virtual, atau zoom meeting zoom dari KLHK yang akan membahas pemulihan lahan bekas tambang di wilayah Kalimantan Timur dalam kesempatan itu, Goa Tapak Raja mendapat perhatian. Konon perubahan kondisi seperti jalan masuk, pembangunan wahana wisata terus berjalan hingga seperti sekarang, dimulai sejak saat itu.

Yang saya salut dan angkat topi adalah cara mengelola pariwisata dengan memperhatikan kelestarian lingkungan jangka panjang yang sering disebut ekowisata atau ecotourism. 

Secara konseptual, ekowisata didefinisikan sebagai konsep pengembangan pariwisata terpadu dan berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan, alam dan budaya, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan.

Konsep ekowisata sangat sesuai untuk diterapkan di IIKN yang memang mengandalkan keindahan alam sebagai daya tarik wisata. Ekowisata berbeda dengan konsep pariwisata pada umumnya yang selama ini dilakukan. 

Wisata alam selama ini dipahami sebagai sekedar menikmati keindahan alam. Sementara dalam ekowisata, baik pemerintah, pengunjung, maupun masyarakat sekitar tidak hanya menikmati keindahan alam tetapi juga berperan dalam pelestariannya, baik pelestarian lingkungan alam maupun budaya lokal. Penerapan ekowisata diperlukan supaya keindahan alam dan budaya kita terjaga kelestariannya sehingga dapat terus dinikmati hingga generasi mendatang. 

Saya bahkan berharap Gota Tapak Raja akan mampu berkembanga seperti Goa Tritip di Kabupaten Jepara yang sudah melibatkan investor dalam pengembangannya. Goa Tritip dikelola secara professional dan modern, tapi kelestarian lingkungannya tetap terjaga. (*)

 

 

Oleh : Makmur Marbun

KabarIkn.com - SECARA umum bermacam potensi Kabupaten Penajam Paser Utara sangat prospektif. Ketika pertama kali saya menjejakkan kaki di Penajam saya sangat tergelitik dengan potensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Banyak yang menyebut menyampaikan kepada saya bahwa PPU adalah kawasan agraris, terutama Kecamatan Babulu dan Sepaku.

Akan tetapi potensi usaha kecil, kuliner yang biasanya merupakan ranah kaum petani, tidak saya saksikan geliatnya. Era bisnis kuliner merebak di beberapa kota besar. Kreatifitas warganya seolah tidak terbatas. Aci atau kanji sebagai bahan dasar bagi Cilok atau Cireng. Aci dicolok atau Aci digoreng bahkan seblak Bandung sudah merambah menu menu di hotel berbintang. Bahkan cafe sudah menyediakan menu mnu itu yang dimodifikasi oleh para cheef milenial.

Itu sebabnya saya dan kepala dinas di PPU mendiskusikan konsep milinial dan diharapkan bisa viral terhadap gagasan meningkatkan pertumbuhan UMKM ini. Lalu beberapa lokasi di taman depan kantor bupati disulap menjadi lokasi pedagang UMKM.

Hasilnya luar biasa. Bukan sekadar tingkat kehadiran pada Sabtu malam, tapi variasi dagangannya pun serupa dengan yang saya saksikan dan nikmati di beberapa sentra kuliner milenial di kota kota Jawa.

Setelah dibuka kembali setelah dihentikan sejenak akibat puasa Ramadhan lalu, taman UMKM itu meledak. Pengunjung makan banyak. Bahkan ada yang meminta agar setiap pekan laga UMKM itu dibuka dua hari, malam Sabtu dan malam Minggu.

Saya ingin arena UMKM ini kelak ada di setiap kecamatan. Saya sebenarnya ingin, Babulu, Waru, Penajam dan Sepaku membuka arena UMKM ini. Mengapa setiap dinas secara bergiliran mengisi acara di arena UMKM Penajam itu. Menurut saya, hal ini wujud nyata pengabdian masyarakat. Peran pemerintah untuk memacu, memicu pertumbuhan ekonomi kecil masih sangat diperlukan.

Masyarakat harus diyakinkan, bahwa Penajam Paser Utara harus meningkatkan peran serta dalam pembangunan dan masyarakat Penajam mampu. Makanya saya ingin setiap dinas berperan sebagai monivator perekonomian daerahnya.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara membutuhkan Penajam dan daerah penyangganya agar mensuplai kebutuhan pokok, kebutuhan dasar warga IKN yang kita mengerti berasal dari seluruh Indonesia.

Menurut saya Ibu Kota Nusantara sangat mebutuhkan PPU, sangat membutuhkan peran aktif kreatifitas dan inovasi dalam menyambut IKN. Dagangan yang disajikan di alu alun Penajam Paser Utara sudah sangat pantas. Rasa dan tampilan penyajiannya sudah tidak kalah dengan daerah lain, Balikpapan atau Samarinda.

Pada dasarnya, UMKM adalah arti usaha atau bisnis yang dilakukan oleh individu, kelompok, badan usaha kecil, maupun rumah tangga. Indonesia sebagai negara berkembang menjadikan UMKM sebagai pondasi utama sektor perekonomian masyarakat.

Ini perlu dilakukan untuk mendorong kemampuan kemandirian dalam berkembang pada masyarakat khsusunya dalam sektor ekonomi. Perkembangan UMKM di Indonesia terus meningkat dari segi kualitasnya, hal ini dikarenakan dukungan kuat dari pemerintah dalam pengembangan yang dilakukan kepada para pegiat usaha UMKM dalam mengantisipasi kondisi perekonomian ke depan serta menjaga dan memperkuat struktur perekonomian nasional. Kabupaten Penajam Paser Utara terbukti mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kemauan konsumen.

Coba kita amati. Dengan adanya revolusi digital 4.0, mebuat banyak perubahan kepada UMKM dimana adanya pergeseran gaya belanja konsumen dari offline ke online. Oleh sebab itu, sangat penting bagi calon UMKM atau wirausaha skala UMKM memiliki wawasan yang cukup untuk belajar.

Undang Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM, disebutkan bahwa pengertian UMKM didefinisikan sesuai dengan jenis usahanya. Usaha mikro, misalnya. Usaha Mikro merupakan usaha produktif milik orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam UU ini.

Lalu usaha kecil merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai oleh Usaha Menengah atau Usaha Besar.

Sedangkan Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan besar.

Saya yaqin masyarakat Penajam Paser Utara memiliki minat atas tantangan untuk memajukan usahanya agar mampu menjadi penopang ekonomi keluarga agar mampu membiayai Pendidikan anak anaknnya demi masa depan PPU dan berdiri sejajara dengan IKN. (*)