[Valid RSS]

KabarIkn.com,JAKARTA - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) raih penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) penghargaan ini diberikan atas keberhasilannya dalam penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) tahun 2023 dengan predikat baik.

Penghargaan diberikan oleh ketua KASN Prof. Agus Pramusinto dan diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun didampingi kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM), Ahmad Usman, di Kantor KASN jakarta Senin, (09/09/2024).

Makmur Marbun menerangkan penghargaan dari KASN ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan prinsip -prinsip meritokrasi dalam pengelolaan ASN guna mewujudkan pelayanan publik dan mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel. 

"penilaian penghargaan yang diberikan mencakup berbagai indikator seperti proses perencanaan, koordinasi, komunikasi, kelengkapan data, hingga pelaporan hasil" Ungkapnya

Sementara itu, Ahmad usman juga menambahkan pada tahun 2023 pemerintah kabupaten ppu telah melakukan seleksi terbuka pada jabatan tinggi pratama. Berjalan sesuai dengan prosedur, jadwal pelaksanaan, laporan kegiatan sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat".

"Dalam kegiatan seleksi tersebut Terdapat panitia seleksi dari berbagai unsur diantaranya Universitas Mulawarman, pemerintah provinsi, dan pemkab ppu berjalan sesuai dengan jadwal yg ditetapkan, peserta yang mengikuti dari berbagai daerah, seleksi terbuka berjalasecra lancar dan tak ada intervensi" tutup Ahmad Usman. (Adv)

KabarIkn.com,JAKARTA – Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Penajam Paser Utara (PPU) berhasil meraih prestasi yang cukup membanggakan dengan menempati peringkat keenam dalam kategori Video Kreatif Bangga Berwisata di Indonesia Kategori Kabupaten/Kota dengan Tema, Event Daeeah pada ajang Apresiasi Pemasaran Pariwisata Indonesia (APPI) 2024.

Penghargaan ini diberikan pada acara Malam Puncak APPI 2024 yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (9/09/2024). 

Acara ini dihadiri langsung oleh Pj. Bupati Penajam Paser Utara, Makmur Marbun, didampingi Kadis Pariwisata, Andi Wati dan jajaran yang turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

Dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI ini, Dinas Pariwisata PPU membawa tema Event Daerah yang menggambarkan potensi besar pariwisata lokal melalui berbagai kegiatan budaya dan acara khas daerah. Video kreatif yang diproduksi berhasil menarik perhatian juri dan menempatkan PPU dalam daftar pemenang dari 514 dinas pariwisata kabupaten/kota se-Indonesia.

Diserahkan langsung oleh Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, Makmur Marbun menyatakan rasa bangganya terhadap pencapaian ini. “Ini adalah bukti nyata bahwa potensi pariwisata Penajam Paser Utara sangat layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Prestasi ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mempromosikan keindahan dan kekayaan budaya daerah kita,” ujar Makmur Marbun.

Ajang APPI 2024 bertujuan untuk mendukung target perjalanan wisatawan nusantara hingga 1,5 miliar perjalanan di tahun 2024, serta mendorong promosi destinasi wisata lokal melalui lomba video kreatif. Prestasi ini semakin memperkuat posisi Penajam Paser Utara sebagai destinasi wisata yang berpotensi besar untuk menarik wisatawan dari berbagai daerah.

Makmur Marbun juga berharap penghargaan ini dapat menjadi momentum bagi Dinas Pariwisata PPU untuk terus berinovasi dalam mengemas potensi pariwisata lokal. "Ke depan, kita akan terus meningkatkan kualitas promosi wisata daerah dengan lebih mengedepankan keunikan dan kekayaan budaya Penajam Paser Utara," pungkasnya.

Penghargaan ini memberikan dorongan kuat bagi sektor pariwisata Penajam Paser Utara untuk terus berkembang, seiring dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. (HumasPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional ke-30 tahun 2024 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur(Kaltim), Minggu (08/09/2024) malam.

Makmur Marbun di dampingi Sekretaris Daerah (Sekda)Kabupaten PPU, Tohar, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Nicko Herlambang dan pejabat terkait lainnya. 

MTQ tingkat Nasional ke-30 dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas di Stadion Kadrie Oening, Samarinda, Kaltim. Dengan memukul beduk menandai dimulainya ajang yang dijadwalkan dari tanggal 6 hingga 16 September 2024 mendatang.

Presiden RI, Joko Widodo menekankan pentingnya penyelenggaraan MTQ sebagai ajang untuk menguatkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

"Seperti kejujuran, keadilan, perdamaian, dan persatuan semakin kokoh dilaksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari," Ujarnya.

Jokowi telah memperoleh laporan bahwa banyak inovasi telah dilakukan pada MTQ kali ini, salah satunya adalah penggunaan teknologi digital.

"Tadi sudah disampaikan oleh Menteri Agama dan oleh ketua LPTQ, ada beberapa aplikasi yang digunakan ada e-MTQ, ada e-maqra, ada e-scoring dan lain-lainnya," Ungkapnya.

Menurutnya, sambung Presiden RI itu, saat ini masyarakat membutuhkan pegangan moral di tengah tebaran berita hoaks. Pegangan moral itu yakni Agama.

"Masyarakat sekarang ini butuh pegangan moral yang kuat, yaitu agama. Di sinilah pentingnya Musabaqah Tilawatil Quran dan melalui MTQ ini tidak hanya menampilkan kemampuan dan keindahan membaca al-quran tetapi juga momentum untuk mengagungkan Alquran, membumikan ajaran-ajaran Alquran, memperkuat moral dan spiritual bangsa dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," Tutupnya.

Sementara itu, Pj Bupati PPU, Makmur Marbun menyatakan apresiasi pelaksanaan MTQ tingkat nasional ke- 30 yang berlangsung di kota Samarinda ini. 

“Dengan suasana yang sangat bergembira, saya berterima kasih selaku Pj. Bupati PPU melihat defile dari Kalimantan Timur di dalamnya ada Kafila dari Kabupaten Penajam Paser Utara.” ujarnya.

Kendati demikian, Makmur Marbun berharap kepada kafila Kalimantan Timur agar mereka membawa nama baik terutama untuk Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Semoga mereka membawa nama baik untuk kabupaten kita nanti dan juga dalam pertandingan nanti bisa dimudahkan, dimenangkan untuk kabupaten PPU." harapnya.

"Selamat bertanding kepada seluruh kafila Kalimantan Timur terkhusus Kabupaten Penajam Paser Utara, tetaplah berjuang untuk mengharumkan nama daerah dan nama provinsi kita." tambahnya. 

MTQ Nasional ke-30 mengusung tema "Mewujudkan Masyarakat Cinta Al-Qur'an untuk Bangsa yang Bermartabat di Bumi Nusantara." Kementerian Agama menetapkan 1.998 peserta terdiri dari 1.567 peserta inti dan 431 cadangan.

Sejumlah mekanisme pelaksanaan MTQ Nasional dilakukan berbasis aplikasi, antara lain pendaftaran melalui e-MTQ, penerapan e-Maqra, dan penilaian dengan menggunakan e-Scoring. Digitalisasi proses ini sebagai bagian dari wujud akuntabilitas dan peningkatan kualitas MTQ.

Cabang MTQ ke-30 ini meliputi Musabaqah Tilawah Al Qur'an, Musabaqah Qiraah Al Qur'an, Musabaqah Hafalan Al-Qur'an, Musabaqah Tafsir Al Qur'an, Musabaqah Fahmil Al Qur'an, Musabawah Syarhil Al Qur'an, Musabaqh Kalighrafi Al Qur'an, dan Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al Qur'an.

Pada MTQ ini juga digelar Pameran MTQ dan Halal Food, Pameran Kaligrafi Internasional, dan seminar tentang Al-Qur'an di Convention Hall Samarinda. (HumasPPU/DiskominfoPPU).

KabarIkn.com,PENAJAM - Festival Harmoni Budaya Nusantara (FHBN) 2024 yang berlangsung selama tiga hari di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah sukses di gelar dan ditutup dengan meriah pada Sabtu malam (7/9/2024) di lapangan Kantor Bupati Kab.PPU. Acara yang berlangsung sejak 5 September ini mengusung tema "Merajut Persatuan dalam Keberagaman" dan dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental Kebudayaan, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Warsito.

Deputi Kemenko PMK, Warsito dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan FHBN 2024. Ia menekankan pentingnya menjaga keberagaman budaya sebagai kekuatan persatuan bangsa.

"Melalui festival ini, kita telah menunjukkan bahwa keberagaman budaya bukanlah pemisah, melainkan perekat bangsa. Mari kita terus merawat dan melestarikan budaya kita sebagai warisan leluhur," ujar Warsito.

Warsito juga menjelaskan bahwa FHBN 2024 merupakan bagian dari rangkaian kebudayaan yang dilaksanakan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur. Acara ini bertujuan untuk mendukung pembangunan manusia dan kebudayaan di Ibukota Nusantara (IKN).

"Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan dan kebudayaan. Kemenko PMK bersama berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah seluruh Indonesia berkolaborasi dalam menyukseskan FHBN 2024," katanya.

Ia juga menambahkan FHBN 2024 menjadi momentum strategis untuk membangkitkan kembali semangat Revolusi Mental. "Dengan memperkuat budaya, kita dapat membangun karakter bangsa yang kuat, toleran, dan saling menghargai," tegas Warsito.

Sementara Pj. Bupati Penajam Paser Utara, Makmur Marbun, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya FHBN 2024 di Kabupatennya. "Kami mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta tamu undangan yang hadir dan berkontribusi dalam kesuksesan acara ini, terutama kepada Kemenko PMK yang telah menunjuk Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai tuan rumah dua kali berturut-turut," ucapnya.

Makmur Marbun mengungkapkan kebanggaannya menyaksikan kirab budaya yang menampilkan keberagaman pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia. "Saya sendiri bingung dari mana semua ini datang, tetapi ini menunjukkan betapa kayanya budaya kita. Mari kita rawat dan jaga perbedaan ini sebagai kerangka harmoni Nusantara," ujarnya.

Bupati Juga menegaskan bahwa FHBN 2024 merupakan sarana penting dalam mewujudkan salah satu Nawacita, yaitu kepribadian dalam kebudayaan melalui revolusi mental.

"Dengan tema 'Merajut Persatuan dalam Keberagaman,' kita buktikan bahwa keberagaman budaya yang kita miliki dapat membangun dan memajukan daerah ini. Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai serambi Nusantara dan mitra Ibu Kota Nusantara akan terus berkembang melalui harmonisasi budaya," jelasnya.

Baik Warsito maupun Makmur Marbun berharap agar FHBN dapat terus diselenggarakan setiap tahunnya sebagai upaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia.

"Kami berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh masyarakat. Dengan begitu, kita dapat terus memperkuat identitas bangsa dan mempererat tali persaudaraan," tutup Marbun.

Tampak hadir dalam acara penutupan Festival Harmoni Budaya Nusantara, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Direktur Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif OIKN, Direktur Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan, Direktur Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri, Perwakilan Kementerian/Lembaga yang telah berpartisipasi, Forkopimda Kab.PPU, Forkopimda/OPD se- Propinsi Kalimantan Timur, Para Tokoh Adat, Pemangku Kepentingan, Budayawan dan Seniman.(DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM – Puncak Festival Harmoni Budaya Nusantara (FHBN) Tahun 2024 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi dibuka Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Anak, Perempuan dan Pemuda, Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, (Kemenko PMK), Woro Srihastuti Sulistyaningrum di taman Penyembolun depan Kantor Bupati PPU. 

Pembukaan festival ini sekaligus dirangkai dengan launching 30 Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) di kabupaten PPU Tahun 2024, Jumat, (6/9/2024).

Dalam sambutannya Woro Srihastuti Sulistyaningrum sebelum membuka acara ini mengatakan bahwa FHBN Tahun 2024 merupakan rangkaian kegiatan kebudayaan yang dilaksanakan diseluruh kabupaten/kota di provinsi Kalilamtan Timur (Kaltim) dalam ramgka menyongsong pembangunan manusia dan kebudayaan di Ibukota Nusantara (IKN) sebagai wujud dari harmoni budaya.

“ Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah tetapi juga beberapa Kementerian lembaga juga ikut mendukung rangkaian FHBN atau festival harmony budaya nusantara. Sebagai contoh hari ini juga digelar berbagai pelatihan-pelatihan dari Kemnko PMK,” kata Woro Srihastuti Sulistyaningrum.

Selain pembangunan insfrastruktur lanjut dia, pemerintah juga berkomitmen untuk mendorong pembangunan manusia dan kebudayaan. Untuk itu Kemenko PMK berkolaborasi dengan merancang ikut serta diberbagai Kementerian lembaga bersama pemerintah daerah seluruh Indonesia guna mensukseskan FHBN Tahun 2024. Hal ini sambung dia, sebagai wujud pengembangan identitas budaya di wilayah IKN dan kawasan penyangga serta meningkatkan pemahaman kebudayaan Indonesia.

“ Rangkaian festival ini akan semakin memperkokoh ketahanan budaya dan identitas nasional melalui semangat repolusi mental dalam rangka pembangunan karakter jati diri bangsa,” ujarnya.

Acara FHBN lanjutnya, juga menjadi salah satu peran nyata dalam mendukung arah kebijakan prioritas nasional IV dalam RPJMN 2020-2024 refulusi mental dan pembangunan kebudayaan serta diharapkan dapat turut menunjang dalam capaian indikator target kinerja pembangunan manusia dan kebudayaan. 

“ Pembangunan IKN diharapkan tidak menghilangkan budaya lokal, namun tetap tetap mampu mempertahankan asfek ekologi, ekonomi sosial dan budaya,” ujarnya. 

Kabupaten PPU dengan potensi yang dimiliki saat ini kata Woro Srihastuti, menjadi daerah IKN baru dan menjadi penyangga mitra kota nusantara, mitra Ibukota negara dan juga serambi nusantara. Oleh karenanya kabupaten PPU diharapkan memiliki kemajuan dan perkembangan yang sama dengan IKN sebagai daerah asal ibukota bernama nusantara.

“ Harapan kita semua FHBN ini agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kemajuan dan kelestarian kebudayaan dapat tercapai sekaligus menjadi upaya baik pelaku seni dan budaya dalam mengekspresikan keahliannya,” harapnya.

Dalam kesempatan ini Woro Srihastuti juga mengapresiasi 30 SLP sebagai sekolah percontohan tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di kabupaten PPU. “ SLP ini merupakan langkah strategis menyiapkan SDM unggul untuk penyanggah wilayah IKN,” tutupnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun mengatakan bahwa FHBN Tahun 2024 yang dilaksanakan tersebut mengusung tema merajut persatuan dalam keberagaman, yang bermakna sebagai upaya untuk menciptakan keselarasan, persatuan, dan penghargaan antara berbagai budaya yang ada dalam suatu masyarakat yang beragam. 

“Karena kebudayaan adalah perekat kebangsaan. Dan pada tahun 2024 perpindahan Ibu Kota Negara Indonesia dari Jakarta ke Ibukota Nusantara, yang nantinya pasti akan menjadi muara berbagai budaya,” ujarnya.

FHBN ini lanjutnya, bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Nusantara, memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman budaya, mendorong kreativitas dan inovasi dalam seni dan budaya, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan potensi pariwisata serta ekonomi kreatif.

“ Pembangunan kebudayaan dapat menjadi salah satu dasar untuk pengembangan ekonomi kreatif. Produk-produk budaya seperti kerajinan tangan, barang seni, karya literatur, dan lain-lain memiliki potensi yang besar dalam rangka pembangunan kebudayaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain itu Makmur Marbun juga mengatakan bahwa dengan adanya FHBN Tahun 2024 ini, sangat mendukung pelaksanaan SLP di PPU. Menurutnya SLP merupakan suatu model pendidikan karakter berbasiskan nilai-nilai pancasila yang mengandung kearifan lokal, dengan mengadopsi pendekatan pentahelix, untuk menjadikan sekolah sebagai inkubator kemandirian tenaga pendidik, peserta didik, dan orang tua, guna membentuk profil pelajar pancasila dalam rangka mewujudkan indonesia emas 2045. (HumasPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM - Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Publik (PPID) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Melaksanakan Uji Konsekuensi Informasi yang dikecualikan Sebagai Implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, di Ruang Rapat Kantor Diskominfo. Kamis (05/09/2024).

Mewakili Kepala Diskominfo PPU, Khairudin, Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo PPU, Roinald Pagayang mengatakan kegitan ini di hadiri dari beberapa SKPD, Kecamatan, Kelurahan serta RSUD yang mengajukan daftar informasi yang dikecualikan (DIK) untuk dilakukan pengujian konsekuensi. 

"Pengujian konsekuensi dilakuakn PPID bersama Bagian Hukum Sekretariat Daerah dan dari Akademisi Mangara Maidlando Gultom, SH,M.H. Dosen Program Studi Ilmu Hukum Universitas Balikpapan. "ucapnya

Roinald menyampaikan kegiatan ini didasari Pasal 17 huruf g Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) menyatakan bahwa informasi data pegawai yang termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) dikecualikan.

"Klasifikasi informasi yang dapat dikecualikan kepada publik dengan sifat ketat dan terbatas. "jelasnya.

Lanjut Roinald mengatakan namun, sebelum menyatakan suatu informasi Publik sebagai informasi yang dikecualikan, PPID wajib melakukan proses uji Konsekuensi, dengan menyebutkan dasar hukum pengecualian informasi, konsekuensi atau pertimbangan dibuka dan ditutup sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Informasi Republik Indonesia (PERKI) 1 Tahun 2021.

"Hasil dari pelaksanaan uji konsekuensi informasi tersebut, akan menghasilkan 

daftar klasifikasi informasi yang dikecualikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam paser Utara yang ditetapkan dengan Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten PPU. " terangnya

Roinald menambahkan, uji konsekuensi informasi akan melibatkan semua organisasi perangkat daerah, kelurahan serta Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU,

"Sehingga dapat terjalin koordinasi serta kesepahaman dalam pengelolaan informasi publik secara terpusat antara Dinas Kominfo dengan semua badan publik,”pungkasnya (DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Buka Bimbingan Teknis (Bimtek) Diklat Bina Bangsa (Diklanas) yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) PPU di Hotel Golden Tulip, Kamis (05/09/2024). Mengusung tema Tata Cara dan Fungsi Bidang - Bidang Dalam Struktur Lembaga Badan Permusyawaratan Desa Serta Menjalin Keharmonisan Bersama Kepala Desa dan Perangkat Desa, 

Saat membuka acara Pj Bupati PPU, Makmur Marbun menyampaikan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi seluruh perangkat desa dalam Peningkatan kapasitas perangkat desa dengan tujuan.

"Agar perangkat desa dapat melakukan tugasnya dengan lebih baik dan menghasilkan pelayanan yang lebih baik pula kepada masyarakat desa."ungkapnya.

Selaku Pj. Bupati PPU, Makmur Marbun berharap melalui bimtek kali ini seluruh perangkat desa dapat menciptakan kolabosari yang baik antara Pemerintah Desa dan BPD. 

"Sehigga memunculkan suasana kerja yang nyaman dan kondusif yang dapat menimbulkan ide-ide kreatif untuk membangun desanya masing-masing," Harapnya.

"Terima kasih atas perhatian dan partisipasi semua pihak ikuti kegiatan ini sampai selesai. Semoga bimtek ini membawa keberkahan dan manfaat yang besar bagi kita semua." Tambahnya

Sementara itu, Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati menambahkan, Kegiatan ini berlangsung dimulai hari kamis 05 September hingga 08 September 2024 mendatang. Dengan menghadirkan Narasumber dari Kemendagri, Dr. Sri Hayati dan Dr. Saydiman. 

"Kegiatan ini diikuti pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa sebanyak 127 peserta berasal dari 22 desa di wilayah kabupaten PPU. Dengan harapan seluruh peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapat selama bimtek ini untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja."pungkasnya 

turut hadir Ketua Dewan Pembina Diklanas Abdul Rahman Camat Waru, Perwakilan Pejabat SKPD terkait dan Para Kades (DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM – Asosiasi Bio-Agroinput Indonesia (ABI), bersama PT. Artha Prima Humatindo dan PT. Prima Agro Tech melakukan kunjungan studi evaluasi terhadap teknologi budidaya padi di lahan sulfat masam di Desa Sebakung Jaya, Desa Sri Raharja, dan Desa Rawa Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu, (4/9/2024). 

Acara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Direktur Serealia Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ketua Umum ABI, dosen tetap Universitas Pertahanan Kementerian Pertahanan, serta undangan lainnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengevaluasi dan meningkatkan produksi serta produktivitas padi melalui perluasan areal tanam (PAT) dan penerapan teknologi budidaya yang tepat dan berkelanjutan di lahan sawah sulfat masam. Lahan-lahan ini tersebar luas di Pulau Kalimantan, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, Provinsi Sulawesi Selatan, dan beberapa provinsi lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Andi Traso dalam sambutannya menyampaikan, Kecamatan Babulu telah menjadi sentra lumbung pangan dan berkomitmen untuk meningkatkan produksi pertanian dan produktivitas melalui berbagai upaya, termasuk pemanfaatan teknologi yang tepat. 

"Dengan tantangan pH tanah yang rendah dan kondisi lahan yang sulit, kami berharap program ini dapat memberikan solusi nyata bagi para petani." Ujarnya.

Menurutnya, evaluasi ini menunjukkan bahwa lahan sulfat masam di Benuo Taka menghadapi berbagai tantangan, seperti pH tanah yang sangat masam, rendahnya kandungan hara, serta tingginya kandungan pirit dan toksisitas aluminium. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan bahwa produktivitas padi di wilayah ini hanya sekitar 2-3 ton per hektar, jauh di bawah rata-rata nasional. 

"Rendahnya produktivitas ini juga dipengaruhi oleh serangan OPT tinggi, seperti blas, kresek, penggerek batang padi, dan Wereng Batang Cokelat (WBC)." Ungkapnya

Ia juga menjelaskan jika Asosiasi Bio-Agroinput Indonesia (ABI) memperkenalkan konsep PROFITISASI pertanian sebagai solusi. Konsep ini tidak hanya fokus pada intensifikasi atau ekstensifikasi tetapi juga pada penurunan harga pokok produksi dan pengurangan risiko kegagalan produksi. 

"ABI mengusulkan penerapan teknologi budidaya yang tepat guna, seperti penggunaan biostimulan, pupuk mikro majemuk, pembenah tanah, dan pestisida alami. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pertanian lokal dengan biaya yang lebih rendah dan hasil yang lebih baik," Harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum ABI, Gunawan Sutio dalam sambutannya menegaskan bahwa kunci untuk kedaulatan pangan dan peningkatan daya saing produk pertanian terletak pada penggunaan sarana produksi dari industri dalam negeri. Dengan penerapan teknologi yang tepat dan dukungan dari pemerintah serta edukasi kepada petani. 

"kami yakin produktivitas padi di lahan sulfat masam dapat meningkat secara signifikan." Terangnya

Ia pun menjelaskan, Program ini juga didukung oleh dosen tetap Universitas Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Iswan Gunadi, yang turut memberikan pandangan akademis mengenai aplikasi teknologi budidaya yang inovatif.

"Dengan pendekatan yang berfokus pada pengurangan biaya produksi, pengelolaan risiko yang lebih baik, dan adaptasi teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal, ABI dan mitra berharap dapat meningkatkan hasil dan keuntungan petani, serta mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah ini," (DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM - Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional ke 40 Tahun Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Menggelar Seminar Pendidikan Usia Dini Dan Lomba Menggambar/Mewarnai Tingkat Paud (Formal & Non Formal) Se-Kabupaten Penajam Paser Utara, di aula masjid al ikhlas nipah-nipah. Rabu (04/09/2024)

Menghadirkan Narasumber Aptisi dibidang Spisikolog, Aji Rizki Melati, menyusun tema “Pentingnya Kesehatan Mental (Mental Health) bagi pendidik Anak Usia Dini untuk membentuk generasi Emas”. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama PPU Pengawas TK dan Pemilik PAUD serta Ketua HIMPAUDI, IGTKI, IGRA, IGABA Kabupaten Penajam Paser Utara.

Mewakili Penjabat Bupati PPU Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda PPU, Ainie menyampaikan Seminar Pendidikan Usia Dini Dan Lomba Menggambar/Mewarnai Tingkat Paud (Formal & Non Formal) Se-Kabupaten Penajam Paser Utara sangat baik diselenggarakan dengan tujuan untuk membahas peran pendidik dalam membentuk masa depan cerah bagi anak-anak kita. 

"Mengingat pentingnya pendidik dengan memiliki kesehatan mental yang baik cenderung akan lebih efektif dalam mengajar dan berinteraksi dengan siswa. Selain itu, dapat mengelola stres dengan baik, berkomunikasi dengan jelas, melakukan kreativitas dan inovasi kepada muridnya sehingga menciptakan suasana yang menyenangkan," ujarnya.

Lanjut Ainie sebagaimana diketahui, usia dini merupakan usia yang tepat untuk diberikan berbagai konsep kehidupan sebagai bekal di kehidupan selanjutnya.

"kependidikan PAUD memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi kepada anak usia dini melalui sistem pembelajaran pada PAUD," terangnya.

Ainie menambahkan, pendidik dan tenaga kependidikan PAUD harus memiliki kreativitas dan menguasai strategi pengembangan pada anak usia dini, karena metode pembelajaran anak usia dini berbeda dengan metode pendidikan dasar. 

"Kepada pendidik dan tenaga kependidikan maupun pengelola PAUD untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya, sehingga dapat memberikan pembelajaran yang terbaik bagi anak-anak didiknya. "pungkasnya.(DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Melaksanakan Sosialisasi Sistem Pengelolaan Pelayanan Publik Nasional Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR!).

Kegiatan tersebut diikuti dari seluruh Puskesmas yang ada di kabupaten PPU berjumlah 11 Unit Pelayanan Teknis (UPT), bertempat diruang rapat kantor Diskominfo PPU, Selasa (03/09/2024).

Mewakili Kepala Diskominfo PPU, Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo PPU, Roinald Pagayang menyampaikan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan aplikasi pengaduan SP4N Lapor pada setiap UPT Puskesmas yang ada di Kabupaten PPU,

"Serta meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih baik untuk terwujudnya tata pemerintahan yang baik." ucapnya

Lanjut Roinald menerangkan sp4N Lapor adalah salah satu saluran penyampaian pengaduan masyarakat yang dapat dilakukan melalui kanal website lapor.go.id, Juga dapat melalui apliaksi Android/IOS SP4N Lapor dan SMS ke 1708 ketik PPU spasi isi laporan." jelasnya

Roinald menambahkan pengelolaan SP4N Lapor juga bertujuan agar pengelolaan pengaduan laporan masyarakat dapat dilaksanakan secara cepat, tepat dan tuntas serta terkoordinasi dengan baik antara admin SP4N Lapor dan Pejabat penghubung dalam menindaklanjuti setiap pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat. 

"Sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di kabupaten penajam paser utara." pungkasnya (DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM – Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur Marbun membuka secara resmi kegiatan sosialisasi pengukuran indeks kebijakan Kabupaten PPU bertempat di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU pada Selasa (3/9/24).

Tampak hadir Asisten Bidang Administrasi Umum Setda PPU, Ainie, Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah – Lembaga Administrasi Negara (Puslatbang KDOD LAN), Muhammad Aswad serta para pejabat di lingkungan pemerintahan Kabupaten PPU.

Giat ini diselenggarakan sebagai wujud memantapkan komitmen kinerja dalam rangka meningkatkan pelaksanaan reformasi birokrasi di Pemerintah Daerah Kabupaten PPU.

Pj. Bupati PPU menerangkan, hasil pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) tahun 2023 secara nasional mengalami peningkatan cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2021.

“Tahun 2021 yang lalu hanya 40 persen, dan jumlah partisipasi instansi pusat dan daerah yang mengikuti pengukuran IKK juga meningkat 97 persen,” terang Marbun.

Bahwasanya, masih banyak kebijakan dan regulasi yang diterbitkan hanya sebagai syarat pemenuhan penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU), yang menekankan pada jumlah dan kuantitas regulasi yang dibuat, bukan pada kualitas kebijakan tersebut.

Oleh karena itu, untuk mendorong setiap kebijakan publik perlu disertai evidence based yang kuat, inovatif, partisipatif kelompok kepentingan dan komunikatif sebagai modal utama dalam mengupayakan kebijakan publik yang berkualitas. (DiskominfoPPU)

KabarIkn.com,PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah tujuh kali meraih Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau. 

Untuk itu prestasi yang telah diraih tersebut harus bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, tentunya melalui kerja sama semua sektor yang terlibat dalam proses penilaian Adipura tersebut. 

Demikian dikatakan Asisten II Bilang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab PPU, Sodikin saat membuka ekspose Adipura yang digelar di kantor bupati PPU, Rabu, (4/9/2024). 

" Prestasi piala Adipura ini telah tujuh kali kita terima dan semoga ini bisa kita pertahankan atau bahkan kita tingkatkan di tahun 2024 ini. Ini tugas kita bersama," kata Sodikin. 

Lebih jauh kata Sodikin, bahwa terkait ekspose adipura saat ini pemda PPU telah berada pada nuansa Ibukota Negara (IKN ) sebagai serambi nusantara. Artinya, sambung dia, sekecil apapun yang ada di PPU saat ini menjadi pantauan dari semua, baik tingkat nasional maupun internasional. 

Dia mengatakan bahwa sejak 10 bulan lalu Penjabat (Pj) bupati PPU telah merubah nuansa PPU menjadi lebih dikenal hingga tingkat nasional. Kini berbagai even tingkat nasional hingga internasional kerap digelar di serambi nusantara PPU. 

" Artinya sebuah kabupaten akan naik kelas apabila di wilayah itu mampu menggelar even-even nasional hingga internasional. Dan PPU sudah melakukan itu," ujarnya. 

Sodikin menambahkan bahwa ada beberapa titik pantau yang menjadi penilaian Adipura di PPU tentunya pada masing-masing titik tersebut harus bisa dikelola bersama dan jangan sampai titik-titik yang telah ada terabaikan.

" Makanya dalam pertemuan sebelumnya kita telah melibatkan semua pihak terkait, baik kepala desa, lurah, sekolah, dishub dan lainnya. Harapannya tugas-tugas ini dapat kita kerjakan bersama," beber Sodikin. 

Sementara itu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PPU, Syamsiah mengatakan bahwa piala Adipura bukan hanya milik DLH saja, tetapi milik pemerintah kabupaten PPU. Hanya saja kebetulan leading sektornya berarada di DLH. 

Menurut nya Adipura tidak bisa diraih sendiri, tetapi harus ada kerja sama tim untuk mewujudkan itu semua. 

" Makanya hari ini kita mengundang semua unsur yang ada disetiap titik-titik pantau Adipura. Kebetulan di PPU ada 19 titik yang dinilai mulai dari pelabuhan, terminal, rumah sakit, kelurahan, dinas, bank sampah dan lain sebagainya," ujarnya. 

Tampak hadir dalam kegiatan ekspose Adipura ini sejumlah pihak-pihak yang bertanggung jawab di masing-masing titik pantau penilaian di kabupaten PPU seperti para lurah, kepala desa, camat, pihak sekolah, dinas dan pihak terkait lainnya. (HumasPPU)