
KabarIkn.com - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai wilayah yang memiliki potensi minyak dan gas bumi (migas) di Kalimantan Timur, berharap agar perusahaan lokalnya dapat menjadi bagian pendukung kegiatan hulu migas. Untuk mendukung keinginan tersebut, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) menggelar Workshop Proses Pengadaan Hulu Minyak dan Gas Bumi bagi Pelaku Usaha di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan yang digelar selama dua hari (7-8/6) di Samarinda ini di ikuti oleh pengusaha lokal yang menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kukar.
Disampaikan Senior Manajer Humas SKK Migas Kalsul Wisnu Wardhana, SKK Migas – KKKS melibatkan pengusaha/vendor lokal dalam mendukung kelancaran bisnis Hulu Migas. Apalagi, saat ini telah adanya surat pernyataan komitmen dari SKK Migas bersama KADIN Kabupaten Kukar untuk membantu para pengusaha/vendor lokal dalam kegiatan usaha di sektor Hulu Migas di Kabupaten Kukar.

Adanya kerjasama antara SKK Migas Perwakilan Kalsul dengan KADIN Kukar yang tertuang dalam Surat Pernyataan Komitmen tanggal 19 Maret 2022 di Tenggarong yaitu untuk bekerjasama dalam hal kegiatan peningkatan kapasitas, kapabilitas dan kualitas sumber daya manusia pengusaha yang tergabung di dalam KADIN Kabupaten Kutai Kartanegara, agar dapat bersaing secara profesional serta memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan dalam pengadaan barang dan jasa pada Kegiatan Usaha Hulu Migas di Indonesia.
“Kami yakini dengan kerjasama tersebut dan ditindaklanjuti kegiatan worshop ini, akan memberi dampak baik untuk pengusaha lokal dalam keikutsertaannya terlibat di sektor Hulu Migas” ujar Wisnu.
Lanjut Wisnu, melalui kerjasama dan komunikasi yang baik antara SKK Migas - KKKS di wilayah Kukar dengan Pemerintah Kukar serta perusahaan atau pelaku usaha di wilayah Kabupaten Kukar, maka akan dapat meningkatkan multiplier effect kegiatan usaha hulu Migas bagi daerah.
Pada kesempatan tersebut Bupati Kukar Edi Damansyah, melalui Sekab Kukar Sunggono mengakui jika Industri sektor hulu migas berperan sebagai penopang perekonomian nasional. Industri Hulu Migas menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional dan lokal yang memberi jaminan kesejahteraan ekonomi, bukan hanya bagi negara namun juga masyarakat.

Workshop yang dilaksanakan selama dua hari ini diharapkan memberikan dorongan kepada peningkatan investasi di sektor Hulu Migas di Kabupaten Kukar melalui percepatan proses perizinan yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha migas. Apalagi jika memahami bahwa secara prinsip kegiatan industri hulu migas adalah milik pemerintah yang dilaksanakan oleh KKKS maka segala peralatan atau barang yang dibeli untuk kegiatan usaha hulu migas menjadi milik negara
Selain itu juga memberi dampak positif terhadap meningkatnya peranan UMKM menjadi vendor yang terintegrasi dan tercatat dalam database Vendor SKK Migas – KKKS. Sehingga tercipta kolaborasi dan jaringan komunikasi tiga pihak, yakni antara pengusaha atau vendor lokal, pemerintah daerah, dan SKK Migas – KKKS, sehingga dapat mendukung kelancaran operasional kegiatan usaha Hulu Migas di Kabupaten Kukar” ujar Sunggono.
“Semoga acara ini dapat memberi dampak yang signifikan dalam pengembangan industri hulu migas serta turut mengawal peningkatan produktivitas migas di Kabupaten Kukar”pungkasnya.
Selaku Ketua KADIN Kukar, Aulia Rahman Basri memahami pentingnya kerjasama dan kolaborasi pemerintah dan usaha hulu migas yang beroperasi di Kukar. Pasar industri migas di Kabupaten Kutai Kartanegara yang besar karena memiliki 4 WK migas yang dikelola oleh KKKS BUMN maupun Swasta, seperti; Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga-sanga, Pertamina Hulu Kalimantan Timur, dan Eni Muara Bakau
Namun disisi lain, masih sedikitnya jumlah partisipasi pengusaha lokal, sehingga membuka peluang bagi pengusaha lokal lain untuk bisa mendapatkan pekerjaan di KKKS. Dukungan dari Pemerintah Daerah Kukar bersama SKK Migas Kalsul untuk keterlibatan BUMD dan pengusaha lokal dalam mendapatkan peluang usaha tersebut di hulu migas.
Rangkaian Workshop Proses Pengadaan Hulu Minyak dan Gas Bumi yang dilaksanakan selama 2 hari kedepan meliputi, paparan dan diskusi tentang “Proses Pengadaan Hulu Minyak dan Gas Bumi”. Proses Pendaftaran Pendaftaran CIVD (Centralized Integrated Vendor Database) dan CSMS (Contractor Safety Management System)”. Sharing Session dari 4 (empat) perusahaan/vendor lokal KKKS tentang “Pengalaman mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Hulu Migas”. Dan akan dilakukan Coaching clinic CIVD dan CSMS untuk seluruh peserta.(adv)





