[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan - Kamis (29/02/2024), Launching Indonesia City Expo (ICE) 2024 dan Koordinasi Rakernas ke-17 & HUT Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke - 24 telah sukses digelar di Hotel Novotel, Balikpapan.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi menyampaikan bahwa setiap kota memiliki kelebihan,sehingga pada Indonesia City Expo (ICE) 2024 setiap kota akan menampilkan kelebihan-kelebihan nya. Nantinya para pengurus apeksi akan mengambil semua kelebihan tersebut untuk dijadikan satu dan diterapkan ke semua Kota yang ada di Indonesia.

“ Semuanya itu nanti akan kita sampaikan kepada Mendagri untuk menjadi bahan agar apa yang diselenggarakan pada APEKSI ini dapat berguna dan bermanfaat untuk daerah lain yang berada diluar APEKSI,” Kata Eri Cahyadi saat melakukan Konferensi Pers bersama awak media.

Sehingga dalam APEKSI ini tidak ada lagi kota yang melaju dengan cepat, tetapi saling menguatkan juga membantu satu sama lain dan APEKSI ini dapat menjadi bermanfaat bagi kota-kota lain.

Eri menjelaskan pada acara tersebut terutama pada pawai budaya setiap daerah akan mengirimkan 100 delegasi, sehingga mereka menunjukkan kebersamaan dan kekuatan APEKSI yang diadakan di Kota Balikpapan.

“ Pada Apeksi dan Rakernas ke-17 yang digelar di Balikpapan ini memiliki semangat baru, kekuatan baru dan memiliki kesatuan antar kota untuk membangun APEKSI yang baru. Sehingga bisa memberikan sesuatu untuk Negeri ini,” ujarnya.

Adapun salah satu tujuan yang ingin diwujudkan oleh Indonesia salah satunya adalah mengurangi angka kemiskinan, mengurangi pengangguran, mengurangi stunting, menurunkan angka kematian dan menaikkan indeks pembangunan manusia. 

Maka dari itu, APEKSI memiliki aplikasi yang dimana berisi data angka kematian ibu dan anak. Warga yang sakit maupun ibu hamil jika mengalami pendarahan bisa langsung memasukkan data ke aplikasi tersebut yang terkoneksi langsung dengan Dinas Kesehatan setempat.

“Jadi dari hasil inilah yang akan kami jadikan satu, sehingga dari hasil APEKSI nanti dapat diterapkan diseluruh kota agar Indonesia dapat maju bersama,” imbuhnya.

Sementar itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud selaku tuan rumah mengatakan bahwa Kota Balikpapn memiliki peran dan posisi yang strategis karena letaknya yang sangat dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang merupakan megaproyek pemerintah beberapa tahun terakhir.

” Saya harap para peserta yang hadir disini tidak cuma membahas persoalan sektoral di dalam asosiasi, tetapi juga berkolaborasi untuk menyukseskan pembangunan IKN di Kalimantan Timur,” Kata Rahmad.

Salah satunya itu berkolaborasi terkait pemenuhan kebutuhan di Kota Balikpapan yang diketahui tidak memiliki sumber yang memadai untuk urusan bahan pokok seperti beras, daging, sayur-mayur.(tri/adv)

KabarIkn.com,Balikpapan - Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menggelar Launching Indonesia City Expo ke 20 dan Koordinasi Persiapan Rakernas ke-17 & Hut Apeksi ke 24 di Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (28/02/2024).

Seperti yang diketahui hasil dari Rakernas ke-16 Apeksi 2023 di Kota Makassar yaitu menetapkan Kota Balikpapan menjadi Tuan Rumah pada kegiatan Rakernas ke -17 & Apeksi Tahun 2024.

Rakernas ini turut dihadiri oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Ketua APEKSI Eri Cahyadi, Sekda Kota Balikpapan Muhaimin, para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perwakilan masing-masing Kota di Indonesia.

Pada sambutannya, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menyampaikan bahwa ia sangat berterima kasih dan akan menjadi tuan rumah yang sebaik-baiknya serta memberikan pelayanan terbaik pada kegiatan Rakernas Apeksi ini. Kegiatan Apeksi sendiri akan digelar mulai tanggal 3 - 6 Juni 2024 dengan mengambil tema "Kota Sejahtera, Indonesia Maju".

"Kota Balikpapan sebagai penyangga dan pintu gerbang IKN, Kota Balikpapan memiliki peranan yang sangat strategis. Mudahan dengan adanya agenda Apeksi ini kita bisa terus berkolaborasi dan kemitraan kita untuk mensukseskan pembangunan Ibu Kota Negara," Ujar Rahmad.

la menjelaskan kalau di Kota Balikpapan untuk bahan pokok seperti beras, sayur mayur maupun daging rata-rata semuanya didatangkan dari luar daerah seperti Jawa dan Sulawesi.

Apeksi ini bukan hanya Birokrasi maupun Pemerintahan saja yang dibahas tetapi yang menjadi momentum adalah bagaimana cara agar bisa mengisi perekonomian dengan cara mensukseskan pembangunan Ibu Kota Negara," katanya.

Rahmad menambahkan bahwa dalam Rakernas ini bukan hanya membahas soal perekonomian internal, bukan hanya membahas soal festival budaya yang akan diselenggarakan. Tetapi bagaimana pemerintah memiliki peranan dan hadir untuk menjadi saksi peradaban " Indonesia Emas " dengan adanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.(tri/adv)

 

 

KabarIkn.com,Balikpapan - Pemerintah Kota bersama DPRD Balikpapan telah menandatangani Nota Kesepakatan Wali Kota Balikpapan atas Rancangan Awal RPJPD Tahun 2025-2045 dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Senin (26/02/2024).

Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin menyampaikan bahwa telah dilakukan pembahasan bersama Ketua DPRD beserta seluruh anggota DPRD mengenai Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045.

" Ini bukan program lanjutan, RPJPD kita kan sudah selesai yang tahun 2005-2025. Itu harus segera di sahkan paling lambat di Bulan Agustus 2024 karena akan digunakan pada Tahun 2025," Kata Muhaimin kepada awak media.

Setelah itu, Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tersebut akan dijabarkan menjadi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) jika kepala daerah sudah terpilih. 

Muhaimin menambahkan kalau ini akan menjadi acuan untuk jangka 5 tahunan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2024-2029. 

" Sampai saat ini yang masih banyak dibahas itu penyediaan air , masalah pendidikan, kesehatan dan penanggulangan banjir," imbuhnya.

Apalagi pada saat ini masuk dalam isu adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang tentunya jumlah penduduk akan semakin banyak dan infrastruktur sudah terbatas. Maka dari itu Pemerintah Kota akan terus fokus mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. (tri)

KabarIkn.com,Balikpapan - 27 Februari 2023,  Kota Balikpapan secara resmi meluncurkan Rencana Aksi Menuju Bangunan Nol Emisi Karbon, dengan memfokuskan pada strategi konservasi energi yang diterapkan dalam sektor bangunan. Kegiatan penyusunan Rencana Aksi menuju Bangunan Nol Emisi Karbon (Zero-Emission Building) di Kota Balikpapan ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kota Balikpapan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang didukung oleh Global Buildings Performance Network (GBPN). Kegiatan ini menghasilkan langkah-langkah kunci yang perlu diambil selama kurun waktu 5 (lima) tahun guna mewujudkan bangunan emisi nol karbon di Kota Balikpapan sebagai bagian dari strategi konservasi energi nasional.

Penyusunan Rencana Aksi ini dilakukan secara kolaboratif antar pemangku kepentingan kunci Pemerintah Kota Balikpapan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Balikpapan (Bappeda Litbang) dan sebagai koordinator yang didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pakar lokal, akademisi, pengembang, asosiasi, serta pemilik bangunan gedung melalui diskusi HIDUP (sebuah platform kolaboratif antar pemangku kepentingan kunci di Kota Balikpapan) guna menghasilkan langkah dan solusi strategis sesuai dengan konteks dan sumber daya Kota Balikpapan.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Balikpapan, Muhaimin S.T, M.T, menyatakan dukungan penuh dan komitmennya terhadap langkah-langkah penerapan praktik bangunan rendah emisi karbon selanjutnya. Salah satunya adalah melalui Program Adiwiyata (Apresiasi Sekolah Hijau Tahunan) yang dapat menjadi salah satu media sosialisasi untuk penerapan bangunan rendah emisi karbon dan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam penerapan konservasi energi pada bangunan. “Sebagai perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, Saya memberikan dukungan penuh terhadap program ini yang memerlukan kerjasama lebih lanjut dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan pihak swasta. Pemerintah Kota akan memberikan stimulasi dan insentif kepada sekolah-sekolah dalam Program Adiwiyata untuk mendorong praktik bangunan rendah emisi karbon.” Kata Muhaimin.

Dalam sambutan kegiatan Diseminasi Rencana Aksi Menuju Bangunan Nol Emisi Karbon di Kota Balikpapan Sekretaris Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Tommy Alfianto, S.Sos, MT menyampaikan bahwa “Pentingnya dukungan dari semua pihak dalam implementasi konservasi energi di Kota Balikpapan. Saat ini Balikpapan sudah mengintegrasikan strategi konservasi dalam perencanaan pembangunan kota. Yang penting menjadi tindak lanjut terutama adalah bagaimana rencana strategis yang telah disusun dapat lebih difokuskan pada sektor bangunan gedung dan dapat mendorong penerapan yang lebih baik.”

Menurut Dr. Muhammad Ery Wijaya, Country Manager GBPN Indonesia, keterlibatan GBPN melalui upaya kolaboratif ini menekankan pada pendekatan bottom-up untuk dapat membangun proses reformasi kebijakan berbasis bukti (Evidence Based Policy). “Pendekatan komprehensi ini penting karena memastikan bahwa rekomendasi yang kami sampaikan tidak hanya didasarkan pada data tetapi juga selaras dengan tujuan pembangunan Kota Balikpapan secara lebih luas. Kami memahami bahwa pendekatan yang bersifat umum saja tidak cukup. Oleh karena itu, kami berupaya melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para ahli di Kota Balikpapan, terutama dalam konteks lingkungan perkotaan berkembang pesat dan sangat beragam.” Kata Dr. Ery.

Upaya Kolaborasi antara GBPN dan Pemerintah Kota Balikpapan menunjukan komitmen terhadap visi bersama mengenai pembangunan perkotaan berkelanjutan. Keberhasilan pengumpulan data dan wawasan dari para ahli lokal memberikan landasan yang kokoh bagi pengembangan inisiatif serupa kedepannya. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Balikpapan, diharapkan penerapan strategi yang direkomendasikan melalui program ini dapat memberikan dampak yang berarti bagi warga Kota Balikpapan. Model kerja sama ini memberikan contoh yang baik di tingkat lokal bagi kota-kota lain untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan berkontribusi terhadap upaya penurunan karbon nasional.              

Menyadari pentingnya upaya konservasi energi pada bangunan Pemerintah Kota Balikpapan telah secara strategis mengintegrasikan sektor bangunan sebagai salah satu sektor kunci dalam upaya penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menuju Net Zero Emission (NZE) Kota Balikpapan. Dalam rangka menuju kota yang siap dan adaptif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, agenda ini telah dimasukkan ke dalam draft Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) 2025-2045. Integrasi ini memastikan bahwa terkait dengan bangunan rendah karbon tidak akan berhenti sebagai sekedar gagasan, tetapi menjadi tujuan yang konkret dan terukur, untuk mencapai pengurangan emisi GRK sesuai komitmen ENDC dan sasaran jangka panjang emisi nol bersih paling lambat pada tahun 2060.

Diseminasi Rencana Aksi ini diharapkan dapat menjadi media untuk menyebarluaskan dan mengkomunikasikan isi dan tindak lanjut Rencana Aksi tersebut. Adanya Rencana Aksi ini ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Balikpapan dalam mendorong penerapan konservasi energi terutama pada bangunan gedung di daerah dan berkontribusi pada pencapaian sasaran pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai komitmen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) dan sasaran jangka panjang emisi nol bersih selambat-lambatnya pada tahun 2060.(*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Rabu (13/12/2023), Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2024 Pemerintah Kota Balikpapan melakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan pada Makanan dan Minuman Kemasan Serta Peninjauan Pasar. Adapun lokasi yang ditinjau yaitu Pasar Sepinggan dan sejumlah minimarket di Klandasan.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud menyampaikan pada sidak parsel kali ini tidak ditemukan barang kadaluarsa tetapi ditemuka barang yang akan expired bulan ini, ia meminta barang tersebut dapat ditarik dari peredaran dan tidak dipajang kembali.

Sidak parsel ini terus dilakukan setiap tahun untuk memastikan bahwa pemerintah hadir. Jika tidak dipantau oleh pemerintah maka dikhawatirkan hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi.

" Dengan adanya kita turun bersama forkopimda dapat membantu masyarakat. Ini ikhtiar kita dan minimal kita sudah membantu mengingatkan," ujarnya.

Saat melihat situasi di pasar terdapat kenaikan harga pada cabe maupun ayam diketahui tidak terlalu signifikan dan tidak membebankan warga.

Diketahui setiap tahun terjadi inflasi masalah cabe. Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Balikpapan sudah mengutus perusda dan salah satu staff ahli sudah memiliki komitmen dan kerjasama. Ini akan terus ditindaklanjuti untuk menjaga stabilitas harga khususnya cabe yang ada di Kota Balikpapan sekarang ini.

" Kemarin kita beli harganya cuma 15 ribu dan bisa dijual maksimal di eceran 30 ribu, tetapi sekarang harganya melonjak menjadi 95 ribu paling murah," imbuhnya.

Maka dari itu, ini tugas pemerintah untuk dapat hadir mengintropensi harga-harga yang terjadi di Kota Balikpapan menjelang Natal dan Tahun Baru 2024.

" Harga ikan juga cukup naik, tetapi ini bisa disebabkan oleh situasi maupun kondisi dari nelayan. Kita akan terus pantau agar kenaikan harga tidak melonjak terus menerus apalagi menjelang tahun baru,"pungkasnya. (tri)