
KabarIkn.com,Balikpapan – Dinas Perdagangan Kota Balikpapan memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras, dalam kondisi aman menjelang dan selama Ramadan. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Muhammad Anwar, menyampaikan bahwa stok beras mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
“Kalau dari porsi kami di Dinas Perdagangan, yang kami hitung adalah stok di tingkat distributor. Insya Allah untuk satu bulan ke depan itu cukup. Khusus beras, berdasarkan data dari Bulog, stok bahkan aman sampai tiga bulan ke depan,” ujarnya,Selasa (03/03/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan catatan yang dimiliki, stok beras di tingkat distributor mencapai sekitar 15 ribu ton. Sementara itu, stok yang dikelola Bulog tercatat sekitar 70 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk adanya peningkatan permintaan selama Ramadan.
Menurutnya, kenaikan permintaan pada momen tertentu seperti Ramadan merupakan hal wajar dalam mekanisme pasar. “Dalam hukum ekonomi ada demand dan supply. Kenaikan harga tidak mungkin sepenuhnya ditahan, tetapi bisa dikendalikan agar tidak membebani masyarakat,” jelasnya.
Sejauh ini, hasil inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar menunjukkan harga pangan relatif terkendali. Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, angkanya masih dalam batas wajar, yakni maksimal sekitar 5 persen.
Untuk komoditas yang harganya diatur pemerintah, seperti beras SPHP, kondisi di lapangan bahkan menunjukkan harga jual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). “Sekarang harga beras SPHP di pasar rata-rata sekitar Rp60 ribu, padahal sesuai ketentuan bisa dijual hingga Rp65 ribu,” tambahnya.
Selain memastikan ketersediaan dan stabilitas harga, Dinas Perdagangan juga menekankan pengawasan terhadap retail dan toko swalayan yang beroperasi di Kota Balikpapan. Para pelaku usaha diimbau untuk turut melakukan pembinaan terhadap UMKM, menjaga keamanan pangan, serta memperhatikan barang-barang yang sudah kedaluwarsa.
Dalam hal pengawasan, Dinas Perdagangan fokus pada aspek kuantitas dan kemasan produk. Sementara untuk penanganan barang kedaluwarsa, menjadi kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara terpadu bersama instansi terkait.
“Pengawasan terus berjalan dan bahkan semakin intens dengan adanya tim Satgas Pangan dan tim Saber. Kami bersama OPD lain, dipimpin Polri, rutin turun langsung ke pasar tradisional maupun retail modern,” katanya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja. Jika harga beras premium dirasa kurang terjangkau, masyarakat dapat memilih beras SPHP yang telah disediakan pemerintah dengan harga lebih terjangkau.
Dengan stok yang memadai dan pengawasan yang diperketat, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga demi kenyamanan masyarakat. (t/adv/diskominfo balikpapan)