[Valid RSS]

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, memastikan tetap menjalankan rencana ibadah umrah sesuai jadwal keberangkatan, menyusul belum adanya keputusan resmi dari pemerintah terkait penundaan atau penutupan sementara perjalanan jemaah di tengah dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.

Bagus dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada Jumat (6/3/2026), sebelum melanjutkan penerbangan menuju Tanah Suci pada Sabtu (7/3/2026). 

Hingga Rabu (4/3/2026), ia menegaskan belum menerima surat edaran maupun pengumuman resmi dari Kementerian Haji (Kemenhaj) terkait pembatalan atau penundaan keberangkatan.

"Ya belum, sebelum ada kepastian secara resmi ya saya berangkat saja. Ibadah umrah ini kan ibadah masing-masing. Kita tetap menunggu apa yang disampaikan pemerintah," ujar Bagus, Rabu (4/3/2026).

Menurut Bagus, seluruh proses penyelenggaraan umrah berada dalam koordinasi pemerintah pusat. 

Mulai dari travel penyelenggara, maskapai penerbangan hingga otoritas terkait, seluruhnya akan mengikuti kebijakan resmi yang ditetapkan pemerintah.

"Ini domainnya pemerintah. Karena di situ ada penyelenggara travel haji dan umrah, ada juga maskapai. Mereka pasti mengikuti ketentuan dari pemerintah. Kita tunggu satu dua hari ini," katanya.

Ia juga telah berkomunikasi dengan Kepala Kantor Kemenhaj Balikpapan, Suharto Bajuri, untuk memperoleh perkembangan terbaru. 

Informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan digelar rapat di tingkat kementerian guna membahas situasi terkini dan menentukan langkah lanjutan.

Di sisi lain, sejumlah travel umrah asal Balikpapan yang masih menjalankan agenda keberangkatan jemaah. 

Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, jemaah dengan jadwal tertentu yang sudah berada di Tanah Suci direncanakan kembali ke Indonesia pada 8 Maret mendatang.

Bagus berharap keputusan resmi dapat segera diumumkan agar memberikan kepastian dan ketenangan bagi seluruh calon jemaah. 

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus berdoa agar seluruh proses perjalanan ibadah berjalan lancar dan aman.

Terkait perayaan Idulfitri, ia juga memastikan tetap akan merayakannya di Balikpapan, menyesuaikan dengan jadwal kepulangannya dari ibadah umrah. (t/adv/diskominfo balikpapan)

 

 

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Potensi perputaran uang Pasar Inpres Kebun Sayur di Balikpapan Barat diperkirakan mencapai triliunan rupiah per tahun. 

Melihat besarnya aktivitas ekonomi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong percepatan revitalisasi pasar dengan dukungan pemerintah pusat.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, mengungkapkan hal itu usai bertemu Menteri Perdagangan, Budi Santoso, di Jakarta belum lama ini. 

Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Balikpapan menyampaikan permohonan dukungan pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur agar menjadi lebih representatif dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Rahmad, saat ini terdapat sekitar 599 pedagang yang beraktivitas di pasar tersebut.

Jika rata-rata omzet pedagang mencapai Rp17 juta per bulan, maka total perputaran uang setiap bulan dinilai sangat signifikan.

"Kalau dikalkulasi, potensi perputaran uangnya bisa ratusan miliar per bulan. Dalam setahun kurang lebih mencapai Rp3,1 triliun. Ini potensi ekonomi yang sangat besar," ucap Rahmad, Rabu (4/3/2026).

Ia menilai, dengan nilai transaksi sebesar itu, revitalisasi pasar menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas perdagangan berjalan lebih nyaman, tertata, dan aman, baik bagi pedagang maupun pembeli.

Pemkot Balikpapan telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) dan mengajukan estimasi anggaran pembangunan sekitar Rp180 miliar. 

Lahan pasar seluas kurang lebih 1,7 hektare merupakan aset milik pemerintah kota, sehingga tidak terkendala persoalan kepemilikan.

Rahmad menjelaskan, secara teknis pembangunan nantinya akan ditindaklanjuti melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), setelah mendapat rekomendasi dari pemerintah kota dan dukungan dari Kementerian Perdagangan.

Ia menegaskan, konsep bangunan yang dirancang juga telah disosialisasikan dan disepakati oleh para pedagang. 

Revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern.

"Kalau ini terbangun, tentu akan sangat membantu perekonomian masyarakat, khususnya di Balikpapan Barat," katanya.

Dengan dorongan tersebut, Pemkot Balikpapan berharap revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur dapat segera terealisasi sehingga potensi ekonomi yang besar di kawasan tersebut bisa dikelola lebih optimal dan berkelanjutan. (t/adv/diskominfo balikpapan)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan mengungkapkan hasil penertiban tempat biliar, peredaran Minuman Keras (Miras), hingga Anak Jalanan (Anjal) selama Ramadan 1447 Hijriah.

Penertiban dilakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Balikpapan Nomor 300/364/E/SETDA tentang penutupan sementara usaha hiburan dan pembatasan aktivitas tertentu selama Ramadan dan Idulfitri. 

SE tersebut ditandatangani Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, pada 16 Februari 2026.

Dalam aturan itu, operasional usaha hiburan seperti pub, bar, karaoke, live music termasuk yang berada di area hotel, serta panti pijat dan panti kebugaran dihentikan sementara mulai 17 Februari 2026 pukul 07.00 WITA hingga 21 Maret 2026 pukul 07.00 WITA. 

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga kekhidmatan ibadah puasa sekaligus ketertiban umum di Kota Balikpapan.

Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono, mengatakan secara umum pelaku usaha mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah kota.

"Alhamdulillah relatif tertib. Tempat hiburan malam (THM) semuanya tutup sesuai surat edaran. Untuk biliar juga sudah diingatkan terkait jam operasional dan mereka mengikuti," ucap Boedi saat mengikuti Safari Ramadan di Masjid Mishbahush Shudur, Rabu (4/3/2026).

Ia menyebutkan, selama operasi Ramadan, temuan minuman keras tergolong minim. 

Hal ini dipengaruhi oleh penutupan sementara tempat hiburan malam sehingga aktivitas penjualan miras juga menurun.

"Temuan miras ada, tetapi tidak banyak. Kita tetap lakukan penyitaan dan nanti akan dimusnahkan sesuai prosedur," jelasnya.

Satpol PP juga melakukan penempelan stiker pemberitahuan terkait jam operasional yang diperbolehkan pada sejumlah tempat usaha sebagai bentuk sosialisasi dan pengawasan langsung di lapangan.

Selain itu, petugas turut melakukan penertiban terhadap anak jalanan yang marak muncul menjelang waktu berbuka puasa maupun malam hari. 

Kata dia, anak-anak yang terjaring razia didata dan diberikan pembinaan.

"Kami amankan dan lakukan pendataan. Kalau masih di bawah umur, tentu kami panggil orang tuanya dan lakukan pembinaan," katanya.

Boedi menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan hingga menjelang Idulfitri untuk memastikan situasi tetap kondusif. 

Ia juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar tetap mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama selama Ramadan.

"Pengawasan akan terus kami lakukan sampai menjelang Idulfitri. Kami berharap seluruh pelaku usaha dan masyarakat tetap mematuhi aturan yang sudah ditetapkan agar suasana Ramadan di Balikpapan tetap aman, tertib, dan kondusif," pungkasnya.(t/adv/diskominfo balikpapan)

KabarIkn.com,Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadan. Pada Rabu (4/3/2026), kegiatan digelar di Masjid Mishbahush Shudur, Balikpapan Barat, yang dihadiri Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Wakil Wali Kota, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta para jamaah setempat.

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud mengungkapkan rasa syukur karena masih diberikan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di bulan suci Ramadan. Ia menyebut Safari Ramadan menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.

“Alhamdulillah, kita masih diberi nikmat kesehatan sehingga bisa berkumpul dan bersilaturahmi bersama masyarakat Balikpapan Barat dalam suasana Ramadan yang penuh berkah,” ujarnya.

Wali Kota juga mengenang Balikpapan Barat pada era 1990-an yang sempat mendapat stigma sebagai wilayah “zona merah”. Namun, menurutnya, seiring waktu dan kerja keras masyarakat, kawasan tersebut terus bertransformasi menjadi lebih baik.

“Dulu wilayah ini sering dicap negatif. Tapi hari ini kita bisa melihat perubahan besar. Banyak tokoh penting lahir dari Balikpapan Barat, mulai dari pimpinan daerah hingga legislatif. Ini membuktikan kualitas sumber daya manusianya luar biasa,” katanya.

Rahmad menekankan pentingnya keberanian yang rasional dalam membangun masa depan. Ia mengingatkan generasi muda agar berani dalam hal positif, bukan keberanian yang mengarah pada tindakan melanggar hukum.

Selain itu, ia berpesan kepada para orang tua untuk menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak kepada anak-anak sejak dini. Menurutnya, pendidikan berbasis nilai Al-Qur’an dan ajaran Islam menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus.

“Orang tua saya bukan pejabat, bukan pula ulama, tetapi mereka mendidik kami dengan nilai-nilai agama. Itu yang menjadi pegangan hidup hingga hari ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan di Balikpapan Barat, khususnya Kampung Baru. Pemerintah Kota berkomitmen melakukan penataan kawasan, termasuk pembangunan dan renovasi terminal pelabuhan, peningkatan akses jalan dari Pandansari menuju Pelabuhan Klotok, hingga rencana pembebasan lahan untuk pelebaran jalan.

Ia juga menyinggung rencana pembangunan rumah sakit di Balikpapan Barat yang sebelumnya sempat tertunda. Menurutnya, wilayah tersebut menjadi satu-satunya kawasan di Balikpapan yang belum memiliki rumah sakit representatif, sehingga pembangunan fasilitas kesehatan menjadi prioritas.

“Kami mohon dukungan masyarakat. Semua dilakukan untuk kemajuan Balikpapan Barat agar tidak lagi tertinggal dari wilayah lain,” tegasnya.

Safari Ramadan di Masjid Mishbahush Shudur berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta ajakan menjaga persatuan, keamanan, dan kebersihan lingkungan demi mewujudkan Balikpapan yang lebih maju dan harmonis. (t/adv/diskominfo balikpapan)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN - Pemerintah Kelurahan Baru Tengah masih menemukan kenakalan remaja selama Ramadan 2026. Salah satu yang kerap dijumpai adalah anak-anak yang kedapatan menghirup lem pada malam hari.

Meski demikian, situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut dinilai membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Lurah Baru Tengah, Eddy Moelyono, mengatakan secara umum kondisi wilayahnya tetap aman dan kondusif selama bulan suci. Hal itu tidak lepas dari sinergi tiga pilar kelurahan, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib).

"Selama saya menjabat, alhamdulillah aman-aman saja. Kami rutin patroli malam bersama Babinsa, biasanya mulai pukul 00.00 sampai 03.00 Wita, terutama di wilayah pesisir," ucap Eddy saat mengikuti Safari Ramadan di Masjid Mishbahush Shudur, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, Kelurahan Baru Tengah memiliki total 54 RT, masing-masing 27 RT di wilayah pesisir dan 27 RT di kawasan perbukitan. 

Khusus di kawasan jembatan beton perbatasan Kelurahan Marga Sari, terdapat delapan RT yang menjadi salah satu titik keramaian remaja pada malam hari.

Menurut Eddy, jika petugas mendapati remaja yang terlibat kenakalan, seperti menghirup lem, pihak kelurahan akan melakukan pembinaan. 

Anak-anak tersebut biasanya dibawa ke kantor kelurahan untuk didata dan diberi nasihat sebelum dipulangkan kepada orang tuanya.

"Kalau kedapatan ngelem, kami giring dulu ke kantor sehari. Kami bina dan panggil orang tuanya. Tidak bisa langsung ke Dinsos atau Satpol PP, jadi pembinaan awal tetap kami lakukan di sini," jelasnya.

Dalam satu malam, jumlah remaja yang terjaring patroli bisa bervariasi, mulai dari lima hingga belasan orang, tergantung situasi di lapangan.

Di sisi lain, Eddy menyebut peran Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) cukup membantu menjaga kondusivitas wilayah. 

Saat ini terdapat sekitar 19 poskamling aktif, menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 32 pos gabungan dengan posyandu.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, jumlahnya memang berkurang, tapi yang aktif tetap berjalan. Ini sangat membantu menjaga keamanan lingkungan," katanya.

Menjelang akhir masa jabatannya yang berakhir 1 April 2026, Eddy berharap lurah yang akan menggantikannya dapat melanjutkan komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat.

"Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi dan tetap menjaga kebersamaan dengan masyarakat," tutupnya.(t/adv/diskominfo balikpapan)