[Valid RSS]

Kabarikn.com,Balikpapan-Alumni SMP N 3 Balikpapan Angkatan 1985 menggelar acara bakti sosial,Minggu (31/3/2024).

Salah satu alumni yang turut hadir dalam acara tersebut Dra Sri Agustinah. Menurut Agustinah, semuanya alumni SMPN3 Balikpapan Angkatan 1985 hadir.

Agustinah mengatakan,Mengisi bulan ramadhan yang penuh berkah alumni smp negri 3 angkatan thn 1985 mengadakan bakti sosial dalam rangka meringankan beban saudara- saudara kita yang kena musibah kebakaran di klandasan ulu balikpapan kota, dalam bentuk kepedulian sesama memberikan bantuan berupa dana tunai,'kata salah satu alumni SMP negeri 3 Balikpapan Dra. Sri agustinah.

Ia kembali mengatakan bantuan yang kami berikan jangan dilihat dari nilainya namun bantuan tersebut paling tidak sedikit meringankan buat saudara kita yang kena musibah,"pungkasnya.(*)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Akhirnya Kaltim sukses melaksanakan Sertifikasi BNSP Kompetensi MICE yang telah di Gelar oleh Himpunan Pengusaha Ekonomi Kreatif (HIEKRAF) Indonesia dan LSP Pariwisata Insan Kreatif (PIK), bertempat di Sekretariat HIEKRAF, pada Minggu, 3 Maret 2024, kemarin. 

Dari 25 peserta yang telah mendaftarkan diri, namun hanya 17 peserta yang lolos verifikasi persyaratan dasar sertifikasi. Berjumlah 17 peserta ini adalah dari perusahaan Penyelenggara event yang bergerak di bidang event organizer (EO), Meeting, Incentive Travel, Conference, and Exhibition (MICE) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ketua Umum HIEKRAF, Anwar Cholis mengatakan, sertifikasi yang digelar ini khusus untuk pengusaha dan penyelenggara event yang bergerak di bidang MICE ini adalah pertama kalinya digelar di Kaltim dan berlangsung sukses dengan sesi pembekalan, ujian tertulis, interview secara tatap muka.

Sertifikasi ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dan memperkuat sumber daya yang profesional di bidang MICE di Kaltim.

“Seperti yang kita ketahui, di Kaltim semakin banyak kegiatan-kegiatan yang membutuhkan perusahaan penyelenggara event (EO). Jadi, pelaksanaan sertifikasi ini sangat dibutuhkan dan sesuai tuntutan profesionalisme kerja di masa mendatang sesuai dengan standar pemerintah,” kata Olle biasa pria ini disapa.

Dalam penyelenggaraan sertifikasi ini, tambah Olle, LSP PIK yang berkedudukan di Jakarta bekerjasama dengan Organisasi HIEKRAF dan didukung EO Borneolandpro, Cafepro, Chika Media, Repro Indonesia, Visual Borneo dan media partner Prokaltim.com.

Pada sertifikasi yang diikuti 17 peserta itu, ada enam bidang klaster MICE yang diikuti peserta, yaitu Event Venue Management, Event Logistic, Event Marketing Communication, Event registration, Event Liasion Officer dan event Stand Building. Tim LSP PIK menyertakan dua asesornya untuk menangani asesi sertifikasi profesi tersebut.

Balikpapan sendiri, kata Olle merupakan kota pertama pada tahun ini yang melaksanakan sertifikasi MICE dengan mandiri dan selanjutnya akan berlanjut ke kota lainya yakni Samarinda, Kukar, Bontang, Kutim.

“Dengan ada sertifikasi ini, kita harapkan para penyelenggara even (EO) ke depan memiliki kualifikasi kompetensi yang standar,” katanya.

Menurut Iin Maftuha S.Pd dari LSP PIK, sertifikasi kompetensi ini dilaksanakan juga untuk mempersiapkan Balikpapan sebagai salah satu destinasi bagi penyelenggara even di Indonesia dan adanya MEA (masyarakat ekonomi Asean) yang sudah berlangsung.

Sebab ke depan, tambahnya, setiap tenaga kerja diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi profesi sesuai bidang masing-masing. Sedangkan PIK merupakan LSP yang mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk melaksanakan sertifikasi/uji kompetensi di bidang MICE/event. (*/)

KabarIkn.com,Balikpapan - Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 (SMPN 10) Balikpapan pada Jumat (22/7) lalu menggelar kegiatan Ramadhan Berbagi yakani membagikan takjil bagi masyarakat. Sebanyak 500 takjil yang disiapkan siswa SMP 10 menjelang berbuka puasa hari itu ludes dibagikan.

Mengambil tempat di Jln Marsma R Iswahyudi, siswa SMP 10 yang tergabung dalam OSIS membantu pembagian takjil yang berjalan dengan tertib.

( Ketua OSIS SMP 10 Balikpapan Nafisah Azzahra Salsabila )

Diungkapkan Ketua OSIS SMP 10 Balikpapan Nafisah Azzahra Salsabila, kegiatan Ramadhan Berbagi merupakan kegiatan tahunan yang digelar pihak sekolah. Dimana takjil yang disipakan merupakan sumbangan dari siswa-siswa SMP 10.

“Ramadhan berbagi merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh OSIS. Kami semua berharap apa yang yang telah diberikan bermanfaat bagi masyarakat”ujar Nafisah.

Lanjutnya, seluruh anggota OSIS dan pembina Abdul Said serta Komite sekolah SMP 10 Balikpapan terlibat dalam acara Ramadhan Berbagi ini. 

“saya ucapkan terimakasih pada pihak-pihak yang telah membantu suksesnya acara ini. Semoga menjadi amal untuk semua”tandasnya.(danang)

KabarIkn.com,Balikpapan - Saat ini Dinas Perdagangan Kota Balikpapan sudah ada kesepakatan dengan pengurus pedagang di Pasar Pandan Sari untuk melakukan pemindahan pedagang. Pemindahan pedagang ini dilakukan khusus bagi para pedagang yang berjualan diluar area pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar menyampaikan bahwa nanti akan dilakukan undian 146 petak kepada para pedagang yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 25 Februari.

Jadi diharapkan sebelum memasuki bulan Ramadhan para pedgang sudah berjualan di dalam.

“ Perkiraan ada 146 pedagang binaan Pasar Pandan Sari akan dipindahkan ke dalam dan yang berjualan dipinggir jalan sekitar pasar pasti akan kita tertibkan lagi nanti,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemindahan pedagang nanti area pasar akan dilakukan cor untuk memperbaiki jalanan disekitar. Penertiban para pedagang sendiri akan dimulai pada tanggal 1 Maret 2024.(tri)

oleh : Sapri, SKM., M.Kes; Sopyar Ardhanie Sriananada, ST., MT; dr. Sri Amrini, M.A.R.S;Rachel Pakkung, A.M.G, SKM., M.AP; Weda, SKM., M.Si; Sri Lindawati, S.Sos., M.Kes;dr. Widodo DS, Sp.JP; Suwardi, SAP., MA; Syafaruddin, SE; Muhammad Wahdini, S.IP

KabarIkn.com - Kalimantan Timur, sebagai provinsi dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, ditambah dengan penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadapi tantangan dalam pemenuhan pangan, khususnya pada pemenuhan beras. Dalam perjalanan untuk memastikan kecukupan pangan bagi masyarakatnya, beras sebagai komoditas strategis menjadi pusat perhatian. Namun, harapan ini tidak datang tanpa hambatan yang signifikan, memerlukan usaha serius dan terencana.

Dalam konteks globalisasi dan peningkatan kesadaran akan keberlanjutan, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi krusial, terutama beras sebagai bahan pangan pokok. Namun, upaya untuk mencapai swasembada pangan di Kalimantan Timur menemui beberapa tantangan substansial. Pertama-tama, pertumbuhan pesat jumlah penduduk di Kalimantan Timur menjadi pendorong meningkatnya permintaan pangan, sementara produksi padi menurun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh perubahan lahan sawah yang beralih fungsi untuk kegiatan pertambangan batubara, perkebunan kelapa sawit, perluasan kawasan permukiman, pertambahan penduduk dan penurunan minat di sektor pertanian.

Alih fungsi lahan yang mengurangi luas sawah fungsional menciptakan dilema serius, terutama mengingat tantangan restorasi lingkungan akibat pertambangan batubara yang mahal dan kompleks. Sementara itu, petani tanaman pangan, meski memiliki peran strategis dalam ketahanan nasional, belum merasakan kesejahteraan yang sepadan.

Dengan ditetapkannya wilayah Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), kompleksitas ini semakin meningkat. Sehingga, perlu adanya strategi yang efektif untuk memastikan pemenuhan pangan tidak hanya bagi kabupaten/kota di Kalimantan Timur tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan IKN sebagai elemen integral dari ketahanan nasional.

Potensi pemenuhan pangan di Kalimantan Timur masih besar, tetapi terbatas pada beberapa wilayah seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Kutai Barat dan Kutai Timur. Oleh karena itu, percepatan program dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadi krusial agar kebutuhan pangan pokok lokal dapat ditingkatkan, dan ketergantungan pada daerah lain di Indonesia dapat diminimalisir.

 Pendekatan untuk mencapai swasembada pangan dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu pendekatan konvensional dan terobosan. Pendekatan konvensional, melalui penanaman padi secara manual, selain menyerap tenaga kerja, juga memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat meningkatkan pendapatan local. Sementara itu, pendekatan terobosan, dengan teknik penanaman yang lebih maju dan efisien, menawarkan solusi untuk peningkatan produktivitas dan keseimbangan penggunaan air yang berkelanjutan.

Untuk mengimplementasikan kedua pendekatan ini, prasyarat yang matang dan terkoordinasi dibutuhkan, seperti pembangunan sawah baru, peningkatan dukungan alsintan, dan penyuluhan yang efektif. Lebih dari itu, peningkatan kesejahteraan petani, baik konvensional maupun milenial, menjadi inti dari perubahan yang berkelanjutan, melalui jaminan pelayanan kesehatan, beasiswa untuk anak-anak petani, dan upaya untuk menekan laju inflasi.

Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan menggabungkan strategi yang berfokus pada keberlanjutan, diharapkan Kalimantan Timur tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan nasional.(*)

Oleh : Danang Agung (Anggota Kahmi Balikpapan)

KabarIkn.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah rampung, walaupun perhitungan masih berlangsung. Pemilu tahun ini bagi menulis merupakan proses demokrasi yang makin jauh dari harapan. Paling buruk dalam sejarah demokrasi bangsa ini. Isu – isu kecurangan menyeruak sebelum Pemilu digelar, begitupun sesudahnya. Namun hasil Pemilu harus kita telan sebagai pil pahit, yang rasanya itu bukan obat penawar untuk Indonesia.

Untuk Balikpapan, hasil Pemilu di Balikpapan telah menggambarkan Partai Politik (Parpol) mana yang memenangkan kursi terbanyak. Figur-figur Balikpapan, baik yang lama dan baru sudah bisa kita petakan untuk mengisi kursi-kursi legaslatif, tanpa harus menunggu perhitungan final dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan di sampaikan.

Keriuhan Pemilu yang menentukan Presiden dan senator daerah serta nasional , jangan sampai kita lupa. Tahun 2024 ini, Balikpapan juga akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dari hasil Pemilu inilah penulis mencoba menganalisa bagaimana figur-figur calon kepala daerah yang akan maju di Pilkada mendatang.

Jika tahun 2020 Kota Balikpapan hanya menampilkan pasangan Rahmad Masúd – Tohari Azis (Golkar-PDIP) dan kotak kosong berseteru di bilik suara. Tahun 2024 ini rasanya nama Rahmad Masúd masih begitu kuat dengan gerbong Golkarnya untuk maju Kembali.

Pertanyaan dan kegelisahan penulis, apakah tahun 2024 ini ada figur yang siap dan bersungguh-sungguh mau maju tampil untuk menjadi rival Rahmad Masúd di Pilkada 2024?. 

Dengan beberapa figur-figur Balikpapan yang digadang-gadang menjadi calon legislatif melalui Parpol namun jumlah suaranya tak signifikan. Hal ini menunjukan, bahwa figur tersebut harus berfikir ulang jika berniat untuk maju dalam Pilkada, walupun itu harus berkoalisi dengan beberapa Parpol lainnya.

Figur-figur yang ada masih jauh nampaknya mendapat dan menyentuh dihati masyarakat Balikpapan. Entah memang karena figur tersebut tak memiliki kapasitas atau memang sang figur tak memiliki kemampuan lebih dalam soal “isi tas”. Demokrasi kita masih membutuhkan kekuatan amunisi, bukan hanya sekedar visi dan misi.

Dari hasil Pemilu di Balikpapan, Rahmad Masúd dengan kekuatan Golkarnya semakin solid menatap Pilkada Balikpapan 2024 dengan pasti. Apakah Rahmad - Golkar akan membangun koalisi untuk menghadirkan kotak kosong kembali atau mencoba menciptakan pasangan boneka agar nampak demokratis ?.

Jadi, bagi mereka yang masih berniat untuk mencoba memberi warna dalam Pilkada Balikpapan 2024, waktunya anda harus segera mempersiapkan diri. Walaupun berat dan berliku. Siapkan kapasitas dan Isi tas anda. Karena itu realitas.!!!.(*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Suara-suara yang menolak hasil pemilu khususnya pemilihan presiden (Pilpres) pada 2024 masih terus didengungkan. Elemen masyarakat yang mengatasnamakan Masyarakat Pejuang Perubahan Balikpapan (MPPB) menyampaikan pernyataan sikapnya pada Sabtu (9/3) di Balikpapan. 

Menurut Musir Ali Nur yang merupakan koordinator deklarasi tersebut menyatakan kondisi dan situasi negeri ini yang dalam keadaan atau sedang tidak baik-baik saja. Saat Pra dan Pasca Pilpres 2024 patut diduga terindikasi memenuhi unsur-unsur kecurangan secara Terstruktur, Sistimatif dan Masif (TSM) yang diduga dilakukan oleh penguasa.

“Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka dipandang perlu untuk dilakukan aksi damai agar demokrasi di negeri ini tegak lurus” tegas pria ini.

Sehingga bagi dirinya besera masyarakat Balikpapan yang peduli akan nasib demokrasi bangsa ini perlu mengambil sikap untuk terus menyuaraka kebenaran. Menurut Musir ada 9 tuntutan dari para peserta aksi yang tergabung dalam aliansi Masyarakat Pejuang Perubahan Balikpapan.

(Sony M , Ketua Jarnas DPD Balikpapan)

Mendorong para anggota DPR RI menggunakan Hak angket, melakukan pemakzulan terhadap penguasa saat ini yang diduga telah terlibat baik langsung maupun tidak langsung yang diduga merupakan bagian dari kecurangan yang Terstruktur Sistematis dan Masif .Melakukan investigasi dan melakukan audit forensik IT KPU terhadap system penghitungan Sirekap. Tolak hasil pemilu curang dan gugurkan / diskualifikasi pasangan calon pasangan yang diduga melanggar konstitusi. 

Selain itu MPPB mendesak Kapolri untuk memanggil dan memeriksa lembaga survey yang telah merekayasa dan membuat kegaduhan pembohongan publik dengan diterbitkannya hasil Pilpres pada tanggal 5 Januari 2024. Meminta kepada ketua Bawaslu Pusat untuk memeriksa ketua KPU Pusat terhadap adanya kecurangan yang TSM, Mendesak para ketua fraksi dan anggota DPR RI untuk membentuk Tim Independen kecurangan Pilpres, Menyatakan Mosi tidak percaya terhadap pemerintah dan terkahir meminta kepada Penegak Hukum untuk mengusut, menangkap, dan mengadili pelaku dan dalang kecurangan Pilpres yang TSM.

“Tangkap adili pelaku kecuranag Pilpres”desak peserta deklarasi.

Sementara itu Ketua Jaringan Nasional (jarnas) DPD Balikpapan Sony M, menegaskan dirinya mendukung aksi ini lantaran kecurangan pilpres 2024 ini nampak sekali terjadi. Ketidak puasan masyarakat pada hasil pemilu yang sarat dengan kecurangan sejak awal sudah dirasakan. Cawe-cawe penguasa dalam mendukung salah satu pasangan menunjukan ketidak netralan pemerintah pusat hingga daerah. 

“Aksi dan pernyataan sikap ini ingin menunjukan bahwa masyarakat tidak tidur melihat perkembangan hasil pemilu. Kami terus menyuarakan sebagai tanda perlawanan”tegas Sony.(danang)

Oleh : Hery Sunaryo

Pemerhati Kebijakan Publik Kota Balikpapan

KabarIkn.com,Balikpapan - Pemilu dikota Balikpapan pada 14 Februari 2024, masih diwarnai dengan berbagai praktek transaksional Politik Uang (Money Politik), dugaan jual beli suara terjadi hampir disetiap TPS secara masif, banyak cerita masyarakat yang mengatakan suara mereka dibeli hingga kisaran Rp. 500.000 satu suara.

Strategi masif jual beli suara yang nampak terlihat adalah dengan cara tundem caleg kota Balikpapan patungan dengan caleg provinsi dan caleg DPR RI. Skema proses pembiayaannya berpariasi mulai dari pengadaan logistik kampanye bagi-bagi sembako minyak goreng hingga uang tunai.

Fenomena lain yang terjadi pada masa musim pemilu yang banyak dicerita dimasyarakat Balikpapan terkait pemberitaan netralitas ASN dikota Balikpapan, yang juga sempat viral beritanya, namun lemah pada penindakannya. 

Hal menarik lain yang perlu menjadi catatan adalah proses pemungutan suara dalam pemilu 2024 dikota Balikpapan juga bisa dikatakan tidak normal, bisa bayangkan KPPS dipaksa bekerja hingga lebih dari 24 jam, tentu faktor kelelahan KPPS akan mempengaruhi proses pencatatan perhitungan suara.

Saksi dan panwas juga kasihan menunggu lebih dari 24 jam, tentu secara kinerja akan berpengaruh, sehingga banyak saksi peserta pemilu yg pulang untuk beristirahat, karena penyelenggara pemilu sudah tidak normal dalam menjalankan pemungutan suara.

Kemudian yang menarik perhatian masyarakat juga terkait dengan jedah waktu pemungutan suara di TPS dan jadwal Pleno di PPK kecamatan, kalau kita perhatikan pemungutan suara pd hari Rabu 14 februari 2024 dimulai pukul 07.00 pagi, dan baru selesai hari kamis 15 Februari 2024, dan pleno ditingkat PPK kecamatan dilaksanakan pada sabtu 17 Februari 2024, jam 07.00 pagi,

Dari timeline yang ada jeda waktunya sangat singkat hanya satu hari, dan kalau kita telisik lebih dalam jelas saksi peserta pemilu tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan input data, padahal idealnya dalam pleno PPK ditingkat kecamatan ada data pembanding, karena dalam pleno PPK tersebut harus saling kroscek data antara data peserta pemilu dan data penyelenggara pemilu.

Hari kamis tanggal 15 Februari 2024 masih banyak TPS yg masih melakukan perhitungan suara, Kalau pleno dilakukan pada hari Sabtu 17/2 pasti peserta pemilu tidak sempat melakukan input data, karena dihari Jum'at peserta pemilu baru selesai proses pengumpulan lampiran C1 hasil, jelas tidak cukup waktu untuk menginput dan mempelajari data hasil perolehan pemungutan suara ditiap TPS.

Jumlah TPS diBalikpapan lebih dari 2000 TPS. sehingga dalam pleno PPK nanti yg punya data falid hanya penyelenggara, sementara peserta pemilu, datanya pasti belum siap karena input data waktunya yg sangat singkat, dan dapat dipastikan nantinya didalam pleno PPK saksi peserta pemilu tidak akan mampu membantah data hasil yang disajikan penyelenggara pemungutan suara pada tiap TPS.

Sehingga dapat dipastikan dalam pleno PPK peserta pemilu hanya bisa menurut dengan data hasil pemungutan suara yg dimiliki dan disajikan oleh penyelenggara. 

Problem lain yang ramai menjadi gunjingan dimasyarakat kota Balikpapan adalah penyajian input data online oleh KPU juga tidak bisa dijadikan rujukan karena data yg terinput banyak yg disclaimer bahkan prosentasenya masih rendah.

Catatan lain harusnya TPS yg melebihi tambahan waktu dari dua belas jam harus dilakukan pemungutan ulang karena jelas penyelenggara, pengawas dan juga saksi kelelahan karena harus bekerja lebih dari 24 jam.

Pasal 49 ayat 1 PKPU 25/2023, menyebutkan : perhitungan suara di TPS dimulai setelah pemungutan suara selesai, dan berakhir dihari yg sama dengan hari pemungutan suara 

Ayat 2 pasal 49 menyebutkan, dalam hal pemungutan suara belum selesai sebagaimana dimaksud ayat 1, perhitungan suara dapat diperpanjang tanpa jeda paling lama 12 jam sejak berakhirnya hari pemungutan suara.(*)