[Valid RSS]

Menatap Figur di Pilkada Balikpapan

Oleh : Danang Agung (Anggota Kahmi Balikpapan)

KabarIkn.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah rampung, walaupun perhitungan masih berlangsung. Pemilu tahun ini bagi menulis merupakan proses demokrasi yang makin jauh dari harapan. Paling buruk dalam sejarah demokrasi bangsa ini. Isu – isu kecurangan menyeruak sebelum Pemilu digelar, begitupun sesudahnya. Namun hasil Pemilu harus kita telan sebagai pil pahit, yang rasanya itu bukan obat penawar untuk Indonesia.

Untuk Balikpapan, hasil Pemilu di Balikpapan telah menggambarkan Partai Politik (Parpol) mana yang memenangkan kursi terbanyak. Figur-figur Balikpapan, baik yang lama dan baru sudah bisa kita petakan untuk mengisi kursi-kursi legaslatif, tanpa harus menunggu perhitungan final dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan di sampaikan.

Keriuhan Pemilu yang menentukan Presiden dan senator daerah serta nasional , jangan sampai kita lupa. Tahun 2024 ini, Balikpapan juga akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dari hasil Pemilu inilah penulis mencoba menganalisa bagaimana figur-figur calon kepala daerah yang akan maju di Pilkada mendatang.

Jika tahun 2020 Kota Balikpapan hanya menampilkan pasangan Rahmad Masúd – Tohari Azis (Golkar-PDIP) dan kotak kosong berseteru di bilik suara. Tahun 2024 ini rasanya nama Rahmad Masúd masih begitu kuat dengan gerbong Golkarnya untuk maju Kembali.

Pertanyaan dan kegelisahan penulis, apakah tahun 2024 ini ada figur yang siap dan bersungguh-sungguh mau maju tampil untuk menjadi rival Rahmad Masúd di Pilkada 2024?. 

Dengan beberapa figur-figur Balikpapan yang digadang-gadang menjadi calon legislatif melalui Parpol namun jumlah suaranya tak signifikan. Hal ini menunjukan, bahwa figur tersebut harus berfikir ulang jika berniat untuk maju dalam Pilkada, walupun itu harus berkoalisi dengan beberapa Parpol lainnya.

Figur-figur yang ada masih jauh nampaknya mendapat dan menyentuh dihati masyarakat Balikpapan. Entah memang karena figur tersebut tak memiliki kapasitas atau memang sang figur tak memiliki kemampuan lebih dalam soal “isi tas”. Demokrasi kita masih membutuhkan kekuatan amunisi, bukan hanya sekedar visi dan misi.

Dari hasil Pemilu di Balikpapan, Rahmad Masúd dengan kekuatan Golkarnya semakin solid menatap Pilkada Balikpapan 2024 dengan pasti. Apakah Rahmad - Golkar akan membangun koalisi untuk menghadirkan kotak kosong kembali atau mencoba menciptakan pasangan boneka agar nampak demokratis ?.

Jadi, bagi mereka yang masih berniat untuk mencoba memberi warna dalam Pilkada Balikpapan 2024, waktunya anda harus segera mempersiapkan diri. Walaupun berat dan berliku. Siapkan kapasitas dan Isi tas anda. Karena itu realitas.!!!.(*)