Kabarikn.com,Balikpapan- Kampung Baru rumah di atas air dilahirkan dan kedua orang tuanya adalah orang yang religius dan sangat menyayangi anak-anaknya perjuangan ayahnya hidup keluarga. Saat itu nasi kuning yang dibeli harus dicampur dengan nasi putih yang dimasak sendiri di rumah agar cukup dibagikan untuk satu keluarga.
Di kampung baru bagi orang Balikpapan cukup tahu bagaimana kehidupan di daerah Kampung Baru. Tepatnya pada sekitar tahun 80-an karena Rahmad Mas'ud lahir tahun 1976 itu merupakan satu kenangan dan tentunya di dalam kehidupan Beliau yang tidak akan pernah hilang dan sirna di dalam catatan lembaran kehidupan Beliau dengan cinta orang tua terhadap anak-anaknya.
Hal ini menjadikan Rahmad Mas'ud seorang yang mandiri , pantang menyerah, yang selalu peduli dengan sesama. Mendaftar di sekolah pelayaran Rahmad menjadi satu-satunya dari Kalimantan Timur yang bisa sekolah di Balai Pendidikan Pelayaran atau BPLP di Makassar, tapi nasib berkata lain tidak sampai 1 tahun bersekolah Rahmad mendapat kabar yang mengejutkan sang ayah meninggal dunia kehilangan orang yang selama ini dijadikan teladan dalam bekerja pahlawan bagi keluarganya.
Tetapi, tidak lama kemudian sang Ibu pun meminta Rahmad meneruskan usaha ayahnya usaha ekspedisi muatan laut.
Sebelum sekolah pelayaran waktu berlalu tidak mudah bagi Rahmad ternyata meneruskan langkah ayahnya di usaha ekspedisi ini, mengurus kayu glondongan bahkan buaya ditemuinya setiap hari Rahmad menentukan perusahaannya pada bisnis lain yang saat itu jadi komoditi utama di Kalimantan.
Balok tinggi diikatnya dari hulu ke hilir, ditarik menggunakan kapal, lalu mengarungi sungai, tetapi semua itu tidak menyurutkan niatnya untuk membantu ibu sebab inilah satu-satunya yang cukup untuk menghidupi keluarganya.
Bisnisnya tidak berjalan mulus, setelah pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang penebangan hutan karena hutan Kalimantan semakin bertambah lagi, peraturan pemerintah yang mewajibkan setiap usaha pelanggaran wajib memiliki kapal dengan kapasitas besar dengan harga miliaran rupiah.
" Awalnya orang tua kami tidak memiliki kapal, tapi karena pada waktu itu perusahaan pelayaran diwajibkan tahun 2000 tahun 2000 itu diwajibkan semua perusahaan pelayaran harus memiliki kapal. nah di situlah kita berpikir keras bagaimana mungkin dengan Kita menyediakan kapal dengan kapasitas sekitar 195 GT kapal besi tentunya dengan nilai miliaran pada waktu itu 1,7 miliar," Kata Rahmad Mas'ud
Tetapi Allah memberikan petunjuk kepada pengusaha perkapalan Silvia di Samarinda, sampai sekarang kami masih berhubungan baik dengan beliau. Dia memberikan dan meminjamkan kapalnya yang dibangun dari awal dengan modal tentunya yang sangat minim sekali tapi dia memberikan kepercayaan kepada Rahmad sehingga kapal itu bisa jadi. setelah itu, mereka memberanikan diri untuk
menawarkan ke bank selagi kapal tersebut dibuat, kami menawarkan di bank dan alhamdulillah dengan modal kepercayaan itu tadi Abang meminjamkan kepada saya walaupun masalah itu tidak putus sampai disitu saja tidak menyelesaikan masalah satu.
" Perusahaan pelayaran yang diamanahkan kepada Rahmad dengan persyaratan memiliki armada kapal itu bisa teratasi. Tetapi tidak sampai di situ kapan ini harus kita bayar cicilannya harus kita bayar angsurannya sementara kapal ini juga pada waktu itu sangat bersaing sekali karena berupa Landing Craft Tanker ( LCT ) sangat terbatas melakukan muatan,"ujarnya.
Dengan modal kepercayaan ini Rahmad memiliki surat bukti bahwa perusahaan yang memiliki kapal yang sedang dibangun dan yang pertama dalam bendanya adalah usaha tetap jalan operasional,Rahmad kesulitan membayar cicilan kapal bulan yang sama.
Karena sang ibu yang selalu memberi semangat dan selalu mendoakannya itu meninggal dunia, Rahmad Mas'ud menjadi tumpuan hidup dari keluarganya. Rahmad adalah sosok pekerja keras yang pantang menyerah di tengah kesulitan nya Rahmad melihat peluang bisnis yang besar Rahmad mendaftarkan PT sinar Pasific sebagai rekanan Pertamina untuk mengisi BBM yang berada di sekitar Balikpapan orang tuanya ketika masih hidup kesabaran dan kegigihan rahmad 7 bulan kemudian PT sinar Pasific berhasil menjadi rekanan Pertamina.
Satu-satunya yang pertama di Balikpapan yang melayani bunker service sejak saat itu kehidupan ekonomi dan keluarganya berangsur membaik. hidup bukan siapa yang berusaha dia yang menikmati hasilnya orang tua yang selalu dipegangnya dalam menjalani hidup keberanian.
Rahmad mengambil keputusan dengan penuh risiko, tetapi keberanian ini adalah yang masuk akal artinya rasional keberanian tanpa rasional tanpa perhitungan dan ujungnya juga menjadikan corong.
Rahmad sering menyampaikan kepada teman-teman seorang perencana tidak akan mungkin dia berhasil kalau dia tidak memiliki keberanian, tapi keberaniannya juga harus rasional juga terlibat aktif dalam beberapa organisasi kepemudaan seperti di KNPI pemuda Pancasila dan juga Insan banyak ilmu yang didapatkan pada saat berorganisasi.
Organisasi pertama yang Rahmad tekuni itu Pemuda Pancasila sebagai pimpinan anak cabang Balikpapan Barat tahun 2000-an. Pada waktu itulah mulai Rahmad mengikuti organisasi, setelah itu Rahmad diangkat sebagai manajer Persiba dari tahun 2000-2004.
Jadi, mulai dari diri dulu divisi 1 sampai ke divisi utama setelah itu Rahmad lepas selama 4 tahun kemudian di organisasi ditunjuk sebagai bendahara bendahara KNPI pada waktu itu dan sebagai ketua insha asosiasi perusahaan pelayaran nasional atau association arsip Sion artinya perusahaan-perusahaan yang memiliki kapal dan saya pimpinan cabang Balikpapan sampai dengan sekarang.
Mungkin karena itu terus dan kepercayaan yang diberikan kepada Rahmad itu yang menjadikan Beliau aktif diberbagai organisasi terhadap sesama juga diwujudkannya dengan pendidikan provinsi Rahmad Mas'ud.
Kegiatan sosial sejak tahun 2010 memulai yang namanya yayasan Rahmad Mas'ud center ( RMC ) yang tujuannya adalah bagaimana agar bisa membantu kepedulian sosial kepada orang-orang miskin kepada orang-orang yang tidak mampu anak-anak yang putus sekolah kemudian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan walaupun skalanya masih di lingkungan kita tapi berkembang kemudian sampai dengan sekarang.
Zakat dari keluarga besar merema infaq dan sedekah nya dititipka melalui RMC, sehingga RMC ini menjadi satu yayasan yang sifatnya sosial. Kemudian berkembang pula menjadi satu bidang yaitu UMRT, UMRT adalah unit usaha milik RT bagaimana kita memanfaatkan RT bagaimana kita bisa memfasilitasi RT yang tidak memerlukan modal tapi dia bisa berusaha dan tentunya mereka juga bisa menjadi pengusaha.
Pengusaha yang melalui RMC ini mereka bisa berkembang di antara yayasan ini juga berkembang di dunia pendidikan. Disamping MRT, ada dunia pendidikan yang kita bangun adalah yang namanya bagi masuk yayasan inilah yang di bawah naungan dari RMC memberikan pelajaran gratiskan bahkankhususnya kota Balikpapan untuk menciptakan anak-anak yang cerdas dan berkualitas.
Pada tahun 2015 Rahmad yang mempunyai hobi berkuda bulutangkis dan sepak bola ini terpilih menjadi wakil walikota Balikpapan. Cita-cita orang tuanya agar dapat menjadi orang yang berguna untuk banyak orang terkabulkan, yang telah beliau lakukan saat menjabat menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin yang visioner apa yang dibutuhkan oleh masyarakat seorang pemimpin yang tegas cerdas dan agamis pada tahun 2018 Rahmad Mas'ud menjadi PLT Walikota Balikpapan kualitasnya sebagai pemegang kekuasaan yang strategis tunjukkan satu yaitu untuk menangani kebakaran teluk Balikpapan berada di garda terdepan, juga melakukan banjir Balikpapan dengan pencatatan langsung tenaga ahli dari Belanda.
Sesibuk apapun Rahmad Mas'ud menjadi pejabat pemerintahan waktunya dekat dengan keluarga tetap tidak berkurang.
Rahmad adalah sosok yang sangat dekat dengan istri dan anak-anaknya prinsipnya adalah keluarga tetap nomor satu, semangat itu juga membuatnya tetap tahu dalam menjalani kehidupan sekeras apapun hingga menjadi seperti sekarang ini walaupun telah tercukupi dalam segi ekonomi dan telah menjadi pejabat pemerintahan Rahmad Mas'ud tetap menjadi sosok yang rendah hati dan tidak memandang siapapun dari segi status sosial ataupun jabatannya.
Rahmad juga tidak membuang kebiasaannya untuk berbagi dengan sesama, hingga saat ini tidak kurang dari 23.000 jiwa tiap tahunnya disentuhnya kesuksesan tidak membuatnya lupa diri.
Rahmad tetaplah Rahmad Kampung Baru yang rendah hati yang bisa berbicara kepada siapa saja kepeduliannya terhadap sesama terutama kepada rakyat Balikpapan menjadi komitmen hidupnya kini mereka sangat kreatif dan agamis yaitu melakukan perubahan peradaban yang dimulai dari agama ingin merapikan diri lebih besar lagi untuk masyarakat Indonesia baru bisa hebat.( ikn-01 )
Editor : Tri