[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan - Bengkel motor tempat yang paling asyik dikunjungi bagi komunitas maupun penggemar otomatif.

Seperti di Bengkel di kawasan Jalan Sukarno Hatta Balikpapan, Pelanggan banyak berdatangan untuk perbaiki motor.

Segal aktivitas pelanggan di lakukan, dari servis motor, ganti ban, ganti oli atupun apa aaja yang berusrusan dengan motor.

" Mumpung libur disempatkan perbaikin ban motor sama servis", ujar Toni pelanggan bengkel.

Di depan bengkel terlihat aturan protokol kesehatan, wajib memakai masker, jika tidak pakai dilarang masuk. Tampak juga Cuci tangan di bengkel tersebut.

Rusli montir yang bekerja di bengkel mengatakan, jika liburan pelanggan banyak antri, mayoritas dari mereka memperbaiki motor atau servis motaor. " Kebanyakan mereka ganti oli, servis motor ataupun ganti ban", ucapnya.

Berbagai macam pelanggan datang dengan berbagai keluhan, ia hanya sebagai pendengar keluhan mereka apalagi di masa pandemi seperti ini.

" Mereka sambil servis kadang berkeluh jesah sama saya kapan covid-19 berakhir", katanya.

Ia menambahkan ini pekerjaan kadang juga rentan kena virus tapi kita juga waspada tetap ikuti prokes. " Insah allah kita akan terhindar pokok e waspada" jelasnya.

Terkadang pelanggan juga bertanya dampak covid-19, Rusli menjelaskan bahwa semua kena imbas tetapi disyukuri aja apalagi ini pekerjaan kita " Ya ditekuni aja rejeki sudah ada yang atur , pasrah sama Allah", tegasnya.

" Semoga covid-19 berakhir kembali ke normal dan kota Balikpapan menjadi nyaman aman ke sebelum covid-19", harapnya. (tn/*)

KabarIkn.com,Balikpapan - Pemerintah kota Balikpapan telah mengeluarkan kebijakan kepada pelaku usaha pasca menurunnya kasus pandemi covid-19 di Balikpapan.

Bahkan saat ini sudah ada beberapa tempat bermain anak yang sudah dibuka, salah satunya tempat bermain anak-anak yang berada di Rapak Plaza Balikpapan, Kecamatan Balikpapan Utara (Balut).

Meski area bermain sudah dibuka, Camat Balut Fachrul Razji menjelaskan, bahwa dirinya tetap mengingatkan kepada pelaku usaha maupun masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat berada di area bermain.

"Jadi untuk menghindari penyebaran covid-19, kami minta kesadaran dari masyarakat," ucap Fachrul Razji saat ditemui di acara launching Kampung satgas covid di Batu Ampar, Selasa (27/10) siang. 

Tidak hanya itu, dirinya juga mengajak semua untuk bekerja sama dan saling mengingatkan kepada pengunjung untuk tetap melaksanakan 3M (Makai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Apalagi dari kecamatan sendiri nanti akan meninjau langsung lokasi permainan, untuk memastikan protokol kesehatannya.

Tempat terpisah Lurah Muara Rapak, Balut Bima Wibisono menambahkan, mengenai dengan surat edaran wali kota Balikpapan terkait dibukanya beberapa sarana wisata dan arena permainan. Ia menyampaikan melalui RT untuk tetap disiplin saat berada dimana saja.

"Maka itu kami ajak masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan," ujar Bima Wibisono.

Dan dengan berubahnya Balikpapan menjadi zona oranye, ia justru lebih menguatkan lagi kedisiplinan terhadap protokol kesehatan dan diimbangi dengan pengawasan.

Sedangkan sesuai arahan dari pemerintah pusat, sekarang yang berada di garis terdepan itu adalah masing-masing individu masyarakat, kelurahan hanya membantu mendampingi untuk memberikan pengawasan edukasi dan sosialisasi.

"Dan secara rutin kami melakukan koordinasi baik ke pelaku usaha maupun RT, apalagi RT sebagai koordinator kampung siaga covid-19 wilayahnya," tutupnya. ( tn/*)

Editor : Tri

KabarIkn.com,Balikpapan - Hobby ikan cupang sangat diminati masyarakat dari kawula muda maupun tua.Perawatan juga sangat mudah dan ikan cupang memiliki ciri khas bagi penggemarnya.

Berderet ikan cupang maupun ikan hias dijual belikan di kawasan Muara rapak. Dengan sabar penjual ikan melayani pelanggan. Protokol kesehatan terpampang di toko ikan itu.

Rahmat Efendi pemilik toko ikan hias mengatakan peminat ikan hias memnag bludak apalagi ketika ada event lomba ikan cupang.

Dan pembeli ikan mayoritas tidak memakai masker tetapi dengan berhati hati ia menasehati bahayanya tak masker.

"Mana maskermu nak, ayo budayakan pakai masker biar masker itu melindungimu", jelasnya di toko ikan hias Senin (26/10/2020).

Di depan toko terdapat tempat cuci tangan, Rahmad menjelaskan memang sengaja kita siapkan untuk masyarakat. Karena hanya dengan ini kita bisa membantu masyarakat memutus virus ini", paparnya.

Ikan hias ini peminatnya berbagai kalangan, terkadang berbagai orang juga di hadapi tetapi dengan senyum ia berkata hanya ikuti imbaun protokol kesehatan dan menuju kebiasaan baru agar semuanya sehat kembali.

" Ikuti imbaun pemerintah taati protokol kesehatan menuju kebiasaan baru agar kita sehat", katanya 

" Terkadang anak anak muda yang bandel memang susah untuk di nasehati tapi kita senyumin aja", pungkasnya. ( tn/*)

Editor : Tri

Kabarikn.com,Balikpapan-Angka penularan masih tinggi,Ekonomi macet. Warga berdiam di rumah. Berdoa dan berpikir bagaimana bertahan hidup di tengah ancaman virus maut dan rongrongan ekonomi yang sewaktu-waktu mengintai.

Kita memang tidak memiliki banyak pilihan ketika belum ada satu pun otoritas di dunia, baik otoritas keilmuwan maupun pemerintahan, yang memiliki resep terbaik dan mujarab mengatasi pandemi Covid-19.

Semua pihak masih terus saling belajar untuk menemukan bentuk dan strategi paling tepat mengatasi bencana mematikan ini," kata bidang kesekretariatan Karang Taruna Balikpapana Anan Mahmud Selasa (20/10/2020)

Pola hidup 3M

Sampai saat ini ada dua strategi yang sudah dirumuskan umat manusia. Pertama, secepatnya membuat vaksin; Kedua, seraya menunggu tersedianya vaksin, manusia dituntut untuk menerapkan pola hidup tertentu (protokol) untuk menghindari penularan yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, dan Menjaga jarak (3M).

Repotnya, mengubah pola hidup manusia sama sekali bukan perkara mudah. Menerapkan 3M ternyata tidak kalah rumit dengan upaya para ilmuwan menemukan vaksin.

Salah satu cara yang dapat kita pertimbangkan untuk mempercepat perubahan perilaku ini adalah melakukan “intervensi fisik”.ujarnya

Selain gerakan serentak kampanye 3M di berbagai media, patut dipertimbangkan pula untuk “menghadirkan 3M” secara langsung di masyarakat setelah selama ini lebih banyak hadir dalam bentuk tagar kampanye di media sosial.

Terkait masker misalnya, kita patut bertanya lebih lanjut, apakah ketersediaan atau akses mendapatkan masker sudah betul-betul memadai,

Bagi warga yang secara ekonomi sedang terhimpit di tengah pandemi, membeli masker setiap hari dapat saja menjadi prioritas ke sekian setelah pangan tercukupi. Pemerintah perlu mengupayakan benda penting itu hadir sebanyak-banyaknya untuk warga," ucap anan

Terhadap perilaku mencuci tangan pakai sabun, kita juga patut bertanya apakah akses fasilitas cuci tangan pakai sabun sudah memadai di pasar-pasar, di terminal, di halte-halte, di stasiun-stasiun, pendeknya di berbagai sarana publik tempat warga aktif berinteraksi,

" Kalau belum cukup tersedia, maka sekali lagi, warga secara kolektif perlu mengupayakan benda penting itu hadir untuk memudahkan warga membiasakan diri mencuci tangan pakai sabun," tutup Anan.(ikn-01)

KabarIkn.com,Balikpapan - Meski di tengah pandemi, terlihat pedagang kelontong plaza muara rapak menata dagangan tokonya.

Kendati sepi dan penghasilan menurun dengan sigap dia menghampiri pembeli yang bertanya tentang kebutuhannya.

Sri Pedagang kelontong mengatakan, penghasilan menurun saat ini tapi tetap ada satu dua pembeli yang singgah.

Dengan tetap waspada gunakan masker dan penerapan protokol kesehatan, ia menyediakan cuci tangan di depan tokonya. " Iya ini disediakan untuk siapa saja, sebagai pencegahan virus", Ucapnya.

Terlihat juga ada pembeli yang singgah tak bermasker, Sri menyarankan agar gunakan masker untuk melindungi diri kita. "Kalau bukan kita siapa lagi yang mengingatkan mereka", ucapnya

Memang masih banyak masyarakat kurang sadar, tetapi mereka belum tahu seperti apa virus ini, Sri selalu ingatkan keluarga di rumah selalu bermasker. Jadikan masker adalah kebutuhan hidup kita dan yang terpenting kita terhidar dari virus ini.

" Ingatkan keluarga yang paling penting, selalu bilang ke keluarga jangan lupa bawa maskernya, pungkasnya.( tn )