
KabarIkn.com,Balikpapan - Kamis ( 10/12/2020 ), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) dengan Komisi IV DPRD Kota Balikpapan.
Dalam RDP Komisi IV mempertanyakan bagaimana kesiapan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2021.
Ketua Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Ir.Muhaimin.MT menyampaikan pada langkah awal Disdikbud akan melaksanakan kegiatan simulasi di 23 SMP Negeri,12 SMP Swasta, 30 SD Negeri dan 12 SD Swasta yang totalnya semua 77 Sekolah.
Pada hari ini Kamis ( 10/12/2020), 1.175 Guru SD, 1.533 Guru SMP dan bersama Tenaga Kependidikan, Penjaga Sekolah maupun Tukang Kebun dilakukan Rapid Test oleh Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.
Rapid test tersebut dilaksanakan sebagai langkah awal antisipasi bahwa tenaga pendidik yang ada didalam kondisinya baik baik saja.
Agar tidak terjadi penumpukan masyarakat, simulasi pembelajaran tatap muka tersebut dibagi dua. Simulasi untuk SMP dilaksanakan pada tanggal 14-15 Desember 2020 dan untuk SD pada tanggal 16-17 Desember 2020.
Muhaimin juga menyampaikan bahwa dari hasil pelaksanaan simulasi nanti Disdikbud akan mengevaluasi untuk menuju ke tanggal 11 Januari 2021, apakah 6 syarat yang ditetapkan oleh Kementrian pada saat di sekolah bisa diterapkan dengan baik, apakah Gugus Tugas yang ada disekolah bisa bekerja dengan maksimal dan yang lebih penting adalah bagaimana Orang Tua saat mempersiapkan peserta didik.
" Kunci berhasil atau tidaknya adalah pada saat anak-anak berangkat dari rumah, karena mereka harus dibekali makanan, harus menggunakan dan membawa cadangan masker, lalu diupayakan anak-anak harus diantar oleh orangtuanya dan jika menggunakan angkutan antar jemput diupayakan jangan sampai penumpangnya lebih dari 4 orang ," ujarnya.
Semua prilaku dari rumah tersebut dan kesanggupan orangtua dibuat perjanjian antara pihak sekolah dan orangtua bahwa sekolah telah mempersiapkan 6 daftar periksa dan tugas selanjutnya orangtua mempersiapkan perilaku para anak-anak di pandemi covid-19 ini mereka belajar tatap muka dengan syarat protokol kesehatan yang tepat.
Jam pembelajaran peserta didik juga akan dikurangi saat mulai Pembelajaran Tatap Muka nantinya. Untuk SMP hanya 4 jam pelajaran, SD kelas 4,5,6 hanya 3 Jam dan SD kelas 1,2,3 hanya 2 Jam. Pada pembelajaran tatap muka tidak diperkenankan untuk istirahat, kantin tidak boleh ada yang buka, tidak boleh ada kegiatan ekstrakurikuler dan tidak ada kegiatan olahraga. ( tri )