[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan ( Disdikbud ) akan melaksanakan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di 3 sekolah yaitu SMP di Daerah Teritip dan 2 SMP di Kariangau yang memang Kelurahan tersebut berada di zona kuning.

Sebelum simulasi dilakukan , arahan dari Wali Kota Balikpapan selaku ketua gugus tugas agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota untuk melakukan rapid test kepada Guru , Tenaga Kependidikan dan Siswa.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan , Ir.Muhaimin.MT menyampaikan Disdikbud seminggu yang lalu mengirim surat ke Dinas Kesehatan Kota untuk mengajukan permohonan bantuan rapid test yang ditujukan kepada sekitar 1.000 untuk Guru, Tenaga Pendidikan dan Siswa dan untuk pelaksanaan nya nanti akan diserahkan kepada pihak DKK.

Nanti untuk dasar dari hasil rapid test tersebut akan menjadi rujukan oleh Disdikbud apakah simulasi pembelajaran tatap muka itu bisa dilakukan atau tidak.

" Jika hasil dari rapid testnya semua bagus berarti kita bisa melakukan pembelajaran tatap muka untuk 5 sekolah tersebut dan jika hasil rapid test nya kurang bagus kita akan menunda sampai kondisi Kota Balikpapan benar - benar membaik," ujarnya. ( tri )


KabarIkn.com,Balikpapan - Pada saat ini tingkat penyebaran covid-19 di Kota Balikpapan sudah mulai menurun dari Zona Merah ke Zona Orange. 

Tetapi perlu diketahui bahwa proses pembelajaran tatap muka hanya boleh dilakukan untuk daerah daerah yang berada di Zona Hijau atau Zona Kuning. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Ir.Muhaimin.MT menyampaikan dimohon untuk para Orang Tua agar bersabar terlebih dahulu, mudah mudahan pandemi covid-19 ini dapat semakin menurun dan Kota Balikpapan dapat masuk ke Zona Kuning.

Jika Kota Balikpapan nantinya sudah masuk ke dalam Zona Kuning maka sistem pembelajaran secara tatap muka akan dilakukan secara bertahap.

Saat ini para siswa/siswi masih melakukan proses pembelajaran Daring. Oleh sebab itu, dalam masa pembelajaran Daring tersebut perlu adanya Koordinasi maupun Komunikasi dan Informasi yang saling terbuka antara Guru dan Orang Tua. 

" Semua tugas di Sekolah, semua kegiatan di Sekolah sebaiknya para Orang Tua memanfaatkan Grup WA kelas yang ada. Jika ada usul atau saran sampaikanlah kepada Guru, sehingga tidak ada miss komunikasi yang keluar," Kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Ir.Muhaimin.MT 

Untuk kendala misalnya seperti ada Orang Tua yang pengetahuan mengenai IT nya lemah sehingga tugas Daring menjadi berat bagi mereka. Kemudian mungkin ada yang keterbatasan Kuota, maka dari itu Orang Tua diharapkan untuk dapat memanfaatkan bantuan Kuota dari Pemerintah.

Muhaimin menambahkan mengenai Program Peduli Pendidikan 0812 dan 1708 sudah berjalan dengan lancar dan semuanya sudah ter-cover. Artinya, untuk sekarang program 0812 tersebut sudah tidak terlalu penting karena ternyata ada bantuan Kuota Internet dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk siswa siswi yang setiap orang mendapat kuota sebesar 35GB. (ikn-01 ) 

Kabarikn.com,Balikpapan, Untuk menjalankan Visi Misi Lembaga yakni Mewujudkan 1000 Kampung Al Qur'an Nusantara untuk memberantas Buta Baca Huruf Qur'an Nusantara. Yayasan Rumah Qur'an Violet (RQV) Indonesia memberangkatkan Da'i Muda ke Pelosok Negeri Pulau Borneo Kalimantan Timur, Jum'at (25/9).

Untuk melahirkan 8 juta Penghafal Qur'an Nusantara dan Mewujudkan Masyarakat Berkarakter Berani, Sehat, Kaya dan Bahagia yang berazaskan Pancasila dan bersumberkan Al Qur'an RQV Indonesia.

Pengiriman Da'i Nusantara ini dipimpin Sri Kandi Qur'an Fitriana Komala Sari Safitri atau dipanggil Muna (20). Merupakan asli Kalimantan Timur tepatnya Balikpapan Utara, yang merupakan putri dari Burhan (alm) dan Sunarti.

Dimana mereka telah melalui pelatihan bersama RQV Character Academy (RCA)

Mulai dari pelatihanTahfidzul Qur'an, Media, Journalistik, Public Speaking dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Kemudian juga telah melalui pembekalan dan selesksi panjang. Sehingga terpilih menjadi Leader dari Project 1000 Kampung Qur'an di Kaltim. Didampingi oleh Sri Kandi Qur'an Ainun Mardiyah (19) yang berasal dari Majene Sulawesi Barat.

Menurut Muna sapaan akarabnya. Merupakan mimpi yang menjadi kenyataan, dulu saat pertama kali menginjakan kaki di RQV Indonesia, tepatnya di Johar Baru Jakarta Pusat. "Saya mempunyai keinginan untuk mendirikan tempat mengaji dan menghafal Al Qur'an, untuk anak-anak dan remaja secara gratis, "ungkapnya.

Karena banyak dari anak-anak disana yang terlalu terlena dengan gadget dan saya ingin banyak menghafal Al Qur'an yang lahir dari Kaltim tepatnya Balikpapan. Disamping itu, lanjutnya ingin mempersembahkan bukti cinta kepada negeri dengan menjadi bagian terpenting dari project tersebut.

Masih menurut Muna. Akan mengadakan silaturahmi kepada Wali Kota Balikpapan HM. Rizal Effendy, SE. Untuk menjalin kerja sama dalam Pronect 1000 Kampung Qur'an dan pelatihan metode RQV.

Seperti diketahui,  RQV hadir di Kaltim sebagai solusi memberantas buta baca tulis Al Qur'an. Dengan telah mengantongi data bahwa penduduk wilayah tersebut merupakan mayoritas Islam 87,32%. Dan Pemimpin Project telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak agar apa yang menjadi tujuan dari tugas mereka dapat terlaksana dengan baik.

RQV Indonesia hingga saat ini telah tersebar di 14 titik dengan 64 Cabang (Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jabar, Jatim, Kalteng, Kaltim, Sulsel, Sulbar dan Pulau Penang Malaysia) serta 3 Kampung Qur'an yang telah deklarasi. Serta baru meresmikan cabang ke 64 di daerah Tanjung Baru Kecamatan Cikarang Timur Bekasi Jabar. (*/edy).

 

Kabarikn.com,Balikpapan - Seperti yang ketahui pada tanggal 8 dan 9 Oktober tahun 2020 telah terjadi unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia termasuk di kota Balikpapan sebagai penolakan ditetapkannya undang-undang cipta kerja bahkan unjuk rasa tersebut ada yang terjadi anarkis dan kekerasan, yang lebih menyedihkan lagi wujud rasa itu juga melibatkan para pelajar mulai dari SMA, SMK, SMP bahkan sebagian kecil ada yang peserta didik di Sekolah Dasar.

Dalam menanggapi hal tersebut, Kadisdikbud Kota Balikpapan yaitu Ir.Muhaimin.MT menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan surat edaran yang berisi himbauan agar para Orangtua dapat mencegah terjadinya keterlibatan para pelajar untuk mengikuti unjuk rasa di masa yang akan datang.

Adapun hal hal yang disampaikan kepada para Kepala Sekolah, Para Guru dan Orang Tua, yaitu Pertama pastikan bahwa pada saat jam belajar putra-putri bapak dan Ibu sedang berada di rumah untuk mengikuti pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh.

Kedua, diwajibkan untuk memastikan manakala putra-putrinya ingin keluar rumah harus ditanyakan tujuannya dan bertemu dengan siapa sebagai pencegahan awal.

Ketiga, sesekali lakukanlah pengecekan atau pemeriksaan yang WA Grup yang ada di HP Android putra-putri para Orangtua sekalian dan jangan sampai HP Android mereka dikirimi ajakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab atau orang yang tidak dikenal agar mereka mengikuti unjuk rasa.

"dengan dilakukannya tiga hal tersebut mudah-mudahan kita semua dapat mencegah keterlibatan pelajar mengikuti unjuk rasa. oleh sebab itu mari kita selamatkan dan kita jaga generasi emas kita jadi kita untuk di masa yang akan datang kita jaga agar Balikpapan tetap aman dan kondusif," tutup Muhaimin. ( ikn-01)

KabarIkn.com,Balikpapan - Senin ( 21/09/2020 ), Dinas Pendidikan Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota melakukan penyerahan subsidi bantuan SPP kepada siswa/siswi sekolah swasta di Balikpapan.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan " Peduli Pendidikan " yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Balikpapan. Sebelumnya Disdik melaksanakan Peduli Pendidikan 1708 yaitu partisipasi masyarakat dan komite sekolah yang membantu memberikan laptop kepada siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Ir. Muhaimin,MT menyampaikan Dinas Pendidikan juga melaksanakan program lanjutan bernama " Peduli Pendidikan 0812 " yaitu penyedia internet.

Khusus APBD Kota Perubahan sebenarnya Dinas Pendidikan juga ingin memberikan kuota internet kepada seluruh siswa/siswi se- Kota Balikpapan, tetapi karena Program pendidikan dan kebudayaan sudah dibentuk pada pemberian kuota internet untuk siswa SD,SMP dan SMA/SMK untuk perbulan itu sebesar 35 GB, maka anggaran kota APBD Perubahan tahun 2020 diberikan hanya untuk subsidi sekolah sekolah swasta.

Untuk sekolah swasta yang dibagikan subsidi yaitu SD Madrasah Ibtidaiyah swasta, SMP Madrasah Tsanawiyah swasta se - Kota Balikpapan. Jumlah sekolah yang diberikan yaitu ada 53 SD Swasta, 23 Madrasah Ibtidaiyah swasta, ditambah 52 SMP Swasta dan 12 MTS Swasta.

Total siswa yang mendapatkan subsidi yaitu untuk SD/MI berjumlah 19.260 siswa, SMP berjumlah 12.874 siswa. Jadi, para siswa/siswi yang bersekolah di sekolah swasta dibantu subsidi oleh Pemerintah Kota Balikpapan, subsidi untuk SMP dibantu Rp 100.000 per siswa selama enam bulan mulai dari bulan Juli - Desember dan untuk SD dibantu Rp 60.000 per siswa selama enam bulan juga. ( tri )