[Valid RSS]

ORARI Kota Balikpapan Gelar Musyawarah Lokal ke-14 Tahun 2025

Foto : Sekjen Orari Pusat, Yusuf Budhiyanto (YB3YD) saat menghadiri pemaparan Musyawarah Orari Lokal Kota Balikpapan

KabarIkn.com,Balikpapan – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Kota Balikpapan Akan menggelar Musyawarah Lokal (Muslok) ke-14 tahun 2025 pada hari Minguu (15/06/2025).

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal ORARI Pusat, Yusuf Budianto, yang turut memberikan pemaparan terkait penguatan organisasi dan pentingnya pelaksanaan musyawarah lokal secara benar dan sesuai aturan yang berlaku dalam struktur organisasi ORARI.

Dalam keterangannya, Yusuf menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan undangan dari Ketua ORARI Daerah untuk memberikan penjelasan menyeluruh mengenai mekanisme organisasi serta pentingnya memahami proses Muslok.

“Intinya, kami memberikan pemahaman dan penguatan kepada anggota agar memahami bagaimana Muslok yang benar, bagaimana peraturan diterapkan, dan bagaimana kewenangan ketua ORARI lokal dalam menjalankan organisasi,” ujarnya.

Yusuf juga menyoroti pentingnya proses demokratis dalam pemilihan ketua ORARI lokal, agar menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kemajuan. Ia mengakui bahwa dalam kepengurusan sebelumnya sempat terjadi kerancuan, yang mengakibatkan adanya pelaksana tugas ketua yang merupakan perpanjangan tangan dari ORARI daerah.

“Namun kami melihat bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pengurus pelaksana telah menunjukkan kemampuannya dalam mengelola organisasi dan menjalankan berbagai kegiatan. Maka, jika mereka dianggap layak oleh peserta Muslok, tentu berhak untuk dipilih secara sah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yusuf menekankan bahwa calon ketua yang akan terpilih haruslah sosok yang memiliki rekam jejak baik, tidak terlibat dalam masalah administrasi maupun pelanggaran organisasi.

“Jangan sampai ada kandidat yang belum menyelesaikan tanggung jawab administratifnya. Kita ingin ORARI dipimpin oleh anggota yang bersih, kredibel, dan mampu membawa nama baik organisasi,” tegasnya.

Terkait dinamika dalam tubuh organisasi, Yusuf mengingatkan agar setiap kritik yang disampaikan tetap berada dalam koridor etika dan tidak merusak citra ORARI.

“Kita terbuka terhadap kritik, selama tidak mengarah pada pencemaran nama baik organisasi. Semua anggota memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi harus tetap menjaga marwah ORARI sebagai organisasi yang solid dan profesional,” pungkasnya.

Musyawarah Lokal ke-14 ORARI Balikpapan ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang memperkuat sinergi antaranggota dan memperkuat peran ORARI dalam ranah komunikasi amatir di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.(bs)