
KabarIkn.com,BALIKPAPAN — Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, menyoroti belum optimalnya sistem pengelolaan sampah di beberapa kelurahan di kota ini. Ia menilai, meskipun jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan cukup banyak, namun pengelolaannya masih belum berjalan maksimal.
“Dua kelurahan yang saya kunjungi, bahan sampah eksisnya sudah banyak, tapi pengelolaannya belum berjalan dengan baik,” ujar Wahyullah, Senin (27/10).
Menurutnya, banyak bank sampah di tingkat masyarakat yang tidak berfungsi optimal. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kepastian dalam pengangkutan dan harga jual sampah yang dikumpulkan.
“Mereka sudah mengumpulkan material, tapi ketika waktunya diangkut ternyata tidak diangkat, bahkan harganya turun. Sampah ini ternyata seperti emas, naik turun harganya,” ujarnya.
Wahyullah menjelaskan, permasalahan lain juga muncul karena keterbatasan lahan dan minimnya pembentukan bank sampah unit di tingkat RT. Padahal, dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan insentif kepada masyarakat yang membentuk bank sampah unit.
“Dalam perda sebenarnya sudah disebutkan adanya insentif bagi bank sampah unit yang dibuat oleh masyarakat. Tapi sampai sekarang bentuknya belum jelas, masih berupa kegiatan penghargaan saja, belum dalam bentuk pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mendorong agar pihak swasta dapat dilibatkan dalam pengelolaan sampah melalui kerja sama dengan kelompok swadaya masyarakat (KSM). “Pemerintah itu sebatas regulator. Yang menjalankan harusnya masyarakat, dan bisa juga didukung pihak swasta yang punya kemampuan membiayai,” jelasnya.
Sebagai contoh, Wahyullah menyebut kerja sama antara beberapa bank sampah dengan Pegadaian yang membuat program “Tabungan Emas”. Program tersebut, menurutnya, bisa menjadi model sinergi antara lembaga keuangan dan pengelola sampah di wilayah lain.
“Tadi saya lihat di Karang Rejo dan Sepinggan Baru sudah ada yang bekerja sama dengan Pegadaian. Itu bagus karena memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, pemerintah kota dapat memperkuat dukungan terhadap pengelolaan sampah masyarakat, terutama di kawasan padat dan pesisir, dengan memberikan insentif nyata serta pembinaan berkelanjutan bagi pengelola bank sampah unit. (bs/adv)