
KabarIkn.com,Balikpapan - Harga beras saat ini diketahui terus mengalami kenaikan bahkan kelangkaan di beberapa wilayah dan melampaui harga eceran tertinggi. Kenaikan harga ini tentunya menjadi sorotan bagi seuruh masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari Bulog ketersediaan beras di Balikpapan mencukupi sampai bulan Juni 2024 atau pasca lebaran.
“ walaupun ketersediaan beras di pasar tradisional cukup langka tetapi di pasar ritel mencukupi, seperti di Indomaret atau Alfamart pasti banyak stok berasnya,” ujar Haemusri kepada awak media, Selasa (05/02/2024).
Hanya saja yang menjadi permasalahan disini diketahui terdapat perilaku oknum yang mengambil beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetapi saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh kepolisian.
Persoalan tersebut yang menyebabkan pendistribusian beras ke pasar-pasar yang ada tidak merata jadi ketersediaannya cukup langka, tetapi untuk pasokan masih mencukupi.
Haemusri menambahkan untuk kenaikan harga beras sendiri salah satunya disebabkan pada beberapa waktu lalu terjadi El Nino atau kekeringan cukup lama dan menyebabkan pasca panen menjadi cukup lama.
" Jadi misalkan tadinya petani akan panen di bulan Januari tapi periode El Nino sampai dengan bulan tersebut maka di bulan Februari para petani sudah harus mulai panen,” katanya.
Lalu, kenaikan harga beras juga disebabkan oleh Distribusi. Kelancaran akses distribusi ke Kalimantan sendiri dari Jakarta dan Surabaya, sedangkan komoditi pangan khusus untuk beras sendiri dari Jawa san Sulawesi.
Rata - Rata penduduk di Balikpapan saat ini sesuai dengan data dari Disduk capil ada 733 ribu. Tetapi dari informasi yang berkembang semenjak adanya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur dan Proyek RDMP diprediksi pertumbuhan penduduk di Kota Balikpapan mencapai 1 juta lebih dan yang memiliki KTP hanya sebagian saja.
“ Maka dari itu pangan-pangan kita disedot dengan tambahan pembangunan IKN maupun strategis nasional,” inmbuhnya.
Dinas Perdagangan Kota Balikpapan juga saat ini sedang melakukan inisiatif kerjasama antar daerah mengingat dengan adanya pembangunan IKN dan penambahan pegawai ASN , maka kerjasama itu akan dirancang mulai sekarang agar komoditi pangan di Balikpapan bisa tercukupi. (tri/adv)