[Valid RSS]

KabarIkn.com,Balikpapan - Sosok Sutrisno seorang pengusaha yang bergerak dibidang suku cadang spare part dari berbagai jenis kendaraan bermotor yang dikenal cukup dermawan ini, melaksanakan pernikahan putra keduanya yakni Rian Bagus Saputro dengan seorang gadis yang bernama Endrina Cantika Prayitno putri dari Eddy Prayitno (alm) dam Salmiah, Senin (15.11.2021) di Jl. Teratai Merah RT. 31 No. 23 Kelurahan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan Kota Balikpapan berjalan lancar, meriah dan penuh kekeluargaan. Yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Balikpapan Selatan H. Sanjoyo juga dihadiri Safruddin, SH Mantan Anggota DPRD Kota Balikpapan.

Pemilik Toko Total Servis yang terletak di Jl. MT Haryono (Pasar Buton) Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara ini, merasa bahagia dengan pernikahan putranya. Pasalnya Rian Bagus Saputro (anaknya-red) yang beberapa tahun lalu dari Jawa Timur yakni Kota Blitar dibawa olehnya merantau di bumi Kalimantan Timur ini, selalu setia menemani dalam dunia bisnis, yakni sejak tahun 2015 silam.

"Saya merasa bahagia dengan pernikahan Rian Bagus Satrio mendapatkan jodoh di daerah perantauan. Apa lagi Rian Bagus Saputro selalu menemani dalam menjalani dunia bisnis baik suka maupun duka, "ungkap Sutrisno didampingi istri tercinta Windrayani kepada Media ini di sela-sela resepsi pernikahan putranya.

Sutrisno yang di kenal sangat ramah ini juga bercerita tentang perjalanan hidupnya dalam merintis usahanya. Tahun 2015 hijrah ke Balikpapan hanya bermodalkan keyakinan dan semangat. Sama sekali tidak tau harus berbuat apa, karena Balikpapan merupakan tempat baru. Hanya informasi yang di dapat bahwa Kalimantan Timur adalah tempatnya Tambang Batu Bara. Berangkat dari informasi itulah memberanikan diri ke Balikpapan.

Seiring dengan berjalannya waktu dan sedikit ilmu pengetahuan tentang oto motif, maka Sutrisno hingga saat itu dapat di katakan menjadi seorang pengusaha yang cukup ternama dan berhasil. Namun penampilannya tetap sederhana dan low profile.

"Alhamdulillah semua ini rejeki atas kehendak Allah SWT. Salagi kita mau berusaha, berjuang dan berdoa pasti akan memperoleh hasil. Tinggal bagaimana caranya kita mensyukurinya, "ujar Sutrisno dengan  santun. (edy)

Kabarikn.com,Balikpapan-Neisha Alfira Safitri Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Balikpapan  berhasil meraih juara pertama tingkat provinsi saat mengikuti Lomba Bocce di Samarinda.

Perlombaan Bocce pada kegiatan oleh SLB se-Provinsi Kaltim. Peserta yang mendapat juara pertama tingkat provinsi dimenangkan oleh Necha alfira Safitri ,siswa SLB Kaota Balikpapan 

Mewakili Kepala SLB,Guru Sekolah Ade Putri Sarwendah saat di konfirmasi media, Ade menyampaikan bahwa pihaknya merasa senang dan bangga atas kemenangan siswa-siswinya yang mendapat juara pertama tingkat provinsi  dalam perlombaan Bocce.

“Saya sangat senang dan bangga pada siswa-siswi SLB Balikpapan walaupun siswa-siswi kita punya kekurangan, tapi bisa berprestasi,” pungkasnya Senin ( 15/11/2021). (tri)

KabarIkn.com,BALIKPAPAN-Digitalisasi dalam usaha skala mikro, kecil dan menengah perlu terus ditingkatkan untuk melangsungkan usaha dan menyokong perekonomian dalam kondisi pandemi saat ini. Hal tersebut menjadi bahasan utama webinar Road to IDC AMSI 2021, sesi Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlangsung secara virtual, Senin (15/11).

Webinar yang mengambil tema “Digitalisasi UMKM, Solusi Jitu Membangkitkan Ekonomi Kalimantan Timur” ini dipandu Andi Suraya Mappangile (Dosen Universitas Balikpapan) dan menghadirkan pembicara utama utama H.M. Aswin,  Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur keynote speech mewakili Gubernur Kalimantan Timur dan empat narasumber lainnya. 

H.M. Aswin dalam paparannya menyampaikan, peran UMKM dalam pembangunan daerah menjadi harapan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Hal itu terlihat pertumbuhan ekonomi Kaltim di tahun 2021 pada triwulan kedua mencapai 5,78%, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, hanya 2.85%," ungkapnya.

Pertumbuhan ekonomi ini berdampak pada penurunan tingkat pengangguran juga dari 6,87% menjadi 6,81%. “Ekonomi Kaltim stabil selama masa pandemi," ujarnya. 

Hanya saja ia mengatakan upaya mengembangkan digitalisasi UMKM belum banyak yang mendapatkan dukungan karena program daerah ini kurang mendapatkan dukungan. Penyebabnya jalur dan programnya belum terakomodir melalui pemerintahan pusat. 

Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian dan terus melakukan sinkronisasi antara program pusat melalui kementerian dengan memperhatikan tingkat produktivitas daerah. 

Sementara itu narasumber kedua Taufik Culrakhman, Pemimpin Divisi Kredit dan Konsumer Bank Kaltimtara menyampaikan keberadaan UMKM dalam pertumbuhan ekonomi menjadi penting, meski dalam dua dekade belum mengalami perubahan. “Perlu memahami dan memenuhi kebutuhan UMKM dalam kondisi pandemi,” ujarnya.

Dukungan pada UMKM perlu terus diberikan karena UMKM termasuk sektor yang rawan dari goncangan di masa pandemi, baik dari segi penawaran dan permintaan. Ia menyampaikan dari 64,2 juta atau 13% pelaku usaha UMKM telah memanfaatkan marketplace atau bisnis secara online. Masih terdapat 77,7% pelaku UMKM belum dapat memaksimalkan pasar secara online. "Hal itu tidak terlepas dari kesiapan, optimisme dan kompetensi para pelaku UMKM," katanya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Darmansjah M. Prijanto, narasumber ketiga saat sesi paparan menambahkan banyak UMKM memiliki produk berdaya saing, namun tidak mampu melakukan ekspor karena tidak memiliki akses, strategi dan pengetahuan, serta keterampilan yang memadai untuk menembus pasar ekspor. Tidak hanya itu, permintaan pasar global yang meningkat, kadang terkendala pembiayaan untuk peningkatan produksi. 

Sisi lain masih ada pelaku UMKM tidak memahami pembiayaan perbankan. “Perlu kurikulum dan pengembangan UMKM Go Eksport, sesuai kebutuhan yang terus berkembang,” ujarnya. 

AMSI juga menghadirkan pelaku startup lokal Kaltim yaitu Utari Octavianty, pemilik startup "Aruna Indonesia". Ia memiliki fokus usaha membantu para nelayan di berbagai daerah, khususnya dalam pengembangan usaha kelautan dan perikanan.

Menurutnya, pengembangan usaha lewat digitalisasi, akan membantu masyarakat dalam meningkatkan usahanya. Ia mengatakan Aruna saat ini banyak dimanfaatkan bagi pelaku usaha dibidang kelautan dan perikanan, baik dari strategi peningkatan produk atau tanggapan maupun pemasaran.

Selanjutnya, Rektor Universitas Balikpapan (UNIBA) Dr. Isradi Zainal dalam kajian akademis menyampaikan, UMKM salah satu sektor ekonomi cukup kuat dalam menghadapi situasi ekonomi melemah. Ia mengatakan, UMKM juga memiliki kontribusi besar dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB), 61.97% atau  sebesar Rp.8.500 triliun dari total PDB nasional d itahun 2020.

Menurutnya, sektor UMKM yang dapat bertahan di saat krisis politik dan ekonomi 1998. ““Pengembangan UMKM melalui digitalisasi sangat diharapkan, untuk mengembangkan usaha, di masa ekonomi lagi lesu, utamanya di masa pandemi ini," jelasnya.

Hanya saja tantangan para pelaku UMKM, diantaranya minimnya modal usaha, pengelolaan keuangan belum efisien dan kurangnya inovasi produk. Walaupun, beberapa pelaku usaha UMKM telah memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan usahanya.  "Dunia digital juga banyak membantu pelaku usaha UMKM untuk memaksimalkan pemasaran produk," paparnya.

Sesi webinar Kaltim ini mendapat dukungan dari mitra kampus yaitu Universitas Mulawarman, Universitas Islam Negeri Samarinda, Universitas 17 Agustus Samarinda, Universitas Mulia (Samarinda),  Universitas Balikpapan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan, dan Politeknik Negeri Balikpapan. IDC AMSI 2021 mendapat dukungan sponsor dari Google, BNI, Astra, Bank Raya, PT. PLN Persero, Pertamina, bank bjb, PT. Bank Central Asia. Tbk, PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya, MS Glow,  dan Bank Kaltimtara (**)

KabarIkn.com,PALEMBANG – Dengan berkolaborasi kepada semua pihak (stakeholder), tentu akan membuat promosi wisata, terutama di Provinsi Sumsel akan lebih maksimal.

Hal ini terungkapan dalam kegiatan Road to Indonesia Digital Conference (IDC) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) 2021, sesi pertama di Provinsi Sumsel, Senin (15/11). 

Dimana, dalam acara ini diangkat dengan tema “Akselerasi Digital Pariwisata Sumatera Selatan”. Adapun narasumber yang mengisi acara tersebut, ada empat orang.

Yaitu H Herman Deru, Gubernur Sumsel selaku keynote. Kemudian, ada Walikota Palembang H Harnojoyo Ssos yang diwakilkan Kepala Dinas Pariwisata Palembang H Sulaiman Amin.

Selanjutnya, Bupati OKU Selatan Popo Ali Murtopo B.Comm, yang dalam sesi tanya jawab dilanjutkan oleh Kepala Dinas Pariwisata OKUS, Darmawan. Dan terakhir, narasumber yang hadir yakni pengusaha kuliner sukses di Palembang, Hj Lucianty Pahri.

H Herman Deru dalam kegiatan ini menegaskan, bahwa Provinsi Sumsel mengandalkan aplikasi Giwang untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

‘’Jadi seluruh destinasi wisata di kabupaten/kota di Sumsel ini bisa diakses melalui aplikasi Giwang. Tentunya kita juga sudah berkoordinasi dengan Pemkot dan Pemkab yang ada di Sumsel,” jelasnya.

Terakhir, Deru mengaku salah satu kegiatan promosi wisata yang ada dengan suksesnya gelaran Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SRGF). 

‘’Gelaran SRGF ini berhasil menggaet ribuan peserta, termasuk dari provinsi-provinsi lain di Indonesia. SRGF sendiri difokuskan di objek wisata Danau Ranau yang terletak di Kabupaten OKU Selatan,” tambahnya.

Bupati OKU Selatan Popo Ali Murtopo B.Comm, mengaku pihaknya merasa diuntungkan karena berada diujung Sumsel, namun berbatasan dengan Provinsi Lampung dan Bengkulu.

‘’Melalui Road to IDC AMSI ini kita berharap pasar promosi wisata kita lebih luas, sehingga Pemkab maupun masyarakat OKU Selatan bisa meraih keuntungan lebih maksimal,” terangnya.

Dengan sedikit promosi, Popo mengatakan, bagi wisatawan ingin berkunjung ke OKU Selatan, khususnya wisata Danau Ranau, bisa melalui tiga bandara, yakni Bandara di Sumsel, Lampung dan Bengkulu.

‘’Kemudian, ada akses tol Palembang-Lampung. Dimana dulu ke OKUS ditempuh dalam 7-8 jam perjalanan. Kini bisa ditempat hanya lebih kurang lima jam saja. Lumayan, waktunya banyak berkurang,” jelasnya lagi.

Bahkan, tambah Popo, untuk gelaran sepeda (SRGF) itu hampir seluruh provinsi di Indonesia mengirimkan peserta. ‘’Ini tentu tak lepas dari digitalisasi. Sebab, kami bisa mengurangi dana promosi untuk menonjolkan wisata.

‘’Termasuk gandeng komunitas, aplikasi dan media sosial yang ada. Dan efek promosinya juga bisa menjangka ke seluruh dunia,” tambahnya.

Wako Palembang H Harnojoyo, melalui Kadis Pariwisata Palembang H Sulaiman Amin, mengaku banyak peninggalan sejarah di Kota Palembang, yang termasuk destinasi wisata.

‘’Ada Sungai Musi, peninggalan sejarah, venue olahraga berstandar Internasional yang mampu menggaet wisatawan. Sehingga Palembang ini dinamakan Kota Modern yang berbudaya,” jelasnya.

Dikatakan Sulaiman, pariwisata itu tidak akan booming tanpa promosi dan publikasi. ‘’Namun sekarang kita sudah manfaatkan era digitalisasi dalam mempromosikan destinasi wisata tersebut,” ungkapnya.

Ditambahkan Sulaiman, Kota Palembang sendiri memiliki 76 destinasi wisata, namun Pemkot baru fokus mengelola 15 destinasi wisata. Diantaranya Benteng Kuto Besak, Alquran Al Akbar, JSC, dan Kampung Kapitan.

‘’Hidupan pariwisata dengan bekerjasama terhadap seluruh stakeholder, termasuk akademisi, pelaku usaha, maupun dengan media. Kemudian, kita siapkan spot kuliner, spot kerajinan, dan kampung kreatif, sehingga masyarakat tetap eksis ditenga pandemi ini,” tambahnya.

Sedangkan, pengusaha kuliner Palembang, Hj Lucianty mengakui ada dampak karena pandemi covid-19 saat ini. ‘’Dimana, kita sempat susah dapat bahan baku, karena banyak pemasok tutup usahanya. Kekurangan tenaha kerja, karena banyak yang diliburkan, serta ketidakjelasan usaha,” tururnya.

Makanya, sambung Luci, pebisnis kuliner harus dapat kepercayaan konsumen, dengan produk halal, aman, kemasan dan kebersihan. Termasuk WFH membuat menurunnya daya beli masyatakat. ‘’Intinya pengusaha kuliner butuh kebijakan pemerintah untuk mengatasi kendala-kendala ini,” tegasnya.

Namun, tambah Luci, pihaknya juga diuntungkan dengan pandemi ini, karena bisa memanfaatkan aplikasi atau software, untuk menghadapi tantangan bisnis di dunia digital ini.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan, dengan kegiatan ini, AMSI ingin membangun kolaborasi antara seluruh industri didunia digital.

‘’Dimana, seluruh stakeholder bisa memahami betul apa yang terjadi pada industri lain di era digital. Ikut merekam dan mendengarkan apa yang terjadi dengan ekosistem yang terjadi dengan dunia media, dunia swasta, dan lainnya,” terangnya.

Menurut Bang Wens –sapaan akrab Wenseslaus Manggut, semuanya akan berada dalam satu ekosistem digitalisasi. Dimana, ada 1.000 peserta yang mengikuti kegiatan pada sesi pertama ini.

‘’Kita ingin merekam inovasi yang dilakukan media, swasta, dan pemerintah seperti apa. Kalau sudah paham semuanya, tentu tidak sulit bagi kita untuk kolaborasi,” ungkapnya.

Ditambahkan Bang Wens, semakin kolaboratif, tentu promosi wisata di Sumsel akan lebih efektif, efisien dan lebih maksimal. ‘’Kegiatan ini juga untuk mengukur seberapa banyak kekuatan digital di daerah atau milik lokal masing-masing,” tambahnya.

Sedangkan Ketua AMSI Sumsel, Sidratul Muntaha mengaku, bahwa di Provinsi Sumsel, banyak destinasi wisata yang bisa dimaksimalkan. 

‘’Road to IDC AMSI 2021 ini, merupakan kegiatan tahunan, yang tahun kedua digelar oleh AMSI. Provinsi kebetulan menjadi ajang pembuka road to IDC, dari tujuh wilayah atau provinsi lain di Sumsel,” ungkap pria yang akrab disapa Totok ini.

Menurut Totok, pihaknya mengangkat tema tentang pariwisata, karena banyak destinasi di Sumsel belum tergali secara maksimal. 

‘’Termasuk dampak pandemi ini, banyak pemilik usaha kuliner di Sumsel yang banting setir. Meskipun ada juga yang tetap bertahan, salah satunya Kedai Tiga Nyonya milik ayunda kita Hj Lucianty,” tuturnya.

Ditambahkan Totok, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu kelancaran kegiatan di Sumsel ini.

‘’Terimakasih kepada pihak Rektorat Unsri, Rektorat UIN, Dekanat FISIP UIN Raden Fatah, Rektorat Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP). Juga terima kasih kepada Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang, Pemkab OKU Selatan, Kedai Tiga Nyonya,” tambah Totok.

Kegiatan yang dipandu Moderator Wenny L Ramdiastuti (Pemred Tribunnews Sumsel dan Sripo) ini sendiri diikuti ribuan peserta, baik dari kalangan bisnis, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Dan bukan hanya warga sumsel, termasuk dan Manado dan provinsi lain di Indonesia, juga menjadi peserta.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana IDC 2021 Machroni Kusuma, Sabtu (13/11), bahwa kegiatan Road to IDC akan dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin (15/11) sampai Kamis (18/11).

“Pembahasan dan diskusi Road to IDC melalui Zoom Meeting ini akan diberikan kepada para peserta yang telah terdaftar,” kata Roni yang juga Founder Beritaindonesia.link ini, Sabtu (13/11).

Road to IDC akan dimulai dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. AMSI Sumatera Selatan mengangkat tema “Akselerasi Digital Pariwisata Sumatera Selatan”, Senin (15/11).

Pada sesi kedua AMSI Kalimantan Timur akan melanjutkan pembahasan mengenai “Digitalisasi UMKM, Solusi Jitu Membangkitkan Ekonomi Kaltim”.

Hari kedua Selasa 16 November Road to IDC akan digelar di Bandung Jawa Barat. AMSI Jawa Barat dalam pembahasan ini mengangkat tema “Percepatan Ekonomi Desa Melalui Digitalisasi”. Peserta di sesi ini ditargetkan berada dari pengelola wisata, pengusaha kuliner, UMKM, BUMDes, mahasiswa, pegiat media sosial dan masyarakat umum di Jawa Barat.

Selanjutnya, AMSI Jawa Tengah pada Selasa siang akan membahas pengembangan Pariwisata di Kepulauan Karimunjawa agar membawa manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Karimunjawa khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.

Road to IDC hari ketiga Rabu 17 November akan mengenalkan bagi masyarakat tentang perkembangan digitalisasi di Indonesia dan Jawa Timur, manfaat serta urgensinya. Kegiatan dengan tema “Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit” akan berlangsung jam 09.00-12.00 WIB,” ujarnya.

Sesi kedua Rabu siang Road to IDC membahas Akselerasi Digitalisasi UMKM Bali. Kalangan UMKM di Bali dan stakeholder pendukung harus bergerak lebih cepat untuk mampu meneguhkan diri dalam kancah pasar digital. Road to IDC wilayah Bali akan membedah situasi tersebut dengan melihat kesiapan digitalisasi di kalangan UMKM Bali.

Hari keempat Road to IDC, Kamis 18 November akan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai jam 10.00 hingga 13.00 Wita. AMSI Sulawesi Selatan mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Sulawesi Selatan Melalui Digitalisasi Pariwisata,” tuturnya.

Kamis siang rangkaian Road to IDC akan menengok Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulawesi Utara. Road to IDC ini akan membedah kondisi tersebut dengan melihat kesiapan dan pengembangan digitalisasi oleh pemerintah di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

AMSI Sulawesi Utara akan membahas “Akselerasi Digital KEK Pariwisata dan Dukungan Perbankan” pada Kamis jam 13.00 - 16.00 Wita.

Road to IDC AMSI 2021 melibatkan pemimpin bisnis, tokoh,  pembuat kebijakan,  para profesional tingkat  nasional dan internasional.

IDC AMSI 2021 mendapat dukungan sponsor dari Google, BNI, Astra, Bank Raya, PT PLN Persero, bank bjb, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Bojonegoro, Bali Mall, dan Kedai Tiga Nyonya. (*/rilis)

KabarIkn.com,Balikpapan - Senin ( 15/11/2021 ) , PT. Fortuna Readymix melaksanakan kegiatan vaksinasi yang kedua kalinya bagi warga di sekitar lokasi kerja dan di sekitar Balikpapan Barat.

H. Kamaruddin selaku Pemilik PT. Fortuna Readymix menyampaikan bahwa warga yang mengikuti vaksinasi ini terdata berjumlah 550 orang. Vaksinasi yang pertama dilaksanakan sebelumnya berjumlah 400 orang. 

Vaksinasi ini ditujukan sebagai partisipasi PT. Fortuna Readymix terhadap warga sekitar dan membantu Pemerintah dalam rangka percepatan proses vaksinasi pada masyarakat Kota Balikpapan.

" Saya berharap proses vaksinasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah tetap terus berjalan dan segera terealisasi. Disini kami juga inisiatif melaksanakan vaksin diluar dari kegiatan vaksinasi Pemerintah dan terbukti masih banyak masyarakat yang belum tervaksin," ujarnya.

Ia menambahkan jika di data masih ada warga yang belum di vaksin maka kegiatan vaksinasi ini akan diadakan kembali. ( tri )

KabarIkn.com,Jakarta - Kegiatan Road to Indonesia Digital Conference (IDC) yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) siap digelar pekan depan di delapan provinsi di Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana IDC 2021 Machroni Kusuma mengatakan Road to IDC akan berlangsung selama empat hari, mulai Senin tanggal 15 sampai Kamis 18 November.

“Pembahasan dan diskusi  Road to IDC melalui Zoom Meeting ini akan diberikan kepada para peserta yang telah terdaftar,” kata Roni yang juga Founder Beritaindonesia.link, Sabtu (13/11/21).

Road to IDC akan dimulai dari Palembang, Sumatera Selatan. AMSI Sumatera Selatan mengangkat tema “Akselerasi Digital Pariwisata Sumatera Selatan” Senin 15 November.

Pada sesi kedua AMSI Kalimantan Timur akan melanjutkan pembahasan mengenai “Digitalisasi UMKM, Solusi Jitu Membangkitkan Ekonomi Kaltim”.

Hari kedua Selasa 16 November Road to IDC akan digelar di Bandung Jawa Barat. AMSI Jawa Barat dalam pembahasan ini mengangkat tema “Percepatan Ekonomi Desa Melalui Digitalisasi”. Peserta di sesi ini ditargetkan berada dari pengelola wisata, pengusaha kuliner, UMKM, BUMDes, mahasiswa, pegiat media sosial dan masyarakat umum di Jawa Barat.

Selanjutnya, AMSI Jawa Tengah pada Selasa siang akan membahas pengembangan Pariwisata di Kepulauan Karimunjawa agar membawa manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Karimunjawa khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.

Road to IDC hari ketiga Rabu 17 November akan mengenalkan bagi masyarakat tentang perkembangan digitalisasi di Indonesia dan Jawa Timur, manfaat serta urgensinya. Kegiatan dengan tema “Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit” akan berlangsung jam 09.00-12.00 WIB.

Sesi kedua Rabu siang Road to IDC membahas Akselerasi Digitalisasi UMKM Bali. Kalangan UMKM di Bali dan stakeholder pendukung harus bergerak lebih cepat untuk mampu meneguhkan diri dalam kancah pasar digital. Road to IDC wilayah Bali akan membedah situasi tersebut dengan melihat kesiapan digitalisasi di kalangan UMKM Bali.

Hari keempat Road to IDC, Kamis 18 November akan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai jam 10.00 hingga 13.00 Wita. AMSI Sulawesi Selatan mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Sulawesi Selatan Melalui Digitalisasi Pariwisata.”

Kamis siang rangkaian Road to IDC akan menengok Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulawesi Utara. Road to IDC ini akan membedah kondisi tersebut dengan melihat kesiapan dan pengembangan digitalisasi oleh pemerintah di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung. 

AMSI Sulawesi Utara akan membahas “Akselerasi Digital KEK Pariwisata dan Dukungan Perbankan” pada Kamis jam 13.00 - 16.00 Wita.

Road to IDC AMSI 2021 melibatkan pemimpin bisnis, tokoh,  pembuat jebijakan,  para profesional tingkat  nasional dan internasional.

IDC AMSI 2021 mendapat dukungan sponsor dari Google, BNI, Astra, Bank Raya, PT PLN Persero, bank bjb, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Bojonegoro, Bali Mall, dan Kedai Tiga Nyonya.

Foto : Kepala Cabang PT. PELNI Balikpapan , Purwadi

KabarIkn.com,Balikpapan - Saat ini PT. PELNI Balikpapan masih tetap berkomitmen menjalankan pekerjaan sesuai dengan aturan dari Pemerintah. Terkait dengan kebijakan penggunaan Test PCR atau Antigen saat ini Pelni tetap menggunakan test Antigen bagi penumpang kapal.

Kacab PT. PELNI Balikpapan Purwadi menyampaikan dengan situasi yang sudah ada kelonggaran ini PELNI tetap menerapkan protokol kesehatan dan bagi calon penumpang harus dilengkapi dengan bukti sudah divaksin minimal 1 kali. 

" Saya berharap kedepan semoga pandemi ini segera berakhir agar kegiatan masyarakat bisa normal kembali dan kami selaku menyediakan jasa transportasi bisa maksimal lagi," ujarnya.

Karena sudah mau mendekati hari Natal dan Tahun Baru penumpang kapal PELNI mulai mengalami peningkatan tetapi tidak terlalu signifikan dan kapasitas penumpang masih di batasi dari 70% dari kapasitas yang ada. 

" Sampai sekarang peningkatan penumpang masih biasa saja karena ini juga masih bulan November. Kalau yang ke NTT biasanya sampai 400 penumpang bisa sampai 500 dan yang ke Tarakan ,Nunukan penumpangnya masih dibawah 100 ," katanya.

Purwadi menambahkan bahwa untuk tarif PELNI tidak pernah melakukan perubahan tarif , masih tetap seperti yang dulu. Untuk membeli tiket penumpang tidak harus datang ke PELNI , mereka bisa mengakses lewat website PELNI 162.  ( tri )

Foto : Masdar Akan Mencalonkan Diri Sebagai Gubernur Sulsel Tahun 2024 Lewat Jalur Independen

Kabarikn.com,Balikpapan-Masdar maju mencalonkan diri sebagai  Gubernur Sulawesi Selatan liwat jalur independen atau perseorangan.

Ia mencalonkan diri sebagai gubernur Sulawesi Selatan dengan tujuan untuk mempersatukan adat istiadat dan untuk menyelamatkan pembangunan agar  otomatis terbangun lebih baik

Masdar menyampaikan bahwa ia tidak berambisi untuk menjadi pemimpin yang emosional dan  untuk sementara mencalonkan seorang diri dulu. 

" Untuk sisi finansial saya sendiri cukup luar biasa karena saya sudah pernah mencalonkan Walikota Makassar 2020 ," ujarnya. 

Selama ini Masdar telah ada pendekatan dengan masyarakat  sudah 75%.

" Dalam hal ini kita harus ada kemauan dan semangat hanya karena Allah bukan karena siapa-siapa. Saya juga meminta kepada Allah agar bisa menjalankan amanahnya," pungkasnya.(*)