[Valid RSS]

Oleh, Hery Sunaryo

Pengurus Cabor Wushu Balikpapan. 

Kabarikn.com,Balikpapan-Saat ini, KONI Balikpapan akan menggelar Rapat Kerja pada Sabtu, 26 Maret 2022 diHotel Platinum,dalam rapat kerja nantinya salah satu yang akan dibahas adalah persiapan pemilihan Ketua KONI baru periode 2022-2026.

Kalau kita sedikit flashback mengevaluasi masa kepemimpinan Ketua KONI Balikpapan, Bapak Sirojudin, yang sebentar lagi akan habis masa jabatannya, banyak  hal yang harus menjadi catatan penting buat insan olahraga dikota Balikpapan.

Perjalanan Sirojudin sebagai Ketua KONI tidak mampu menjaga performa KONI sebagai organisasi Induk Olahraga, beliau kurang gesit didalam membuat berbagai terobosan untuk memajukan Insan Olah Raga diBalikpapan.

Semisal, Pembinaan olahraga di Balikpapan belum terarah secara baik, masih terbatasnya sarana dan prasarana olahraga, hal lain yang sering dikeluhkan para atlet dan pelatih seperti kurangnya peralatan  latihan dilapangan dan juga peralatan tanding Atlet. 

Hal lainnya kurangnya perhatian terhadap profesi dan massa depan atlet, kemudian persoalan lain Bonus tanding kemudian  saat pengurus cabor hendak mengikuti berbagai pertemuan agenda kerja diluar daerah atau atlet hendak mengikuti berbagai open turnamen dalam meningkatkan kualitas pelatih dan atlet atau membuat Iven turnamen sangat terasa minim  dukungan KONI.

Kurang gesitnya KONI selama ini didalam membuat terobosan tentu berkaitan erat dengan ketersediaan anggaran, kita lihat anggaran KONI selama kepemimpinan Sirojudin  tahun 2018 anggaran KONI Sebesar, 5 M, 2019 sebesar Rp. 5 M, 2020, sebesar Rp.1,5 M, dan 2021, sebesar Rp. 2,5 M

Anggaran pada saat kepemimpinan sebelum Sirojudin, periode ke II, Anggaran Koni Tahun 2014 sebesar Rp. 6,5 M tahun 2015 sebesar Rp.18 M Tahun 2016 sebesar Rp. 15 M Tahun 2017 sebesar Rp. 

Perubahan terobosan besar masyarakat olah raga sangat terasa pada massa sebelum Sirojudin, semisal pembenahan infrastruktur sarana olahraga, kemudian  rutinnya atlet mengikuti Iven dilokal, Nasional hingga Internasional,

Kemudian pengurus cabor rutin  melakukan berbagai Iven dikota Balikpapan, baik seleksi lokal provinsi maupun nasional, pembangunan sarana prasarana alat tanding dan latihan atlet, Bonus kesejahteraan Atlet semua terpenuhi semasa periode itu, karena pada massa itu pengurus KONI mampu berkomunikasi dengan baik kepada Pemerintah Kota dan juga semua stakeholdersnya. Sayangnya performa KONI yang sudah bagus pada saat itu tidak dapat dipertahankan saat Sirojudin memimpin Koni.

Coba kita sepintas cermati anggaran tahun 2020 & 2021, anggaran KONI selama dua tahun ini sangat tidak terasa ke Cabor baik Atlet maupun pelatih, penggunaannya sumir, padahal pembinaan dan berbagai kegiatan sangat minim, terlebih dalam kondisi Covid 

Mungkin hal-hal sumir ini yang menjadi catatan atau penilaian pemerintah kota sehingga tidak menggelontorkan anggaran bantuan olahraga sebagaimana yang diinginkan  pengurus KONI, 

Untuk itu kedepan kepengurusan KONI yang baru nantinya diharapkan harus mampu membuat perubahan salah satunya dengan membangun komunikasi yang baik terhadap Pemerintah Kota Balikpapan, sehingga KONI bisa mendapat arahan bimbingan dalam menjalankan kegiatannya sebagai Induk Olahraga 

Harapannya dengan komunikasi yang baik, KONI bisa mendapat kepercayaan pemerintah kota untuk mendapat bantuan anggaran olah raga yang layak dan pantas, terlebih dalam waktu dekat kita akan menghadapi Porprov diBerau.(*)

Oleh, Hery Sunaryo

Ketua Forum Masyarakat Untuk Transparansi ( Format ) 

KabarIkn.com - Hery menyayangkan, terjadinya kekosongan minyak goreng yang terjadi dikota Balikpapan, Pemerintah kota terkesan lamban dalam mengantisipasi kelangkaan minyak goreng ini, padahal Pemerintah kota harusnya dapat melakukan langkah cepat dalam mengantisipasi kelangkaan minyak goreng ini, karena kelangkaan minyak goreng ini telah terdengar dibeberapa wilayah Jakarta, sejak januari awal tahun 2022  melalui pemberitaan televisi maupun media cetak. ujar Hery.

Hery berpendapat, kalau memang Walikota dan jajarannya serta DPRD dan anggotanya, bekerja dengan benar-benar memikirkan kesejahteraan Masyarakat kota Balikpapan, tentu harusnya hal ini tidak terjadi dikota Balikpapan. 

Sedih rasanya melihat diberbagai tempat dikota Balikpapan Ibu-ibu harus berdiri berjam-jam berdesakan antri membeli minyak goreng, sambil menggendong anaknya, karena harus memasak untuk anak-anaknya.

Harus difahami masyarakat kecil, untuk Uang 5 -10 Ribu sangat berarti dan berharga, karena bisa buat kebutuhan makan anak dan keluarganya dalam sehari, sehingga ketika ada kenaikan harga pangan pasti sangat berdampak dan menyulitkan  kehidupan masyarakat.

Hery menjelaskan, pemerintah kota jauh hari harusnya dapat memetakan proses pencegahan berbagai kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi dengan adanya pemberitaan kosongnya minyak goreng ini,

Semisal dengan melakukan kegiatan pencegahan terjadinya perilaku panic buying di masyarakat kota Balikpapan, yang kemudian dapat melakukan pembelian minyak goreng berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan, yang dapat menyebabkan stok dipasaran cepat habis.

Kemudian pemerintah kota juga setiap bulan dapat melakukan pemantauan dan monitoring pendistribusian, stok dan harga kebutuhan pangan termasuk distribusi minyak goreng, sehingga ketika ada indikasi kekosongan atau kelangkaan kebutuhan pangan dapat terdeteksi sedini mungkin, sehingga tidak menimbulkan keresahan dimasyarakat. 

Pemerintah kota juga dapat melakukan pencegahan dengan melakukan koordinasi evaluasi, serta sosialisasi dengan melibatkan instansi terkait dan pemangku kepentingan seperti para pedagang pasar tradisional maupun pedagang pasar modern diBalikpapan, atau para pihak seperti  agen - agen yang memiliki gudang besar untuk penampungan barang, agar diingatkan tidak melakukan penimbunan.

Kemudian perlu juga  sosialisasi kepada para distributor para agen dari hulu ke hilir yang ketahuan melakukan penimbunan barang pangan, dapat terkena sangsi pidana Pasal 107 jo Pasal 29 ayat 1 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan

Kemudian juga pasal 11 ayat 2 Perpres Nomor 71 tahun 2015 tentang penetapan dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang penting.

UU Nomor 7 tahun 2014 Tentang Perdagangan, pasal 107, menyebutkan,

“Pelaku Usaha yang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan Barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas Perdagangan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) (UU Perdagangan) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 50.000.000.000,” ucap Hery.

Hery yang juga berprofesi sebagai Advokat ini suka mencermati kondisi dilapangan, beliau menuturkan bahwa  Jika kita cermati kejadian antrean minyak goreng diKota Balikpapan ini, banyak terjadi pada pasar modern, Sementara di pasar tradisional, jarang bahkan tidak terjadi antrean pembeli minyak goreng ini. 

Hery menduga Bisa jadi antrean ini terjadi karena adanya persaingan usaha antara pasar modern dan pasar tradisional, atau persaingan usaha antara Warung kecil dengan toko modern.

Bisa jadi pedagang  pasar tradisional atau warung - warung kecil dipemukiman warga, mendapatkan harga modal yang tinggi dari distributor, kemudian toko - toko modern mendapat harga modal yg lebih rendah, sehingga pasar tradisional atau toko kecil dipemukiman warga masih menjual lebih mahal di atas HET. sehingga antrean panjang terjadi hanya dipasar modern atau minimarket karena harga ecernya lebih murah.

Kalau hal ini yang terjadi maka pemerintah kota juga harus mengantisipasi persaingan usaha ini, dengan mengatur secara baik pendistribusiannya,  karena masyarakat pedagang tradisional harus dimaklumi omset perputaran uangnya kecil  dan lambat, sehingga  untuk menjaga stabilitas usahanya butuh keuntungan yg sedikit lebih besar dari pasar modern. 

Jika harga jual warung kecil atau toko tradisional harus sama dengan toko modern maka salah satu solusi yang bisa dilakukan, pemerintah kota dapat memberikan masukan atau arahan untuk mendorong BUMD agar menjadi distributor  kepada pedagang tradisional dikota Balikpapan. 

Kita punya PERUMDA yang modal usahanya Puluhan Miliar bersumber dari APBD Kota Balikpapan, bisa saja diarahkan untuk menjadi distributor bahan pangan di Balikpapan, 

Karena perlu diketahui untuk ketahanan pangan kota Balikpapan, hampir 85% masih bergantung Sulawesi dan pulau Jawa. Sehingga kebutuhan pangan untuk masyarakat kota Balikpapan agar stock barang dan harga  dapat terkendali bisa saja diusahakan oleh BUMD Perumda Manuntung Sukses, agar jika ada yang perlu dikendalikan dengan strategi subsidi oleh pemerintah kota, dapat terpola dengan baik melalui BUMD. Tutup Hery.(*)

Kabarikn.com,Balikpapan - Dr H.Mahyudin.ST.MM Wakil Ketua DPD-RI yang juga anggota MPR-RI melaksanakan kegiatan sosialisasi 4 pilar MPR-RI bekerja sama dengan Kerukunan Keluarga Turatea Jeneponto KKTJ Balikpapan.

Mahyudin mengatakan sosialisasi Empat Pilar MPR merupakan perintah dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Dalam undang-undang itu, MPR mendapat tugas menyosialisasikan Empat Pilar MPR (Pancasila,UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).

Selanjutnya ia menuturkan sejumlah alasan mengapa MPR menyosialisasikan Empat Pilar MPR.

Hal ini didasari ,masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit. "Seperti munculnya radikalisme yang melahirkan terorisme. Ini harus diantisipasi agar jangan sampai ada anggota masyarakat yang terpapar radikalisme dan terorisme," katanya.

Mahyudin mengapresiasi pada saat menyanyikan lagu Hymne Balikpapan tanpa tayangan teks tapi warga Jeneponto dapat menyanyikan dengan baik dan merdu.Hal ini menjadi penting bahwa "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Sebab  disadari masih adanya pengabaian terhadap kepentingan daerah dan timbulnya fanatisme kedaerahan hal ini seiring terjadi disparitas pembangunan pusat dan daerah yang butuh waktu untuk diperbaiki."ujarnya.

Sosialisasi Empat Pilar, MPR-RI  bekerja sama dengan Kerukunan Keluarga Turatea Jeneponto KKTJ Balikpapan. 

Dilaksanakan pada hari Minggu 20 Maret 2022 bertempat aula rumah dinas Walikota Balikpapan .

Acara ini dihadiri oleh 150 peserta pengurus dan  anggota KKTJ Balikpapan.

Dalam sambutan Wakil Ketua Bidang Organisasi KKTJ Balikpapan Syaripah Annisa.SE mengatakan KKTJ Balikpapan telah resmi terdaftar pada Kesbangpol Balikpapan sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan.Pengurus KKTJ Balikpapan dilantik pada tanggal 23 Januari 2022 adalah perkumpulan keluarga besar warga Jenepoto yang bermukim di kota Balikpapan.

Terkait program awal organisasi maka dianggap sangat penting mengadakan sosialisasi 4 pilar MPR-RI ,Syarifah berterima kasih kepada Dr.H.Mahyudin.ST.MM  Wakil Ketua DPD-RI yang juga sebagai anggota MPR-RI telah bersedia bekerja sama dengan KKTJ Balikpapan."Harapannya semoga anggota KKTJ dapat mencermati dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari hari sebagai warga kota juga sebagai warga negara yang baik" demikian Syaripah Anissa(*)

Muchtar Amar.SH ,Pemerhati Politik dan Hukum (PATIH)

KabarIkn.com,Balikpapan - Issue kenaikan harga beberapa komoditas semakin menambah jerit masyarakat untuk penuhi kebutuhan hidupnya, salah satunya di kota minyak Balikpapan yang diketahui pendapatan rata-rata masyarakatnya masih cukup baik.

Disekitar salah satu mini market di Gunung Pasir Balikpapan misalnya, tampak antrian masyarakat mengular karena ingin membeli minyak goreng kemarin.

Hal ini diungkapkan Muchtar Amar, SH selaku Pemerhati Politik dan Hukum (PATIH) , “tadi pagi di gunung pasir tampak antrian warga mau beli minyak goreng di salah satu minimarket” Jum’at, 11/03/2022.

“awalnya saya tidak melihatnya, tapi supir taxi online yang ditumpangi beritahu saya, itu pak lihat warga lagi antri minyak goreng” menirukan ucapan ‘SS’ sang supir taxi online kepada awak media melalui keterangan tertulisnya. 

Ketika menumpangi salah satu taxi online, Amar dikagetkan dengan sang supir yang sejak awal bertanya tentang pengertian subsidi dan awalnya masih enggan untuk menjawabnya.

“tadi sejak awal tumpangi taxi online ‘SS’, beliau memulai obrolan dengan bertanya, apa sih pak pengertian subsidi itu?”, terangnya.

Lebih lanjut Muchtar menjelaskan “ya secara sederhana saya sampaikan, subsidi itu kebijakan agar daya beli masyarakat tetap terjaga, subsidi bisa diberikan terhadap  barangnya agar lebih murah dan nilai jualnya terjangkau oleh warga atau bisa juga diberikan subsidi bantuan secara langsung kepada warga”.

Kembali lagi sang supir bertanya seakan-akan seperti seorang jurnalis atau bisa saja sosok lain yang mencari pendapat dari warga dengan melintasi jalan menuju pandan sari yang tampak banyak truck-truck besar ikut antrian membeli solar subsidi di SPBU.

Amar menerangkan “bapak tua itu tanya, kok bisa pak ya truck-truck besar ikut antri beli solar subsidi, truck itu kan punya perusahaan” menirukan pernyataan sang supir.

“kunci pelaksanaan subsidi itu kontrolnya pak, kalau yang di-subsidi barangnya, maka dikontrol-lah siapa saja yang pantas dapat beli barang subsidi itu, kalau yang di-subsidi itu penerimanya, maka dikontrol-lah siapa saja yang pantas menerima bantuan subsidi agar tetap dapat membeli barang yang tak di subsidi?”, jelasnya.

Muchtar pun berharap warga tetap dapat bersabar dan tidak putus asa serta mengajak warga agar dapat bertahan dengan selalu berfikir melakukan hal-hal yang kreatif yaitu melakukan gerakan nasional mengolah makanan tanpa tergantung minyak goreng kelapa sawit, mengurangi penggunaan gas dengan sesekali menggunakan kayu atau arang serta menggunakan solar sell untuk mengurangi penggunaan listrik PLN.

Amar mengutarakan “kan bisa saja, ikan biasanya digoreng diganti dengan pepes atau dibakar, kurangi penggunaan gas LPG di-kolaborasi penggunaan kayu bakar atau arang dan gunakan solar sell, mungkin bisa lebih hemat”.

“kalau negara ingin genjot pendapatan dengan kedepankan ekspor sepanjang hasilnya digunakan untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat sih bagus juga, tapi kepentingan dalam negeri keseimbangannya tetap terjaga, terkontrol dan aturan ditegakkan kuat, jangan warga dibuat dengan terpaksa pasrah”, pungkasnya.(*)

Foto : Gubernur Kaltim Isran Noor menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan

Kabarikn.com,Balikpapan-Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kota Balikpapan sekitar pukul 16.00 WITA, Minggu, 13 Maret 2022 disambut oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Teguh Pujo Rumekso, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Imam Sugianto, dan Danlanud Dhomber Kolonel Pnb Sidik Setiyono. 

Di Balikpapan, Presiden Jokowi direncanakan akan memberikan pengarahan kepada para Gubernur pada malam hari nanti di Hotel Novotel Balikpapan. 

(Foto: - Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Oleh Hery Sunaryo,

Bimpres Cabor Wushu Balikpapan. 

KabarIkn.com,Balikapan - Jelang Musyawarah Cabang (Muscab) KONI Balikpapan yang rencananya diselenggarakan pada Mei 2022 mendatang,  menjadi moment penting untuk memberi catatan atau saran masukan kepada masyarakat olah raga diBalikpapan, khususnya  para ketua Cabor, agar berhati-hati atau selektif dalam memberikan dukungan atau pilihannya terhadap calon kandidat ketua Umum KONI Balikpapan. Ujar Hery.

Saat ditanya awak media, kriteria seperti apa yang ideal dapat memimpin KONI Balikpapan kedepan.

Hery menjelaskan, salah satu tugas yang masih harus diemban Ketua Umum KONI Balikpapan di masa mendatang adalah menjembatani atau menjaga harmonisasi antara kepentingan masyarakat olahraga diBalikpapan dengan kepentingan  kebijakan pemerintah kota Balikpapan.

Karena sampai dengan saat ini sumber anggaran Koni Balikpapan dalam membiayai kebutuhan masyarakat olah raga diBalikpapan khususnya para Pengurus, Pelatih dan Atlet Cabor, satu - satunya bersumber dari APBD Kota Balikpapan, tanpa support dukungan politik anggaran dari pemerintah kota Balikpapan, tentu Koni akan mengalami berbagai kendala didalam menjalankan program kerja roda organisasi kedepannya.

Hal ini sudah dirasakan oleh Para pelatih dan Atlet diBalikpapan, beberapa tahun terakhir anggaran olah raga yang digelontorkan pemerintah kota Balikpapan tidak berbanding lurus dengan kebutuhan pembinaan Atlet dan Pelatih yang selama ini telah menorehkan berbagai prestasi. 

Sehingga kedepan dibutuhkan koordinasi yang baik antara pengurus Koni Balikpapan dengan Pemerintah Kota.

Hery juga menuturkan, bahwa masih banyak persoalan serius didalam menjalankan tugas dan fungsi roda organisasi Koni sebagai induk masyarakat olahraga diBalikpapan,

Hery, memberi beberapa contoh persoalan yang terjadi selama ini semisal, Pembinaan olahraga diBalikpapan belum terarah secara baik, kemudian masih terbatasnya sarana dan prasarana olahraga dikota Balikpapan, masih sulitnya pemanfaatan fasilitas olahraga diKota Balikpapan karena masih terbatas.

Hery sapaan akrabnya, yang juga berprofesi sebagai Advokat, cukup lama dilapangan menjadi pengurus salah satu cabang olah raga diBalikpapan, beliau menuturkan bahwa masalah sarana dan infrastruktur yang kurang memadai menjadi faktor pendorong mengapa harmonisasi dalam membangun komunikasi dukungan pemerintah Kota menjadi sangat penting. 

Terlebih saat pengurus para cabor akan melakukan berbagai kegiatan pertandingan baik berskala lokal maupun Nasional atau Internasional, tentu dukungan pemerintah kota sangatlah dibutuhkan.

Kurangnya gedung indoor olahraga dan juga  kualitas peralatan latihan dilapangan, ini juga merupakan contoh permasalahan yang kedepan perlu harmonisasi komunikasi yang baik terhadap pemerintah kota Balikpapan 

lebih dalam Hery menjelaskan, sampai dengan hari ini, profesi sebagai pelatih atau Atlet belum banyak diminati oleh warga masyarakat, atau  belum menjadi pilihan bagi kebanyakan orang, menurut Hery, hal ini dikarenakan banyak anggapan bahwa tidak ada jaminan masa depan purna prestasi bagi para Atlet atau Olahragawan dikota Balikapapan.

Penghargaan - penghargaan yang diterima para atlet hanya sebatas simbolik, selepas  itu tidak ada perhatian serius oleh Koni untuk mendorong peningkatan pembinaan  para atlet yang berprestasi secara profesional agar memiliki masa depan yang baik.

Tenaga keolahragaan di kota Balikpapan pun masih dianggap belum memenuhi standar baik secara kuantitas maupun  kualitas. Belum lagi, persepsi olahraga yang masih dianggap bukan investasi terbaik dikota Balikpapan, karena masih butuh pembinaan manajemen pengelolaan pengurus cabor agar dapat terpenuhinya kriteria profesional.

Profesi atlet oleh anak muda dianggap belum menjanjikan masa depan yang baik, sehingga Kekhawatiran akan jaminan masa depan, juga menjadi masalah serius dalam melakukan pembinaan pelatih dan atlet dikota Balikpapan.

Sesungguhnya beberapa persoalan diatas adalah hal yang sangat penting, untuk difahami para  calon ketua Koni Balikpapan, bagaimana mencukupi kebutuhan masyarakat olah raga melalui ajang prestasi, untuk memajukan olah raga dikota Balikpapan.

Sehingga selain mendorong harmonisasi  Koni terhadap arah kebijakan pemerintah kota, juga dibutuhkan pemikiran terobosan yang signifikan oleh para calon ketua Koni Balikpapan nantinya

Tentu Yang di idamkan adalah sosok calon ketua yang punya kompetensi track record dibidang olahraga. Ia juga harus mempunyai itikad untuk mengharmonisasikan antara Pengurus Cabor, KONI dan Pemerintah Kota Balikpapan. tutup  Hery.

KabarIkn.com,Balikpapan - Sebanyak 20 warga Kelurahan Kariangau mengikuti pelatihan budidaya maggot yang digelar oleh PT PJB UBJOM KALTIM di Aula Balai Desa Kariangau (13/3) . Latihan tersebut dilakukan sebagai upaya PT PJB UBJOM  meningkatkan partisipasi warga masyarakat dalam mengurangi sampah sekitar, terutama jenis organik serta menambah penghasilan anggota kelompok.

"Dari budidaya Maggot ini, tidak hanya membantu pemerintah mengurangi sampah, khususnya jenis organik, tapi juga bisa menambah penghasilan yang lebih bagi para anggota kelompok budidaya maggot maju bersama sendiri sehingga kedepannya anggota menjadi mandiri. " ujar Adrian selaku perwakilan dari PT PJB UBJOM KALTIM 

Pelatihan kali ini PT PJB menggandeng AHASA Larva Group Samarinda sebagai pemateri  untuk Teknik budidaya maggot dari usaha mendapatkan telur BSF, penetasan, pemeliharaan sampai pada panen pupa sampai pembesaran lalat sampai mendapatkan telur kembali. 

Maggot sendiri merupakan larva dari black soldier fly (BSF) yang dapat diproduksi besar-besaran dan berpeluang menjadi bahan pakan sumber protein dan energi, karena kadar protein kasar mencapai 40% . Manfaat maggot lainnya yaitu dapat mereduksi bau atau polusi. Sehingga dengan adanya maggot, sampah organik baunya akan berkurang bahkan sampai tidak tercium. Manfaat selanjutnya adalah bisa mengontrol populasi lalat rumah, namun yang terpenting bagi stakeholder peternakan adalah sumber nutrisi yang dihasilkan dari maggot sehingga bisa menjadi alternatif bahan pakan.

Ujang Ali Rahmat selaku ketua kelompok usaha budidaya maggot maju bersama RT 16 Kariangau dan juga sebagai Ketua KARANG TARUNA KELURAHAN KARIANGAU, mengaku tertantang dan berminat mengembangkan BSF hingga menjadi pakan ternak. “Saya rasa kalau untuk sampah organik disini tidak sedikit, termasuk limbah roti ,limbah bungkil sawit dan mie yang telah kadaluarsa dapat kami peroleh karna persedian yang melimpah di daerah kariangau sini untuk dijadikan media peternakan maggot dalam skala besar.”tuturnya. 

Muhammad Ridwan yang mewakili pihak kelurahan menyampaikan terima kasih sebesar¬¬-besarnya kepada PT PJB dan AHASA yang telah memberi pelatihan,”Hampir semua kegiatan kita sehari-hari menghasilkan limbah dan sampah. Sampah dianggap menjadi ancaman serius bagi masyarakat, bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar, sampah dianggap dapat mengurangi lahan produktif. Karena itu, dibutuhkan sebuah cara dalam penanganan dan pemanfaatan limbah. Salah satunya dengan pemanfaatan maggot dari lalat  (black soldier fly/BSF) yang berfungsi untuk mengurai sampah. Binatang kecil ini mampu mengurangi 80% sampah rumah tangga dan limbah pengolahan pabrik. Bahkan, maggot BSF yang kaya akan protein, membuat larva lalat BSF ini bisa dijadikan sebagai pakan arternatif untuk ikan dan unggas ,paling tidak untuk ternak sendirilah guna mengurangi pembelian pakan ternak pur ayam dan pelet ikan yang semakin mahal sekarang ini,”pungkasnya. ( Iful )

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Jersey kedua komunitas sepeda “Bike Hati” resmi dilaunching Minggu (6/3/2022). Diawali dengan kegiatan gowes bersama keliling kota Balikpapan, komunitas yang dikomandoi ketuanya Muhammad Suharno melaunching jersey kedua Bike Hati di restaurant Tip Top dan Hitam Manis Monumen, Balikpapan.

“Alhamdulillah, kita sudah launching jersey Bike Hati yang kedua,” ujar Suharno, di sela-sela launching.

Menurut Suharno, Bike Hati yang lahir pada 25 Juli 2021 ini diawali dengan seringnya mereka berkumpul sesama pecinta sepeda di Balikpapan.

“Dari seringnya berkumpul itu lah, karena di Balikpapan ini banyak klub komunitas sepeda tapi yang khusus roadbike yang usianya 40 tahun ke atas belum ada, karena itulah komunitas Bike Hati ini lahir, dengan peserta yang usianya di atas 40 tahun,” terang Suharno.

Suharno yang juga didampingi wakil ketua Bike Hati, Efendy Ariadi, penasehat Bike Hati, Yono Suherman, serta anggota yang juga ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Balikpapan, dr. Natsir Akil SPPD-KR menuturkan jika jersey Baik Hati kali ini seiring dengan bertambahnya jumlah anggota.

“Karena semakin banyaknya anggoat baru otomatis mereka bertanya soal jersey, karena itu agar anggota baru juga memiliki jersey, kami sekaligus launching jersey kedua Bike Hati ini,” terangnya.

“Soal warna sebelumnya warna hijau, sekarang warna biru karena agar lebih cerah dan mewah, dan identiknya lagi didesign ada karikatur kota Balikpapan. Sehingga saat ada teman-teman pindah kota tetap ada kenang-kenangan dengan jersey ini,” sambungnya.

Sementara itu Yono Suherman selaku penasehat Bike Hati menerangkan, komunitas ini dibentuk dengan identitas tersendri yakni mereka yang boelh bergabung adala mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

“Siapa pun masyarakat Balikpapan pecinta olahraga sepeda yang mau bergabung di Bike Hati silakan bergabung. Tapi Syaratnya mereka yang berusia khusus 40 tahun ke atas. Kecuali anggota perempuan,” ujar Yono Suherman.

Mengapa harus usia 40 tahun,  kata Yono Suherman di Baik Hati ini pesertanya dimindset agar baik hati. Karena itu dengan umur 40 tahun ke atas diharapkan seluruh anggota akan bersikap lebih baik, lebih ramah dan bisa merangkul semua teman-teman.

“Dengan umur 40 ini kita bisa menjalin kekeluargaan dan silaturahmi yang lebih baik lagi. Dan Insya Allah kita akan buat jersey lagi untuk persiapan tour ke Jogjakarta,” tegas pengusaha Balikpapan ini.

Menanggapi eksistensi Bike Hati ini, selaku Ketua IDI Cabang Balikpapan dr. Natsir Akil menerangkan, jika IDI memiliki program yang bisa dikatakan bersinergi dengan olahraga.

“Nah dengan adanya Bike Hati ini sebagai salah satu komunitas sepeda yang eksis di Balikpapan, selain program ilmiah IDI Balikpapan memiliki program yang sejalan dengan Bike Hati, seperti gowes bersama, olahraga, kumpul bersama, ini juga untuk meningkatkan kesehatan fisik dan stamina tentu akhirnya akan meningkatkan drajat kesehatan kita bersama masyarakat Balikpapan, kedepannya aktivitas Bike Hati ini tidak hanya kegiatan di lokal saja namun hingga ke luar daerah,” jelas  ketua IDI Balikpapan periode 2021-2024 ini. (*)