[Valid RSS]

PT PJB UBJOM KALTIM ADAKAN PELATIHAN BUDIDAYA MAGGOT UNTUK KELOMPOK USAHA MAJU BERSAMA RT 16 KARIANGAU

KabarIkn.com,Balikpapan - Sebanyak 20 warga Kelurahan Kariangau mengikuti pelatihan budidaya maggot yang digelar oleh PT PJB UBJOM KALTIM di Aula Balai Desa Kariangau (13/3) . Latihan tersebut dilakukan sebagai upaya PT PJB UBJOM  meningkatkan partisipasi warga masyarakat dalam mengurangi sampah sekitar, terutama jenis organik serta menambah penghasilan anggota kelompok.

"Dari budidaya Maggot ini, tidak hanya membantu pemerintah mengurangi sampah, khususnya jenis organik, tapi juga bisa menambah penghasilan yang lebih bagi para anggota kelompok budidaya maggot maju bersama sendiri sehingga kedepannya anggota menjadi mandiri. " ujar Adrian selaku perwakilan dari PT PJB UBJOM KALTIM 

Pelatihan kali ini PT PJB menggandeng AHASA Larva Group Samarinda sebagai pemateri  untuk Teknik budidaya maggot dari usaha mendapatkan telur BSF, penetasan, pemeliharaan sampai pada panen pupa sampai pembesaran lalat sampai mendapatkan telur kembali. 

Maggot sendiri merupakan larva dari black soldier fly (BSF) yang dapat diproduksi besar-besaran dan berpeluang menjadi bahan pakan sumber protein dan energi, karena kadar protein kasar mencapai 40% . Manfaat maggot lainnya yaitu dapat mereduksi bau atau polusi. Sehingga dengan adanya maggot, sampah organik baunya akan berkurang bahkan sampai tidak tercium. Manfaat selanjutnya adalah bisa mengontrol populasi lalat rumah, namun yang terpenting bagi stakeholder peternakan adalah sumber nutrisi yang dihasilkan dari maggot sehingga bisa menjadi alternatif bahan pakan.

Ujang Ali Rahmat selaku ketua kelompok usaha budidaya maggot maju bersama RT 16 Kariangau dan juga sebagai Ketua KARANG TARUNA KELURAHAN KARIANGAU, mengaku tertantang dan berminat mengembangkan BSF hingga menjadi pakan ternak. “Saya rasa kalau untuk sampah organik disini tidak sedikit, termasuk limbah roti ,limbah bungkil sawit dan mie yang telah kadaluarsa dapat kami peroleh karna persedian yang melimpah di daerah kariangau sini untuk dijadikan media peternakan maggot dalam skala besar.”tuturnya. 

Muhammad Ridwan yang mewakili pihak kelurahan menyampaikan terima kasih sebesar¬¬-besarnya kepada PT PJB dan AHASA yang telah memberi pelatihan,”Hampir semua kegiatan kita sehari-hari menghasilkan limbah dan sampah. Sampah dianggap menjadi ancaman serius bagi masyarakat, bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar, sampah dianggap dapat mengurangi lahan produktif. Karena itu, dibutuhkan sebuah cara dalam penanganan dan pemanfaatan limbah. Salah satunya dengan pemanfaatan maggot dari lalat  (black soldier fly/BSF) yang berfungsi untuk mengurai sampah. Binatang kecil ini mampu mengurangi 80% sampah rumah tangga dan limbah pengolahan pabrik. Bahkan, maggot BSF yang kaya akan protein, membuat larva lalat BSF ini bisa dijadikan sebagai pakan arternatif untuk ikan dan unggas ,paling tidak untuk ternak sendirilah guna mengurangi pembelian pakan ternak pur ayam dan pelet ikan yang semakin mahal sekarang ini,”pungkasnya. ( Iful )