[Valid RSS]

Nafkahi Keluarga dari Pandai Besi

BERAU-Pandai besi menjadi profesi bagi Salim (45), hampir setiap harinya selalu memandai besi dijadikan benda pusaka untuk mencari nafkah bagi keluarganya di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Selasa (3/9/2019).

Ayah anak satu ini sudah sejak 1998 menekuni pandai besi, dari manual, memakai sepada dan sekarang menggunakan blower, apalagi sekarang selalu mendapat pesanan dari pembeli, ada yang dari tetangga, di berau, antar Kota bahkan antar Provensi, kata Salim kepada harianjurnal.com.

"Pesanannya beragam mau benda pusaka yang seperti apa, kalau kebanyakan orang mesan diantaranya, Mandau, Samurai, Keris, dan lainnya," ungkapnya.

Bahkan ada juga yang memesan sesuai permintaan pembeli, misalkan untuk hiasannya, rumbainya, ukirannya, kepala gagangnya, sarungnya dan lainnya," jelasnya.

"Untuk benda pusakanya atau senjata tajamnya, biasanya kami menggunakan bahan daru Bering, Per, dan Bar, bisa juga dari pemesan bahannya," ulasnya.

"Kalau perbedaan bahannya, jika menggunakan bering, dapat mengkilat dan tahan tagar, jika menggunakan Per dia lebih kuat namun mudah tagar, dan jika pakai Bar dia kuat dipakai ulin, ulas, dan lainnya, tetapi semua tergantung sepuhannya dan cara merawatnya," tambahnya.

"Kebanyakan pembeli digunakan untuk berkebun, pajangan atau hiasan rumah, acara Adat dan lainnya. Namun kami menjamin kualitas benda pusaka yang kami buat berkualitas, tidak ada pembeli yang kembali kesini atau menyampaikan keluhannya, rata-rata mereka puas dengan buatan kami," pungkasnya.

Jika berminat bisa menghubungi nomer kontak : 081251309017

Penulis: Fadli