[Valid RSS]

Puskesmas Muara Rapak Menyediakan 3 Tempat Pelayanan Berbeda

KabarIkn.com,Balikpapan - Ditengah pandemi covid-19, beberapa puskesmas telah merubah sistem pelayanan untuk kunjungan pasien yang datang. Seperti di Puskesmas Muara Rapak, Balikpapan Utara (Balut) yang menyediakan 3 tempat pelayanan yang berbeda.

Kepala Puskesmas Muara Rapak dr Fahmy Rosady mengatakan, untuk pelayanan puskesmas di Muara Rapak dibagi menjadi tiga ranah. Untuk pertama disediakan untuk pasien hamil, KB, poli gigi dan KIR kesehatan, kedua untuk pelayanan pasien dari luar kota, untuk konsultasi reaktif covid-19, pasien konsultasi yang beresiko terhadap covid serta yang bergejala covid.

"Lalu untuk ranah ketiga, tempatnya untuk pasien penyakit secara umum," ujar Fahmy saat ditemui Balikpapan Pos di ruang kerjanya, Kamis (8/10).

Pemisahan pelayanan ini untuk mencegah penyebaran covid-19. Bahkan puskesmas juga menyediakan beberapa loket untuk menghindari penularan penyakit.

"Dan setiap pasien yang dapat, diminta untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," jelasnya.

Sementara terkait dengan jumlah kunjungan, menurut Fahmy memang sangat berpengaruh dibandingkan sebelum covid-19. Karena sebelum covid rata-rata puskesmas bisa melayani hingga 110 pasein perhari, pengaruh dari sisi kunjungan. Apalagi masyarakat juga paham bahwa fasilitas kesehatan dapat mengurangi resiko penyakit.

"Sedangkan selama pandemi covid-19, kunjungan pasien sangat menurun yakni di bawah 50 orang," paparnya.

Selain itu, ditengah pandemi covid-19, pelayanan fasilitas kesehatan juga sangat berbeda, yang mana petugas kesehatan saat ini menggunakan alat pelindung diri, (baju Hazmat) untuk melayani masyarakat.

Terkait penggunaan baju Hazmat, salah satu petugas medis Puskesmas Muara Rapak dr Elias Pangalinan mengatakan, untuk penggunaan baju Hazmat memang salah satu prosedur dalam pelayanan di puskesmas, meski memang bisa dikatakan bahwa penggunaan baju ini cukup panas.

"Sebenarnya untuk penggunaan baju Hazmat ini tidak panas, ketika di dalam ruangan terdapat AC maupun kipas angin, tetapi jika tidak ada baru terasa panas," imbuh Elias.

Dan dirinya berharap, dengan situasi kondisi pandemi covid-19, ia meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah.

"Karena kita ada yang tau, sampai kapan situasi seperti ini akan berakhir," terangnya*)