[Valid RSS]

SKK Migas – KKKS Kalsul Tingkatkan Kapasitas Wartawan Daerah Melalui UKW

KabarIkn.com,Balikpapan - Sebanyak 39 wartawan daerah wilayah Kalimantan dan Sulawesi mengikuti kegiatan Lokakarya Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juni – 1 Juli 2022, bertempat di Hotel Bluesky Balikpapan. Kegiatan diinisasi oleh SKK Migas – KKKS Kalsul bekerja sama dengan Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS).

Dalam sambutannya Senior Manager Humas SKK Migas Kalsul Wisnu Wardhana menyampaikan program ini bertujuan memberikan penguatan kapasitas bagi wartawan didaerah. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat engagement Industri Hulu Migas dengan wartawan lokal daerah. 

“Tujuan kami memfasilitasi UKW ini tak lain adalah menjawab keinginan rekan-rekan wartawan. Pembekalan dan uji kompetensi kepada wartawan ini guna mendukung profesinya agar dalam menjalankan perannya sesuai dengan kode etik jurnalistik, serta prinsip-prinsip jurnalistik yang diatur dalam Undang – Undang Pers,” ujar Wisnu.

Pihaknya juga menyampaikan, bahwa hulu migas hingga kini masih terus memberi kontribusi bagi pembangunan nasional dan daerah. Melalui program pemberdayaan masyarakat , hulu migas juga telah mengembangkan berbagai unit usaha perekonomian dan kapasitas untuk masyarakat. Salah satunya adalah program kegiatan UKW bagi jurnalis lokal. Dimana wartawan yang ingin memperoleh kompetensi jenjang Muda dan naik ke jenjang Madya serta Utama mendapat kesempatan dalam kegiatan ini. 

“Dukungan untuk peningkatan kapasitas masyarakat disekitar wilayah operasi hulu migas telah kami lakukan. Melalui upaya itulah kami berharap, masyarakat memiliki ketrampilan dan daya saing mengembangkan diri dan usahanya kedepan, begitu pula dengan wartawan”terang Wisnu.

Dalam kegiatan tersebut, hadir narasumber dan Praktisi Migas diantaranya A. Rinto Pudyantoro yang memaparkan peran industri hulu migas dimasa transisi energi. Diproyeksikan kebutuhan akan Gas sebagai energi yang ramah lingkungan akan meningkat seiring dengan proses transisi energi hingga tahun 2050 nanti.

“Walaupun secara prosentase akan menurun namun secara jumlah produksi, Energi Migas akan semakin meningkat kebutuhannya kedepan” kata Rinto.

Rinto juga menambahkan, tugas dari SKK Migas dan KKKS itu mencari sumber-sumber energi Migas. Upaya-upaya pencarian hingga menemukan dan memproduksinya membutuhkan waktu dan dana yang besar. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk media adalah menjadi kunci sukses agar semua memahami betapa pentingnya energi migas tersebut untuk negara.

Ditegaskan Rinto, sangat keliru jika ada anggapan SKK Migas – KKKS menjadi institusi yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat. Dimana Industri hulu Migas memiliki tugas pokok

dan fungsinya adalah menghasilkan pendapatan secara maksimal bagi negara. Dana yang dihasilkan dari hulu migas langsung masuk kepemerintah Indonesia yang kemudian disalurkan kedaerah-daerah penghasil melalui Dana bgi hasil (DBH) migas. Pemerintah daerahlah nanti yang akan mendistribusikan ke masyarakat melalui program-program pembangunannya. 

“Industri hulu migas tidak bisa mengambil atau menggantikan peran pemerintah daerah dalam mensejahterahkan masyarakatnya. Tugas industri ini tetap perlu didukung keberadaanya agar tetap memberikan kontribusinya secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan negara” tandasnya.(SKK MIGAS/adv )