
KabarIkn.com,Balikpapan - Kasus pelecehan seksual di RS Pertamina Balikpapan (RSPB) yang menimpa Nu (22) yang dilakukan oleh oknum Perawat RSPB yang kini sudah masuk ke proses pengadilan mendapat atensi dari kelompok masyarakat salah DPC Jubah Hitam Balikpapan (JHB).
Pada media ini, organissasi JHB menyatakan sikapnya atas kejadian tersebut. Sebagai ketua JHB Panglima Langit mengatakan secara tegas mengutuk keras tindakan tidak Bermoral yang dilakukan oleh SN (26) yang merupakan oknum perawat RSPB.
“Kami mengutuk keras tindakan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan RS Pertamina Balikpapan. Tindakan tersebut adalah pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan, profesionalisme, dan kehormatan institusi kesehatan”ujar Panglima Langit.
Dirinya berserta anggota JHB mendukung korban untuk mendapatkan keadilan dari penegak hukum. Bahkan DPC Jubah Hitam Balikpapan siap memberikan pendampingan moral, hukum, dan psikologis kepada korban. Sebagai organisasi masyarakat JHB mengapresiasi keberanian korban dalam melaporkan kejadian ini, dan pihaknya berkomitmen untuk membantu korban hingga keadilan ditegakkan.
Selain itu ditambahkan Panglima Langit, dirinya mendesak transparan dan dan ketegasan dari pengadilan untuk memberi hukuman yang sesuai dengan perbuatan pelaku dan rasa keadilan.
“ Pelaku harus diberi sanksi hukum yang tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, tanpa pandang bulu”terangnya.
Sebagai ketua JHB dirinya menuntut RS Pertamina Balikpapan untuk bertanggung jawab dan jangan lepas tangan dalam kejadian ini. Sebagai rumah sakit tempat dimana kejadian terjadi, manajemen RSPB harus bertanggung jawab secara moril dan materil pada korban.
“ Manajemen RS Pertamina Balikpapan harus bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan lingkungan kerja serta pelayanan mereka. Institusi ini harus segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki sistem pengawasan internal guna mencegah kejadian serupa di masa depan”harapnya.
Agar kejadian serupa tidak lagi terjadi , JHB mengajak masyarakat Balikpapan untuk bersama – sama menolak kekerasan seksual dimanapun dan oleh siapapun.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak tinggal diam dan bersama-sama menolak segala bentuk kekerasan seksual. Dukungan terhadap korban adalah bagian dari perjuangan melawan ketidakadilan dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua orang”tegas Panglima Langit.(danang)