[Valid RSS]

Komisi II DPRD Berau, Tindaklanjuti Permasalahan Listrik PLTU Lati

BERAU-Alotnya pembahasan krisis listrik di Kab. Berau, saat rapat hearing atau dengar pendapat bersama pihak PLTU, beberapa waktu lalu. 

Komisi II DPRD Berau melakukan sidak ke PLTU Lati untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut,

Senin (14/10/2019).

Menurut Manager PLN UP III, Hendra Irawan, Pada terbitan harianjurnal.com, (3/10/2019) lalu. Ia mengatakan, salah satu penyebab permasalahan kelistrikan di Kabupaten Berau ini, yaitu krisisnya pengadaan air tawar murni, sebagai penunjang pembangkit. 

Oleh sebab itu, Komisi II DPRD Berau langsung meninjau langsung, ke PLTU Lati, beserta 8 Anggota Komisi II lainya. 

Ketua Komisi II DPRD Berau, Atilaganardi menjelaskan, pihaknya meninjau langsung, ingin memastikan alasan pihak PLTU  melakikan pemadaman, akhir-akhir ini.  

"Karena yang kami tahu persis, sumber tenaga listrik dari PLTU," ungkapnya.

"PLTU Lati adalah konsersium dari PT. Indo Pusaka Berau, sedangkan PT. Indo Pusaka Berau adalah Perusda milik Pemerintah Kabupaten Berau sebagai pihak kerjasama," jelasnya.

"Setelah kami ke sana, memang banyak yang menjadi perhatian, salah satu penyebabnya air tawar, digunakan sebagai penunjanh pembangkit, mengalami penurunan, dikarenakan faktor musim kemarau," tuturnya.

"Saat ini kami mendorong agar mereka mempunyai inisiatif jangan dikarenakan faktor cuaca alam ini menjadi alasan, seharusnya mereka mempersiapkan itu sebelum ini terjadi," tegasnya.

"Untuk sementara ini, kami mengambil sampel air dan batu baranya yang akan kami laboratorium untuk mencari kadar garamnya dan lainnya, sesuai kapasitas yang harus digunakan," tambahnya.

"Selain itu, ada juga boiler yang secara perawatannya ekosentrisme dua bulan sekali, tidak memiliki cadangan," ulasnya.

"Kami berharap nantinya ada perbaikan-perbaikan broiler senagai penambahan cadangan,  jika perlu ditambah, di seluruh daerah Kabupaten Berau, supaya suplai tenaga listrik dapat berjalan dan tidak terjadi pemadaman," tandasnya. 

Penulis: Fadli