
KabarIkn.com,Balikpapan — Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal program-program nasional yang tengah menjadi prioritas pemerintah pusat. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri rapat paripurna pada Senin (24/11/2025).
Taqwa mengatakan sejumlah program nasional seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, hingga sekolah unggulan dibahas secara intens karena dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat.
“Program-program ini sangat positif. Kami di DPRD akan mengawal agar bisa berjalan dengan baik di daerah. Efeknya luar biasa, bukan hanya untuk pemenuhan gizi anak, ibu hamil dan menyusui, tetapi juga menggerakkan ekonomi di tingkat lokal,” ujarnya.
Terkait kebutuhan regulasi untuk mendukung program nasional tersebut, Taqwa menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengikuti aturan dan kebijakan dari pusat.
“Karena ini program nasional, maka aturan daerah mengikuti kebijakan nasional. Ketika sudah menjadi instruksi presiden, tidak ada lagi aturan kepala daerah yang bisa menganulir,” tegasnya.
Ia menilai penyesuaian regulasi ini justru akan mempermudah pelaksanaan program nasional di Balikpapan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Saat ditanya mengenai dinamika internal terkait evaluasi organisasi yang berdampak pada kaderisasi di Balikpapan, Taqwa menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses pembenahan.
“Dalam organisasi itu biasa. Ada yang hijrah, ada yang pergi, ada restrukturisasi. Pengaruhnya justru ke arah yang positif untuk membesarkan dan memperkuat partai,” jelasnya.
Terkait pemetaan politik menuju 2034, ia memilih bersikap realistis.
“Kita berbuat dulu untuk daerah. Soal 2034, biar waktu yang menjawab,” katanya.
DPRD Dorong Optimalisasi Aset untuk Tingkatkan PAD
Taqwa juga kembali menyinggung pentingnya mengefektifkan aset-aset daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, banyak aset yang masih belum dimanfaatkan optimal.
“Aset yang bisa menghasilkan harus dimaksimalkan. Tidak perlu dibahas lagi, harus dieksekusi. Pansus sudah memberi rekomendasi agar aset-aset tidak produktif dipetakan ulang dan dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Ia menutup dengan menyatakan bahwa optimalisasi PAD dan sinkronisasi kebijakan daerah dengan program nasional akan menjadi fokus DPRD dalam mendorong pembangunan di Kota Balikpapan. (t/adv)