[Valid RSS]

Perusahaan Cina Lirik Potensi Investasi Pengelolaan Sampah di Balikpapan

 

KabarIkn.com,BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan kembali menerima minat investasi dari perusahaan asing. Kali ini, perusahaan asal Cina, PT Magic Crystal Indo Cina Energy Conservation and Environmental Protection Group, menyampaikan Letter of Intent (LOI) atau surat pernyataan minat untuk berinvestasi dalam pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, menjelaskan bahwa minat investasi ini diarahkan pada pengembangan energi berbasis pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar.

“Jadi tadi kita menerima letter of intent, surat pernyataan minat untuk berinvestasi di Balikpapan, khususnya di bidang waste to energy. Harapannya, TPA kita bisa menghasilkan energi, misalnya energi listrik,” jelas Hasbullah, Kamis (9/10).

Hasbullah menambahkan, investasi ini masih pada tahap awal. Proses selanjutnya akan dilakukan melalui pertemuan lanjutan dengan pihak investor untuk membahas aspek teknis dan kelayakan.

“Namanya minat itu kan baru awal. Nanti kita tindak lanjuti secara teknis. Kalau dari sisi kelayakan memungkinkan, baru bisa berlanjut,” ujarnya.

Rencananya, pihak investor bersama pemerintah daerah akan melakukan one-on-one meeting untuk membahas detail potensi TPA Manggar. Dalam proses ini, DPMPTSP akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan yang telah memiliki studi kelayakan di bidang tersebut.

Selain itu, para investor juga dijadwalkan mengunjungi lokasi TPA dan Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

 “Besok mereka akan berkunjung ke TPA Manggar dan juga ke OIKN. Kita sekaligus mempromosikan potensi investasi lain di Balikpapan,” kata Hasbullah.

Menurutnya, Balikpapan memiliki enam proyek strategis yang tengah ditawarkan kepada investor asing. Selain pengelolaan sampah, proyek tersebut meliputi sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk kawasan industri KIK, pembangunan Convention Hall Nusantara di kawasan MT Haryono, serta pengembangan energi angin di wilayah timur Balikpapan.

Menariknya, bidang waste to energy dinilai menjadi peluang investasi paling potensial.

 “TPA kita itu 2–3 tahun lagi sudah penuh. Jadi kita harus mulai mengelola sampah dengan lebih efisien, misalnya dengan memilah dan mendaur ulang agar umur TPA bisa lebih panjang,” ungkapnya.

Hasbullah menyebut, nilai investasi yang ditawarkan perusahaan asal Cina tersebut mencapai sekitar 200 juta dolar AS atau setara dengan lebih dari Rp3 triliun.

“Nilainya sekitar 200 juta dolar AS. Tapi ini tidak hanya untuk Balikpapan, melainkan juga mencakup daerah lain seperti Samarinda dan Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Minat investasi ini, lanjut Hasbullah, tidak lepas dari promosi potensi daerah yang dilakukan berbagai pihak, termasuk melalui perwakilan Bank Indonesia di luar negeri.

“Mungkin mereka mengetahui potensi kita dari promosi di luar negeri. Jadi ini kesempatan baik untuk Balikpapan menarik investasi ramah lingkungan,” pungkasnya.(bs)