
KabarIkn.com,Balikpapan – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan, Edy Gunawan mengungkapkan bahwa pembangunan rumah singgah masih dalam tahap perencanaan. Terkait Lokasi lahan telah disiapkan yaitu di sebelah PT HER, namun prioritas utama saat ini adalah pembangunan Kantor Terpadu yang direncanakan pada tahun 2026-2027.
Menurut Edy, rumah singgah ini akan dibangun secara terpadu ini akan di skip terlebih dahulu untuk pembangunan kantor terpadu yang masuk dalam prioritas. Pada lahan yang akan dibangun tersebug nantinya akan mencakup berbagai fasilitas seperti perkantoran, tempat rehabilitasi, pergudangan, ruang rapat, rumah penampungan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), serta rumah bagi pejabat yang bertugas. Sementara menunggu pembangunan baru, rumah singgah yang ada di dekat rumah sakit tetap digunakan.
" Dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk proyek ini sudah tersedia. Kita berharap pembangunan bisa dimulai pada 2025 atau paling lambat 2026-2027, mengingat tingginya angka permasalahan sosial di Balikpapan," ujarnya.
Saat ini, hanya 50% dari 26 kasus sosial yang dapat ditangani, namun jika ada fasilitas baru maka kapasitas pelayanan diharapkan dapat meningkat hingga 87%.
"Saat ini, daya tampung untuk ODGJ masih sangat terbatas. Balikpapan hanya memiliki tiga shelter dan satu tempat penampungan sementara, sementara jumlah ODGJ di luar fasilitas tersebut mencapai lebih dari 100 orang," kata Edy.
Jika pasien mengalami gangguan serius, mereka akan dirujuk ke rumah sakit jiwa di Samarinda.
Pembangunan rumah singgah ini diperkirakan menelan anggaran lebih dari Rp 100 miliar. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada ketersediaan dana.
"Nantinya, fasilitas ini akan dilengkapi dengan dapur umum dan berbagai sarana pendukung lainnya untuk meningkatkan pelayanan sosial di Balikpapan dan sekitarnya,"pungkasnya. (t/adv)