[Valid RSS]

Menunggu Hasil Dagelan Tak Lucu Penjaringan Wawali Balikpapan

Penulis : Danang Agung SH, Anggota KAHMI Balikpapan

KabarIkn.com,Balikpapan - Pengisian kursi kekosongan Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan memasuki drama baru, hingga kini hasilnya belum ada titik terang, malah menuju buram. Padahal kandidat yang awalnya dua orang yakni Budiono dan Risti Utami yang sama-sama kader PDIP, kini hanya menyisakan Risti seorang. Mengapa bisa begitu?

Ternyata saat ini, menurut Budiono dirinya berdasarkan surat Dewan Pengurus Pusat (DPP PDIP) sebagai partai politik yang memberi rekomendasi/menugaskan dirinya, telah mencabut rekomendasi tersebut. Sebagai petugas partai yang baik dirinya harus mematuhi. Jika tidak, sanksi partai akan diberikan.

Penulis memahami mengapa Budiono mengembalikan semua keputusan kepada partai, walau sebenarnya dirinya merasa lelah digantung dalam penjaringan Wawali Balikpapan ini. Sudah hampir 2 tahun lebih Rekomendasi PDIP di sampaikan, namun penjaringan Wawali terkesan berjalan bak siput.  

Disisi lain, ada nama Risti yang diusung oleh Partai Golkar. Dan diujung proses penjaringan tersisakan namanya dan Risti yang akan disorong ke Walikota. Awalnya jika sejak lama proses penjaringan Wawali ini dilakukan, mungkin Budiono akan tetap maju. Namun karena berlarut-larut dan secara hitung-hitungan politik lebih banyak merugikan dirinya, wajar jika Budiono tak ingin melanjutkan masuk dalam bursa Wawali.

Berdasarkan dicabut rekomendasi DPP PDIP itulah, ia beralasan tak melanjutkan penjaringan (bukan mengundurkan diri). Pada penulis, Bidiono menyampaikan dirinya tak pernah mengatakan mundur. Tapi syarat untuk menjadi Wawali harus ada rekomendasi DPP partai politik. Dan rekomendasi DPP PDIP saat ini bukan berpihak pada dirinya. Sehingga secara aturan dirinya tidak akan memenuhi syarat penjaringan Wawali tersebut.

Walikota Balikpapan Rahmad Masúd menyanyangkan jika Budiono mundur dari proses pemilihan Wawali. Padahal hemat penulis bukan Budiono pula yang menjadi pilihan partainya. Jika boleh berandai-andai, jika Partai Golkar mengusung kadernya, bisa saja proses penjaringan Wawali lebih cepat tak bertele-tele. Bahkan mungkin sampai di proses finalisasi, DPP PDIP tetap merekomendasikan nama Budiono tetap maju sampai pleno di DPRD Balikpapan.

Tapi penjaringan Wawali Balikpapan seperti yang pernah penulis sampaikan beberapa lalu, yakni Masih perlukah Wawali Balikpapan?. Menjelaskan bahwa penjaringan ini terlalu lama dramatisasinya. 

Proses penjaringan wawali Balikpapan bisa dikatakan sejak awal dilakukan setengah hati. Sehingga tak heran jika proses masih berlarut-larut hingga saat ini. Ada dagelan lucu yang dipertontonkan DPRD Balikpapan dalam proses ini. Selain intrik politik tak cantik ada anggaran rakyat yang di gunakan. Semoga ini bisa dipertanggung jawabkan. 

Saat ini jika benar Budiono sudah mundur dari penjaringan Wawali Balikpapan dan menyisakan nama Risti yang ada. Apakah proses penjaringan akan tetap dilanjutkan?. Atau ada calon boneka yang harus di tampilkan?. Atau proses penjaringan Wawali harus mandeg dan dari awal diulang?.

Hemat penulis , mari kita tunggu akhir Dagelan tak lucu dari penjaringan Wawali Balikpapan ini.(*)