
Kabarikn.com ,Balikpapan-Dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan lapangan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022, Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan membuka penerimaan mitra statistik untuk bertugas sebagai petugas lapangan kegiatan Regsosek 2022 , BPS Kota Balikpapan membutuhkan petugas lapangan untuk melakukan pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek) 2022.
Pendaftaran petugas lapangan BPS dibuka mulai tanggal 5 September 2022 serentak di enam kecamatan di Kota balikpapan.
Kepala Badan Pusat Statistik kota Balikpapan Dr.mustaqim S.ST,SE,M.Si Mengatakan “ Saat ini kita melalukan wawancara calon petugas Regsosek , Ada dua petugas lapangan yang dibutuhkan oleh BPS Kota balikpapan yaitu Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang berjumlah Kurang lebih 1.104 orang petugas lapangan”.
“PPL bertugas melakukan pendataan terhadap seluruh keluarga di wilayah tugasnya sesuai konsep yang diberikan , Sedangkan PML bertugas mengawasi dan memeriksa hasil pendataan lapangan oleh PPL sesuai konsep dan definisi yang ditentukan.Sebelum menjalankan tugasnya, para petugas nanti akan diberikan pelatihan terlebih dulu.”lanjutnya.
Maria Andhini Resiana,SSt selaku Koordinator wawancara menambahkan “Besarnya antusias minat masyarakat dalam mendaftar membuat BPS Kota Balikpapan dengan berat hati menutup link pendaftaran karna sudah melewati kapasitas pendaftaran,saat ini sekitar 500 an masi belum kami jadwalkan untuk wawancara dan 900 an saat ini sedang dalam proses wawancara”.
Tes wawancara sendiri dilakukan sejak hari selasa tanggal 6 september 2022 melibatkan 16 petugas BPS organik dengar target 200 orang perhari dengan estimasi tanggal 14 september diharapkan segera akan selesai.”ucapnya.
Sementara itu, Regsosek merupakan prasyarat utama Reformasi Sistem Perlindungan Sosial.
Dan, transformasi data menuju Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) merupakan upaya perubahan penyediaan data sosial ekonomi yang terintegrasi dan akurat.
Pendataan Awal Regsosek akan menghasilkan data terpadu. Tidak hanya untuk program perlindungan sosial, tapi juga data kondisi sosial ekonomi keluarga untuk perencanaan pembangunan yang lebih terarah. ( iful )
