[Valid RSS]

Sikap Seorang Alim Dalam Merespon Naiknya Harga BBM

Oleh : Hery Sunaryo

Kabarikn.com,Balikpapan-Pandangan dan sikap hidup seorang Alim pada saat harga BBM mahal bahkan pada saat kondisi sulit apapun, hanya ada dua, yg pertama sabar dan yg kedua Syukur

Ada banyak orang miskin yg karena tidak berdaya secara ekonomi mengakibatkan tidak mengenal Tuhan. 

Mereka tidak pernah pergi ke masjid untuk sholat, mereka tidak pernah berpuasa, banyak orang seperti ini akhirnya berpindah ke agama lain bahkan keluar dari penganut agama, karena sulitnya ekonomi yang menghimpit kehidupan keluarganya.    

Mengingat beratnya godaan yg dialami orang miskin, maka mereka harus pandai membentengi keimanannya dengan sabar dan syukur. 

Dengan sikap seperti ini orang miskin akan bisa tangguh menghadapi godaan yg dapat menggoyahkan imannya. 

Jika untuk mencapai sabar dan syukur mereka tak mampu, maka mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali harus bekerja keras mengatasi kemiskinannya. 

Mereka harus berjuang keras untuk bisa meningkatkan taraf hidupnya, denga kata lain, orang miskin yang tak bisa sabar dan syukur harus berusaha menjadi orang yang berkecukupan agar dapat melindungi imannya dari rongrongan yang bisa membuatnya kufur, dan bahkan bisa murtad.

Namun bagi orang miskin yang memang bisa sabar dan syukur, mereka boleh memilih hidup miskin atau sederhana dengan tetap melaksanakan kewajibannya, seperti mencukupi kebutuhan dasar keluarganya, Mereka harus tetap bisa hidup mandiri tanpa menggatungkan atau menjadi beban bagi orang lain. 

Mereka tidak boleh menggantungkan hidupnya kepada orang lain dengan mengemis atau meminta².

Islam sebagai agama yang mayoritas dianut masyarakat Indonesia selayaknya memiliki peran yg besar dalam merespon kenaikan harga BBM yg terbilang sangat memberatkan ekonomi masyarakat,

Karena dengan kenaikan harga BBM ini akan berimplikasi Kepada semua sektor perekonomian masyarakat terlebih harga kebutuhan pokok masyarakat, yang sudah tentu dapat meningkatkan kemiskinan, 

Kemiskinan terjadi biasanya didahului oleh surplus Sumber Daya Manusia (SDM) usia remaja yg memasuki usia kerja namun kesulitan mendapat kerja, Karena terbatasnya lapangan pekerjaan yg berdampak pada pengangguran, 

Ditambah harga barang kebutuhan pokok mahal, naiknya harga BBM, jelas berimplikasi pada kemiskinan masyarakyat Indonesia yg mayoritas menganut agama Islam,

Sebagai agama yg nilai² luhurnya bersumber dari tuhan (wahyu) maka Islam seharusnya mampu membaca kondisi yang ada, dan berusaha melakukan respon yg benar dan tepat dlm memberikan pandangan, atau masukan pendapat terhadap pemerintah, agar tdk menaikan harga BBM atau kalau harus dinaikan, dengan kenaikan harga yg wajar agar tidak memberatkan masyarakat.

Kemudian respon lain, adalah dengan memberikan pemahaman yg benar Kepada masyarakat, terhadap kenaikan harga BBM ini, semisal dengan memberi informasi yg benar dengan melihat alasan² penguasa yang menjadi penyebab kenaikan harga BBM tersebut, 

Karena kita tahu bahwa akhir² ini banyak peristiwa yg membingungkan dan menyulitkan masyarakat, semisal dengan terjadinya kekosongan minyak goreng beberapa waktu lalu, dan disusul saat ini dengam kenaikan harga bahan bakar minyak BBM, dan ini semua merupakan salah satu kebutuhan pokok Masyarakat Indonesia.

Karena hakikatnya ajaran Islam itu mengandung nilai-nilai implikatif yang responsif, konstruktif, informatif, dan inovatif terhadap kehidupan umat manusia, sehingga dibutuhkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spritual agar ummat Islam bisa mengahadapi masa sulit ini denga sikap sabar dan syukur.(*)

Sumber: Terinspirasi dari beberapa sumber buku bacaan agama dan beberapa makalah media online