
KabarIkn.com,Balikpapan - Pada Tahun 2022 ini SKK Migas menargetkan 703 ribu minyak dan masih ada beberapa trobosan yang harus dicari agar bisa mengangkat dari 660 ribu menjadi 700 ribu.
Kepala SKK Migas , Dwi Soetjipto menyampaikan tahun ini telah disepakati bersama target minyak mereka adalah 700 ribu. Kemudian untuk Gas tahun lalu realisasinya sekitar 5.500 mm skaf dan tahun ini ada 5.800 mm skaf , jadi ada kenaikan 300.

" Kalau disini kita lihat minyak kita masih berusaha untuk tidak zero decline , tetapi juga di APBN harus naik dan di Gas juga harus naik. Tahun lalu gas kita sudah sedikit , meskipun cuma sedikit naiknya lebih dari tahun 2020," Kata Kepala SKK Migas Dwi Soejipto setelah melakukan peresmian Kantor Perwakilan Kalimantan Timur dan Sulawesi di Pasir Ridge , Jum'at ( 21/01/2022).
Diketahui memang kedepannya potensi gas akan lebih besar. Oleh karena itu SKK Migas mengharapkan kebutuhan energi lebih banyak terkonversi ke Gas , jadi pemilihan energi yang akan dilakukan diharapkan karena potensi Gas di Indonesia lebih bagus.

Gas dipandang sebagai energi transisi yang lebih bersih , jadi indonesia cukup beruntung mempunyai gas kedepannya.
Dwi Soejipto menambahkan Pemerintah sangat mendorong untuk target jangka panjang SKK Migas dan ketika ada wilayah kerja yang ke ekonomiannya tidak bagus seperti PHM , PHKT , PSS pemerintah telah menyetujui untuk pemberian penambahan insentif agar bisa mengeluarkan potensi - potensi disana.

Untuk teknik kerja di Industi Hulu Migas meningkat cukup tajam , paling besar di investasi ini adalah pengeboran. Kalau tahun 2021 lalu 480 sumur , tahun ini targetnya adalah diatas 800 sumur dan di kalsul sendiri targetnya 199 sumur yang bisa dibilang lebih tinggi tahun kemarin.
" Hal itu sebagai implementasi pemberian insentif untuk PHM , PHSS dan PHKT baru saja telah disetujui oleh Pak Menteri ," pungkasnya. ( tri )