
KabarIkn.com,Tegal - Batu akik memang pernah jaya dan booming di Nusantara pada tahun 2014 Sampai tahun 2016. Pada waktu Bapak presiden SBY berbagai jenis batu dari Sabang sampai Merauke pun ikut terkenal terutama batu bacan dari Sulawesi , yang laris seperti kacang goreng , batu kalimaya Banten yang sudh Go Internasional , giok Aceh , black Jade jg yang konon bisa mengobati segala penyakit , dari garut , Klawaing Purbalingga , caseldon Bengkulu , akik panca warna dari pacitan Jawa timur, semua nya laku di masyarakat. Dengan harga fantastis pulahan ribu ,ratusan ribu, pulahan juta sampai ratusan juta rupiah , dikarenakan batu Akik termasuk barang yng antik unik dan indah , tidak ada patokan harga suka sama suka Deil transaksi sah.
Harga fantastis juga didukung dengan adanya lomba lomba tingkat daerah sampai nasional dari berbagai jenis kriteria nya yaitu batu gambar , jenis batu nya , yang dilombakan dan yang menang pasti lah akan mengangkat harga batu akik .
" Para penggemar batu akik khususnya di kota Tegal tetap hidup walaupun dimasa pandemi ," ujar mas Bambang pemilik kios batu Akik caseldon. Batu akik adalah perhiasanya para kaum Adam dari jaman kerajaan sudah ada yang memakai batu akik sebagai hiasan jari para laki laki yang suka batu akik pastinya .
" Memang batu akik fonomena , dan sesuatu nikmat Allah yng diberikan untuk manusia untuk dinikmati manusia untuk banyak bersukur dan memuji kebesaran ALLAH SWT yang menciptakan isi alam ini," ujar TEGUH WATU pengemar , penjual dan koleksi batu akik. Hal yang tidak asing bagi para penggemar batu akik dikota dan di kabupten Tegal khususnya .
Batu akik pun tidak mempunyai kasta atau golongan, karna semua golongan bagi yang suka batu akik pun memakainya tinggal kemampuan dan selera dari sang pemakai batu akik , dan batu yang di sukai oleh para kyai ulama sampai habib. batu pirus yng konon kanjeng nabi Muhammad saw memakainya , seperti Yang Mulia Habib Lutfhi bin Yahya beliAu juga penggemar batu akik pirus , menghadiahkan ke pak Jokowi batu pirus yang sudah bentuk kalung . (Teguh watu)
Editor : Tri