
Kabarikn.com,Tana Paser - Bupati Paser dr Fahmi Fadlil diwakili oleh sekretaris Daerah Kabupaten Paser Katsul Wijaya membuka sosialisasi Pencegahan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan di ruang Sadurengas, Kantor Bupati Paser, Kamis (13/7/23).
Kegiatan diikuti ratusan peserta dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, organisasi kemasyarakatan, pelajar dan mahasiswa dengan menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kemendagri dan Forkopimda Kabupaten Paser.
Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Drs. Katsul Wijaya, M. Si mengapresiasi terhadap Inisiatif Kesbangpol untuk menyelenggarakan sosialisasi dengan menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten di bidang ini dalam upaya Pencegahan dan penanggulangan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan di Kabupaten Paser
"Melibatkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, dengan langkah sistematis, terencana, dan terpadu merupakan upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme," Kata Katsul.
ia mengatakan, Potensi radikalisme di Kabupaten Paser tidak bisa dihindari, pergerakan radikalisme telah terdeteksi sejak tahun 2013 dimana terorisnya tewas, buron dan ditangkap.
Selain itu, muncul juga beberapa kasus penangkapan teroris di Kabupaten Paser. seperti kasus MIT di Desa Batu Kajang tahun 2014 dan 2016. Kasus Jamaah Ansorut Daulah (JAD) tahun 2018 Kelurahan Tanah Grogot dan Desa Batu Kajang, dan terakhir seorang warga Paser pengikut JAD yang ditangkap di balikpapan tahun 2019 dan telah dinyatakan bebas pada awal tahun 2023.
Dari beragam pergerakan radikalisme tersebut, tercatat beberapa warga Kabupaten Paser yang menjadi anggota jaringan kelompok radikal dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
"Ini menandakan bahwa perlu adanya penanganan terorisme secara serius di Kabupaten Paser," tuturnya.
Menurutnya, pergerakan radikalisme dan keberadaan terorisme tidak hanya berpengaruh dalam aspek fisik, mental dan sosial masyarakat secara umum, tetapi juga dapat merusak sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
"Kita jangan melihat dari jumlahnya yang sedikit tetapi dampak besar keberadaan teroris di lingkungan kita," terangnya.
Menutup sambutannya, Katsul Berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman akan bahaya terorisme dan menjadi mitra terdekat pemerintah dalam upaya pencegahan terorisme di Kabupaten Paser dan ini selaras dengan program Paser MAS (Maju, Adil dan Sejahtera) yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia.
"Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman akan bahaya terorisme terutama di Kabupaten Paser," tutupnya.(ar/adv)