
Foto : Sekda Prov Kaltim, Sri Wahyuni Saat Membuka Kegiatan Forum Satu Data
KabarIkn.com,Balikpapan - 2 Oktober 2025, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, membuka kegiatan Forum Satu Data yang digelar di Kota Balikpapan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemenuhan dan pengelolaan data yang berkualitas sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan daerah.
Forum tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Dr. Yusnia Juliana, kepala BPS kabupaten/kota se-Kaltim, serta perwakilan dari perangkat daerah, Diskominfo, dan Dinas PUPR.
Sri Wahyuni menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya forum yang dinilai fundamental untuk mendukung kebijakan pembangunan. “Pemenuhan data adalah kewajiban perangkat daerah. Data yang akurat, terpadu, akuntabel, dan mudah diakses akan menjadi fondasi Kaltim dalam mewujudkan generasi emas,” tegasnya.
Ia menyoroti masih adanya perangkat daerah yang belum memenuhi kewajiban penyediaan data 100 persen. Untuk itu, ia menekankan perlunya koordinasi dan pendampingan lebih lanjut, termasuk melalui surat resmi agar perangkat daerah segera melengkapi data yang dibutuhkan.

Menurutnya, data tidak boleh hanya dikumpulkan lalu disimpan, tetapi harus dibagi dan dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan. “Kita punya data bukan untuk dimiliki sendiri, melainkan untuk digunakan bersama agar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Forum Satu Data tahun ini mengusung tema “Membangun Satu Data Berkualitas sebagai Fondasi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”. Visi pembangunan Kaltim, lanjut Sri Wahyuni, bukan hanya ditujukan untuk pemerintah provinsi, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kabupaten/kota.
Ia berharap melalui forum ini, perangkat daerah dapat lebih optimal dalam menyajikan data sektoral, sehingga capaian pembangunan bisa terukur dengan jelas dari tahun ke tahun. Selain itu, forum ini juga menjadi tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Nomor 48 Tahun 2021 tentang Satu Data Kaltim.
“Dengan data yang valid, kita dapat menyusun perencanaan yang lebih tepat, melakukan evaluasi program secara komprehensif, dan mengambil keputusan berbasis bukti,” pungkasnya.(bs/adv)