[Valid RSS]

Demo Atas Nama Atlet Di Kota Balikpapan Dapat Merusak Mental Atlet

Oleh, Ishak Malunda

Sekretaris PGSI Balikpapan 

KONI Balikpapan harusnya bisa menjaga Marwah atlet Balikpapan dihadapan masyarakat luas

KabarIkn.com,Balikpapan - Demo dengan maksud memperjuangkan hak atlet untuk bisa ikut Porprov VII Berau sesungguhnya perbuatan yang menjatuhkan kehormatan atlet Balikpapan, 

Apalagi ada kotak- kotak kardus meminta-minta sumbangan atas nama Atlet untuk bisa berangkat keporprov VII Berau. Hal ini benar- benar menjatuhkan Marwah nama Atlet kota Balikpapan, ingat profesi atlet itu adalah profesi pejuang dan terhormat jangan mengajari atlet Balikpapan menjadi peminta-minta pinggiran jalan

Walikota tidak pernah mengeluarkan pernyataan lisan mau pun tulisan untuk tidak berangkatkan atlit Balikpapan ke porprov VII Berau, tetapi walikota minta penundaan karena kesalahan Koni Balikpapan yang lambat kirim data ke DPOP.

KONI kirim data H-30 sementara untuk pengadaan barang jasa proses lelang membutuhkan waktu minimal 3 bulan.

Ini sekedar saya kasih contoh Pengadaan sepatu, butuh data, berapa pasang jumlahnya dan apa saja ukurannya, begitu pun dengan pengadaan baju devile dan baju tanding, kemudian pengadaan alat tanding, belum lagi Maslaah transportasi pemberangkatan, penginapan atlet, kemudian makannya atlet biaya transportasi dari penginapan ke lapangan pertandingan, ini semua butuh waktu untuk mempersiapkannya.

Tanggal 4 Oktober 2022 Pemerintah kota sudah menyurat ke PB Poprov Berau meminta agar Porprov VII diundur waktu pelaksanaannya, 

dan KONI baru menyerahkan data kePemerintah kota melalui DPOP tanggal 6 Oktober 2022, ini kan sudah jelas bahwa KONI yang menyebabkan pemerintah kota meminta Porprov untuk diundur 

Prinsip kehati-hatian yang menjadi pertimbangan pemerintah kota sesungguhnya bagian dari upaya agar atlet Balikpapan bisa berkompetisi secara maximal dengan persiapan yang matang kita bisa meraih prestasi maximal.

Jadi aneh KONI yang buat kesalahan kok atlet yang disuruh mengemis dijalanan, seolah pemerintah tidak mau berangkatkan, seolah pemerintah kota menghancurkan prestasi atlet inikan tuduhan yang tidak benar.

Para pengurus Cabor sebenarnya jauh hari sudah meyakini hal ini akan terjadi, makanya sebahagian pengurus Cabor yang sudah tau kualitas kerja KONI Balikpapan tidak mau menyerahkan data keKoni tetapi langsung menyerahkan data keDPOP, tetapi yang terjadi cabor-cabor yang tidak menyerahkan data keKoni langsung dikarateker.

Surat walikota Balikpapan itu sama dengan surat ketua porprov VII Berau, ke Gubenur minta penundaan / di undurnya pelaksanaan porprov, tapi saat ini Gubenur kaltim belum ada tanggapan.

Jadi sangat jelas demo yang mengatas namakan atlit Balikpapan itu adalah bentuk provokasi dan harus mendapatkan tindakan tegas dari pemerintah kota Balikpapan, siapa aktor yang sengaja mengerahkan atlet untuk jadi pengemis dipinggir jalan,

Kami selaku pengurus Cabor dikota Balikpapan merasa malu para atlet dikerahkan untuk meminta-minta dipinggir jalan,  

Untuk itu Pemerintah kota harus mengambil tindakan tegas dengan tidak memfasilitasi kepengurusan KONI saat ini, baik kantor maupun yang lainnya, bahkan kalau perlu membekukan kepengurusan KONI jika terbukti mereka yang menjadi aktor yang merancang untuk memprovokasi atlet jadi pengemis dipinggir jalan.

Dan kami meminta juga kepada pemerintah kota agar memproses dana- dana yang mereka kumpulkan untuk dijadikan alat bukti dilakukannya tindakan hukum karena melakukan pengumpulan dana publik itu ada aturan dan mekanismenya apa lagi dipinggir jalan.(*)