[Valid RSS]

Assosiasi Sawit Mandiri Perkuat Petani Sawit di Berau

BERAU-Asosiasi Sawit Mandiri Kabupaten Berau menggelar Lokalatih peningkatan kapasitas pengurus dan penyusunan kerja Assosiasi Sawit rakyat Kabupaten Berau, selama 3 hari, digelar di Hotel Grand Parama, Tanjung Redeb, Kalimantan Timur, Kamis (5/12/2019).

Ketua Asosiasi Sawit Mandiri Kabupaten Berau, Mupit Datusahlan mengatakan, Selain untuk peningkatan pengurus dan penyusunan kerja, Lokalatih tersebut sebagai menindak

lanjuti pasca deklarasi pembentukan Assosiasi Sawit Mandiri Berau, 16 Mei 2019 di Sky Resto.

"Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), dan disponsori oleh Strengthening Palm Oil Sustainability In Indonesia (SPOS)," ungkapnya.

Mupit juga menjelaskan, terkait berdirinya Assosiasi Sawit Mandiri di Kabupaten Berau, menurutnya Berau adalah salah satu sentra produk sawit Nasional, yang umumnya memiliki pendekatan berbeda dalam upaya melakukan penataan kebun-kebun sawit.

Prinsip dasarnya yaitu, bahwa perkebunan, terutama sawit selalu dipandang lebih ramah ekonomi untuk pembangunan dan pengembangan wilayah.

"Oleh karenanya, ini merupakan rangkaian kesadaran masyarakat khususnya di 2 Kecamatan, yaitu Kecamatan Teluk Bayur dan Kecamatan Segah untuk berhimpun disuatu wadah ini yang telah disiapkan, yang memiliki basis besar perkebunan sawit," ujarnya.

"Masih Mupid, ada 4 aspek didalam Nawacita Tujuan Asosiasi ini, diantaranya Assosiasi sebagai wadah sawit mandiri, Assosiasi dapat mendampingi memberikan advokasi dalam wilayah-wilayah yang memiliki konflik kebun. Bagaimana hak-hak Petani sawit mandiri di Berau mendapat akses pasar yang adil, dan Petani juga memiliki ruang untuk berdaya, baik menerima fasilitas pupuk, sarana dan prasarana, serta akses pasar yang luas," ulasannya.

"Jadi kedepannya, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Assosiasi yang dipertajam dan didetailkan. Serta tidak menggangu dalam aspek organ-organ yang lainnya, seperti ada Koprasi, ada Kelompok Tani, dan Para Petani didalamnya, sehingga Assosiasi jangan sampai ada tumpang tindih, kewenangan keorganisasian dalam mengelola bagaimana Petani sawit itu sendiri," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan, Program Director Strengthening Palm Oil Sustainability In Indonesia, Irfan Bakhtiar, mengungkapkan Assosiasi ini menurutnya memiliki posisi strategis, karena tantangan yang dihadapi sawit rakyat, yang dimana kalau dipisahkan ada sawit perusahaan, sawit plasma, dan sawit mandiri.

Sedangkan sawit mandiri ini posisi tawarnya paling lemah dalam bisnis kelapa sawit.

"Oleh sebab itu, teman-teman di Berau mempunyai inisiatif membangun sebuah Assosiasi yang mewadahi dalam perbisnisan maupun perkebunan sawit," tegasnya.

Mupit juga menambahkan, Jika ada masyarakat yang ingin bergabung di Assosiasi Sawit Mandiri Kabupaten Berau.

"Bisa saja, nantinya ada mekanisme yang saat ini kami memperkuat dan disusun agar data itu tidak tumpang tindih, terpilah secara baik. Sehingga bisa dipergunakan oleh Pemerintah Kabupaten Berau dalam membuat kebijakan yang mengarah kepada Petani sawit mandiri," katanya. 

"Yang ingin bergabung,bisa menghubungi lembaga langsung, bisa menghubungi sekertaris Assosiasi, atau bisa melalui Koordinator bidang data," tandasnya.

Penulis: Fadli