BERAU-Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalimantan Timur, turut hadir diacara panen Pedet, di Kecamatan Gunung Tabur, Kampung Samburakat, dinilai berjalan lancar, Kamis (21/11/2019).

Kepala Bidang Pembibitan dan Budidaya, Ir. I Gusti Made Jaya Adi Mengucapkan terimakasih dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas terlaksananya kegiatan Panen
Pedet ini, Dan sosialisasi Gema Teramisu (Gerakan Makan Daging dan Susu).
"Acara panen pedet ini bukanlah acara seremonial semata. Namun, ini adalah salah satu wujud upaya, menseriuskan dalam membudidayakan dan mengembangkan ternak sapi potong menuju swamsembada daging," ungkapnya.
"Oleh karenanya, Panen pedet diharapkan adanya dorongan motivasi yang tinggi baik Pemerintah Kota/Kabupaten maupun Provinsi kepada peternak. Agar lebih meningkatkan produksi pedetnya," harapnya.
Terpisah, Ir. I Gusti Made Jaya Adi juga selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur, menjelaskan kondisi budidaya Pedet untuk di Kabupaten Berau.
"Kami gembira sekali ternyata di Kabupaten Berau, bisa mencapai target yang ditetapkan oleh Provensi Kalimantan Timur. Sehingga, sampai saat ini target IB-nya (pasar modal interaktif broker) sudah mencapai sasaran yaitu 90%," katanya.

Kemudian kebuntingannya juga melebihi target, termasuk anak sapi pedet yang lahir dan yang dipanen sekarang sudah melebihi target, kalau anak yang lahir bahkan sampai 140% dari yang ditargetkan.
Selain itu, Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Buntung (Upsus Siwab) juga sudah dilaksanakan diberbagai di 9 Kota/Kabupaten Provensi Kalimantan Timur. Satu diantaranya, yang tidak memprogram Upsus Siwab yaitu Kabupaten Mahulu.
"Karena memang, kami belum terjangkau disebabkan kesulitan akses dan transportasinya untuk menuju kesana, tetapi untuk Daerah Lain. Semisalnya Paser, Penajam, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Samarinda sudah melakukan dengan baik. Sama seperti yang dilakukan oleh Kabupaten Berau," tandasnya.
Penulis: Fadli